Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Marah besar


__ADS_3

Alvaro yang kesal dan emosi dia segera pergi ke kelasnya dengan wajah yang merah dan mata yang begitu tajam dia menggigit giginya keras dan menggenggam tasnya kuat, bahkan sesampainya di kelas dia membuka jaketnya dengan kasar dan melemparnya ke meja tempat Talita, dia mengatur nafasnya yang menderu karena menahan emosi, cukup lama Alvaro menunggu kedatangan Talita yang tak kunjung datang juga, akhirnya Alvaro yang kehabisan kesabaran dia mengambil kembali jaket yang sempat dia lempar dan pergi mencari Talita, Alvaro pergi ke kelas Audy dan membuat kegaduhan disana dengan berteriak keras mencari cari Talita sedangkan Audy yang melihat Alvaro seperti orang kesetanan dia hanya bisa diam dan ikut pergi menghindar sama dengan siswa lainnya, Audy juga merasa khawatir karena nama Talita terus saja di sebut oleh Alvaro.


Karena dia belum menemukan Talita juga akhirnya Haiden Alvaro menanyakan keberadaan Talita pada semua orang dengan cara yang kasar sampai salah satu dari mereka memberitahu keberadaan Audy, Alvaro pergi dengan amarah yang masih memuncak dan ternyata ucapan dari salah satu siswa benar, Alvaro akhirnya menemukan Talita yang tengah duduk di meja kantin sambil menikmati mie ayam kesukaannya ditambah dengan jus semangka yang segar.


Langsung saja Alvaro menghampiri Talita dan menggebrak mejanya dengan keras sampai membuat siswa lain yang berada di sana seketika bubar menjauh dan pergi dari kantin saking ketakutannya, Talita juga kaget dan hampir saja tersedak.


"Brakkk....." suara meja yang digebrak dengan kuat oleh Alvaro.


"Uhuk...uhuk....apa apaan sih kamu ini, menggebrak meja orang seenaknya, kamu tidak liat yah aku sedang makan!!" ucap Talita yang lupa akan kesalahannya sendiri,


"Bersihkan jaketku atau kau akan mati!!" ucap Alvaro sambil melempar jaket putih itu pada wajah Talita.


Saat itu barulah Talita sadar mengapa Alvaro menggebrak mejanya sekeras tadi, Talita langsung mengangguk dan menuruti perintah Alvaro, dia juga merasa takut dan gemetar karena mendapatkan tatapan tajam yang menusuk dari Alvaro secara langsung dan dengan jarak yang begitu dekat, Alvaro pergi begitu saja setelah membuat keributan dan Talita yang kesal dia hanya bisa mendengus kesal dan merutuki Alvaro dari belakang.

__ADS_1


"Ihkkk....dasar pria sialan, menyebalkan, es balok...arghhh, dia benar benar manusia berdarah dingin, tidak punya perasaan, selalu saja seenaknya" ucapku kesal sambil menghentakkan kedua kaki kelantai dan mengucek kasar jaket milik Alvaro.


Karena kejadian itu moodku berubah kacau aku segera kembali ke kelas dengan menenteng jaket milik Alvaro di tanganku sesampainya di kelas ku lihat pria menyebalkan itu sudah duduk di samping bangku milikku dan tertidur diatas buku paket milikku juga, aku benar benar sudah jengkel melihatnya setiap hari di sekolah dan hanya tertidur di setiap mata pelajaran, namun anehnya dia setiap ujian dia selalu mendapatkan nilai sempurna sampai aku tidak bisa menyusulnya bahkan jika aku berusaha keras, orang orang juga banyak yang mengatakan bahwa dia pria dingin yang berotak jenius, namun walau begitu dimataku tetap saja dia seperti berandalan sial, yang selalu membuatku dalam kesialan dan kesulitan, aku berjalan dan duduk tepat di sampingnya aku menggeser kan kursiku menjauh dari pria menyebalkan itu dan mulai memasukkan jaket miliknya ke dalam tas dan mulai membaca buku komik favoritku, saking asiknya membaca komik aku terus saja terbawa suasana kadang menangis dan kadang tersenyum bahkan tertawa, aku sampai tidak sadar kalau disampingku ada serigala sialan yang tengah tertidur, dan aku membangunkannya.


"Berisik!!,....heh gadis idiot, berhenti membaca komik, kau seperti orang gila!!" ucapnya dengan mata yang tajam dan wajah yang tidak bereskspresi sedikitpun.


"Ini buku komik kesukaanku dan terserah aku mau membaca apapun, itu bukan urusanmu, dan aku tidak butuh pendapat atau izin darimu!!" jawabku kesal dan menegaskan padanya.


Setelah mengambil buku komik milikku pria menyebalkan itu kembali tidur dan mengabaikan aku yang uring uringan penuh kekesalan dan emosi yang tidak dapat disalurkan.


"Euhhhh .........menyebalkan, kenapa pria ini selalu mengganggu hidupku, huhu...komik kesayanganku akan ternodai dengan wajah kejamnya.....kasihan sekali komikku ini" ucapku sambil meratapi komik yang sudah dijadikan bantal oleh Alvaro.


Rasanya aku ingin sekali merampas kembali komik itu tapi aku masih terlalu takut untuk mengambilnya secara paksa apalagi komik itu dipakai bantalan oleh Alvaro, aku hanya takut dia akan marah besar dan membuat keributan di kelas, aku tidak mau orang lain yang tidak ada sangkut pautnya malah mendapatkan percikan amarah dari Alvaro karena ulahku yang mengambil komi itu, aku hanya bisa duduk lesu dan menaruh kepalaku di meja yang sama dengan Alvaro, tak sengaja aku menatap wajah Alvaro yang tengah tertidur dan entah kenapa di saat aku melihat wajahnya dari dekat dan matanya tertutup masih kurasakan bahwa Alvaro tidak sejahat dan semenyeramkan yang kelihatan di luar, wajahnya nampak lembut dan tidak menakutkan sama sekali.

__ADS_1


"Andai saja kau bisa terlihat selembut ini saat bangun, mungkin orang orang tidak akan menggosipimu hal hal aneh, dan mereka juga tidak akan takut padamu" ucapku pelan sambil terus menatap wajah Alvaro.


"Ahhh...sayangnya sikap kau tidak sesuai dengan wajah yang kau punya, wajah Alvaro yang malang, kenapa dia harus ada pada orang yang berhati dingin" ucapku meneruskan.


Talita terus saja berbicara pelan sendiri sambil mengamati wajah Alvaro yang tertidur di sampingnya mereka duduk bersampingan dan tidur di satu meja yang sama, sedangkan Alvaro sebenarnya tidak benar benar terlelap dia hanya menutup matanya dan mencari ketenangan, dia tidak tertidur sama sekali, sehingga dapat dipastikan bahwa Alvaro mendengarkan setiap ucapan Talita sejak awal hingga akhir, di dalam hatinya Alvaro sungguh menahan marah dan menahan tawa mendengar keluhan Talita tentang keberadaan dirinya, dia ingin sekali bangun dan mengagetkan Talita lalu memarahinya saat itu juga namun karena dia ingin mendengarkan semuanya dengan tuntas Alvaro berusaha menahan emosi tersebut dan terus berpura pura tertidur.


"Dasar gadis bodoh, apa dia sungguh mengira aku tertidur lelap?, bagaimanapun dia orang paling idiot yang pernah aku temui" gumam Alvaro dalam hati kecilnya.


"Alvaro...kau ini tidak cocok menjadi mafia, harusnya kau ini menjadi psikopat, wajahmu cukup cocok dengan itu, mafia terlalu keren untukmu" ucap Talita sambil menatap serius wajah Alvaro.


"Sialan bagaimana bisa dia mengataiku psikopat, gadis idiot awas saja kau!!" gumam Alvaro menyimpan kekesalan dalam dirinya.


Saat itu emosinya sudah sulit untuk dia kendalikan namun Alvaro hanya bisa menggerutu kesal.

__ADS_1


__ADS_2