Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Dalam Masalah


__ADS_3

Aku memarahi Audy karena dia tidak menahanku tapi dia justru malah balik memarahiku padahal harusnya aku lah yang terus marah karena kesal kepadanya.


"Aishh, Talita tadi itu aku sudah mau menghentikanku tapi kau langsung berlari seperti kucing garong tepat setelah motorku berhenti, lalu bagaimana aku bisa mengejarmu?, Dasar anak nakal kau!" Bentak Audy balik mengomeli aku dan bahkan mencubit pinggangku.


Aku merasa geli sehingga aku langsung berlari menjauh darinya dan kami pun justru malah saling kejar kejaran satu sama lain hingga aku tidak sengaja menabrak seorang mahasiswa lain di kampus tersebut.


"Aaahhh.....Audy berhenti mengejarku...." Teriakku berlari menghindari Audy,


"Awas saja kau Talita tunggu aku, aku tidak akan melepaskanmu.....eeeeehhh Talita awas di depanmu!" Teriak Audy memberitahuku.


Namun semuanya sudah terlambat aku tidak bisa tiba-tiba menghentikan larianku sehingga saat aku membalikan badan aku langsung menabrak pria tersebut cukup keras hingga beberapa lembar kertas yang dibawa oleh pria tersebut jatuh berhamburan di lantai.


"Aaa...brukkk....aduhh..." Ucapku saat bertabrakan dengan pria itu.


Aku memegangi kepalaku yang terasa sedikit pusing karena setelah menubruk pria itu aku justru malah terpental ke belakang dan hampir saja jatuh dengan terlentang jika seandainya Audy tidak cepat menahanku.


"Talita kau baik-baik saja?" Tanya Audy kepadaku dengan membantuku segera untuk berdiri,


"Aahh...aku baik-baik saja, tapi itu" ucapku sambil menunjuk ke arah pria di hadapanku yang tengah memunguti selembar kertas yang tadi berjatuhan karena tertabrak olehku.


Aku dan Audy segera membantu pria itu untuk memungutinya dan aku segera meminta maaf sambil memberikan kertas itu kepadanya.


"Ini...milikmu maaf ya karena tadi aku menabrakmu, tolong maafkan aku" ucapku merasa bersalah dan meminta maaf secara baik-baik.


Bukannya berkata yang bagus juga atau balik meminta maaf kepadaku karena dia juga salah bukannya menyingkir justru malah dia saja menatapku dengan matanya yang terbelakak, tapi dia justru malah menatapku dengan sinis dan berkata-kata yang menyakitkan untukku.

__ADS_1


"Minggir kau, lain kali berjalanlah menggunakan matamu, dasar buta!" Ucap pria itu membuat aku terasa seperti tersambar petir di siang bolong.


Aku sangat kesal dan kesulitan menelan salivaku sedangkan Audy mengusap punggungku membuat aku untuk berusaha bersabar menghadapi pria sepertinya, namun aku tidak bisa sabar atau hanya diam saja dalam menghadapi pria kurang ajar sepertinya.


Aku langsung berbalik dan berlari menahan pria itu, aku mencegah dia dengan berdiri di hadapannya dan memblokir jalannya menggunakan kedua tanganku yang aku rentangkan dengan lebar.


"Stop!" Ucapku dengan wajah yang kesal,


Audy juga berlari menyusulku dan dia berusaha menarik aku agar tidak berurusan dengan pria tersebut namun aku tidak mendengarkan Audy karena masih sangat kesal dengannya.


"Aduhh...Talita sudah kau jangan mencari masalah disini ayo kita pergi" ucap Audy sambil menarik tanganku dengan kuat,


"Audy kau ini apa-apaan sih, lepaskan tanganku aku mau memberikan pelajaran kepada pria sombong ini" ucapku dengan sangat emosi,


"Talita kau tidak tahu dia siapa, kau akan berada dalam masalah jika berhubungan dengannya, ayo sebaiknya kita pergi sebelum semuanya semakin kacau" ucap Audy berbisik pelan kepada telingaku.


Audy sudah gemetar dan dia terus menarik tanganku berkali kali bahkan dia memintaku untuk meminta maaf kepada pria itu padahal aku tidak melakukan kesalahan apapun, sedangkan pria itu hanya diam berdiri mematung di hadapanku tanpa bicara sepatah katapun, dan itu membuatku semakin jengkel dalam menghadapinya.


"Kak...aku minta maaf atas namanya dia memang rada gila... tolong maafkan kami kak" ucap Audy yang tiba-tiba saja meminta maaf dan mengataiku gila kepada pria sombong itu,


"Pantas dia tidak bermoral, ternyata wanita gila yah, minggir kau!" Ucap pria itu dengan sinis dan berjalan menyenggol pundakku dengan kuat.


"Aaaaarkhhh....Audy kau ini sahabatku atau bukan sih, bisa bisanya kau mengatai aku gila kepada pria itu!" Bentakku kesal dan berkacak pinggang sambil menatap Audy dengan tajam.


Bukannya membalas ucapanku Audy justru malah menarik tanganku dan membawaku ke dekat motornya dengan segera.

__ADS_1


"Ehh....eh....eh...Audy lepaskan aku kau kenapa malah menarikku begini aku akan mengejar pria tadi, urusanku dengannya belum selesai" teriakku sambil berontak berusaha melepaskan genggaman tangan Audy dari tanganku.


Audy langsung menghempaskan tanganku dan tatapannya langsung saja berubah menjadi sangat sinis dan menatapku dengan tajam, aku menjadi heran karena dia seperti marah kepadaku padahal jelas-jelas saat ini akulah yang sedang memarahi dia.


"Ehh...kenapa kau malah menatapku seperti itu?" Tanyaku dengan heran,


"TALITA KAU BARU SAJA MENGGALI KUBURANMU SENDIRI!" teriak Audy dengan keras di samping telingaku membuat aku kesakitan.


"Aishh....Audy apa yang kau lakukan, kupingku langsung terasa sakit karena suaramu itu" ucapku sambil mengusap telingaku untuk mengobati kebas di dalamnya,


"Audy apa kau tidak tahu dia adalah putra calon pewaris tunggal pemilik universitas ini dia juga penyumbang prestasi terbanyak di universitas ini, dia juga orang yang paling berpengaruh di negara C apa kau tidak tahu itu hah?" Ucap Audy membeberkan mengenai pria itu kepadaku.


Saat mendengar semua penjelasan dari Audy aku langsung terperangah dan kakiku terasa sangat lemas, aku langsung ambruk ke tanah dan rasanya ingin menangi saat itu juga.


"AA... Audy kau bercanda kan denganku?" Tanyaku masih merasa linglung,


"Kenapa?, Apa kau takut sekarang, hah semuanya sudah terlambat tadi kau sudah membentaknya menghinanya sebagai pria sombong dan kau bahkan sudah mengatakan bahwa kau tidak takut kepadanya, kau bisa apa sekarang hah" ucap Audy mengingatkan dengan kebodohanmu.


"Huaaa ..cukup Audy, jangan mengingatkanku dengan kekonyolan yang membawaku pada Mala petaka seperti ini, aku sudah mati dia akan mengeluarkan aku dari universitas ini dan cita-citaku akan hancur sudah huaaa...." Ucapku meratapi diriku sendiri.


Aku sungguh merasa sangat lemas dan tidak berdaya, tidak tahu lagi apa yang bisa aku lakukan karena pasti pria itu akan mencari tahu tentangku dan dia adalah pria yang kejam juga sombong, jika aku membujuknya itu juga tidak akan berlaku pada pria dingin dan kejam seperti dia.


Aku hanya bisa menangis sendiri sekarang hingga Audy membawaku pulang untuk beristirahat dan memikirkan cara terbaik untuk meminta maaf kepada pria tadi yang bernama Kaino dia biasa di panggil Kak Kai sang jenius oleh para mahasiswa di sana.


Dan aku si bodoh itu tidak tahu mengenai orang sehebat dia padahal aku adalah calon mahasiswa di universitas tersebut, aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri saat ini dan mempersiapkan ucapan permintaan maaf yang terbaik untuk kak Kau itu.

__ADS_1


"Tenang Talita, kau hanya perlu meminta maaf dengan tulus dan semuanya akan selesai, iya dia tidak mungkin sekejam itu denganku bukan aku kan juga tidak membuatnya merugikan sesuatu, iya aku harus percaya diri" ucapku menyemangati diriku sendiri.


__ADS_2