
Aku duduk di kursi itu dan kak Bara mulai mengganti pakaian bergabung dengan anak anak tim basket lainnya mereka tengah bersiap siap dan pemanasan di samping lapangan, mataku terus menatap ke segala penjuru ruangan mencari keberadaan Alvaro yang tak kunjung terlihat.
"Alvaro mana yah, perasaan tadi jelas jelas aku melihatnya" ucapku sambil terus merasa khawatir dan mencari keberadaan Alvaro.
Saat aku tengah cemas mencari keberadaan Alvaro kak Nandito dan kak Vera datang menghampiriku dan mengajakku untuk kembali ke bangku yang sudah di sediakan di pinggir lapangan khusus untuk penonton VIP.
"Talita ayo duduk untuk apa kamu berdiri terus di sana, pertandingan pertama sudah mau mulai" ucap kak Vera,
"Aa.. AA..iya kak, kalian duluan saja dulu, aku masih ada urusan sebentar" jawabku sambil berjalan mendekati anak anak tim basket yang masih pemanasan.
Untungnya saat itu pertandingan pertama bukan perwakilan dari sekolahku melainkan sekolah lain sehingga masih ada waktu untukku mencari keberadaan Alvaro, aku menghampiri kak Bara dan menanyakan keberadaan Alvaro padanya.
"Kak.. Alvaro kemana?, kenapa aku tidak melihatnya?" Tanyaku,
"Itu dia Talita, aku dan pelatih juga tidak tau padahal sebentar lagi giliran tim kita yang akan tanding, aku juga bingung kenapa Alvaro belum tiba juga" jawab kak Bara yang nampak cemas dan kebingungan,
"Ya sudah aku akan mencarinya" jawabku semakin merasa tak karuan,
"Iya terimakasih Talita aku juga akan ikut mencarinya siapa tau dia hanya terlambat saja" balas Kak Bara dan ku balas dengan anggukan kepala.
Aku pergi keluar dari aula dan mencari keberadaan Alvaro pertama aku pergi ke ruang ganti dan tidak menemukan Alvaro di sana aku sudah berkeliling mencari keberadaannya di gedung aula namun sayangnya tidak ada sedikitpun petunjuk yang aku dapatkan mengenai Alvaro, aku pun memutuskan untuk pergi mencari Alvaro ke rumahnya, ku lihat jam ditanganku dan masih ada waktu untukku pergi mencari ke kediamannya, saat sampai di sana aku lihat Alvaro baru keluar dari taxi bertuturan denganku, aku segera menghampirinya namun tertahan oleh Argo yang menghalangi jalanku seakan dia tak mengijinkan aku untuk menemui Alvaro.
"Al... Al... Alvaro tunggu..." Ucapku berteriak memanggilnya,
"Aishh... Argo apa apaan kamu ini cepat minggir aku mau menemui Alvaro!" Bentakku merasa kesal karena Argo terus menghalangi jalanku,
"Maaf Talita tapi saat ini tuan muda tidak mau ditemui siapapun, dia menugaskan itu pada saya" jawab Argo dengan tegas,
__ADS_1
Aku kesal dan terus berpikir bagaimana caranya agar Alvaro mau menemuiku dan mengijinkan Argo agar tak menghalangi jalanku lagi, sampai sebuah ide gila muncul dikepalaku.
Aku berpura pura berbalik badan dan hendak pergi namun dengan sengaja aku menyandung kakiku sendiri hingga membuatku jatuh tersungkur ke lantai dan lututku berdarah, pergelangan kakiku juga sedikit terkilir karena aku jatuh terlalu keras, awalnya aku berniat hanya pura pura jatuh dan membuat sedikit luka saja di kakiku namun diluar dugaan justru aku malah terluka sungguhan, Argo yang melihatku jatuh dan tak bisa berdiri dia langsung berteriak keras dan membantuku.
"Talita apa kau baik baik saja?" Tanya Argo sambil menghampiriku,
"Apa kau tidak lihat kakiku terkilir dan lututku berdarah masih bilang aku baik baik saja!" Jawabku kesal sambil menahan sakit,
Argo mengulurkan tangannya dan menawarkan bantuan padaku namun aku menolaknya dengan keras.
"Mari aku bantu kau berdiri" ucap Argo sambil mengulurkan tangannya,
"Tidak usah repot repot, aku hanya mau Alvaro yang membantuku, lebih baik kamu masuk ke dalam dan beritau pada Alvaro kalau aku terluka dan aku tidak mau pergi dari sini sebelum dia sendiri yang membantuku kemari" jawabku sambil terus menyerjit menahan sakit,
"Tapi... Tuan muda..." Jawab Argo yang tak selesai,
Sebenarnya aku memang sudah sangat tak tahan menahan luka di lututku yang begitu perih dan darahnya terus mengalir di tambah kakiku yang terkilir membuatku sulit bergerak apalagi bangkit berdiri.
Argo yang kebingungan akhirnya dia pun pergi menuruti keinginanku dia masuk ke dalam rumah menemui Alvaro, saat Argo menghadap Alvaro yang tengah duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya Argo sedikit gugup dan takut namun pertanyaan Alvaro membuatnya memberanikan diri.
"Ada apa kau kemari?" Tanya Alvaro tegas sambil berbalik menatap ke arah Argo,
"Itu tuan teman anda nona Talita dia..." Ucap Argo sedikit ragu,
"Iya dia kenapa?" Tanya Alvaro santai,
"Dia jatuh dan..." Ucap Argo yang tak selesai karena Alvaro langsung bangkit berdiri.
__ADS_1
Alvaro berdiri dan memegang kedua pundak Argo dengan kuat dia menampakkan wajah yang begitu khawatir, membentak Argo dengan keras menanyakan keadaan Talita.
"Apa?, Dia mana dia sekarang, bagaimana keadaannya...Argo jawab!!" Bentak Alvaro sambil memegang keras kedua pundak Argo membuat pemuda itu meringis kesakitan,
"Di..dia...ada di depan" jawab Argo terbata bata.
Mendengar itu Alvaro langsung berlari kalang kabut tak karuan dan saat berada di depan pintu matanya langsung melihat tepat pada Talita yang tengah tertunduk sambil memegangi kakinya dan Alvaro langsung berlari menghampirinya dengan panik.
"Talita... Apa kamu baik baik saja, apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa yang membuatmu begini?" Tanya Alvaro bertubi tubi dengan mata yang melebar dan menatap penuh kecemasan dengan lekat,
Talita menatap heran dan termenung dia tidak menyangka Alvaro akan secemas ini padanya, padahal dia hanya jatuh biasa saja.
"Talita... Heyy... Kenapa kau malah bengong apa kau baik baik saja, ayo cepat obati lukamu dulu" ucap Alvaro sambil mengangkat tubuhku,
Saat aku baru saja mau menjelaskan kejadiannya dan mengatakan bahwa aku baik baik saja tapi Alvaro justru malah menggendongku tiba tiba dan membawaku masuk ke dalam rumahnya.
"Ehh... Ehhh.. Alvaro aku baik baik saja, kenapa malah menggendongku heyy turunkan aku" ucapku panik karena dia menggendong tubuhku tanpa aba aba,
Alvaro mendudukanku di sofa dan dia memeriksa luka di lutut juga kakiku lalu dia menatapku lekat dengan tajam.
"Kenapa kau menatapku begitu?" Tanyaku merasa heran,
"Apa kau sependek itu sampai bisa tersandung pada kakimu sendiri dan sampai terkilir separah ini?" Ucap Alvaro membuatku kesal mendengarnya,
"Aishh... Kau itu mencemaskanku atau hanya ingin mengejekku saja?, Dan dari mana kau tau kalau aku tersandung kakiku sendiri?" Jawabku sambil cemberut,
"Ini dari luka kakimu yang sebelahnya ada bekas sepatu di belakang, itu artinya kakimu yang terkilir tersandung ke mari iya kan, dasar idiot" jawab Alvaro menjelaskan.
__ADS_1
Aku hanya terdiam murung dan kesal mendengar penjelasan Alvaro dia benar benar menyebalkan bisa bisanya menghinaku di saat seperti ini.