Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Rumor


__ADS_3

Selesai membereskan semuanya kak Bara akhirnya berpamitan pulang, aku merasa sangat lega dan segera beranjak ke kamar tidur untuk beristirahat, ku baringkan badanku perlahan di ranjang dan menatap langit langit malam dengan perasaan tak menentu, entah kenapa dengan perasaanku aku merasa kesepian dan tak sadar air mata mengalir begitu saja dari pelupuk mataku, aku menyeka air mata dan berusaha kuat sambil tersenyum.


"Tidak aku tidak boleh menangis, aku kuat, semua ini pasti akan segera berakhir" ucapku sambil tersenyum berusaha menguatkan diri sendiri.


**********


Setelah kejadian itu karena aku tidak masuk sekolah selama 3 hari aku tertinggal pelajaran dan terpaksa harus datang pagi pagi buta ke sekolah lalu menyalin semua pelajaran yang tertinggal, saat aku tengah mencatat bel tanda masuk kelas berdenting, aku pun segera membereskan catatanku dan tak lama kemudian wali kelas masuk dengan seorang pria yang memakai seragam sama sepertiku, pria itu berjalan sambil menundukkan kepalanya sehingga membuat aku penasaran dengan wajah pria itu.


Terdengar bisik bisik siswa lain yang tak sabar menunggu wali kelas memperkenalkan siswa tersebut.


"Pagi anak anak, ini adalah siswa baru dikelas kita seharusnya dia masuk 3 hari yang lalu namun karena ada beberapa masalah dia baru masuk hari ini, silahkan perkenalkan namamu" ucap wali kelas mempersilahkan.


"Namaku Haiden Alvaro" ucap pria itu menaikkan wajahnya dan menatap tajam ke arahku.


Aku membulatkan mata sempurna dan menelan salivaku secara refleks, ternyata pria yang menjadi siswa baru dikelas ku adalah pria aneh yang membuatku hampir dalam masalah 3 hari lalu.


"Ternyata namanya Haiden" gumamku sambil menunduk menghindari tatapannya.


Wali kelas segera mempersilahkan Haiden untuk duduk di salah satu bangku kosong yang berada tepat di sampingku, aku sungguh gugup dan gemetar, baru saja masuk sekolah harus mendapatkan hal seperti ini.


Saat dia sudah duduk di sampingku semua siswa di dalam kelas sibuk berbisik bisik satu sama lain entah apa yang mereka bicarakan, sepertinya hanya aku yang tidak tau apapun tentang anak baru ini, aku segera memperingatkan Haiden agar dia tidak memberitahu siapapun mengenai kejadian 3 hari yang lalu antara aku dan dia.


"Syuttttt... Haiden....hey, dengar yah jangan bilang siapapun mengenai kejadian 3 hari lalu aku tidak mau terlibat apapun denganmu!!" ucapku memperingatkan sambil berbisik ke telinganya.

__ADS_1


"Panggil aku Alvaro!!!!" jawab pria itu dengan nada mendominasi dan penuh tekanan.


Aku langsung gugup dan segera mengangguk tak bisa berkutik sedikitpun, tapi di sisi lain aku juga kesal kenapa pria itu harus bersikap seperti orang kejam dan dingin bagaikan es batu, aku hanya bisa terheran dan segera menjaga jarak dari pria misterius seperti dia, namun anehnya saat aku menggeser kan kursiku untuk menjauh darinya dia malah menarik kembali kursi yang tengah aku duduki sehingga membuat badanku semakin dekat padanya.


"Jangan coba coba menjauh dariku!!" ucapnya tanpa menatapku sedikitpun.


"Hah?......apa apaan kau ini, dasar aneh" ucapku kesal dan cemberut menatap Alvaro dengan kesal.


Aku benar benar tidak mengerti dengan pria aneh disampingku ini, selama pelajaran berlangsung dia hanya tidur tapi tak ada satu guru pun yang mau menegurnya apalagi menghukumnya padahal aku tau jelas jelas semua guru juga melihat bahwa dia tidak mendengarkan penjelasan mereka di depan kelas bahkan dia tidak membuka satu buku pun dari tas yang dia bawa, sampai bel istirahat berbunyi dia masih tertidur dengan santai di atas meja, aku hanya bisa membuang nafas heran dan menggelengkan kepala melihat kelakuannya di hari pertama masuk kelas.


"Dasar pria aneh" ucapku dan beranjak pergi menuju kelas Audy.


Saat aku keluar kelas ternyata Audy sudah berdiri di depan kelasku dengan wajah yang tidak biasa aku lihat, dia langsung menarik lenganku saat aku menyapanya.


"Eh...eh..eh...mau kemana?" ucapku merasa heran dengan tangan yang terus ditarik oleh Audy.


Audy membawaku ke tempat yang sepi di sudut taman belakang sekolah, aku heran melihat tingkah Audy yang sedari tadi terus menatap ke sana kemari seperti takut ada yang mengikuti kita berdua.


"Audy sebenarnya ada apa, kenapa kamu aneh hari ini?" tanyaku penasaran,


"Kemana kamu 3 hari yang lalu, kenapa menghilang tiba tiba dan kenapa hanya kak Bara yang tau kalau kamu sakit?" tanya Audy mengintrogasi ku,


"Aku sungguh sakit dan kebetulan kak Bara yang membantuku ke rumah sakit sekaligus merawatku selama di sana"

__ADS_1


"Ahhh...syukurlah aku pikir kamu bersama pria itu" ucap Audy sambil menghembuskan nafas lega.


Jelas aku merasa heran sampai mengerutkan kedua alisku yang hampir menyatu.


"Kenapa kau berpikiran begitu, dan kamu aneh hari ini, kenapa juga membawaku kemari hanya untuk membicarakan hal itu"


"kamu dalam bahaya Talita, dengarkan aku baik baik siswa baru yang masuk ke kelasku dia bukan orang biasa kamu harus berhati hati padanya" ucap Audy memperingati dengan wajah serius dan menggenggam kedua tanganku cukup kuat.


"Memangnya dia siapa, dan kenapa aku harus berhati hati padanya?" ucapku bertanya penuh keheranan sebab baru kali ini aku lihat Audy berbicara padaku dengan serius seperti ini.


"Dia itu ketua gangster banyak rumor yang tersebar tentangnya, dia putra tunggal keluarga Haiden, itulah kenapa kau harus berhati hati padanya, dia bukan orang baik" ucap Audy dengan mata membesar dan nampak sangat mengkhawatirkanku.


Tapi aku masih tidak mengerti dengan ucapan Audy,


"Audy aku tidak mengerti dengan ucapanmu, tapi aku tau ketua gangster memang bukan orang baik, terlihat dari caranya belajar dia memang cocok jadi ketua gangster tidak heran dia seperti itu, tapi aku yakin dia tidak akan membahayakan untukku" ucapku berusaha meyakinkan Audy.


"Kamu belum tau kelompok gangster yang seperti apa yang dia pimpin, dia itu putra tunggal ketua mafia hebat di barat, dia bukan dari negara kita!!" lagi lagi Audy menekankan setiap ucapannya.


"Jika dia memang berbahaya aku akan menjaga jarak darinya, kamu jangan khawatir aku tidak akan mencari masalah apalagi berhubungan dengan orang sepertinya" ucapku untuk menenangkan Audy.


"Baguslah, kalau gitu ayo kita makan ke kantin, aku sudah lapar" ucap Audy sambil kembali tersenyum.


Aku senang melihat Audy tak lagi memikirkan dan khawatir terhadapku tapi aku masih terpikir mengenai rumor yang baru saja Audy katakan padaku mengenai siswa baru itu, mungkin rumor itu juga yang dibicarakan oleh anak anak di kelas saat jam pelajaran tadi, tapi anehnya aku tidak bisa mempercayai sedikitpun ucapan Audy, aku pikir itu hanya rumor belaka lagi pula pria itu pernah menolongku saat di lorong 3 hari yang lalu, perlakuannya padaku saat kakiku terkilir dan aku hampir tak sadarkan diri karena kedinginan dia memperlakukanku dengan baik dan lembut jadi aku tidak percaya jika dia benar benar ketua gangster, sekalipun dia benar ketua gangster aku yakin dia tidak seburuk yang orang orang katakan.

__ADS_1


__ADS_2