Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Ke rumah sakit


__ADS_3

"E...eh ..hey....tuan lepaskan aku, aduhh...kau memelukku terlalu erat aku sudah tidak tahan...aahhh" ucapku sambil memegang bagian bawahku.


Karena dia memelukku begitu aku semakin tidak tahan untuk kencing, rasanya aku akan ngompol di pakaianku saat itu jika dia terus memelukku. Namun untungnya dia melepaskanku dan pria itu terlihat panik dengan wajahnya ketika aku memegangi perutku dan bagian bawahku dengan wajah yang meringis.


"Hey....ada apa denganmu, apa aku melukaimu, Talita apa kau baik-baik saja?" Tanya dia mencemaskan aku,


"Aku.... Aku ingin ke toilet aku tidak tahan lagi aku harus buang air kecil, aaaahhhhh.... Aku tidak tahan cepat katakan di mana toiletnya tuan" ucapku mendesaknya karena sudah sangat tidak tahan.


Aku sudah memegangi gaun ku dengan keras karena sudah sangat tidak tahan lagi tapi pria itu malah menatapku begitu saja sampai akhirnya dia tiba-tiba saja menggendongku dan membawa aku berlari ke toilet, meski pada awalnya aku berteriak berontak dan memukuli dadanya berkali kali tapi aku tetap bersyukur karena ternyata dia membawaku ke toilet.


"E..eh...eh ...lepaskan turunkan aku, hey kanapa denganmu apa kau gila hey..... Jangan sampai aku kencing di pangkuanmu aishhh....aku tidak tahan lagi ahhh" ucapku teriak berontak kepadanya sambil memukuli dadanya yang bidang itu.


Sampai akhirnya dia menurunkan aku di depan sebuah toilet wanita, aku pun tidak berpikir panjang lagi karena sudah sangat tidak tahan dan segera berlari secepat yang aku bisa ku naikkan gaun yang panjang itu dan berlari masuk ke dalam secepatnya lalu mulai menyelesaikan keinginan yang sudah aku tahan sedari tadi.


Hingga setelah selesai aku sungguh merasa sangat lega dan aku mulai kembali keluar dari toilet dengan perasaan yang lega, sampai ketika aku membuka pintu keluar tiba-tiba saja aku lihat pria itu berdiri di depan toilet wanita menghadap ke arahku dan dia langsung menarik tanganku hingga mendesak aku ke dinding secepat kilat sampai aku tidak memiliki kesempatan untuk kabur ataupun mengelak darinya saat dia menarik tanganku sebelumnya.


"Dukk....aaahhh...." Suaraku yang tersentak ke dinding dan tangannya langsung mengunciku.


Aku menatapnya heran dengan menaikkan kedua alisku secara langsung padanya, karena dia tiba-tiba saja melakukan ini kepadaku tanpa alasan yang jelas di tambah aku juga sama sekali tidak mengenali dia sedikitpun.


"Hey....ada apa denganmu? Siapa kau dan mau apa kau menahanku seperti ini?" Tanyaku kepadanya dengan perasaan yang sedikit takut,

__ADS_1


"Talita lihat wajahku baik-baik, apa kau sungguh tidak bisa mengenaliku? Ini aku aku Haiden Alvaro" ucap dia yang membuat aku merasa tidak asing dengan nama itu.


"A...apa? Haiden Alvaro? Aku tidak pernah mendengar nama itu sekalipun tetapi aahhh.....aaaaww....kepalaku" ucapku meringis kesakitan sambil memegangi kepalaku yang terasa berdenyut sangat kuat.


Aku merasakan sakit yang amat sangat di kepalaku dan itu seperti berdenyut keras juga di tusuk sesuatu yang sangat tajam beberapa kali lalu diangkat dan terus di tusuk sampai berkali-kali, aku tidak bisa menahan rasa sakit itu hingga lama kelamaan pandanganku mulai kabur hanya terdengar sayup-sayup suara pria itu yang memanggil namaku dan memintaku untuk bangun.


"Talita...ada apa denganmu, Talita bangun hey.... Talita apa kau baik-baik saja...Talita!" Teriak pria itu yang kemudian tidak bisa kudengar apapun lagi setelahnya.


Semuanya berubah menjadi gelap dan aku tidak sadar lagi, sedang disisi lain Alvaro yang melihat itu dia segera menggendong Talita dan membawanya ke rumah sakit dengan cepat dia langsung menyuruh Argo untuk menyiapkan mobil untuknya hingga ketika Argo melihat Alvaro yang menggendong Talita dia sangat kaget hingga tersentak ke belakang dengan mulut dan matanya yang terbuka lebar.


"Astaga ...KA...kau....dia... Bagaimana bisa kau bersamanya bukankah dia sudah?" Ucap Argo sangat panik.


Argo pun segera membukakan pintu mobil dan langsung menyetir dengan secepat yang dia bisa namun di dalam hatinya Argo terus merasa tidak tenang karena dia tidak bisa melihat Alvaro kembali bersama dengan Talita lagi sebab dia takut itu akan membuat kehidupan Talita atau Alvaro berada dalam bahaya seperti yang terjadi kepada mereka sebelumnya.


Argo juga berpikir dia menemukan Talita tiga tahun yang lalu di rumah sakit yang sama saat dia membawa Alvaro untuk dirawat secara diam-diam di rumah sakit itu, namun setelah mencari tahunya lebih dalam lagi dia tidak mendapatkan informasi lainnya sehingga pikir saat itu dia salah mengira orang, hingga kemunculan Talita saat ini menjadikan jawaban atas kecurigaan yang Argo pendam selama tiga tahun belakangan ini.


"Haiden bagaimana bisa kau bertemu dengan dia, setelah tiga tahun ini bukankah sangat mustahil untuk dia tetap hidup?" Tanya Argo merasa sangat heran,


"Aku tidak tau, aku sungguh tidak mengerti apakah wanita ini Talita yang aku kenal tiga tahun yang lalu atau bukan, tetapi aku tahu namanya memang Talita dan wajahnya juga Talita aku tidak mungkin salah mengenali orang seperti kau di tiga tahun yang lalu, aku yakin penglihatanmu saat itu memang benar Argo, penglihatanmu itulah yang selalu membuat aku yakin bahwa Talita memang masih hidup" balas Haiden sangat yakin sambil terus memeluk Talita di dalam mobil.


Argo juga berharap itu Talita yang mereka kenal namun dia tetap tidak bisa setuju sepenuhnya jika mereka harus hidup berdampingan lagi seperti dulu, apalagi tuan George sudah mulai mencurigai keberadaan Alvaro saat ini.

__ADS_1


Sebab sekarang Alvaro sudah menguasai pasar bisnis bahkan dia menjadi satu satunya saingan bagi ayahnya sendiri.


Dia bersaing dalam dunia bisnis dengan gurunya sendiri sang ayah tuan George yang mengajari dia bisnis sejak kecil hingga dewasa dan menyekolahkannya sangat tinggi namun karena ke egoisan dirinya sendiri dia harus kehilangan dua putranya sekaligus dan masih harus memimpin perusahaan dalam usianya yang sudah sangat tua saat ini.


Bahkan dia sudah hampir menginjak usia enam puluh tahun sekarang dan banyak sekali berita yang mengabarkan bahwa dia sudah sering mengalami sakit-sakitan akhir-akhir tahun ini.


Haiden selama ini bersusah payah membangun bisnis dengan para gangster yang dia miliki, dia menggunakan modal yang minim dari menjual motor milik dirinya juga milik Argo dia juga menjual semua aset rahasia yang dia miliki tanpa sepengetahuan ayahnya seperti villa dan ada satu rumah yang dia jual, dia terus berusaha keras berdua dengan Argo.


Hingga setelah tiga tahun berkutik dalam dunia bisnis dia mampu menyaingi perusahaan ayahnya sendiri dan kini dia sudah memiliki apartemen sendiri yang dia tinggali berdua saja dengan Argo selama ini, bahkan Haiden dengan susah payah melawan ayahnya itu dengan nama samaran yang dia pakai dia juga selalu memakai topeng atau pun masker dan dia selalu menyuruh anak buahnya untuk berhadapan dengan klien bisnis dan semuanya dia memang selalu hadir dan memata matai pergerakan ayahnya secara diam-diam.


Maka dari itu dia sengaja membuat nama samaran agar tidak ada siapapun yang bisa mengetahui identitasnya dan kejadian di acara Lang barusan adalah seratus persen sebuah kebetulan yang membuat Haiden sangat senang dan terharu.


Hingga ketika dia sampai di rumah sakit dan menyuruh dokter untuk segera memeriksa Talita dia pun mengetahui bahwa Talita mengalami hilang ingatan sementara, dan ingatannya hanya bisa pulih jika dirinya sendiri yang menginginkan kembali ingatan yang hilang itu.


"Dokter apakah dia bisa mengingat kembali masala lalunya atau kenangan yang pernah dia lalui walau hanya sedikit?" Tanya Alvaro begitu penasaran dan cemas,


"Bisa tentu saja ini masih ada kemungkinan namun itu tergangtung dari keinginan di dalam dirinya sendiri, dan saya rasa dia juga mulai mengalami beberapa perubahan dalam ingatannya mungkin dia berusaha mengingat sesuatu namun kondisinya belum setabil penuh untuk mengingat semua itu secara lengkap sehingga dia malah merasakan sakit di kepalanya hingga jatuh pingsan, sebaiknya anda tidak perlu terlalu memaksanya ini akan buruk bagi kesehatan dirinya sendiri" ujar dokter menjelaskan.


Alvaro langsung tersentak ke belakang dengan lemas dan Argon langsung menahan tubuh Alvaro, dia kaget dan tidak menduga jika Talita mengalami hal paling buruk seperti ini hanya karena dirinya di tiga tahun yang lalu.


Haiden Alvaro mulai menyesali ide yang pernah dia buat dahulu untuk membuat rencana gila seperti itu sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2