Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Mencari Alvaro


__ADS_3

Karena aku tidak bisa berhenti memikirkannya aku pun memutuskan untuk kembali ke toko perbelanjaan tersebut ke esokan paginya sebab ini adalah hari terakhir aku berlibur di pantai tersebut.


Audy terus saja merasa heran karena sedari kemarin semenjak Talita pergi keluar untuk membeli makanan dia kembali dengan wajah yang linglung dan seperti kebingungan bahkan ketika Audy mengajaknya berbicara Talita nampak tidak menanggapi dirinya bahkan dia selalu menjawab dengan jawaban yang kurang nyambung sehingga dia merasa heran dengan kelakuan sahabatnya tersebut.


Sampai ke esokan paginya yang melihat Talita pergi keluar terburu-buru dia pun mengikutinya secara diam-diam tanpa Talita ketahui hingga dia sampai di depan sebuah toko makanan laut cepat saji.


"Ehh...untuk apa dia kemari, apa dia kelaparan yah?" Gerutu Audy memikirkan,


Dia pun terus memperhatikan Talita secara diam-diam meski dia sudah sangat penasaran dan tidak sabar untuk memergoki Talita yang pergi diam-diam tanpa berpamitan dan bicara dahulu terhadapnya.


Namun disisi lain aku segera menghampiri pelayan yang kemarin memberikan hadiah pasangan romantis terhadapku dan mulai menanyakan hal yang sangat membuatku janggal.


"Permisi pak, boleh saya bertanya sesuatu?" Ucapku menyapa pelayan tersebut dahulu,


"Silahkan gadis cantik, apa yang ingin kamu tanyakan" balas pelayan itu dengan ramah,


"Apa bapak masih mengenal saya kemari saya datang ke sini bersama seorang pria yang tinggi dan kekar dia tampan dan kulitnya putih bersih lalu kami mendapatkan hadiah pasangan paling romantis dari toko bapak dan bapak memotret kami, boleh saya meminta fotonya" ucapku meminta foto kemarin untuk memastikan bahwa itu sungguh Alvaro,


Sang pemilik toko nampak termenung sejenak dan aku sudah tidak sabar menunggu jawaban darinya sampai tidak lama dia menarik lenganku dan membawaku ke sebuah dinding dimana di dinding tersebut terdapat banyak sekali foto pasangan lain yang terpajang.


"Nona....saya hanya mencetak tiga foto pada setiap pasangan yang saya potret setiap harinya satu foto lainnya sudah diambil oleh seorang pria yang kemarin berfoto dengan kamu dan foto satunya saya tempel di dinding ini, nah ini foto satunya lagi kamu dapat menyimpannya, kalian pasangan paling serasi sejauh ini" ucap pelayan toko itu dengan tersenyum ramah kepadaku.


Aku bisa melihat dengan jelas foto yang ada di tanganku saat ini dan foto lain yang tertempel di dinding toko tersebut, itu sungguh Alvaro dan jelas sekali di foto itu terlihat aku yang tengah mencium Alvaro dan wajah Alvaro yang terbelalak karena kaget.


Aku merasa lega dan senang ketika melihat bahwa pria yang aku temui sungguh Alvaro dan artinya dia tengah berada di pantai ini juga aku langsung teringat sesuatu dan kembali menghampiri pelayan tadi dengan terburu-buru.


"Pak tunggu, kapan pria itu mengambil fotonya kemari?" Tanyaku lagi,


"Dia baru saja pergi saat kamu tiba di sini tadi" balas pemilik toko itu membuatku tercengang.


"Oh ..baiklah terimakasih pak" balasku kepada pelayan itu dan aku hendak berlari mencari Alvaro karena aku yakin dia pasti masih ada di sekitar sana jika apa yang dikatakan oleh pelayan tadi benar.


Sayangnya saat aku baru saja keluar dari toko tersebut, Audy tiba-tiba muncul dan menahan tanganku dengan kuat sehingga membuat langkahku tertahan.


"Talita mau kemana kau?" Tanya Audy dengan keras,


"Audy lepaskan aku nanti aku akan menjelaskannya padamu sekarang aku harus mencari Alvaro" balasku kepadanya sambil menghempaskan tangan Audy yang menahan lenganku,


"Talita kau harus berhati-hati..." Teriak Audy kepadaku.


Aku mengangguk dan melambaikan tanganku membalas teriakannya aku terus berlari menyusuri pantai itu dan mencari keberadaan Alvaro kesana kemari, hingga hari sudah mulai sore tapi aku masih belum bisa menemukan Alvaro, aku benar-benar merasa putus asa di saat hanya tinggal selangkah lagi aku bisa bertemu lagi dengannya tapi aku justru malah kehilangan jejaknya lagi dan lagi.


Aku berhenti dan jatuh terduduk di pasir pantang seorang diri, aku menatap ke laut berharap bisa mendapatkan jawaban dari sana tentang keberadaan Alvaro saat ini.


"Arkhhhhhhhhhh....Alvaro dimana kau....ALVAROOO....aku merindukanmu" teriakku begitu kencang ke arah laut.


Aku berharap dimanapun Alvaro berada di pantai ini semoga dia bisa mendengar teriakan ku dan bisa datang menghampiri aku saat itu, namun sayangnya meski aku sudah berteriak berkali-kali hingga suaraku hampir serah dan habis dia tetap tidak muncul dia seperti di telan bumi dan menjauh dariku.

__ADS_1


"Alvarooo.....kenapa kau bersembunyi dariku?, Hiks...hiks...kenapa Alvaro?, Kau mencintaiku atau tidak, kau sialan kau pria pertama yang membuatku nyaman bersamamu tapi kau meninggalkan aku disaat aku baru saja hendak membukakan hatiku untukmu, kenapa Alvaro hiks...hiks.." teriakku sambil menangis terisak.


Di sisi lain tanpa Talita ketahui sebenarnya Alvaro memang sudah mendengar teriakkan ya sejak awal dan bahkan sedari tadi Alvaro sudah memperhatikannya dari kejauhan bersama seorang pria di sampingnya.


Saat itu sebenarnya Alvaro sangat ingin berlari menghampiri Talita dan memeluk dia lalu mengungkapkan semua isi hatinya namun mengingat keadaannya saat ini, dia tidak bisa melakukan itu, dia tidak ingin membahayakan Talita sehingga dia terus saja menahan diri dan mengepalkan lengannya dengan kuat.


"Kak...bisakah kau datang padanya dan katakan agar dia cepat pulang, dia tidak bisa terus berada di pesisir pantai seorang diri, angin di sini terlalu kencang dan dia tidak akan kuat menahannya" ucap Alvaro kepada kakaknya yang berdiri di samping dirinya.


"Alvaro kenapa kau selalu menyuruhku untuk mengawasi gadis itu, jika kau memang menyukainya kenapa tidak kau sendiri yang datang untuknya" balas Veri kakaknya Alvaro,


"Tidak kak, aku tidak bisa ayah pasti akan melakukan sesuatu kepada Talita jika dia tahu bahwa aku mencintai seorang gadis, dia bisa saja dalam bahaya jika sampai ayah menangkapnya karena aku" balas Alvaro sambil terus menatap Talita dari kejauhan dengan matanya yang berkaca-kaca,


"Jika begitu kenapa kau harus memberontak kepada ayahmu sendiri, kembalilah ke rumah Alvaro maka ayah akan merasa senang, pimpinlah perusahaan sama seperti yang aku lakukan ayah dan ibu selalu menunggumu, kau tahu kan usiaku tidak akan lama lagi jika bukan kau yang meneruskannya lantas siapa lagi" balas Veri sambil menepuk pundak Alvaro lalu dia pergi menghampiri Talita.


Alvaro hanya diam membisu dia tidak ingin merebut jabatan yang seharusnya di dapatkan oleh kakaknya Veri, dan dia tidak bisa meninggalkan Talita sedangkan semua keputusan ayahnya selalu tidak bisa di bantah.


Selama ini Alvaro bersembunyi dari ayahnya dan juga menghindar dari Talita sebab anak buah ayahnya bisa berada dimana saja dan Alvaro hanya takut itu akan berdampak buruk kepada Talita jika sampai ayahnya mengetahui dia dekat dengan seorang wanita, sebab peraturan pertama bagi ayahnya seorang pemimpin tidak boleh memiliki pasangan di saat dia masih berada dibawah karena ayahnya pikir pasangan hanyanakan mempengaruhi kinerjanya dan memperburuk suasana hatinya.


Oleh karena itu belakangan ini Alvaro sengaja mengikuti Talita secara diam-diam dan dia meminta bantuan Kakak nya Veri untuk melindungi Talita selama dia menyelesaikan urusannya bersama sang ayah dan memperbaiki urusan perusahaan hingga semuanya kembali normal seperti saat kakaknya menjabat sebagai CEO disana.


Ya dulu saat Alvaro masih sekolah kakaknya Veri lah yang memimpin perusahaan bersama ayahnya sehingga keluarga itu tidak terlalu memperhatikan Alvaro dan mereka hanya berfokus pada perusahaan juga Veri namun belakangan ini tiba-tiba saja Veri di vonis mengidap kanker otak ganas stadium akhir di kepalanya sehingga dokter mengatakan bahwa isinya tidak akan lama lagi.


Dan ketika mendengar kabar tersebut ayahnya mulai menargetkan Alvaro untuk melanjutkan perusahaan tersebut menggantikan Veri bila mana suatu saat nanti sesuatu yang buruk terjadi kepada Veri, sedangkan Alvaro tidak menginginkan itu dia selalu bergaul dengan anak-anak geng motor dan brandalan lainnya di jalanan, dia tidak menyukai kantor dan dia sama sekali tidak menginginkan harta kedua orangtuanya.


Dia hanya ingin hidup bebas tanpa peraturan dari kedua orangtuanya yang begitu ketat menemukan aturan untuknya maka dari itu dia terus menghindar dan kabur dari pantauan ayahnya dia selalu pergi berpindah-pindah agar ayahnya tidak bisa menemukan atau pun menangkan dia, dan itulah yang menjadi alasan kenapa dia tidak bisa mendekati Talita saat ini.


Dia benar-benar merasa bersalah dan sakit hati ketika melihat Talita yang sudah begitu dekat dengannya namun dia menyakiti Talita dengan sengaja seperti ini.


"Maafkan aku Talita....aku bukan pria baik untukmu, maafkan aku" gerutu Alvaro sambil melihat kakaknya Veri berjalan mendekati Talita.


Veri menghampiri Talita dan dia duduk di samping Talita dengan santai.


"Ehh...kenapa kau duduk disini?" Tanya Talita yang merasa heran karena pria asing itu kembali muncul di samping dia begitu saja,


"Anggap saja aku ini malaikatmu, aku ditugaskan seseorang untuk menjagamu makanya jangan heran jika aku akan selalu berada di sampingmu oke" balas Veri sambil tersenyum ramah.


Aku tidak tahan untuk tersenyum karena ucapan pria itu menggelikan, bagaimana bisa dia menjadi malaikatku sedangkan kami baru saja bertemu beberapa kali bahkan aku tidak mengenal namanya.


"Hey...jika kau malaikatku, bisakah aku meminta sesuatu kepadamu untuk membantuku" ucapku mengikuti permainan yang dia buat,


"Tentu saja apapun itu akan aku turuti" balas Veri tanpa banyak berpikir lagi,


Aku sangat senang dan langsung tertawa cukup keras karena pria itu sungguh terlihat begitu lucu untuk, mana mungkin di jaman seperti ini masih ada orang yang berkata akan mengabulkan apapun keinginanku bagaimana jika aku memintanya hal yang aneh dan mustahil mana mungkin juga dia melakukannya.


"Ahahaha...sudah sudah kau membuatku tertawa terus, hey jangan bicara seperti itu kepada gadis lain, bagaimana jika mereka memintamu untuk melakukan hal yang diluar nalar misalnya memintamu menyebrangi lautan atau mengambilkan bintang untuk mereka, kau pasti tidak akan bisa iya kan haha" balasku sambil terus bergurau dengannya,


"Kau benar aku memang tidak bisa melakukan segalanya namun kau tahu aku tidak perlu mengambilkan bintang dan menyebrangi lautan aku sendiri bisa menjadi bintang bagi wanitaku" balasnya membuatku tertegun beberapa saat dan kembali tertawa,

__ADS_1


"Apa...ahahaha kau sangat lucu, tapi ngomong-ngomong jika kau memang ingin menjadi malaikat bagiku, bisakah kau mempertemukan aku dengan orang di foto ini" ucapku sambil menunjukkan fotoku bersama Alvaro kepadanya,


Tiba-tiba saja pria itu terdiam dan wajahnya langsung berubah serius padahal sebelumnya dia terus tersenyum lebar aku pun merasa tidak enak dan langsung menarik kembali ucapanku sebelumnya.


"AA..ahhh...maaf jika itu mengganggumu aku hanya memintanya asal kok, jika tidak bisa tidak masalah aku akan mencarinya sendiri" balasku kepadanya.


"Tidak masalah, aku janji padamu aku akan menemukan orang itu dan mempertemukan kamu dan dia suatu saat nanti" balasnya dengan wajah yang serius.


Aku membelalakkan mataku sempurna karena tatapannya seperti memperlihatkan bahwa dia tahu dengan Alvaro, dia seperti benar-benar akan mempertemukan aku dengan Alvaro padahal mungkin mereka tidak saling mengenal satu sama lain.


"Hey, kenapa kau serius seperti itu memangnya kau mengenal pria ini?" Tanyaku lagi kepadanya,


"Kau tidak perlu tahu yang pasti aku adalah pria yang selalu menepati janjiku kau ingat saja dengan baik, bahwa aku akan benar-benar mempertemukan mu dengan pria di foto tersebut" balasnya sambil menatap ke atas langit,


"Hmmm...terserah kau saja tapi aku tidak akan berharap pada orang asing sepertimu" balasku kepadanya dengan menatap keatas langit yang sama dengannya.


Veri hanya tersenyum sekilas karena dia merasa bahwa Talita benar-benar tidak akan mempercayai dia bahwa dirinya bisa mempertemukan Alvaro dengan Talita kapanpun dia ingin.


Veri juga bisa melihat bagaimana besarnya cinta Talita kepada Alvaro bahkan dari foto tersebut sudah sangat jelas bahwa mereka adalah dua orang yang saling mencintai satu sama lain namun takdir terlalu jahat kepada mereka sehingga membuat sebuah benteng yang terlalu kokoh untuk mereka lampaui bersama.


Di saat mereka saling diam satu sama lain sambil menikmati langit yang perlahan berubah menjadi gelap serta bintang mulai bertebaran, Veri mulai memperkenalkan dirinya kepada Talita agar Talita tidak memanggilnya pria asing lagi.


"Btw kenalkan namaku Veri siapa namamu?" Tanyanya begitu saja,


"Ehh....namaku Talita, namamu bagus Veri" balasku sambil tersenyum tulus,


"Namamu juga, dan kau cantik pasti pria di foto itu beruntung bisa menemukan wanita cantik dan luar biasa sepertimu" tambah Veri kepada Talita,


"Iya kau benar dia beruntung berhasil merebut perasaanku tapi dia tidak tahu diri setelah mendapatkannya dia malah pergi entah kemana, aku selalu menunggunya tapi dia hanya datang sesekali dan itu pun tanpa memberiku aba-aba sehingga aku selalu merasa kaget dengan kedatangannya dan tidak sempat bertanya kemana dia selama ini, aku bodoh kan Veri" balasku sambil menunduk dan memegang erat foto Alvaro denganku di tangan,


"Tidak kau tidak bodoh, percayalah padaku Talita dia juga sangat mencintaimu dia juga merindukanmu kau harus sedikit bersabar jika ingin bersamanya" balas Veri sambil mengusap lembut pucuk kepalaku.


Aku kaget melihat dia bersikap lembut kepadaku padahal aku kira dia pria yang jutek dan memiliki wajah datar dan dingin, dia mengingatkan aku kepada Alvaro sebab wajahnya memang terlihat sedikit mirip dengan Alvaro apabila aku lihat lebih dekat.


Aku pun segera menjauh darinya dan menghentikan dia agar tidak mengelus kepalaku lagi.


"Kau harus menjaga jarak denganku dan jangan mengusap kepalaku seperti tadi, itu membuatku ingat dengan Alvaro sialan itu, terlebih jika dilihat lihat wajahmu juga sedikit mirip dengannya, aishh....atau mungkin kepalaku saja yang salah aku tidak bisa berhenti untuk tidak memikirkan orang bodoh itu" ucapku kesal sambil cemberut.


Veri hanya tersenyum dan diam-diam dia menatap ke belakang melihat Alvaro yang tersenyum kepadanya dari kejauhan, Veri pun segera mengajak Talita untuk segera kembali ke hotel karena ini sudah larut dan bukankah ini adalah hari dimana dia haru pulang.


"Talita ini sudah larut apakah kau tidak ingin pulang" ucap Beri mengingatkan.


Aku langsung kaget dan terperanjat berdiri, aku lupa Audy mengajakku kembali hari ini dan mungkin sekarang dia sudah menungguku di depan hotel dengan wajah marah dan kesal sebab aku belum kembali juga hingga selarut ini.


"Astaga...Veri aku lupa, aku meninggalkan Audy sendiri, aaaa dia akan marah padaku sampai jumpa Verii" ucapku sambil langsung berlari kencang meninggalkan pesisir pantai.


Aku berlari sekencang-kencangnya untuk sampai di hotel lebih cepat hingga sesampainya disana semua yang aku duga benar Audy menatapku dengan tajam dan wajah yang merah padam dengan membawa dua koper besar milikku dan miliknya.

__ADS_1


__ADS_2