Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Kejar Kejaran


__ADS_3

Meski Alvaro terus saja mengataiku aku tidak memperdulikannya dan terus saja asik sendiri bermain pasir di tepi pantai sambil terus melempari Alvaro dengan gumpalan pasir yang aku buat di tanganku, sedangkan Alvaro hanya berdiri diam mematung saja dengan wajah yang menatapku tajam meski aku sudah melemparinya beberapa kali.


"Ahaha...rasakan itu, siapa suruh kau terus meledekku" teriakku sambil melemparkan pasir lagi kepadanya.


Kali ini pasir yang aku lemparkan kepadanya tepat mengenai dada atasnya yang membuat kemeja putihnya kotor dan aku juga tak berniat hingga melemparkan gumpalan pasir itu mengenai tubuhnya tadinya aku hanya berniat untuk mengenai kaki atau lengannya saja namun ternyata lemparanku cukup bagus juga hingga bisa mengenai dada bagian atasnya dan hampir saja mengenai dagunya.


Aku sempat syok dan kaget karena takut Alvaro marah apalagi ketika melihat wajahnya yang mulai memerah dan dia semakin menatapku begitu tajam sampai bola matanya itu hampir keluar saking besarnya dia melotot menatap ke arahku.


"E....eh... Alvaro aku tidak sengaja, kenapa kau menatapku begitu, aku sungguh tidak sengaja" ucapku sambil terus berjalan mundur dengan perlahan untuk menjauh darinya.


Hingga tiba tiba saja Alvaro justru berlari dengan sangat cepat ke arahku sambil berteriak memanggil namaku.


"TALITA....AWAS KAU!" Teriak Alvaro sangat kencang dan aku refleks langsung berlari sangat sekencang yang aku bisa untuk menghindar darinya.


"Aaa....Alvaro jangan mengejarku, aku minta maaf sungguh...aaa" teriakku berlari sekencang yang aku bisa.


Namun nyatanya langkah aku dengan Alvaro jelas berbeda dan tentu saja aku yang berkaki pendek terasa berat saat berlari menginjak pasir pantai yang membuat lariku semakin pelan sedangkan Alvaro bisa berlari sangat kencang dengan mudah dengan kaki jenjangnya sehingga sangat mudah untuknya menangkap ku.


Dan aku yang panik tiba tiba saja justru malah jatuh di pantai dan akhirnya Alvaro berhasil menangkap diriku, dia memelukku dari belakang dengan sangat erat sehingga aku tidak bisa berkutik sedikitpun, karena pelukannya yang begitu erat dan sangat kuat.


"Eughh .....Alvaro lepaskan aku, aku kan sudah minta maaf" ucapku sambil terus berontak untuk bisa melepaskan diri darinya,


"Tidak aku tidak akan melepaskanmu, bagaimana aku bisa percaya dengan perempuan sepertimu hah, aku yakin kau akan kabur jika aku melepaskanmu iya kan" balas Alvaro yang masih keras kepala tidak ingin melepaskan aku.


Alhasil aku pun terpaksa harus berjanji kepadanya bahwa aku tidak akan mencoba untuk berlari kabur lagi karena aku sungguh sudah sangat lelah setelah berlari kejar kejaran dengan Alvaro dalam waktu yang cukup lama untukku.

__ADS_1


Dengan nafas setengah menderu aku mencoba mengatakan janjiku pada Alvaro dan berharap dia mempercayaiku karena aku sangat merasa susah bernafas karena dia memelukku terlalu erat sekali.


"Hah....hah...hah...Alvaro lepaskan aku, aku janji tidak akan kabur darimu, aishhh...kau membuatku sulit bernafas" ucapku sudah sedikit kesal.


Melihat aku yang memang sudah bernafas tidak teratur akhirnya Alvaro pun mau melepaskan aku walaupun dia masih memberikan peringatan kepadaku agar tidak kabur dan berbuat seperti tadi lagi.


"Baiklah kau aku lepaskan tapi ingat janjimu itu dan satu lagi jika sampai kau melakukan hal yang sama seperti tadi maka aku akan membawamu ke tengah lautan, mengerti!" Ucap Alvaro membuatku ngeri dan langsung mengangguk patuh.


Akhirnya aku bisa bernafas lega dan aku merebahkan badanku di bawah pasir pantai tanpa alas apapun aku senang menatap langit di pantai dengan ombak kecil yang menyapu ujung kakiku, Alvaro hanya duduk dengan menolak badannya menggunakan ke dua tangan ke belakang.


"Ahhhh....aku sangat senang hari ini, terimakasih Alvaro aku juga sudah tidak marah lagi denganmu hehe" ucapku sambil terus memandangi langit berwarna jingga.


Saat itu langit semakin redup dan mulai berwarna jingga matahari juga mulai terbenam dan aku segera bangkit untuk bisa menyaksikan indahnya matahari terbenam di tepi pantai.


Aku kembali merebahkan badanku ke belakang dan melihat langit pantai di malam hari yang dihiasi dengan beberapa bintang berkelap keli sangat indah.


"Eh..Alvaro lihatlah bintang itu, apa kau tahu itu bintang apa kelihatannya sangat dekat dan kenapa warna cahayanya terlihat merah?" Tanyaku pada Alvaro sambil menunjuk ke arah bintang yang aku lihat itu.


"Heh, apa kau bodoh coba lihat baik baik itu pesawat bukan bintang dan yang kau lihat adalah lampunya, dasar konyol!" Ucap Alvaro yang lagi lagi berhasil meledekku.


Saat itu Alvaro ikut merebahkan badannya ke belakang tepat bersampingan denganku dan aku merasa kesal karena jawaban darinya yang terdengar seperti menghinaku lagi dan lagi berkali kali.


"Huh, aku kan hanya bertanya kenapa kau malah menghinaku begitu, menyebalkan" ucapku kesal dan mood ku seketika hancur.


Aku langsung bangkit berdiri dan pergi menuju mobil yang terparkir di samping jalan, aku memakai sepatuku yang sempat aku lepas dan meminta untuk pulang pada Alvaro karena aku sudah terlanjur kesal dan kehilangan mood di sana.

__ADS_1


"Hey, Talita mau kemana kau tunggu aku" teriak Alvaro mengejarku sampai di depan mobilnya,


"Aishh ....kau ini sebenarnya kenapa sih?, Tiba-tiba saja pergi seperti itu membuatku cemas saja" ucap Alvaro yang aku abaikan,


"Aku mau pulang ayo cepat" ucapku mengatakannya dengan wajah yang cemberut kesal.


Alvaro sepertinya memahami apa yang aku rasakan dan dilihat dari wajah dan ekspresi yang dia perlihatkan dia perlahan menarik nafas panjang lalu membuangnya dengan kasar dan membujukku agar tidak pulang dahulu dalam keadaan merajuk seperti ini.


"Talita ayolah aku hanya berkata seperti itu karena kau sendiri yang bertanya, tolong jangan mudah kesal begini dong, ayo kita makan dahulu aku sudah sangat lapar kau juga pasti lapar kan" ucap Alvaro membujukku.


Tapi aku tetap tidak ingin karena menurutku cara dia memberitahuku sebelumnya tidak sama dengan apa yang dia ucapkan saat ini dalam maknanya, aku tetap merasa kesal dan tetap ingin pulang.


"Tidak mau pokoknya aku akan tetap pulang jika kau tidak mengantarku aku akan pulang berdua saja dengan Audy, sekarang di mana Audy dan Argo mereka pasti kau suruh pergi berdua kan" ucapku bertanya karena awalnya aku pikir mereka bersama aku dan Alvaro.


Saat aku bertanya mengenai Audy dan Argo, wajah Alvaro langsung menunduk dan tangannya langsung menggaruk ke belakang pelan seperti tengah kebingungan untuk menjawab pertanyaan dariku, aku pun mulai menatapnya dengan lebih lekat dan rasa curiga perlahan muncul dalam benakku.


Aku pun kembali bertanya kepadanya untuk memastikan dan aku sangat penasaran saat itu.


"Hey, Alvaro cepat jawab aku di mana mereka?, Kenapa belum kembali ke mobil juga?" Tanyaku lagi.


Alvaro nampak sedikit gugup dan dia mulai menatapku dengan perlahan.


"Talita itu....temanmu sudah aku antarkan pulang bersama Argo sedari tadi" jawab Alvaro yang membuatku sangat kaget dan seketika membuka mataku dengan sangat lebar.


"APA?" ucapku tidak menyangka dengan suara yang kencang dan mata yang terbelalak sempurna.

__ADS_1


__ADS_2