Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
DiIkuti


__ADS_3

Bahkan setelah kelas selesai aku bisa keluar lebih dulu dari dalam kelas dan tidak perlu menunggu cukup lama, ini adalah hal yang cukup menyenangkan meskipun terdengar sederhana bagi orang lainnya.


Namun bagiku karena ini adalah pengalaman pertanya jadi ya cukup luar biasa aku juga merasa cukup senang menjalaninya, mulai hari ini aku sudah memutuskan untuk banyak belajar mengenai mata kuliah yang aku pelajari meskipun aku tidak menyukainya yang terpenting aku lulus dengan nilai yang baik sehingga setidaknya tidak membuat malu ibuku.


Ini juga sudah sangat lama setelah aku kembali tinggal bersama ibu aku tidak pernah mengunjungi ayahku lagi, dia juga tidak memberiku kabar hanya mengirimi aku uang saja dalam setiap bulannya, ku pikir mungkin ayah sudah memiliki keluarga baru bersama istri barunya juga sehingga aku tidak ingin mengganggu mereka meski ibu tiriku cukup baik aku tetap merasa tidak nyaman dengannya.


Mau bagaimana pun ibu tiri itu adalah salah satu sebab dimana ayah dan ibuku bercerai dan aku juga yang menjadi korbannya, sehingga aku tidak bisa dekat dengan wanita seperti itu.


Selesai kelas aku pergi ke kantin untuk mengisi perutku dan disana aku melihat kak Fasya yang duduk dengan teman-teman senior lainnya, aku benar-benar canggung untuk menyapanya karena disana juga ada beberapa rekannya sehingga aku memutuskan untuk melewatinya saja dengan santai dan membeli makanan sendiri.


Aku langsung membali makanan dan segera menikmatinya sendiri di meja makan tanpa siapapun sampai tidak lama kak Fasya menghampiri aku dan dia duduk di depanku begitu saja.


"Talita boleh aku duduk disini?" Tanya dia kepadaku,


"Kau sudah duduk, memangnya untuk apa izin lagi?" Balasku dengan santai.


Kak Fasya hanya tersenyum kecil lalu dia mengambil makanan milikku begitu saja, dan itu membuat aku sedikit kesal padanya, tapi aku juga tidak mungkin memarahi dia di tempat umum seperti itu apalagi merutuki dia sehingga aku hanya bisa berdecak kesal sejenak lalu pergi meninggalkannya.


"Ehh... Itu makananku kenapa kau merampasnya?" Ucapku kepadanya dengan wajah yang sudah di tekuk,


"Aku lapar dan aku ingin memakan ini" balas dia dengan santai.


Saat sakit wajahnya terlihat mengkhawatirkan tapi saat sembuh dia sangat menyebalkan, aku merasa ingin menghajarnya saat itu tapi aku sadar bahwa di sembarang sana ada rekan-rekan senior lain yang pasti mereka akan menandai aku jika aku berurusan dengan Fasya saat ini sehingga aku lebih memutuskan untuk mengalah.

__ADS_1


"Aishh... Kau selamat kali ini. Awas saja kau!" Bentakku padanya.


Aku langsung pergi dari sana dengan perasaan yang kesal dan tidak menentu aku pun segera pergi ke perpustakaan dan mencari beberapa buku yang aku perlukan untuk metode pembelajaran, aku membaca buku di perpustakaan dengan damai namun baru saja membacanya beberapa lembar aku sudah sangat mengantuk, mungkin karena aku tidak terbiasa membaca buku sebelumnya.


Aku berusaha membuka mataku dengan lebar dan menyegarkan diriku dengan menarik kelopak mataku sendiri dengan kedua tanganku lalu aku mulai berjalan-jalan sebentar untuk mencerahkan wajahku setelah itu barulah aku kembali membaca buku dan duduk dengan tegap agar tidak mudah mengantuk.


"Huft ... Oke sekarang aku harus mulai membaca dan memahaminya lagi, jangan mengantuk oke!" Ucapku pada diriku sendiri.


Kupikir setelah berjalan-jalan sejenak aku tidak akan mengantuk lagi namun nyatanya sama saja aku malah kembali mengantuk lagi dan hampir saja jatuh ke samping saking beratnya rasa kantin di mataku, sampai aku tidak sadar bahwa kepalaku di sanggah oleh tangan Fasya yang tiba-tiba muncul dari belakang.


Tangannya hangat dan membuat aku malah semakin mengantuk, tapi aku masih sedikit sadar dan berusaha menyegarkan mataku lagi dengan menggelengkan kepala dan saat menengok ke samping rupanya Fasya sudah duduk di sampingku.


"Eh... Kapan kau datang?" Tanyaku dengan heran sambil menguap di akhir,


"Aku tidak tidur tapi ketiduran, membaca buku itu melelahkan makanya aku ketiduran" balasku membela diri.


"Itu sama saja dasar pemalas" tambah dia yang malah memulai pertengkaran denganku.


"Sudahlah sana kau pergi jangan mengganggu aku lagi, aishh kau ini menyebalkan sekali" ucapku sambil segera bangkit dan menaruh buku yang aku baca sebelumnya.


Aku memutuskan untuk pergi menghindarinya karena aku tidak bisa jika harus belajar bersama orang yang banyak.bicara dan hanya bisa membuat aku merasa kesal setiap saat.


Tapi sialnya dia malah terus mengikutiku bahkan ketika aku sudah keluar dari gedung kampus dia masih mengikuti aku di belakang dan saat aku menenong ke belakang memeriksa dia terus berpura-pura memalingkan pandangan ke arah lain dan bersiul.

__ADS_1


"CK... Apa dia pikir aku ini bodoh, sudah jelas sekali kalau dia mengikutiku" gerutuku pelan.


Aku mencari cara untuk pergi dan meloloskan diri darinya dan dia sangat menjengkelkan aku pun menengok ke belakang sekaligus dan setelah itu langsung aku berlari dengan cepat dan bersembunyi di parkiran mobil tepat di balik salah satu mobil yang ada disana.


"Hah... Hah.... Hah.... Sepertinya aku berhasil deh" ucapku sambil mengatur nafasku yang ngos-ngosan.


Aku berlari sangat cepat untuk menghindarinya namun di saat aku berdiri tegak dan menengok ke belakang aku sangat kaget dan langsung terperanjat karena melihat kak Fasya yang sudah berdiri di belakangku dengan badan yang tegak dan itu sangat mengagetkan aku.


"Astaga... Aishhh apa kau ini hantu yah, kenapa kau muncul tiba-tiba seperti itu, aaahhhh jantungku" ucapku sambil memegangi bagian dadaku saking kagetnya.


"Kenapa dengan jantungmu coba aku periksa" ucapnya sambil mendekatkan telinga ke dekat dadaku.


Aku membuka mata kaget melihat kelakuannya yang tidak memiliki batasan dan berperilaku sangat berani kepadaku sehingga aku langsung mundur menjauhinya beberapa langkah dan mendorong dia pelan ke belakang.


"E..ehhh...mundur kau menjauhlah dariku, aishhh kenapa kau melakukan hal seperti tadi, jantungku baik-baik bodoh!" Bentakku kesal sambil mendorongnya dengan cukup kuat.


Dia hanya tersenyum ketika aku membentaknya dan dia malah langsung menarik tanganku dan membawa aku ke depat mobilnya dia terus memaksa aku untuk masuk ke dalam mobilnya padahal aku sudah berusaha melepaskan diri darinya dan berontak padanya, tapi dia terus saja memaksaku hingga akhirnya aku juga masuk juga karena kalah kuat dengan dorongannya.


Disisi lain tanpa mereka berdua ketahui seorang wanita yang merupakan sahabat Fasya sejak sekolah menengah atas memperlihatkan gerak gerik mereka dari kejauhan dengan ekspresi wajah yang begitu muram dan kedua tangan yang dia kepalkan dengan kuat.


"Dia.... Anak baru itu harus aku beri pelajaran!" Ucap wanita itu dengan penuh kekesalan dan emosi di dalam dirinya.


Di dalam mobil aku terus berusaha berontak dan memarahi dia habis-habisan, karena aku sangat kesal dengan ulahnya, dia hanya bisa memaksaku terus menerus dan memutuskan semuanya dengan atau tidak nya persetujuan dariku. Ujungnya dia juga tetap akan memaksaku dan membuat aku pergi dengannya bagaimana pun caranya karena dia selalu memiliki caranya sendiri.

__ADS_1


Memenga sedikit menyebalkan dan menguras banyak energi juga kesabaran tapi ibuku malah menyukainya, jika bukan karena menghormati kedua orang tua kami yang bersahabat mungkin aku juga tidak ingin merawatnya kemarin ketika dia sakit seperti itu.


__ADS_2