Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Bertemu Alvaro


__ADS_3

Aku menatapnya dengan terperangah dan aku berkali kali mengucek matanya untuk memastikan apakah itu benar dia atau bukan, meski sudah mengucek mataku berkali kali aku tetap tidak bisa mempercayainya dengan benar.


"AA..apa..apaan ini?, Apa dia sungguh Alvaro?" Ucapku sambil terus menatapnya lekat.


Dia terus berjalan menghampiriku dan dia menggandeng tanganku dengan tiba-tiba, lalu dia membawaku masuk ke dalam antrian menunggu hingga bagian kita mendapatkan diskon dan beberapa promo.


Aku tidak bisa berhenti untuk melihat wajahnya, karena aku masih tidak percaya bisa melihatnya kembali, dia masih terlihat sama dari wajahnya cara berjalannya bahkan ekspresi yang dia perlihatkan masih sama.


"ALVAROOO...." Teriakku memanggilnya di depan banyak orang.


Aku tidak perduli meski saat itu semua orang langsung menatap ke arahku dan ke arah Alvaro hingga kami berdua menjadi pusat perhatian, aku hanya tidak ingin kehilangan dia lagi aku langsung memeluknya dengan erat disaat dia berbalik menatap ke arahku.


"Hey ada apa denganmu berhenti memelukku apa kau tidak malu?" Ucap Alvaro sambil berusaha melepaskan pelukanku dari tubuhnya,


"Tidak ....aku tidak ingin melepaskanmu aku tidak mau, kau pasti akan kabur jika aku melepaskanmu iya kan" ucapku kepadanya.


Aku semakin mempererat pelukanku kepadanya aku sungguh tidak ingin kehilangan Alvaro untuk yang kedua kalinya, aku tidak mau kehilangan dia lagi, aku sangat merindukannya dan aku ingin terus memeluknya dengan erat, tapi disana banyak orang yang menatap kami hingga sang pemilik toko mengira bahwa aku dan Alvaro adalah pasangan paling romantis lalu dia memberika satu kanton makanan gratis untukku dan Alvaro.


"Wow...wow...wow..kita sudah mendapatkan pemenang pasangan paling romantis dan melankolis hari ini, kalian berdua silahkan maju ke depan dan ambil hadiahnya" ucap sang pemilik toko tersebut.


Karena pemilik toko itu aku pun terpaksa harus melepaskan pelukan dari Alvaro namun aku langsung memeluk lengannya dengan erat dan berjalan bersama dia ke depan menghampiri sang pemilik toko.


"Silahkan terima hadiah ini dan berpose lah dengan romantis, nanti foto kalian akan dipajang di dinding sana sebagai kenang-kenangan" ucap sang pemilik toko.

__ADS_1


Aku sangat senang dan bersiap-siap untuk berpose sampai orang yang memotret kami menghitung mundur dari tiga dua sampai ketika hitungan satu aku langsung berjinjit dan mencium pipi Alvaro hingga membuat Alvaro membuka matanya lebar karena kaget dengan apa yang aku lakukan.


"Ehh ...bagaimana dengan fotonya, aku ingin melihatnya" ucapku pada pria yang memotret ku dengan Alvaro barusan,


Dia pun memperlihatkan hasil fotonya dan itu sangat memuaskan sesuai dengan apa yang aku harapkan, aku sangat senang dan orang-orang disana juga bertepuk tangan untukku dan Alvaro, lalu kami segera pergi meninggalkan toko itu sedangkan Alvaro masih saja termenung dan dia terus memegangi sebelah pipinya yang aku cium saat di momen berfoto beberapa saat yang lalu.


"Alvaro sampai kapan kau akan memegangi wajahmu begitu?" Ucapku kepadanya.


Dia pun langsung tersadar dan refleks segera menurunkan tangannya dengan ekspresi yang gelagapan tidak jelas, aku hanya tersenyum dan berusaha menahan tawa karena dia terlihat sangat lucu ketika tengah terpergok seperti itu.


"Alvaro apa kau menyukaiku?, Kenapa kau terlihat begitu gugup padahal aku hanya menciummundan itu juga tidak lama, itu hanya berfoto saja kan" ucapku kepadanya.


Aku sengaja menggoda dia sekaligus aku ingin tahu jawaban apa yang akan dia berikan kepadaku jika aku menggodanya seperti itu, aku pikir dia akan semakin gugup atau menjawabku dengan mengungkapkan perasaannya kepadaku namun ternyata dugaanku salah besar, dia langsung menghempaskan lenganku yang menggandeng lengannya dengan cukup kasar.


Lalu dia mulai membentakku dengan keras.


Aku benar-benar kesal kepadanya dan aku berniat untuk merebutnya kembali dari tangan Alvaro sayangnya dia malah mengangkat makanan itu sangat tinggi menggunakan tangannya yang panjang sedangkan aku yang bertumbuh pendek ini hanya bisa bersusah payah untuk menggapainya.


"Eughh ..Alvaro kembalikan itu milikku pemilik toko memberikannya kepadaku, ALVAROOO..." Teriakku mulai semakin kesal.


Dia terus saja mengambilnya lalu dia berlari meninggalkanku dan mengucapkan selamat tinggal kepadaku dengan tersenyum sayu.


"Eh ...Alvaro kembali kau mau kemana jangan tinggalkan aku, Alvaro....tunggu" teriakku memanggilnya sambil berlari mengejar dia tapi dia berlari ke tengah kerumunan orang sehingga aku sulit untuk mencari jejaknya.

__ADS_1


Aku terus menatap ke segala arah dan mencari keberadaan Alvaro tapi aku gagal menemukannya, disana begitu dipenuhi banyak orang sehingga aku terus clingukan ke sana kemari mencari sosok Alvaro sampai tidak lama Audy menepuk pundakku dari belakang membuatku sangat kaget.


"Talita.... apa yang kau lakukan disini?" Tanya Audy dari belakang,


"Astaga...Audy kau mengagetkan aku saja" ucapku sambil mengusap dadaku beberapa kali.


"Talita kau pergi membeli makanan kenapa lama sekali aku hampir mati kelaparan karena kau tidak kembali juga dan ternyata kau malah berdiri disini seorang diri, apa yang kau lakukan hah?" Ungkap Audy lagi.


Aku mengerutkan kedua alisku karena Audy mengatakan bahwa aku berdiri disana seorang diri padahal aku merasa baru saja aku berdiri dengan Alvaro di lihat dari waktunya tidak mungkin Audy tidak melihat keberadaan Alvaro bersamaku.


"A..apa, kau bilang kau melihatku sedari tadi berdiri disini seorang diri?, Apa kau benar-benar melihatku seorang diri?" Tanyaku memastikan kepada Audy.


"Iya tadi aku berjalan lurus dari sana dan aku hanya melihatmu berdiri seorang diri disini sambil meloncat-loncat tidak jelas lalu kau berlari kecil dan berhenti disini sambil clingukan tidak jelas, makanya aku segera menghampirimu karena aku pikir kamu tersesat" ucap Audy mengutarakan apa yang dia lihat.


Aku kaget bukan main, sudah jelas sedari tadi aku bersama Alvaro, dan aku bahkan melihatnya dengan jelas juga mendengar suaranya bahwa itu sungguh Alvaro, bukan orang lain atau aku seorang diri.


"Audy apa aku tadi baru saja berhalusinasi yah?" Ucapku bertanya kepada Audy.


Dan Audy hanya menanggapi aku dengan tawa kecil lalu dia langsung merangkul aku dan mengambil belanjaan makanan yang aku bawa, dia juga langsung menyeretku membawa aku kembali ke hotel lalu kami menikmati makanan yang aku beli sebelumnya bersama.


Tapi selama makan aku terus memikirkan mengenai Alvaro yang baru saja aku temui aku mulai memikirkan tentangnya lagi, dan setelah mendengar ucapan dari Audy aku mulai berpikir bahwa apa yang aku lihat bukanlah Alvaro sungguhan.


"Apa aku benar-benar berhalusinasi yah sebelumnya, iya mungkin aku hanya berhalusinasi saja" gerutuku pelan dan berusaha melupakan apa yang terjadi terhadapku sebelumnya.

__ADS_1


Meski rasanya sangat sulit untuk melupakan kejadian tersebut sebab semua kejadian saat itu terasa begitu nyata dan itu benar-benar dilihat bukan hanya oleh diriku saja tetapi orang-orang di toko makanan itu juga melihatnya.


Makanya aku merasa sedikit ragu jika itu hanya halusinasi diriku saja, tetapi Audy tetap tidak melihatnya sama sekali itu terus membuat pikiranku terganggu.


__ADS_2