
Sepulang menemui ibu saat di perjalanan aku tak sengaja bertemu dengan Argo aku langsung teringat dengan Alvaro dan segera menghampiri Argo yang tengah berbelanja di sebuah warung pinggir jalan tak jauh dari sekolah.
"Argo... Tunggu" teriakku menghentikannya,
"Kau, ada apa kau memanggilku?" Tanya Argo begitu serius,
"Santai saja aku hanya ingin bertanya mengenai keadaan Alvaro, apa dia baik baik saja?" Ucapku bertanya,
"Menurutmu" jawab Argo yang tidak jelas,
"Bisakah kau mengantarku ke rumahnya, aku ingin menjenguknya dan meminta maaf atas kejadian saat itu" ucapku meminta bantuan Argo,
Awalnya Argo menolak dengan alasan karena dia tidak bisa membawa sembarangan orang menuju kediaman Alvaro apalagi tidak mendapatkan izin sebelumnya dari Alvaro sendiri, tapi aku terus memaksa dan berusaha meyakinkan dia sampai akhirnya Argo mengijinkan dan mau mengantarku ke tempat Alvaro, ku kira rumah Alvaro jauh dari sekolah ternyata sangat dekat bahkan jauh lebih dekat dibanding rumahku.
"Hah?,... Rumahnya di sini?" Tanyaku heran saat sudah sampai di sebuah villa mewah tak jauh dari sekolah,
Argo mengangguk dan mempersilahkan aku untuk ikut masuk ke dalam dan mengikutinya.
"Kalau sedekat ini untuk apa setiap hari dia memakai sepeda motor dan kenapa arahnya berlawanan, benar benar aneh" gumamku dalam hati,
Aku terus masuk ke dalam villa itu dan semua yang aku lihat begitu menakjubkan Alvaro yang aku kenal selama ini sama sekali tak pernah menunjukkan tentang dirinya sedikitpun, dan saat aku sekarang berada di tempat tinggalnya aku sangat kaget karena semua yang ada di dalam rumahnya adalah barang mewah dan aku mulai curiga dengan identitasnya yang begitu misterius dan dirahasiakan oleh Alvaro dan orang orang di sekitarnya.
Argo berhenti di depan sebuah pintu yang tertutup rapat dia mengetuk pintu itu dan setelah terdengar sautan dari Alvaro Argo masuk diikuti denganku dari belakang.
"Heh kenapa membeli obat saja kau lama sekali" teriak Alvaro membentak Argo,
__ADS_1
"Maaf bos tadi... " Ucap Argo tertahan saat Alvaro memanggilku yang berdiri di belakang Argo,
"Tunggu, Talita apa itu kau, untuk apa kau kemari, jangan bilang Argo yang membawamu" ucap Alvaro dengan wajah yang tegang,
"Iya dugaanmu benar tapi aku lah yang memaksa dia agar mau membawaku kemari, tenang saja aku bisa menjaga rahasia ini, aku hanya mengkhawatirkanmu" ucapku langsung menimpali.
Aku takut Alvaro akan marah pada Argo makanya aku langsung menimpali dan menjelaskan semuanya, setelah mendengar penjelasan dariku Alvaro sedikit tenang dan dia membiarkan Argo pergi dari sana.
Setelah Argo keluar dari ruangan aku mulai merasa canggung dan perlahan aku duduk menghampiri Alvaro di tepi ranjang dan menanyakan keadaannya.
"Apa lukanya parah?, Dan apa kau sudah mengobatinya dengan benar?" Tanyaku sedikit gugup dan penasaran.
"Aku baik baik saja luka seperti ini sudah biasa bagiku kau tidak usah so mengkhawatirkan ku" ucapnya memalingkan pandangan dariku.
"Kau memang musuh bagiku, dan sebaiknya kau jaga rahasia tempat tinggalku" ucap Alvaro serius.
Aku merasa sangat heran saat mendapatkan jawaban itu dari Alvaro, kenapa juga dia begitu sensitif disaat aku hanya mengkhawatirkannya lagi pula aku sungguh mencemaskan keadaannya bukan berpura pura jujur saja aku sedikit kesal mendapatkan jawaban darinya.
"Aku benar benar mencemaskanmu dan asal kau tau bahkan semalaman aku tidak bisa tidur nyenyak hanya karena merasa cemas dan merasa bersalah padamu, makanya aku bersi keras meminta temanmu itu untuk mengantarku kemari, jika kau tidak mau aku ada di sini, kau bisa mengatakannya secara langsung jangan memberikan ekspresi seperti itu padaku, menyebalkan!" Ucapku kesal dan langsung pergi dari sana.
Niat ku datang ingin menjenguk dan melihat keadaannya, namun saat aku lihat dia masih bisa membentakku dan berperilaku kasar seperti tadi aku pikir dia baik baik saja, aku benar benar keliru karena sudah mengkhawatirkannya.
"Huh, menyebalkan sekali, aku tidak akan pernah mencemaskan dia lagi, biarkan saja sekalipun dia sakit parah" gerutuku kesal keluar dari villa itu dan mengabaikan Argo yang berbicara padaku.
"Hei... Apa kau sudah selesai, kenapa cepat sekali" teriak Argo berbicara padaku dan aku abaikan karena kesal dengan Alvaro.
__ADS_1
****
Di sisi lain sebenarnya Talita tidak tau Alvaro melakukan semua itu demi kebaikannya juga setelah kepergian Talita Alvaro hanya tersenyum kecil dan dia merasa senang mendengar Talita yang mengkhawatirkan dirinya, bahkan sampai datang menjenguknya meski semua berjalan tak sesuai dengan keinginan namun semua itu sudah cukup baginya, Argo datang menemui Alvaro dan bertanya soal Talita.
"Bos... Kenapa wanita itu pergi dengan wajah yang kusut apa kau tidak menyukainya?" Tanya Argo yang merasa heran,
"Aku dan dia musuh sejak lama, jelas aku tidak menyukainya tapi hanya dia yang pantas disampingku sampai kapanpun, apa kau paham!, Ucap Alvaro yang membuat Argo semakin pusing,
"Aku benar benar tidak mengerti dengan pikiranmu bos" jawab Argo dengan menggelengkan kepalanya.
Alvaro lagi lagi hanya tersenyum dan dia tiba tiba saja bersikap begitu baik pada semua anak buahnya bahkan dia memberikan izin pada Argo agar bisa libur dan menikmati harinya tanpa menjaga dirinya, semua itu terasa aneh bagi Argo sebab dia sudah berteman dan menjadi tangan kanan Alvaro sejak lama namun baru kali ini bisa melihat seorang Alvaro sedikit santai dan memberikannya libur dengan leluasa tanpa sebab.
"Argo kali ini aku akan membiarkanmu untuk cuti dari penjagaanku, tapi ingat hanya 3 hari setelah itu kau harus kembali menyelidiki semuanya" ucap Alvaro yang membuat Argo tak habis pikir,
"Bos apa kau benar benar memperbolehkan ku libur?, Di saat seperti ini?" Ucap Argo yang seakan tidak percaya,
"Kalau kau tidak mau ya sudah" balas Alvaro,
"Ohh... Tentu saja saya akan libur dengan senang hati" ucap Argo yang segera menyetujuinya.
Tentu saja Argo juga memanfaatkan kebaikan itu agar dia bisa menikmati hari harinya tanpa pertikaian dan keseriusan yang mendalam, dan Argo mulai merasa curiga semua perubahan baik yang terjadi pada Alvaro ada hubungannya dengan Talita wanita yang pernah dia antar pulang saat itu.
"Aku yakin semua ini karena wanita itu" gumam Argo dengan tersenyum tipis.
Argo pergi meninggalkan Vila Alvaro dan pergi ke kediamannya yang ada di pusat kota tak jauh dari rumah kediaman Alvaro, selama ini Argo adalah tangan kanan sekaligus asisten pribadi Alvaro sejak lama, dia bahkan terus mengikuti kemanapun Alvaro pergi entah mendapatkan bayaran yang sesuai atau tidak, karena bagi Argo dia sudah menganggap Alvaro seperti sahabat dan saudara baginya.
__ADS_1