Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Mencari Pria itu


__ADS_3

Saat aku melihat kebawah ada banyak foto yang berhamburan di sekitar sana dan aku segera berjongkok melihatnya.


"Ini....pria itu...iya aku yakin ini adalah pria yang aku temui beberapa saat yang lalu di gedung pelelangan amal tersebut, bagaimana bisa aku menyimpan fotonya di kamarku? Atau jangan-jangan aku memang mengenal dia, di masa lalu?" Gerutuku mulai merasa aneh dan terus memikirkannya.


Aku segera membereskan semua foto polaroid itu yang berukuran kecil dan memasukkannya kembali ke dalam sebuah kotak foto tersebut, kemudian aku duduk di samping ranjang dan memeriksa foto itu lagi satu per satu.


Ku lihat ada foto aku dengan seorang wanita yang wajahnya terlihat asing bagiku namun aku merasa seperti sudah mengenal dia sangat lama, ada juga fotoku dengan pria tersebut, dan banyak sekali foto aku dengan seorang wanita yang sepertinya sesuai denganku.


"Siapa wanita ini, kenapa di foto aku dan dia terlihat begitu akrab?" Ucapku terus memikirkan sambil memegangi foto itu.


Aku bahkan sampai tidak bisa tertidur karena terus memikirkan perempuan yang ada di foto itu juga seorang pria yang mengaleng tanganku, disana juga ada foto satu orang pria lagi yang tidak aku kenali, aku terus saja memikirkan semua pria yang ada di foto itu.


Hingga ke esokan paginya aku langsung pergi ke cafe dan mulai bekerja seperti biasanya namun hari ini aku sengaja pergi kembali ke gedung tempat pelelangan amal semalam aku berharap bisa bertemu dengan pria yang semalam aku ingin menanyakan mengenai semua foto yang aku temui di kamarku.


Namun sesampainya disana gedung itunsudah terlihat sepi dan aku tidak menemukan siapapun di sekitar sana, aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu sebab tidak ada lagi petunjuk yang bisa aku cari di sekitar sana.


"Hmmm...kemana lagi aku harus mencari keberadaan pria itu, hanya dia yang bisa aku temui karena aku tidak tahu dengan dua orang yang ada di foto ini" ucapku sambil terus memikirkan.


Aku kembali masuk ke dalam mobil dan aku mengemudi seorang diri, aku tidak bisa fokus dan terus saja memikirkan semua masalah itu, karena tidak fokus aku hampir saja menabrak seorang pria yang hendak menyebrang jalan saat itu.


"Aaaarkkkhh...cekittt...." Teriakku sangat keras dan aku langsung menginjak rem mobil dengan sangat kuat.


Aku sangat kaget melihat pria yang tiba-tiba saja berjalan melintas ke tengah jalan sehingga aku langsung turun dan memeriksa pria yang hampir tertabrak olehku saat itu.


"Ahh ..apa kau baik-baik saja, aku minta maaf aku tidak sengaja ayo aku bantu kau berdiri" ucapku sambil mengulurkan tangan kepada pria itu.


Dan disaat pria tersebut bangkit berdiri dia ternyata pria yang bertemu denganku tadi malam diacara pelelangan. Namun pria itu langsung hendak berlari kabur dariku disaat dia melihat wajahku namun untungnya aku dengan cepat menahannya dan aku terus saja memegang tangannya dengan kuat meskipun dia terus saja berusaha melepaskan dirinya dariku.

__ADS_1


"Hey....kenapa kau berusaha berlari dariku, aishh..... Berhentilah aku membutuhkanmu aku mohon tolong jangan pergi!" Ucapku berteriak kepadanya dan menarik tangannya dengan sekuat tenaga.


Setelah aku berteriak kepadanya akhirnya pria itu mau berhenti berontak dan dia meminta aku melepaskan tangannya namun aku tidak mau karena aku takut dia akan melarikan diri lagi.


"Baik aku tidak akan kabur tapi lepaskan tanganku" ucap Argo yang saat itu tertahan olehku.


"Tidak aku tidak akan melepaskan kau...memangnya aku bodoh apa? Aku tahu kau akan berlari kabur jika aku melepaskan tanganmu, jika perlu aku akan memelukmu dengan kuat agar kau tidak berusaha kabur dariku lagi!" Bentakku kepadanya.


Argo langsung membelalakkan mata dan dia sangat kaget mendengar itu, pasalnya dia disana bersama Haiden dan dia tepat berdiri di sebrang jalan dia sangat takut Haiden akan salah paham dengannya jika Talita sampai memeluk dia ataupun terus memegangi tangannya terlalu lama.


Argo pun segera melirik ke arah Alvaro yang ada di sebrang jalan dan dia dengan cepat menggelengkan kepala dengan wajah yang mengerut karena dia memberikan kode kepadanya namun tiba-tiba saja Talita memeluk dia dan Alvaro langsung saja berlari ke arahnya juga segera menarik Argo dengan cepat menjauh dari Talita.


"Aish....lepaskan dia, heh kenapa kau memeluk pria secara sembarangan, apa kau bodoh dan sebagainya?" Bentak Haiden keceplosan karena dia terlampau cemburu,


Aku kaget melihat pria yang aku cari-cari tiba-tiba saja muncul dari sebrang jalan dan menarik pria yang sudah susah payah aku cari-cari sedari tadi, aku pun langsung merasa senang karena melihat dia akhirnya bisa aku temui.


"Kau? Aaahhh... akhirnya aku menemukanmu, ayo ikut aku" ucapku sambil hendak membawanya masuk ke dalam mobil,


Tapi di saat aku menariknya dia justru malah diam saja mematung dan membuat aku yang menarik tangannya justru malah kembali mundur ke belakang.


"Hey...kenapa kau diam saja ayo ikut aku masuk ke dalam mobil, aahhh tenang saja aku bukan orang jahat, apa kau ingat aku... Ituloh aku wanita yang kau temui di acara lelang semalam, aku yang kau gendong ke rumah sakit, aku ingin berbicara sesuatu kepadamu, bisakah kau ikut denganku, ini hanya sebentar kok" ujarku menjelaskan kepadanya.


Dia diam saja dan saling tatap seperti kebingungan dengan pria yang satunya lagi.


Aku juga merasa heran karena dia terus diam saja seperti itu, aku pun merasa heran sendiri hingga aku pun berpikir mungkin mereka akan kebingungan denganku.


"Ohh....kalian kaget yah oke kita kenalan dulu, perkenalkan namaku Talita Dwi Putri aku ingin mengenal kalian aku ingin mencari tahu tentang ingatanku yang hilang dan aku merasa semua ini ada sangkut pautnya dengan kalian berdua, jadi bisakah kalian ikut denganku?" Tanyaku kepada mereka dengan baik-baik.

__ADS_1


"Baiklah kami akan ikut denganmu tapi bisakah aku memelukmu sebentar saja, aku sangat merindukanmu Talita" ujar pria itu lagi.


Ucapannya sama saja seperti semalam dia terus berbicara bahwa dia merindukanku sedangkan aku tidak mengingatnya sama sekali, namun kali ini karena aku membutuhkan dirinya aku pun tidak bisa menolak keinginannya itu meski terasa sedikit canggung dan aneh bagiku.


"A..ahhh....baiklah tidak masalah, lagi pula ini hanya sebuah pelukan bukan, ayo sini aku akan memelukmu" balasku kepadanya dan aku memeluk dia sambil menepuk pundaknya beberapa kali.


Akhirnya mereka mau masuk ke dalam mobilku dan aku sungguh merasa senang, awalnya dia juga berinisiatif untuk menyetir namun aku langsung menghentikannya karena aku takut dia yang akan membawaku kabur nantinya.


"Biar aku yang menyetir kau seorang perempuan dan aku seorang pria" ucapnya kepadaku,


"Ohh...tidak masalah aku bisa mengemudikan mobilku sendiri kau duduk saja dengan nyaman oke" ucapku kepadanya sambil tersenyum sekilas.


Aku segera membawa dia dengan cepat ke restoran yang paling dekat dengan tempat itu karena aku sudah tidak bisa menunggu lama lagi untuk menanyakan semuanya kepada dia, sesampainya di dalam restoran aku segera mengeluarkan foto yang aku miliki dan menunjukkan foto itu kepadanya.


"Ini aku ingin menanyakan tentang foto ini kepadamu, kenapa kau bisa berfoto denganku di sebuah pantai yang sangat indah, kenapa kita seperti memakai pakaian pasangan, dan kenapa di dalam foto itu aku dan kau seperti sangat dekat dan aku selalu merasa sedih ketika melihat foto itu, apa hubungan aku denganmu di masa lalu?" Tanyaku kepadanya secara langsung.


Dia hanya diam membisu dan mengambil foto yang aku taruh diatas meja sebelumnya, dia juga tersenyum sendu ketika melihat foto itu dan aku semakin penasaran saat melihatnya.


"Hey....apa kau baik-baik saja? Atau apakah pertanyaan dariku terlalu banyak?" Tanyaku kepadanya.


"Aku baik-baik saja hanya saja aku merindukan momen ini, aku ingin pergi ke pantai ini, apa kau mau pergi ke sana juga, dulu kau sangat menyukai pantai" balas dia kepadaku.


Aku bahkan tidak tahu jika aku menyukai pandai dahulu, dan baru mengetahuinya barusan dari pria itu, entah kenapa aku merasa sangat familiar sekali dengan pantai itu dan ajakan dari pria tersebut aku juga selalu merasa jantungku berdetak kencang saat di dekat pria itu.


"Ahh... Apa kau sungguh mau mengajak aku ke sana?" Tanyaku kepadanya,


"Tentu, aku rasa mengajakmu kesana dan membuat aku mengingat semua dengan jelas itu akan lebih baik dari pada aku menjelaskan semuanya kepadamu, mungkin kau tidak akan mempercayai aku" balas dia kepadaku dengan wajahnya yang terlihat sedikit sedih dan murung.

__ADS_1


__ADS_2