Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Di Villa


__ADS_3

Audy yang melihat itu dia langsung melepaskan tangan kak Vera yang memegangi tangan kak Bara dengan paksa.


"Eh eh...eh...tolong jaga jarak yah kak Vera sekarang kak Bara sudah punya pacar jadi tolong jaga sikapnya" ucap Audy dengan sinisnya.


Aku merasa sedikit malu dan tidak enak karena belum apa apa Audy sudah mau membongkar masalah hubunganku, aku sungguh bingung dan takut tapi mau bagaimana pun Audy tetap membongkarnya demi membelaku.


Kak Vera menyenggol Audy dengan kuat dan dia langsung membentak Audy begitu saja sambil mendorongnya menjauh dari kak Bara.


"Minggir kau!, Siapa yang berani merebut Bara dariku, Bara tolong jelaskan kalau ucapan dia itu bohong kan?" Ucap kak Vera seperti tidak terima,


Kak Bara melepaskan tangannya yang dipegang oleh kak Vera lalu dia menggandengan lenganku dan memperlihatkannya pada semua orang yang ada di sana.


"Apa yang diucapkan oleh Audy adalah benar dan pacarku adalah Talita dia juga akan ikut dalam acara liburan kali ini, jadi aku harap kalian bisa menerimanya dengan baik" ucap kak Bara dengan senyum yang mengembang.


Aku tidak bisa berbuat apapun selain mengangguk menanggapi ucapan kak Bara dan aku tau kak Vera pasti sangat membenciku mulai saat itu dan saat kak Vera terus berusaha meraihku untuk mendorong dan memukuliku kak Nandito dan Audy dengan sigap menahannya dan menjauhkan dia dariku.


Sedangkan saat itu aku tidak sengaja melihat keberadaa Alvaro, aku masih bisa melihat dengan jelas wajah nya yang nampak sedih dan kecewa saat aku baru menyadari kehadirannya dia justru langsung berlari pergi begitu saja, aku hendak berlari menyusul dia namun tanganku tertahan oleh kak Bara.


"Talita...kamu mau kemana?" Tanya kak Bara menahanku,


"Ahh...sial, aku tidak mungkin mengatakan kalau aku Meu mengejar Alvaro, dia pasti kaget mendengar ucapan kak Bara tadi aku harus menjelaskannya" gumamku yang merasa tidak enak.


Aku mengurungkan niatku untuk mengejar Alvaro karena kak Bara yang menahan tanganku dan dia membawaku segera untuk masuk ke dalam Villa dan membereskan barang barang.


Saat aku tengah menata semua barang barangku di salah satu kamar di Villa itu aku terus saja merasa gundah dan tidak enak hati karena jelas tadi aku melihat Alvaro pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun padaku padahal saat dia melihatku aku tau sepertinya dia sangat senang dan mau menghampiriku.

__ADS_1


"Apa Alvaro marah padaku karena aku bersama kak Bara yah?, Tapi kenapa?" Gerutuku merasa bingung.


Audy menghampiriku karena dia melihatku yang terus termenung hingga tidak fokus dalam melakukan semua pekerjaan, aku bahkan salah memasang seprai dan juga merapihkan pakaian.


"Talita apa yang sedang kamu pikirkan sampai memasang seprai saja terbalik begini, ya ampun ini apa lagi kenapa kamu menaruh pakaian di lemariku, kita kan sudah sepakat kau akan menaruh pakaianmu di bagian atas" ucap Audy menyadarkanku,


"Ahh...maaf Audy aku tidak fokus biar aku perbaiki yah" jawabku yang dibantu oleh Audy untuk membereskan kembali semuanya,


Saat hendak keluar dan kembali kumpul dengan teman teman yang lain, Audy menarik lenganku dan mulai mengintrogasi ku dengan serius, sebagai seorang sahabat Audy selalu peka terhadapku dia bisa tau apa yang aku rasakan meski aku belum mengatakan apapun padanya.


"Talita sini duduk dulu, ada yang mau aku tanyakan padamu" ucap Audy dan aku menurutinya,


"Ada apa Audy, sepertinya kamu sangat serius" jawabku agak gugup,


"Talita jawab pertanyaanku dengan jujur, apa kamu benar benar menyukai kak Bara atau tidak?" Tanya Audy membuatku merasa heran,


"Bukan begitu, aku hanya merasa tidak ada cinta sama sekali dalam sorot matamu ketika melihat kak Bara, berbeda dengan sorot mata kak Vera yang terlihat jelas, tadi juga saat kak Vera nyosor kamu sama sekali tidak merasa cemburu atau menghalanginya malah aku yang harus turun tangan, makanya aku ragu" ucap Audy menjelaskan maksudnya,


"Sebenarnya aku sendiri juga merasa ragu, tapi karena kamu meyakinkanku sebelumnya jadi aku memutuskan untuk menerima kak Bara saat itu juga, tapi tadi aku memang tidak merasa apapun saat kak Vera memeluk kak Bara aku tidak keberatan dengan itu" jawabku dengan jujur,


Audy menatapku dengan kaget dan dia memijat keningnya sambil berdecak kesal karena aku yang membuatnya bingung.


"Ya ampun Talita kau ini bagaimana sih, kalau kamu sendiri ragu dengan perasaanmu kenapa kamu malah menerimanya sejak awal, aaahhh ini salahku karena meyakinkanmu" ucap Audy nampak frustasi,


"Sudah lah Audy lagi pula tidak ada salahnya memberikan kak Bara kesempatan iya kan" jawabku sambil mengusap punggung Audy,

__ADS_1


"Kau ini kenapa sih, yang ada aku yang menenangkanmu bukannya sebaliknya, lalu tadi kamu mau kemana tiba tiba ingin pergi begitu saja?" Tanya Audy lagi,


"Tadi aku tidak sengaja melihat Alvaro, tapi aku juga tidak yakin makanya aku mau memastikan tapi, tanganku di tahan kak Bara jadi sekarang tidak tau apa itu benar Alvaro atau bukan" ucapku menjawabnya.


"Jangan bilang kalau tadi kamu melamun juga karena memikirkan Alvaro" ucap Audy menduga,


"Kamu benar aku memang memikirkannya" jawabku begitu saja.


Audy hanya menggelengkan kepala dan menepuk jidatnya sendiri karena pusing dengan diriku, aku juga tidak tau harus berbuat apa sampai ketika dari luar membuyarkan pembicaraan antara aku dan Audy, suara sahutan dari kak Bara dari luar yang mengajak kita untuk makan bersa.di lantai bawah membuat aku dan Audy langsung pergi menghampirinya.


"Aahh...iya kak kami akan turun sebentar lagi" teriakku menjawabnya.


Setelah terdengar langkah kaki kak Bara yang berlenggang pergi aku segera mengganti pakaian dengan Audy dan segera keluar menyusul untuk makan siang bersama.


Saat sampai nampak di meja makan sudah ada kak Bara, kak Nandito juga kak Vera dan beberapa teman teman lainnya yang juga ikut serta dalam acara liburan ini, tapi ada sedikit hal yang membuatku merasa aneh aku tidak melihat keberadaan anak anak tim basket di sana hingga saat sudah duduk di samping kak Bara aku mulai menanyakannya.


"Kak...apa hanya kita saja yang ada di sini, atau ada yang masih di kamarnya?" Tanyaku dengan tak sabar,


"Tidak ada lagi, ayo kita makan karena semua sudah kumpul" jawab kak Bara mempersilahkan.


Semua orang mulai menikmati hidangan yang sudah tersedia begitu juga dengan Audy yang sudah makan dengan lahap, sedangkan aku jangankan makan lahap sungguh tidak berselera sedikitpun, setelah mendengar ucapan kak Bara aku semakin penasaran mengapa anak anak tim basket tidak ada padahal sebelumnya kak Bara sendiri yang mengatakan bahwa anak anak tim basket juga akan hadir di acara itu.


"Kalau tim basket tidak ada apa mungkin tadi aku salah lihat yah" gumamku memikirkan,


Saat tengah melamun kak Bara menyadarkanku dan tiba tiba saja menyuapiku makanan yang mau tidak mau aku harus menerimanya agar tidak membuat dia malu,

__ADS_1


"Talita ini, ayo makan" ucap kak Bara sambil hendak menyuapiku,


Aku membuka mulut dan mengambil suapan itu dari tangan kak Bara sehingga membuat kak Vera langsung berhenti makan dan pergi dari sana begitu saja, aku tau kak Vera pasti kesal karena aku yang menerima suapan dari kak Bara, tapi aku tidak mungkin menolaknya kan, akan sangat aneh jika aku menolak suapan makanan dari pacarku sendiri.


__ADS_2