Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Cuti


__ADS_3

Meski aku terus asik mengobrol dan mengerjakan pekerjaanku aku tetap terpikirkan masalah kak Bara yang belum juga menghubungiku masalah permintaan izin cutinya pada meneger untukku sampai tak lama aku mendengar kak Bara memanggilku dari luar aku pun segera menghampirinya dengan senang.


"Lita....Talita...kemarilah" teriak kak Bara,


"Ahh...iya tunggu sebentar" jawabku dan segera mendatangani dia.


Saat aku lihat ekspresi wajah kak Bara begitu murung dan lesu aku pun langsung berpikir bahwa dia gagal membuju meneger untuk meminta cuti bagiku jadi aku sudah menyiapkan diri untuk hal itu.


"Kak..kenapa kakak lesu begitu, jika tidak mendapat izin aku tidak papa kok" ucapku merasa bingung untuk menghiburnya,


Tiba tiba saja wajah kak Bara berubah berseri dan senyum melengkung lebar di wajahnya dia langsung mengatakan hal yang paling ingin aku dengar darinya.


"Siapa bilang kamu tidak dapat izin, kamu bisa ikut berlibur denganku Talita.....aku sangat senang" ucap kak Bara yang langsung memelukku dengan erat.


Aku ikut senang dan membalas pelukannya, aku tidak menyangka ternyata kak Bara sungguh bisa melakukan hal seperti itu, entahlah apa hubungannya dengan meneger sampai meneger begitu menuruti semua keinginan kak Bara.


Aku sangat senang dan bahagia memiliki ke kasih yang begitu berguna seperti kak Bara, sudahlah dia tampan, berwibawa, romantis dan lembut dia juga selalu membuatku merasa berbunga bunga, aku bahkan merasa aku adalah wanita paling beruntung sekarang.


Saat aku rasa kak Bara sudah cukup lama memelukku aku melepaskannya dan mulai bertanya kapan acara liburan itu akan dilakukan.


"Kak... Memangnya kapan kita akan pergi ke villa dekat pantai indah itu?" Tanyaku penasaran,


"Kita akan pergi besok dan teman teman yang lain pergi sore ini, mungkin kita akan agak terlambat dari mereka tapi tidak papa yang penting kamu hadir, anak anak tim basket juga akan hadir untuk merayakan kemenangan" ucap kak Bara memberitau.


Aku kaget saat tau bahwa anak anak tim basket juga akan hadir saat mendengar hal itu aku langsung teringat pada sosok Alvaro, sejak libur akhir tahun aku tidak pernah bertemu dengannya lagi terakhir kali bicara dengannya juga saat acara basket setelah itu aku tidak pernah lagi berhubungan dengannya karena sibuk bekerja dan urusan rumah sendiri.

__ADS_1


"Kak....apa Alvaro juga akan hadir?" Tanyaku memastikan,


"Tentu saja bukankah dia juga anggota tim basket sekarang, bahkan bisa dibilang tim kita menang juga karenanya" ucap kak Bara serius,


"Ahh...iya juga..." Ucapku merasa tidak enak.


Aku merasa gugup dan takut karena jika Alvaro juga hadir dia pasti akan tahu kalau aku berhubungan dengan kak Bara tapi kenapa aku harus takut pada Alvaro aku benar benar merasa bingung pada diriku sendiri.


"Aishh....untuk apa aku memikirkannya bukan kah bagus jika dia juga tau, dengan begitu dia tidak akan menggangguku lagi kan" gerutuku dengan kebingungan.


"Talita apa yang sedang kamu bicarakan?, Apa yang mengganggu pikiranmu?" Tanya kak Bara tiba tiba.


Aku juga lupa bahwa masih ada kak Bara disampingku, bisa bisanya aku menggerutu cukup keras di depannya seperti tadi, aku benar benar bodoh.


"Ahh...tidak kak aku hanya merasa ragu kalau Alvaro juga akan hadir di acara tersebut, karena dia kan sangat anti berkumpul dengan banyak orang" ucapku mengalihkan,


"Ya sudah lagi pula tim kita sudah menang dan semua tim akan sudah lulus mereka akan masuk ke universitas yang mereka inginkan, Alvaro juga tidak perlu memaksa dirinya lagi untuk membantu anak anak kelas 3, mungkin nanti dia yang akan memimpin tim" ucap kak Bara mempercayaiku.


Untunglah kak Bara tidak banyak bertanya lagi padaku jika tidak aku tidak tau harus bagaimana bersikap padanya. Apalagi aku tidak pandai beralasan pasti akan ketahuan jika sampai kak Bara bertanya lebih dalam.


Saat aku hendak kembali bekerja ke dapur kak Bara menahan tanganku dan malah mengajakku untuk berkemas karena kita akan berangkat besok pagi.


"Kak kalo begitu aku harus kembali menyelesaikan pekerjaanku di dapur yah, kakak bisa pulang" ucapku padanya,


"Kenapa kamu harus bekerja lagi aku sudah meminta izin cuti pada meneger dan cutinya mulai saat ini, ayo kita berkemas mempersiapkan untuk besok" ucap kak Bara menarik lenganku hingga masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Kak...sekarang kita mau kemana?" Ucapku penasaran,


"Tentu saja membeli bahan makanan, kita akan mengingat 3 hari dua malam di sana, hari pertama kita akan tidur di villa tapi hari kedua kita akan ngecamp di tepi pantai jadi harus mempersiapkan semua perlengkapannya" ucap kak Bara menjelaskan,


Aku hanya mengangguk dan mendengarkan dengan baik aku kagum bahkan kak Bara dan teman temannya sudah menyiapkan teman juga rencana mereka selama di sana dari jauh jauh hari.


"Kak... Memangnya siapa yang merekomendasikan acara ini, kakak hebat sekali bisa merancang semuanya" ucapku karena ku pikir yang membuat semua ini adalah kak Bara,


"Haha....tidak juga, aku hanya membantu masalah tempat urusan lainnya Vera dan Nandito yang membereskan dan merencanakan semua ini sejak lama" ujar kak Bara memberi tahu,


Saat mendengar nama kak Vera perasaanku mulai merasa tidak enak aku tau kak Vera pasti menyukai kak Bara bisa dilihat dari bagaimana cara dia menatap kak Bara namun sekarang kak Bara sudah berpacaran denganku bagaimana caraku bersikap pada kak Vera.


"Aduhh....jika sampai kak Vera tau dia pasti akan sangat membenciku, tapi aku juga tidak bisa melepaskan kak Bara, aku menyukainya sejak lama tidak mungkin aku harus mengalah darinya" gumamku memikirkan.


Aku sempat khawatir mengingat masalah akan adanya Alvaro juga kak Vera di sana namun rasa khawatirku teralihkan karena kak Bara terus mengajakku berbelanja banyak makanan mulai dari daging, sayuran juga banyak makanan ringan.


Selama berbelanja aku tak berhenti tertawa melihat kak Bara begitu antusias memilihkan beberapa syal dan minuman dingin untuk acara nanti, dia juga membeli banyak jagung serta beberapa buah lainnya.


Ini adalah pertama kalinya aku berbelanja dengan seorang pria terlebih itu adalah kak Bara, dia begitu lucu dan terus tersenyum sepanjang hari, aku merasa sangat bahagia saat di sampingnya.


Karena sudah cukup lama berbelanja banyak makanan dan beberapa barang aku merasa sangat lah juga haus akhirnya aku dan kak Bara duduk beristirahat sebentar di sebuah bangku yang berada di luar mall tempat kami berbelanja sebelumnya.


Aku duduk sebentar tiba tiba kak Bara sudah pergi entah kemana aku mencarinya dan memanggil namanya namun saat aku membalikkan badan dia sudah ada di belakang menghadap ke arahku dengan membawa sebuah ice cream di tangannya.


"Wahhh...ice cream, kakak tau saja aku sedang kegerahan" ucapku sambil langsung mengambil ice cream itu dan menyantapnya dengan lahap tanpa ragu.

__ADS_1


__ADS_2