
Sudah lelah bermain main di taman hiburan seharian aku memutuskan untuk segera pulang namun kala itu karena aku masih merasa sedih, aku memilih untuk ikut pulang bersama dengan Audy ke rumahnya karena jika aku kembali ke rumah dan hanya tinggal di sana seorang diri yang ada aku hanya akan kembali terpuruk dan kesepian.
"Audy ayo pulang aku ingin menginap di rumahku kali ini" ucapku mengajaknya segera pergi dari sana,
"Ehh, kenapa tiba tiba sekali? Apa kau sudah tidak mau bermain main lagi?" Tanya Audy dengan heran,
"Tidak, aku ingin istirahat disini terlalu melelahkan" balasku sambil terus berjalan keluar dari area yang ramai tersebut.
Hingga sesampainya di kediaman Audy aku tidak langsung masuk ke dalam rumah dan memilih untuk duduk di bangku taman yang tak jauh dari depan rumah Audy.
Aku duduk merebahkan badanku ke belakang dan menatap ke atas langit dengan tatapan yang sangat dalam ke atas sana, cuaca kala itu sangat bagus tidak mendung dan tidak pula terlalu panas semuanya nyaman dan menenangkan.
Aku tidak tahu dengan perasaanku sendiri, aku kebingungan oleh dua pria yang berada di sekitarku namun sekarang tiba-tiba saja pergi secara bersamaan meninggalkanku seorang diri, rasanya aku sudah ketergantungan dengan mereka berdua yang selalu berada di sekitar diriku, entah itu Alvaro yang selalu menggangguku atau keberadaan kak Bara yang selalu membuatku kagum ketika melihat wajahnya yang tampan.
Ketika mereka berada di sampingku terkadang aku tidak menyadari betapa pentingnya keberadaan mereka dan aku mengabaikan nya sesuka hatiku terutama kepada Alvaro, namun rupanya setelah mereka pergi dari sekelilingku hati terasa sepi dan hampa rasanya seperti ada sesuatu bagian yang hilang di dalam diriku hingga membuatku kehilangan semangat.
Aku hanya bisa menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan, Audy yang melihat betapa menyedihkannya aku kali ini, dia hanya bisa diam dan mengikuti apa yang aku lakukan, kami terus duduk di taman depan rumah Audy di sana adalah tempat yang bagus ke dua setelah sungai yang biasa aku datangi bersama Audy di desa sebelumnya.
Waktu terus berlalu hingga gelap mulai menyapa dan aku masih tidak bergerak dari tempat dudukku sampai akhirnya Audy yang sudah jengkel dan kesal denganku dia mulai bangkit berdiri lalu mengajakku untuk segera masuk ke dalam rumahnya itu.
"Aishh....Talita sudahlah jangan sok-sokan menjadi sad gril seperti ini, wajahmu sangat menyedihkan, sudah lupakan mereka berdua tidak ada salah satu pun diantara mereka yang pantas mendapatkan dirimu, ayo kita masuk ini sudah malam dan banyak nyamuk di luar sini" ajak Audy sambil menarik lenganku,
__ADS_1
"Audy berikan aku waktu sebentar untuk sendiri, aku masih ingin menatap langit yang indah" balasku sambil tersenyum menatap ke langit,
"TALITA!!!, kau akan masuk ke dalam bersamaku atau aku akan mengusirmu dari sini!" Bentak Audy dan melontarkan ancaman kepadaku,
"Hmmm....kau benar-benar sahabat yang kejam, ya sudah iya aku akan masuk bersamamu" balasku sambil segera berdiri dan kami masuk ke dalam rumah.
Aku sangat lapar saat itu dan melihat meja makan yang sudah penuh dengan hidangan makan malam aku tidak bisa menahan rasa laparku lagi dan segera pergi ke meja makan tanpa bicara dahulu kepada Audy.
"Eh...eh... Talita mau kemana kau?" Tanya Audy kaget karena melihatku yang berbelok tiba-tiba,
Aku sama sekali tidak mendengarkan teriakkan Audy, aku langsung duduk di depan meja makan dan mulai mengambil makanan di sana lalu langsung menikmatinya dengan lahap tanpa henti hingga Audy menghampiriku dan dia duduk di depanku dengan tangannya yang memegangi kepala sambil menggelengkan kepalanya itu pelan.
"Yang lapar itu perutku bukan hatiku jadi itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah kesedihanku dan ingat Audy sehabis ini kau harus menemaniku pergi ke tempat karoke" ucapku tidak mau menerima penolakkan,
Audy sangat kaget sampai membuat dia berteriak cukup kencang dan seketika bangkit dari duduknya dengan mata terbelalak sempurna.
"APA?, ke tempat karoke?, Talita apa kau sudah mulai gila sekarang?, Heyy usiamu itu bahkan belum 18 tahun bagaimana kita bisa pergi ke tempat seperti itu?, Kau gila yah!" Bentak Audy memarahi aku,
"Tidak aku tidak gila Audy dan aku dalam keadaan yang sangat sangat sadar, aku ingin melepaskan kesedihanku dengan bernyanyi itu saja apa aku salah dalam hal ini?" Balasku padanya,
"Salah tentu saja sangat salah, sudah kita juga percuma pergi kesana usia kita tidak akan memenuhi sebaiknya kau karoke di kamarku saja, tenang aku memiliki pengeras suara yang tak kalah bagus dari milik di tempat karoke pada biasanya" ucap Audy memberiku sebuah pilihan lain.
__ADS_1
Karena apa yang dibilang oleh Audy ada benarnya, sebab usiaku saat ini masih 17 tahun dan jelas tidak akan bisa pergi ke tempat karoke seperti itu, bagiku tidak masalah dimana tempatnya yang pasti aku hanya ingin mengeluarkan semua emosi yang sempat aku pendam sebelumnya agar aku bisa segera kembali seperti semula lagi.
Dalam situasi seperti ini bukan hanya hatiku saja yang terasa sakit namun ragaku juga menerima dampaknya aku tidak ingin terus terlihat menyedihkan seperti ini didepan banyak orang, aku hanya ingin mengembalikan keceriaan ku yang sebelumnya aku miliki, tepat sebelum mereka berdua datang dalam kehidupan diriku.
Aku hanya mengangguk menanggapi tawaran dari Audy dan terus melanjutkan makan malam ku begitu pula dengan Audy yang juga ikut menyantap makanannya bersamaku, untunglah saat itu Audy sudah memberitahuku bahwa kedua orangtuanya tengah berpergian untuk bisnis ke luar egeri kemarin sehingga mereka tidak akan kembali dalam waktu yang singkat.
Jadi aku bisa leluasa melakukan apapun di rumah itu dan bisa tinggal selama apapun yang aku inginkan lagi pula kedua orangtuanya juga sangat menyukaiku jadi aku yakin mereka tidak akan keberatan dengan kedatanganku ke tempat tersebut apabila bersama putrinya Audy.
Selang beberapa menit setelah menyelesaikan makan malam aku dan Audy segera pergi ke kamar Audy yang berada di lantai dua dan kami segera menyalakan speaker yang keras dan menggunakan mecrofone yang berada di kamar Audy, microfone itu berwarna hitam dan aku langsung menggunakannta sambil memutar lagu yang sudah aku siapkan sebelumnya.
Aku bernyanyi sekeras yang aku bisa bahkan aku bernyanyi dengan suasana hati yang tengah buruk di tambah ekspresi wajahku yang tidak terkendali, aku tidak perduli dengan suaraku aku hanya ingin membuktikan bahwa aku adalah yang terbaik dan terus terhanyut oleh musik serta alunan lagu yang aku nyanyikan sendiri.
Saat itu aku merasa suaraku sangatlah merdu dan bagus tapi berbeda dengan pendapat Audy yang mendengarkan aku sejak awal menyanyi hingga tidak pernah selesai sampai larut malam.
"Ya ampun Talita apa kau tidak mau tidur dan beristirahat besok kita harus sekolah!" Bentak Audy mengingatkan aku tentang waktu.
Aku segera menghentikan aksi nyanyiku dan menaruh semuanya ke tempat awal lalu aku mulai bersiap untuk tidur yang nyenyak dan panjang malam ini, rasanya bisa kembali merasakan tidur bersama Audy di ranjang yang sama membuat aku kembali teringat momen pertama dimana aku bertemu dan mengenal sosok sahabat seperti Audy untuk pertama kalinya.
Ya dia terlihat begitu tomboi, acuh tak acuh, dan begitu bar bar berbeda denganku yang tidak bisa melakukan apapun dan lemah dalam segala aspek, aku juga sering merepotkan dirinya berkali kali dan jarang menemuinya setelah dia pindah rumah, kini melihat Audy tertidur di sampingku aku merasa hanya dia yang tersisa untukku dan senantiasa setia berada di sampingku selalu.
Melihat Audy yang sudah tertidur dengan cepat aku pun berusaha melakukan yang sampai sampai akhirnya aku juga bisa tidur lebih cepat malam ini tanpa harus meminum obat tidur ataupun harus tidur lewat malam setiap saat.
__ADS_1