Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Mengejar Alvaro


__ADS_3

Aku berdiri di depan jendela kelas dan terus menatap lurus ke arah meja di mana Alvaro duduk dan mengerjakan tugas sekolahnya disana, rasanya sudah sangat tidak sabar untuk menjambak rambutnya dan melemparkan pukulan keras di perutnya.


Sayangnya waktu ujian masih lama dan ini sudah satu jam berlalu Alvaro masih belum keluarjuga dan di waktunya hanya tinggal 30 menit lagi, siswa yang lain sudah banyak yang berhamburan keluar satu persatu tinggal tersisa empat orang siswa lain dan salah satunya adalah Alvaro.


Aku benar-benar sudah tidak tahan dan kepalaku mulai terasa berat, aku menguap beberapa kali hingga memutuskan untuk duduk sebentar dan bersandar ke tiang yang ada disana, tak terasa aku justru malah ketiduran disana begitu saja hingga ketika Alvaro selesai mengisi ujiannya dan dia berjalan melewati Talita begitu saja.


"CK....dia tidur di tempat sembarangan memang belum berubah sama sekali" ucap Alvaro pelan.


Dia sebenarnya sangat perduli pada Talita namun untuk saat ini ada beberapa masalah dalam keluarganya yang harus dia selesaikan bahkan permasalahan itu juga yang menjadi alasan mengapa dia menghilang beberapa Minggu kebelakang, dia sengaja menjauh dari Talita sebab tidak ingin membawa Talita berada dalam bahaya jika seandainya sang ayah mengetahui hubungan dia dengan Talita.


Alvaro pergi melewati Talita begitu saja dan dia langsung menuju ke parkiran, sedangkan aku yang masih tertidur baru sadar di bangunkan oleh wali kelas.


"Hey, Talita apa kamu tidak mau pulang...bangun Talita" teriak wali kelas sambil menggoyangkan lenganku keras,


"Ahh?, Hah? Ada apa Bu?" Tanyaku kelimpungan,


"Kamu ini memang dasar yah, ini sudah waktunya pulang Talita, apa kamu mau tinggal di sekolah!, Meski ibu senang kamu tidak menyebabkan keributan tetapi kamu tidak harus tidur di sini juga!" bentak wali kelas kepadaku.


Aku langsung meminta maaf dan lanjut berjalan hingga ketika melangkahkan kaki aku mulai sadar bahwa sebelumnya aku tenang menunggu Alvaro.


"Hehe... Maafkan aku Bu tadi aku sangat lelah sehingga tidak sadar kalau sudah tertidur di sini sejak lama" ucapku meminta maaf dengan sedikit malu.


Wali kelas pun pergi melanjutkan langkahnya meninggalkan kelas tersebut.


"Astaga!, Bukankah aku seharusnya menunggu Alvaro?, Aishhh dia pasti sudah pergi sekarang" gerutuku sambil langsung berlari mencarinya ke parkiran.


Tapi sesampainya aku disana rupanya aku sudah terlambat motor miliknya sudah tidak ada, dan semuanya sudah pulang aku benar benar lesu dan merasa sangat tidak bersemangat.

__ADS_1


Aku lanjutkan langkahku hingga ke depan gerbang dan di sana sudah ada Audy yang duduk di motornya, saat aku berjalan dengan menunduk dan lesu Audy langsung berlari menghampiriku dengan wajah yang panik.


"Talita....aku baru saja melihat Alvaro, apa itu sungguh dia?, Apa dia sudah kembali?" Tanya Audy dengan panik.


Aku langsung menatapnya dengan mata terbuka sempurna dan langsung menarik dia untuk segera naik ke atas motornya dan segera mengejar motor Alvaro saat itu juga.


"Apa?, Kalo gitu ayo cepat kejar dia...ayo Audy bukankah kau sering balapan akhir-akhir ini, cepat tunjukkan keahliannya!" Ucapku tidak sabar.


Audy langsung memberikan helmnya kepadaku dan dia mulai melajukan motornya dengan sangat cepat hingga aku memeluknya sangat erat karena aku takut terjadi sesuatu di perjalanan.


"Aaaakkkk...Audy kau gila ini terlalu cepat, aku tidak mau mati muda...huaaa" teriakku sambil memejamkan mataku dan memeluk pinggang Audy seerat yang aku bisa.


"Sudah berpegangan saja yang kuat, bukankah kau mau menyusul Alvaro?" Balas Audy berteriak karena suara kami bahkan hampir tidak terdengar sebab Audy menjalankannya seperti pembalap sungguhan.


Jantungku hampir copot selama perjalanan karena Audy sungguh tidak memberikan aku sedikit rasa tenang atau istirahat. Cukup lama aku dan Audy mengejar ketertinggalan dari motor Alvaro sampai akhirnya kami berhasil menemukannya dan terus mengejar motor itu sampai akhirnya Audy sungguh berhasil menghentikan Alvaro dengan mendahului motornya dan berhenti tepat di depan motor Alvaro.


"Aaakkkk....Audy cepat menyingkir dia gila dia akan menabrak kita!" Teriakku begitu panik.


Aku memejamkan mataku dengan kuat dan tidak sanggup melihat ke depan sedangkan Audy hanya tersenyum kecil sampai akhirnya Alvaro mengerem dadakan dan hanya berjarak beberapa Senti lagi sampai dia akan benar benar menabrak motor yang aku tumpangi.


Kaki ku sudah bergetar hebat dan aku tidak berani membuka mataku sama sekali. Aku tidak mendengar suara apapun lagi sehingga kupikir mungkin aku sudah mati dan aku bertanya pada Audy untuk memastikan.


"Ehh...Audy apa aku sudah mati?, Apa kau juga mati?, Kenapa sepi?" Ucapku keheranan dengan mata yang masih tertutup.


Audy malah tertawa dengan puas sehingga membuatku semakin terheran namun saat itu aku masih belum berani membuka mataku karena aku takut jika harus melihat kenyataan kematianku sendiri.


"Hahaha...Talita kau konyol sekali buka matamu dan periksalah sekelilingmu haha konyol" ucap Audy mengejekku.

__ADS_1


Aku penasaran dan mulai membuka mataku perlahan lalu aku bisa langsung menatap wajah Alvaro yang masih berada diatas motornya tepat di hadapanku.


Saat aku pertama kali membuka mataku aku kaget bercampur senang dan marah karena melihat sosok Alvaro yang ada dihadapanku dan menatapku dengan dingin, tatapannya itu terasa berbeda dari sebelumnya aku langsung turun dari motor dan berjalan dengan sedikit gemetar karena masih takut sebab dibawa ngebut saat dibonceng oleh Audy.


"A.. Alvaro apa ini sungguh kau?, Aku tidak salah mengenali orang kan, Alvaro kenapa kamu diam saja?, ALVAROOO aku bertanya padaku!" Bentakku kesal karena Alvaro tidak juga menjawab pertanyaanku,


Karena dia tetap diam dan malam memalingkan pandangannya ke arah lain aku semakin geram melihatnya dan langsung saja naik ke atas motornya lalu meminta Audy untuk pulang lebih dulu.


"Audy kau pulang saja aku akan menyelesaikan masalahku dengan si brandal ini" ucapku pada Audy sambil memberikan kode lewat kedipan mata.


Untung Audy memahami maksudku dan dia segera mengangguk lalu langsung melajukan motornya pergi meninggalkan tempat tersebut, aku masih berada diatas motor Alvaro dan tidak bicara sedikitpun sampai akhirnya Alvaro menyuruhku untuk turun dari motornya.


"Turun dari motorku!" Ucap Alvaro dengan tegas dengan ekspresi yang datar.


Sejujurnya aku merinding mendengar suara Alvaro yang begitu tegas dan sangat keras terhadapku, meski pada awal pertama aku mengenalnya dia sangat keras namun setelah aku sedikit dekat dengannya ku rasa dia tidak seburuk yang dibicarakan orang-orang namun kini dia seperti kembali pada Alvaro yang awal aku kenal, dan itu membuat hatiku sakit.


Aku tetap diam dan langsung memeluk Alvaro dengan erat, aku tidak ingin dia mengusirku lagi aku ingin bersamanya setelah sekian lama dia pergi meninggalkan aku tanpa kabar sedikitpun.


"Tidak aku tidak akan turun aku ingin ikut denganmu" ucapku tak mau kalah darinya,


"Turun Talita atau aku sendiri yang akan menyeretmu!" Bentak Alvaro dengan tatapan yang tajam,


Aku langsung termenung dan melepaskan pelukanku darinya secara perlahan tapi saat itu aku masih tidak ingin untuk turun dari motor meski dia sudah membentakku untuk yang kedua kalinya dan bentakkannya kali ini terasa begitu sakit dan sangat melukai hatiku.


Aku berusaha keras untuk menutupi rasa sakit yang aku rasakan, aku menahan air mata yang hampir hampiran keluar dari pelupuk mataku, ku kira Alvaro tidak akan benar-benar menyeretku namun nyatanya dia langsung turun dari motornya lalu menarik lenganku dengan paksa bahkan dia mengangkat ku dari motornya dan menurunkan aku di pinggir jalan.


"Alvaro lepaskan aku, kau tidak bisa meninggalkanku di sini seorang diri" ucapku berontak.

__ADS_1


Aku sudah menyuruh Audy pergi lebih dulu dan aku tidak bisa membiarkan Alvaro ikut pergi juga, makanya aku kembali menahan lengan Alvaro dengan kuat dan aku sangat berharap agar dia memberikan sedikit rasa iba nya terhadapku.


__ADS_2