
Aku pun duduk kembali sambil membereskan bekas minuman di bangku dan membuangnya ke tong sampah hingga saat aku berbalik Alvaro sudah berdiri di belakangku dengan tegak.
"Astaga...kau ini mengagetkanku saja" ucapku kaget,
Bukannya menjawab atau membalas seruanku Alvaro justru malah memelukku dengan sangat erat dan mengangkat tubuhku lalu berputar sambil memelukku beberapa kali, aku yang kebingungan dan sedikit takut juga merasa pusing langsung memeluk erat Alvaro karena takut jatuh.
"Aaaa....Alvaro turunkan aku..." Teriakku panik,
Alvaro menurunkanku dan dia memegang kedua pundakku dengan erat.
"Terimakasih Talita...terimakasih, semua ini karenamu" ucap Alvaro dengan wajah yang ceria,
Aku hanya menatapnya bingung dan linglung sambil memegangi kepalaku yang sedikit pusing karena diajak berputar oleh Alvaro sebelumnya.
"Ahh...iya...iya terserah kau saja kepalaku jadi pusing begini" balasku,
"Talita ayo rayakan kemenangan ku" ajak Alvaro,
"Hah?, Aku tidak bisa kau rayakan saja dengan teman teman yang lain, aku masih ada urusan" jawabku karena aku harus bekerja di restoran,
"Kau menolak ku?, Kenapa Talita?" Tanya Alvaro seperti kecewa,
"Aku tidak bisa, banyak pekerjaan yang harus aku lakukan, sudah yah sekali lagi aku ucapkan selamat, aku senang kau menang dan aku bangga padamu, tapi sekarang aku harus pergi, bye... Alvaro" ucapku sambil melambaikan tangan dan pergi dari sana.
Aku langsung pergi menuju restoran dan segera memulai pekerjaanku, nampak di restoran sudah menumpuk piring piring kotor yang harus aku bersihkan.
"Heyy...Talita, kenapa baru datang?" Tanya kak Kevin,
"Iya aku baru selesai menyaksikan perlombaan basket sekolahku dulu kak" jawabku jujur sambil mengenakan celemek.
__ADS_1
Saat itu, aku sudah mengenakan sarung tangan pencuci piring jadi agak kesulitan untuk mengikat celemek ke belakang pinggangku dan kak Kevin yang melihat aku kesulitan tiba tiba saja dia menghampiriku dan membantuku mengikatkan celemek itu.
"Ahh.... Terimakasih kak" ucapku sambil membungkuk,
"Eishhh..sudah sudah santai saja, sebaiknya kamu cepat selesaikan pekerjaan itu lalu bantu aku memotong sayuran" ucap kak Kevin yang kubalas anggukkan.
Aku mencuci satu persatu piring dan gelas kotor di sana hingga semuanya bersih dan aku lap dengan baik aku juga sudah menatanya dengan rapih di rak piring, lalu aku mengeringkan tanganku dan langsung mencuci beberapa sayuran yang hendak aku potong, kak Kevin mengajariku bagaimana caranya memotong sayuran yang baik dan benar dia juga tak segan mengajariku memasak menu ringan seperti nasi goreng dan menu lainnya, aku sangat senang mendapatkan rekan yang baik dan perhatian sepertinya.
Sampai ketika jam istirahat kak Kevin membuatkanku sebuah hidangan mewah yang dia buat dengan bumbu khusus racikannya sendiri.
"Talita ayo makan bersama, sekalian aku mau minta pendapat darimu tentang makanan baru yang aku buat sebagai menu pengganti utama di restoran ini" ucap kak Kevin,
"Ahh...iya boleh kak, memangnya nama menunya apa?" Ucapku bertanya,
"Eumm aku belum menamai menunya sih, apa kamu ada saran?" Ujar kak Kevin sambil menghidangkan masakannya.
"Tada....ini dia hidangan baruku" tambah kak Kevin sambil menaruh seporsi ayam krispi dengan taburan keju mozzarella dan irisan timun juga rumput laut diatasnya.
"Tentu saja, selamat makan" balas kak Kevin dan mengambilkan sepotong ayam ke dalam piringku,
Aku langsung mencicipinya dan rasanya bahkan lebih baik dari dugaanku, rasa renyah dan lengketnya keju mozzarella menjadi satu di dalam mulut ditambah renyahnya tepung dan gurihnya rumput laut menjadi kombinasi rasa yang sempurna, aku sungguh larut dalam kenikmatan makanan itu.
"Wahhh....ini enak sekali kak, ini kombinasi yang sempurna, uhhh kau hebat sekali bisa membuat makanan seenak ini" ucapku memuji makanan buatan kak Kevin,
Kak Kevin nampak tersenyum senang dan dia merasa puas dengan tanggapanku kami juga makan bersama hingga hidangannya habis.
"Kak bagaimana kalau kita namai menu tadi dengan ayam keriput" ucapku tiba tiba saja terlintas dalam otak dan langsung terlontar begitu saja,
Kak Kevin tertawa mendengar usulan nama dariku untuk menu barunya.
__ADS_1
"Eihh....kenapa kakak tertawa, memang terdengar sedikit lucu sih hehe, tapi itu ada artinya kok kak" ucapku hendak menjelaskan,
"Haha...iya maaf maaf habisnya kau lucu sekali memberikan namanya, memang apa artinya?" balas kak Kevin balik bertanya,
"Ayam keriput artinya ayam krispi rumput laut, bukankah memang ada serpihan kecil rumput laut diatas keju mozzarella nya, dan itu yang membuat sensasi berbeda dari menu lainnya" ucapku memberikan penjelasan,
Kak Kevin terdiam sejenak dan dia memikirkan ucapan juga penjelasan dariku, dia mengangguk perlahan dan menyetujui usulan nama untuk menu itu dariku yakni ayam keriput hhaa itulah asal mula adanya nama menu ayam keriput di sebuah restoran terkenal.
"Idemu bagus juga ya sudah aku setuju, nama menu ini mulai sekarang ada ayam keriput, ayam krispi rumput laut, aku akan memberitahu bos besok dan mulai memasukkan namanya ke dalam menu" ujar kak Kevin dengan antusias.
Aku juga ikut senang ternyata usulan nama dariku dipertimbangkan bahkan resmi akan digunakan untuk menu barunya kak Kevin, aku senang setidaknya keberadaanku di restoran tersebut memberikan kemajuan juga manfaat bagi yang lainnya juga kemajuan restoran tersebut.
Sudah makan dan berbincang beberapa saat hingga waktu istirahat habis dan aku kembali bekerja lagi di dapur bersama kak Kevin, hari ini semakin malam pengunjung semakin banyak sehingga aku sedikit lebih banyak mengeluarkan energi dari sebelumnya, karena banyak yang memesan makanan sehingga semakin banyak pula piring kotor yang harus ku cuci, tanganku sampai keriput dan terasa perih mungkin karena terlalu banyak terkena sabun cuci piring, tapi aku tidak masalah lagi pula itu biasa untuk seorang perempuan yang bekerja, aku terus mencuci piring, membersihkan meja bekas pengunjung dan menyapu lantai restoran.
Saat semua pengunjung sudah pergi dan jam sudah menunjukkan pukul delapan malam aku pun bersiap siap menutup restoran bersama kak Kevin karena kebetulan hari ini meneger tidak datang dia hanya mengontrol restoran satu kali dalam seminggu, dan yang bertanggung jawab atas restoran adalah kak Kevin.
Aku sudah membalikan tulisan open menjadi closed di jendela kaca restoran lalu mengambil tas slempang dan keluar dari restoran, kak Kevin segera mengunci restoran dengan baik dan aku berpisah dengannya di situ, meski awalnya kak Kevin menawariku tumpangan namun aku menolaknya dengan halus karena tidak ingin terus merepotkan dia.
"Talita ayo biar aku antarkan kamu pulang" ajak kak Kevin,
"Ahh.. tidak usah kak, aku mau ada urusan sebentar nanti aku bisa pulang sendiri kok tenang saja" jawabku menolaknya dengan halus,
Untunglah kak Kevin kali ini tidak memaksaku.
"Baiklah tapi kalo nanti ada apa apa langsung hubungi aku yah, ini nomorku jangan lupa simpan" ucap kak Kevin sambil memberikan kartu namanya padaku,
"Iya kak, hati hati dijalan" balasku dan kak Kevin pergi meninggalkan restoran lebih dulu,
Saat aku melihat kembali secarik kertas yang kak Kevin berikan padaku ternyata itu sebuah kartu nama aku penasaran dan mulai membacanya namun saat aku lihat aku sangat kaget ketika baru mengetahui ternyata kak Kevin adalah putra pemilik restoran tersebut, di dalam kartu nama itu dituliskan bahkan kak Kevin adalah putra pertama pewaris restoran yang nantinya akan menjadi penerus pimpinan restoran tempatku bekerja.
__ADS_1
Aku kaget dan menutup mulut begitu saja.
"Wahh....apa ini sungguhan?, Tapi kenapa penampilannya sederhana sekali, kak Kevin tak terlihat seperti anak pemilik restoran semewah ini" ucapku dengan mata yang membelalak tak percaya.