
Tak terasa jam pulang sekolah sudah tiba aku segera membereskan buku ke dalam tas dan keluar dari kelas begitu pula dengan siswa lainnya, seperti biasa aku menunggu di depan kelas Audy karena kelas kami pulang di waktu yang berbeda dan hanya beda 10 menit saja, aku membaca salah satu buku kesukaanku sambil berdiri menyenderkan tubuhku ke dinding samping pintu kelas Audy, tiba tiba seseorang merampas buku ku dan membuatku kaget saat aku lihat ternyata itu kak Bara.
"Eh....kak Bara, ada apa?" ucapku penuh keheranan dan segera berdiri tegak.
"Aku hanya ingin mengingatkan janjimu pekan ini, jangan sampai lupa" ucap kak Bara sambil mengembalikan lagi buku komik yang tadi tengah aku baca.
Kak Bara berjalan diiringi beberapa temannya, aku merasa lega saat kak Bara sudah lewat, tapi aku juga bingung apa yang harus aku lakukan pekan ini, aku baru menyesal sudah membuat janji seperti itu dengannya.
Aku terus memikirkan ucapan kak Bara sebelumnya yang mengajakku untuk pergi bersama di akhir pekan, mana hari ini sudah hari Sabtu, artinya besok aku harus menghabiskan waktu di akhir pekan bersama pria yang memiliki dua karakter seperti itu, aku sungguh bingung, saat tengah kebingungan Audy datang sambil menepuk pundakku dan menyadarkan aku dari lamunan yang panjang.
"Talita.....kau sudah lama di sini?" ucap Audy bertanya,
"ahhh....tidak kok, ayo kita pulang" ucapku sambil berjalan lebih dulu,
__ADS_1
Aku dan Audy berjalan beriringan dan seperti biasa diperjalanan ada saja tingkah konyol yang dilakukan Audy namun sayangnya aku tidak terlalu menanggapi sebab masih terganggu dengan pikiran mengenai kak Bara besok, aku ingin bercerita pada Audy tapi aku yakin Audy pasti tidak akan mengijinkan ku dan dia pasti akan melakukan segala cara untuk menggagalkannya, sedangkan aku tidak bisa melakukan itu, aku sudah berjanji dan harus menepati apa yang sudah aku setujui, tapi aku terlalu takut.
***************
Sesampainya di rumah aku segera membersihkan diri dan membaringkan tubuhku di ranjang sambil memegang ponselku, ku tatap wajah kedua orang tuaku, air mata mengalir begitu saja, aku rindu pada mereka, aku ingin memeluk mereka, sekarang aku merasakan bagaimana sulitnya hidup tanpa kedua orang tuaku, belakangan ini mereka selalu sibuk sampai tidak ada waktu untuk menelpon ku atau sekedar menanyakan kabarku, aku juga tidak memberi tau mereka kalau aku sempat sakit, aku hanya tidak mau membuat mereka khawatir, tapi di sisi lain aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya di khawatirkan dan kembali mendapatkan perhatian mereka seperti dulu lagi, aku ingin mencoba menelpon mereka namun takut mengganggu, akhirnya aku kembali menutup ponselku dan berusaha untuk tidur.
Baru saja aku memejamkan mata ponselku berdering kencang aku senang karena ku pikir itu panggilan dari ayah atau ibuku ternyata saat aku lihat itu dari nomer yang tidak dikenal, aku langsung mematikannya karena malas, tapi sialnya nomor tersebut kembali menelpon lagi dan sudah aku matikan berkali kali tetap saja, aku pun mengangkatnya dengan geram.
"Halloo.....siapa?, kalau tidak ada yang penting jangan menelpon lagi kamu salah sambung!!!" ucapku dengan nada suara yang tinggi.
Aku melongo dan segera meminta maaf dengan gugup,
"a...eu....ohh, kak Bara yah, maaf aku pikir orang yang salah sambung, ada apa kak?" tanyaku dengan gugup,
__ADS_1
"jangan lupa besok pukul 10 aku akan menjemputmu" ucap kak Bara di sebrang telpon lalu dia menutup telponnya begitu saja sebelum aku sempat berkata kata.
"Eh...tunggu..kak..kak...hallo..., aishhhh menyebalkan seenaknya menentukan jadwal sendiri aku kan juga punya kegiatanku sendiri" ucapku kesal sambil memukul mukul ranjangku penuh emosi.
Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak memikirkan ucapan kak Bara yang terus terngiang ngiang dalam pikiranku, belum juga pagi aku sudah frustasi begini, aku sungguh tidak kuat rasanya ingin menyerah saja, terlalu banyak orang yang menggangguku.
Karena tadi malam aku sulit tertidur akhirnya aku bangun kesiangan, aku juga lupa dengan janjiku pada kak Bara, bunyi alarm yang sudah aku pasang semalam tidak mempan untuk membangunkan ku, sampai bunyi ponsel di samping telinga membangunkan ku dan saat aku melihat jam di ponsel ternyata sudah pukul 09:00 pagi, aku langsung membuka mataku lebar dan terburu buru pergi ke kamar mandi, segera bersiap siap dan memilih pakaian terbaikku, saat sudah selesai aku melihat ponsel dan begitu banyak panggilan tak terjawab dari kak Bara, aku bingung sambil berjalan mondar mandir dan menggigit kecil ujung kuku ibu jariku.
"Aaaaa ......sekarang harus bagaimana, pasti kak Bara akan marah padaku" ucapku khawatir,
Tiba tiba ada bunyi klakson yang berulang ulang kali terdengar memekikkan telinga di luar, aku segera menghampiri dan keluar dari rumah ternyata sesuai dengan dugaanku itu adalah mobil kak Bara yang sudah terparkir di depan rumahku, aku berjalan gugup keluar dari rumah mengunci pintu dan menghampiri kak Bara, dia keluar dari mobil mewahnya mengenakan pakaian rapih dan kacamata hitam tubuhnya yang tinggi dan kekar membuat dia terlihat sempurna, sepersekian detik aku sempat terpesona melihat penampilan kak Bara yang jauh berbeda dengan dia saat di sekolah, dia menghampiriku dan menggenggam tanganku membawaku ke samping mobil lalu membukakan pintu dan mempersilahkanku untuk masuk, aku terlalu gugup dan tak mampu berkata kata hanya bisa mengikuti alurnya.
Kak Bara masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobil perlahan keluar dari desa menuju jalan raya, aku bingung melihat kak Bara yang melajukan mobil di jalan menuju kota tempat aku tinggal, aku ingin bertanya kemana dia mau membawaku tapi aku terlalu malu dan takut, tidak ada pembicaraan antara kita berdua selama di perjalanan sampai akhirnya rasa penasaranku terbayar ternyata kak Bara membawaku ke sebuah cafe mewah di pusat kota, aku jelas tau wilayah ini meski aku belum pernah masuk ke cafe ini tapi aku sering berlalu lalang melewati jalanan ini, aku juga baru sadar kalau kota tempatku tinggal sudar berubah dari sebelumnya cafe ini juga jauh lebih baik dari yang aku tau, kak Bara membawaku masuk dan kami duduk di salah satu meja yang bersampingan langsung dengan jendela toko tersebut sehingga dapat melihat ke arah jalanan yang penuh dengan kendaraan, aku duduk berhadapan dengan kak Bara dan kami mulai memesan makanan juga minuman, selagi menunggu pesanan datang aku melihat lihat suasana di cafe yang begitu ramai banyak juga anak anak muda sampai dewasa yang mengunjungi cafe itu.
__ADS_1
"Wahhh....ternyata cafe ini cukup terkenal yah" ucapku tak sengaja keceplosan,
"kamu suka tempat ini? aku bisa membawamu kesini kapanpun kamu mau" ucap kak Bara dengan senyumannya yang membuatku salah tingkah.