Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Hari Pertama


__ADS_3

Setelah mendapatkan pencerahan dari Audy aku merasa jauh lebih baik dan segera beristirahat hingga ke esokan paginya aku langsung bersiap siap menemui kak Bara karena sebelumnya kami sudah menentukan janji untuk bertemu di sebuah taman.


Awalnya kak Bara menawarkanku tumpangan namun aku menolaknya karena aku pikir ini akan menjadi sangat canggung selama perjalanan. Saat itu aku datang ke taman lebih dulu dan berusaha menenangkan diriku yang terus saja merasa gugup tak karuan.


"Aduhh....Talita apa yang kau khawatirkan kenapa tidak ada kebahagiaan sedikitpun, bukankah ini yang aku tunggu tunggu selama ini" gerutuku sambil terus berjalan mondar mandir di depan bangku taman.


Tanpa aku sadari rupanya saat itu kak Bara juga sudah tiba dan dia berdiri tak jauh dariku dia menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapanku dan kak Bara mengetahui apa yang aku cemaskan.


"Talita aku akan membuatmu mencintaiku secepat yang aku bisa!" Ucap kak Bara dari kejauhan.


Saat aku berbalik kak Bara datang menghampiriku dengan sikap yang seakan akan dia memang baru saja tiba di sana dan tidak melihat juga mendengar apa yang aku bicarakan sebelumnya.


"Ehh...kak Bara, sejak kapan kakak sampai?, Kenapa tidak langsung menyapaku?" Ucapku bertanya dengan cemas,


"Aduhh gawat bagaimana jika kak Bara mendengar gerutuanku sebelumnya" gumamku merasa takut,


"Kamu kenapa Talita, sepertinya kamu mencemaskan sesuatu?, Aku bahkan baru saja sampai di sini, apa ada yang berbuat jahat padamu?" Ucap Kak Bara membuatku langsung merasa plong dan tenang,


"Ahhh... syukurlah" gumamku merasa lega,


"Talita apa yang kau pikirkan kenapa akhir akhir ini kamu banyak melamun?" Tanya kak Bara,


"Tidak kak aku hanya kurang fokus saja karena banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan akhir akhir ini, tapi aku baik baik saja kok" jawabku sambil mengembangkan senyum.


Kak Bara mempersilahkanku untuk duduk bersampingan dengannya di kursi yang ada di dekat kami, aku pun segera duduk dan suasana canggung mulai tercipta dan aku langsung berusaha mencairkan suasana agar diriku juga bisa menyampaikan niat utamaku menemui kak Bara.


"Eumm kak, sebenarnya ada yang aku bicarakan padamu" ucapku mulai membuka pembicaraan,

__ADS_1


"Iya, ada apa Talita bicaralah aku akan mendengarkannya" jawab kak Bara menatapku dengan lekat.


Kak Bara mulai memperbaiki posisi duduknya dan dia langsung menghadap ke padaku menjadi lebih dekat dan itu justru membuatku semakin gugup tak karuan, jantungku seakan berdetak jauh lebih kencang dari biasanya, rasanya sangat sulit untukku menelan saliva dan rasanya lidahku tiba tiba saja menjadi sangat kelu saat kak Bara mulai bertanya dan dia menatapku dengan senyuman yang menggetarkan jiwa.


"Aduhh tatapannya itu, sepertinya ucapan Audy benar aku hanya terlalu gugup sebelumnya dan merasa tak percaya semuanya berjalan terlalu cepat sekarang aku makin yakin kalau aku menyukainya ahhh bagaimana ini" gumamku merasa tak karuan.


Aku hanya tersenyum dan gelagapan tak menentu hingga kak Bara kembali bertanya untuk yang ke dua kalinya padaku.


"Talita ayolah, kenapa wajahmu tiba tiba menjadi seperti itu apa kau sakit?" Tanya kak Bara sambil menyentuh dahiku.


"A..ahh...jangan sentuh dahiku kak, kau akan membuatku pingsan kalau terus bersikap lembut begitu....UPS.." ucapku keceplosan dan langsung menutup mulut dengan kedua tanganku.


Kak Bara hanya tertawa kecil mendengar ucapanku yang keluar dari mulut tanpa ijin pemiliknya, aku benar benar sial sekali karena tidak bisa menjaga pemikiranku sendiri.


"A...ah...kak maksudku bukan begitu aku....aku hanya" ucapku terbata bata,


"Eh...kak bagaimana kakak bisa berpikir begitu justru aku mengajak kakak bertemu saat ini untuk membahas hal tersebut" jawabku dengan secepat mungkin,


"Lalu apa jawabanmu?" Tanya kak Bara begitu tak sabar,


"Iya...jawabanku aku mau menerima kak Bara karena aku rasa aku juga menyukai kakak" jawabku sambil tersenyum menatapnya.


Kak Bara langsung memegang kedua tanganku dengan erat dan dia memelukku tiba tiba aku pun membalas pelukannya aku bisa merasakan rasa bahagia yang aku cari cari sebelumnya saat ini, saat berada di dekat kak Bara aku merasa aman sekarang dan aku merasa aku disayangi lagi.


"Apa mungkin kak Bara bisa terus menyayangiku?, Aku harap dia tidak meninggalkanku seperti ayah dan ibu" gumamku dalam hati.


Setelah aku memutuskan menerima kak Bara hari itu menjadi hari pertama hubunganku dengannya bahkan kak Bara juga mengantarku ke tempat kerja, aku sangat bahagia dan berseri.

__ADS_1


"Siang kak Kevin.." ucapku menyapa sambil tersenyum,


"Wah....wah...sepertinya ada yang sedang berbunga bunga nih, kasih tau aku dong ada kabar bahagia apa nih?" Ucap kak Kevin yang selalu kepo,


"Tentu saja bagaimana aku tidak bahagia ini adalah hari pertama aku jadian dengan pria yang aku sukai sejak lama" jawabku sambil terus tersenyum lebar,


"Huuh....pupus sudah harapanku, ku pikir aku masih memiliki kesempatan untuk mengejarmu" jawab kak Kevin membuatku merasa bingung,


"Aishh...kak kamu ini bicara apa sih, jangan bercanda begitu kau membuatku kaget saja" ucapku karena aku pikir ucapannya adalah gurauan,


"Yahh....aku bahkan gagal membuatku kaget hahaha...selamat yah lain kali bawa pacarmu itu ke mari aku memasarkan bagaimana wajah pria yang kau sukai itu" jawab kak Kevin menanggapi.


"Seandainya kamu tau tadi aku tidak bercanda tapi keceplosan Talita, dasar kau ini" gumam kak Kevin,


"Aku rasa kak juga mengenal orang tersebut, dia adalah pria yang membawaku ke mari sebelumnya karena dia juga aku bisa bekerja di sini sekarang" ucapku memberitau,


"Ouh....maksudmu Bara yah...ahahaha....ternyata ada juga yah orang yang menyukainya, tapi Talita hati hati, aku lebih tau bagaimana dia dan keluarganya, jangan sampai kamu terluka" ucap kak Kevin yang tertawa di awal ucapannya namun langsung berubah serius pada kalimat terakhirnya.


Aku sedikit bergidik ngeri menyadari hal itu dan karena penasaran aku langsung bertanya saat itu juga.


"Kak..apa maksudmu apa kau mau menakut nakutiku?" Tanyaku mulai khawatir,


"Tidak, aku hanya bercanda kok sudahlah jangan dipikirkan fokus saja paka pekerjaanmu jangan sampai terluka lagi" jawab kak Kevin yang meragukan bagiku,


Cara dia bercanda saat aku mulai datang untuk bekerja hari ini semua candaannya sangat berbeda dari candaan yang biasa dia lakukan padaku, semua ucapan yang keluar dari mulut kak Kevin saat ini justru lebih terlihat seperti peringatan bagiku di tambah ekspresinya yang berubah ubah saat bicara membuatku semakin cemas dan tak bisa berhenti memikirkan semua ucapannya.


"Aneh, biasanya setiap kali bercanda kak Kevin selalu ikut tertawa di akhir kalimatnya namun sekarang jangankan tertawa wajahnya malah terlihat lebih serius dari biasanya" gumamku memikirkan.

__ADS_1


__ADS_2