Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Pulang dari Pantai


__ADS_3

Aku sudah tahu dia pasti akan marah besar denganku dan dari kejauhan aku sudah menatap Audy dengan penuh rasa bersalah, aku berjalan sambil tersenyum kepada Audy lalu ketika sampai di depannya aku langsung meminta maaf kepada dia dan memegang kedua koper tersebut dengan rasa bersalah.


"Ehehe....Audy tolong jangan marah ya tadi aku ada sedikit kendala, maaf yah" ucapku meminta maaf kepadanya dengan memasang wajah imut untuk meluluhkan hati Audy.


Audy tidak bicara sedikitpun dan dia terus menatapku dengan kesal dan tatapan matanya begitu tajam, terlihat dengan jelas dia nampak sangat kesal kepadaku tapi aku terus berusaha membuat dia agar tidak marah, aku langsung memasang wajah puppy eyes untuk meluluhkan hati Audy sampai akhirnya Audy bisa menerimaku dengan lapang dada.


Audy menarik nafas panjang lalu dia menghembuskannya perlahan dan dia memaafkanku.


"Huft...ya sudah aku memaafkanmu berhenti memasang wajah menyebalkan seperti itu, kau membuatku tidak bisa marah denganmu" ucap Audy yang akhirnya memaafkanku.


Aku sangat senang dan langsung memeluk Audy yang sangat aku cintai, dia memang sahabat yang luar biasa, bahkan di saat aku ingkar janji kepadanya dia tetap memaafkanku dengan mudah dan tidak berkata kasar apalagi membentakku, aku sangat bersyukur memiliki sahabat sepertinya.


"Aaahhh...Audy terimakasih banyak kau memang teman terbaik di dunia ini, aku sangat menyayangimu" ucapku sambil memeluk Audy dengan erat,


"Aishh....sudahlah...cepat kau lepaskan aku aishhh...menyebalkan sekali Talita kau menjijikan lepaskan aku" teriak Audy berusaha mendorongku dari tubuhnya.


Aku senang memeluk Audy tapi karena dia tidak ingin mendapatkan pelukan kasih sayang dariku aku juga tidak dapat berbuat apapun lagi, sehingga aku segera melepaskannya sebelum dia benar-benar akan merasa kesal kepadaku.


"Ehehe...iya iya Audy ku tersayang, sini biar aku bantu kau membawakan kopermu, silahkan berjalan lebih dulu tuan putri Audy hehe" ucapku mempersilahkan Audy berjalan lebih dulu.


Audy hanya tersenyum karena dia merasa senang kopernya aku bawakan, kali pun segera pergi keluar dari hotel malam itu juga, dan mobil jemputan dari ayah Audy sudah tiba sehingga kami segera meninggalkan pantai itu, rasanya terasa begitu berat dan aku merasa sedih ketika harus meninggalkan pantai yang penuh dengan kenangan ini.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan aku terus menatap ke luar jendela dengan perasaan pilu hingga tidak sengaja mataku melihat sosok Alvaro yang berdiri mematung di dekat sebuah pohon kelapa, aku berusaha melihatnya lebih jelas lagi dan memanggil Audy untuk memastikan apa yang aku lihat malam itu.


"Ehh, itu Alvaro....Audy...Audy...cepat lihat ke arah sini apa itu Alvaro?" Teriakku sambil menarik Audy untuk melihat ke arah jendela di sebelahku,


"Aduh....Talita kami ini apa apaan sih itu hanya pohon kelapa dan disana gelap mana mungkin ada orang yang berdiri di sana malam-malam seperti ini, apalagi Alvaro dia mana mungkin datang ke tempat wisata seperti ini, kau jangan terus memikirkannya jadi terus berhalusinasi kan" ucap Audy menyadarkanku.


Aku kembali melihat ke belakang namun pohon itu sudah terlewat dan memang ternyata tidak ada siapapun disana namun aku masih sangat yakin bahwa orang yang berdiri di samping pohon kepala itu adalah Alvaro.


"Aku yakin itu Alvaro, karena dia memang berada di pantai ini" ucapku dengan penuh keyakinan.


Audy hanya menggelengkan kepalanya dan dia menyandarkan tubuhnya ke belakang sambil beristirahat di dalam mobil menutup matanya dengan cepat.


"Itu adalah Alvaro aku tahu dia selama ini memperhatikan aku secara diam-diam, Alvaro dimanapun kamu berada aku berharap kamu berhenti bersembunyi dariku, karena aku merindukanmu yang berani seperti dulu" gerutuku pelan sambil mengusap lembut foto itu.


Aku memasukkan foto tersebut kembali ke dalam saku celanaku karena aku tidak ingin kehilangan satu-satunya kenang kenangan terindah yang tersisa antara aku dan Alvaro.


Aku senang sebab aku tahu Alvaro juga telah menyimpan foto yang sama pada dirinya bahkan foto ini juga terpajang di paling atas tembok toko cepat saji di wisata pantai indah ini, sehingga kapanpun aku merindukannya suatu saat nanti, aku bisa dengan mudah datang ke pantai ini dan mendatangi kedai tersebut untuk mengulang kembali kenangan yang sama meskipun tidak bersama orang yang sama lagi.


Kenangannya bersama Alvaro tidak akan pernah aku lupakan meskipun seandainya Alvaro tidak akan kembali lagi kepadaku, aku akan tetap menyimpan dirinya di sebuah ruangan khusus di dalam hatiku, dia adalah pria pertama yang selalu menolongku, mendukungku dan orang yang selalu mengerjai ku saat di sekolah.


Masa SMA bersamanya adalah masa yang paling indah dan sangat sayang sekali untuk dilupakan, meski aku berpacaran dengan kak Bara tetapi aku sebenarnya telah membohongi perasaanku sendiri, aku bodoh karena sebelumnya telah menerima kak Bara hanya karena aku menyukainya.

__ADS_1


Padahal aku belum tahu dengan jelas bahwa ternyata aku hanya mengagumi dia bukan benar-benar mencintainya, dan lebih bodohnya lagi aku berjanji kepadanya untuk mencoba membuka hati dan menerima dia di dalam hatiku namun yang aku dapatkan justru sebuah kekecewaan yang begitu besar dan rasa sakit yang tidak akan pernah ada obatnya.


Secara teknis kak Bara memang cinta pertamaku sekaligus laki-laki pertama yang menyelingkuhi aku dan membuatku patah hati, tetapi Alvaro tetap menjadi pemenang hatiku, dia lah laki-laki pertama yang benar-benar berhasil mencuri hatiku seutuhnya, dia orang yang spesial untukku meski dia tidak ada di sampingku saat ini tapi dia masih bisa membuatku berdebar hanya karena aku memiliki foto dengannya.


"Alvaro kapan kamu akan kembali padaku, aku merindukanmu dan akan selalu merindukanmu" ucapku pelan sambil menatap ke atas langit.


Malah hari yang begitu gelap dengan hiasan bintang-bintang kecil di langit memberikan cahaya indah ke bumi, aku menengadahkan tanganku ke dekat jendela seakan aku tengah memegangi bulan di langit sama seperti yang pernah aku lakukan ketika duduk bersama Alvaro di tepi pantai kala itu.


"Alvaro jika kau saat ini tengah melakukan hal yang sama denganku, aku ingin kau bisa kembali denganku, setidaknya izinkan aku untuk memiliku walau hanya sesaat, aku tidak ingin seakan-akan mencintai dirimu sebelah pihak seperti ini" ucapku sambil tersenyum sendu menatap bulan malam ini yang terlihat agak redup.


Di sisi lain Alvaro memang orang yang dilihat oleh Talita sebelumnya dia memang sengaja berdiri di balik pohon kelapa menunggu mobil yang di tumpangi oleh Talita juga Audy melewati jalanan ini, dia berniat untuk mengantar Talita pergi dengan caranya sendiri, meskipun dia tidak bisa mengantarnya secara langsung namun bisa bertatapan dengan Talita seperti tadi itu sudah cukup membuatnya senang.


Alvaro hanya ingin membuat Talita tetap mengingatnya karena dia juga selalu mengingat semua kenangan tentang Talita di dalam benaknya.


"Talita aku tahu kau pasti tengah menyentuh bulan malam ini, aku juga melakukan hal yang sering kau lakukan, bisakah takdir mempertemukan kita?, Aku berharap kaulah yang menjadi wanita terakhir untukku" ucap Alvaro sambil memegangi bulan di tangannya.


Tanpa mereka berdua sadari mereka telah mengikat janji satu sama lain di tempat yang sama dan waktu yang bersamaan hanya saja mereka tidak duduk bersampingan seperti sebelumnya, setelah kepergian Talita Alvaro juga ikut pergi dari tempat tersebut karena tidak ada lagi yang bisa dia lakukan disana.


Sebab tujuan awalnya datang ke pantai itu juga untuk mengawasi Talita dan sengaja karena dia sudah tidak tahan dengan rasa rindu di dalam hatinya terhadap Talita, sehingga dia memberanikan diri untuk menampakkan diri sesekali di hadapan Talita agar Talita bisa tetap memikirkan tentangnya.


"Maafkan aku Talita, aku tahu aku egois tapi aku janji akan kembali kepadamu jika semuanya sudah aku selesaikan, bersabarlah untukku Talita" ucap Alvaro sambil menatao kepergian mobil yang ditumpangi oleh Talita hingga mobil tersebut hilang tak terpandang lagi oleh mata.

__ADS_1


__ADS_2