
Argo berusaha untuk membangunkan Audy karena dia kesal dan resah ketika melihat Audy tidur dengan nyenyaknya, dia segera menghampiri Audy lalu mulai menarik selimut yang dikenakan oleh Audy dengan cepat sambil berteriak.
"Heh, cepat kau bangun aishh dasar kau...pergi dari tempat tidurku...." Teriak Argo sambil terus berusaha menarik selimut yang digunakan oleh Audy.
Audy yang sangat mengantuk dan lelah dia sebenarnya sadar ada orang yang menarik selimutnya namun rasanya dia sangat malas untuk bangun atau sekedar membuka matanya, dia hany mengelusik sedikit dan membiarkan selimut itu di tarik oleh Argo sampai membuat Argo jatuh tersungkur ke belakang.
"E...eh...eh .....brukk" suara Argo yang jatuh ke lantai,
Argo merasa sangat kesal dan dia bangkit sambil menghempaskan selimut tebal tersebut lalu mulai merapihkan pakaiannya dengan wajah yang memerah penuh dengan emosi dan kekesalan yang menggebu.
"Aishh....sial dasar cewek tomboi ini, apa dia tuli atau bukan manusia sih, bisa bisanya tetap tidur nyenyak padahal aku sudah berteriak cukup keras" gerutu Argo dengan kesal.
Argo awalnya tidak mau menyerah dia kembali naik ke atas ranjang dan membangunkan lagi Audy, Argo sudah berusaha keras untuk membangunkan Audy dia sudah mencoba untuk menarik lengan Audy, menggoyangkan pundaknya dan menarik kaki Audy yang terus saja mengusik ke sana kemari.
"Hah, dia benar benar seperti bang*ai yang sudah tidak berguna, benar benar menyebalkan!" Gerutu Argo sambil menyeka keringat di dahinya.
Saking nyenyaknya Audy tertidur dia bahkan tidak terusik dan tidak sadar bahwa Argo sudah berkali kali membangunkannya sampai dia mengeluarkan keringat yang bercucuran di dahinya, Argo pun akhirnya menyerah dan dia bangkit menjauh dari tempat tidur sambil memegangi pinggangnya yang terasa sakit karena tertendang oleh kaki Audy sebelumnya.
Argo mendengus kesal sambil menatap wajah Audy dan mengepalkan kedua lengannya dan berusaha menetralkan emosinya beberapa kali, walau sudah berusaha bersabar dan menenangkan diri tetap saja hati Argo merasa dongkol dan kesal saat mengingat kelakuan Audy yang sulit dibangunkan olehnya.
Dia terus menggerutu sambil pergi ke sofa yang ada di ruangan yang sama, Argo duduk di sana sambil menyandarkan badannya dan merasakan pinggangnya yang terasa sakit, Argo juga mengambil selimut yang dia hempaskan sebelumnya, lalu dia menggunakan selimut itu sebagai bantalan untuk kepalanya dan dia berusaha untuk beristirahat di sofa tersebut.
******
Di sisi lain Alvaro terus saja merawat Talita dan dia memberikan selimut yang sangat tebal dan dia selimutkan pada Talita dengan lembut, Alvaro merasa kesal ketika melihat keadaan Talita yang masih belum sadarkan diri juga padahal dokter sudah memeriksanya, dia juga bahkan membersihkan kaki dan tangan Talita menggunakan air yang hangat.
__ADS_1
Malam itu melihat kondisi Talita yang masih seperti itu, Alvaro tidak bisa beristirahat dengan tenang dia terus terjaga sepanjang malam untuk memastikan agar Talita tetap hangat dan dia bisa segera membaik, bahkan Alvaro sangat emosi dia mulai membenci Bara karena Alvaro pikir semua ini dikarenakan oleh Bara dan teman temannya itu.
"BARA, sialan kau aku akan memberimu pelajaran!" Gerutu Alvaro dengan gigi yang dia rekatkan dengan keras menahan emosinya.
Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepatnya hingga pagi pun mulai menerpa cahaya matahari mulai masuk melewati jendela dan mengenai wajah Talita dengan tepat, silauannya mulai membangunkan Talita dan dia berniat menghalangi sinar matahari yang menyilaukan matanya tersebut.
Aku berniat menghalangi silauannmatahari tersebut dengan lenganku namun saat aku mencoba menggerakkan lenganku rasanya sangat berat hingga aku memeriksa rupanya Alvaro tertidur sambil memegangi lenganku dengan erat, awalnya aku sangat kaget dan membelalakkan mataku sempurna namun aku masih cukup lemas sehingga tidak bisa berteriak terlalu keras.
"Astaga...apa ini sungguh Alvaro?, Kenapa dia bisa tertidur seperti ini dan kenapa dia memegangi lenganku apa dia sudah menggenggam lenganku semalaman?" Ucapku merasa heran dan kaget.
Saat aku masih terperangah tiba tiba saja Alvaro mulai tersadar dan aku bingung harus berbuat apa sehingga aku memutuskan untuk kembali berpura pura tertidur lagi, sayangnya Alvaro mengetahui aktingku tersebut dan dia mulai bicara padaku.
"Hey, aku tahu kau sudah bangun kenapa kau malah tidur lagi apa kau tidak ingin makan?" Ucap Alvaro membuatku malu dan seketika kembali membuka mataku perlahan.
"A..aku...aku masih mengantuk" ucapku asal,
"Kau boleh kembali beristirahat tapi sekarang kau harus makan dulu, ayo cepat bangun bersihkan dirimu ke kamar mandi" ucap Alvaro padaku sambil bangkit berdiri dan hendak membantuku juga.
"Aku bisa berdiri sendiri kau tunggu saja di luar" ujarku karena merasa tidak nyaman,
"Apa kau yakin ha?" Tanya Alvaro sambil menaikkan sebelah alisnya,
"Aku yakin aku bisa, sudah sana kau pergi aku akan menyusul setelah membersihkan diriku" balasku meyakinkannya.
Alvaro pun akhirnya pergi ke luar sana dia menungguku di balik pintu, sedangkan aku segera pergi membersihkan diriku ke kamar mandi secepat yang aku bisa, meski aku masih merasakan badanku yang tidak sekuat sebelumnya, tapi aku juga tidak ingin merepotkan Alvaro lagi setelah semua hal yang sudah dia lakukan untukku.
__ADS_1
Sudah bisa di selamatkan olehnya saja itu sudah menjadi keberuntungan luar biasa untukku, karena setidaknya aku tidak mati kedinginan di tempat yang entah berantah dan berakhir menyedihkan.
Selesai membersihkan diri aku menemui Alvaro dan rupanya dia masih menungguku berdiri tepat di depan pintu kamar tersebut, aku bahkan sampai kaget ketika membua pintu bisa langsung melihat dirinya yang berdiri tegak dengan kedua lengan yang dilipatkan.
"Ya ampun, Alvaro sedang apa kau berdiri di sini, mengagetkanku saja" ujarku sambil memegangi dadaku karena kaget,
"Tentu saja aku menunggumu, lantas apa lagi?" Balas Alvaro dengan santai.
Dia pun memapahku dengan sangat lembut dan berhati hati, dia membawaku menuruni tangga dan pergi ke ruang bawah tepatnya di ruang tengah untuk menunggu sarapan pagi itu, karena saat itu mereka berada di Villa pribadi milik Alvaro sehingga tidak ada satu pelayanpun yang bisa membantu mereka menyiapkan makanan dan Alvaro dengan gagahnya pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuk Talita dan dirinya sendiri.
Aku awalnya merasa bingung karena Alvaro tiba tiba saja bangkit dari kursi dan pergi ke dapur, makanya aku langsung bertanya kepada dia saat itu juga.
"Eh... Alvaro kau mau ke mana?" Tanyaku refleks,
"Ke dapur memangnya ke mana lagi" balas Alvaro datar.
"Tapi untuk apa?" Tanyaku masih tidak paham,
"Aku akan memasak untukmu sarapan jadi kau duduk dan diamlah di situ tunggu sampai aku selesai membuatkanmu bubur, satu lagi berhentilah bertanya mengerti?" Ujar Alvaro dan dia segera pergi ke dapur.
Aku hanya bisa mengangguk menanggapi ucapannya dan membiarkan dia mengerjakan pekerjaannya untuk membuat sarapan.
Aku duduk dengan bosan seorang diri di dapur sambil memikirkan bagaimana dan di mana Audy.
"Audy di mana yah, apa ada di tepat ini juga?, Tidak mungkin kan Alvaro hanya menyelamatkan aku saja?" Gerutuku sendiri terus memikirkan.
__ADS_1