Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Tertangkap


__ADS_3

"Apa lagi yang kalian tunggu, seret wanita itu keluar!" Bentak ayah Alvaro dengan urat di lehernya yang begitu terlihat saking marahnya,


Aku semakin merasa takut namun Alvaro langsung menghadang mereka semua dia berlari dengan menarik tanganku dan membawa aku keluar dari gedung itu, disana ada Audy dan kak Veri yang sudah menyiapkan mobil untuk kami hingga aku dan Alvaro langsung masuk ke dalam dan kak Veri langsung melakukannya dengan cepat.


"Kejar mereka!" Bentak ayah Alvaro sangat keras,


Dia juga ikut masuk ke dalam mobil dan mengejar mobil yang aku tumpangi dengan Alvaro, kami ber empat di dalam mobil terus saja merasa tegang sedangkan Alvaro terus menenangkan aku dan meyakinkan aku bahwa semuanya akan baik-baik saja, tapi aku tetap tidak bisa diam dan ibuku terus saja menelponku, aku tahu mungkin dia melihatku di televisi dan dia tengah mengkhawatirkanku saat ini.


"Ibu? Audy aku harus bagaimana ibuku terus menelponku apa yang harus aku lakukan dia pasti mengetahui semuanya" ucapku dengan kebingungan dan terus merasa sangat cemas,


"Tenang Talita, abaikan saja dulu untuk saat ini" ucap Audy kepadaku.


Aku mengangguk dan mengikuti sarannya meski aku sangat takut, hingga saat itu Audy menyuruh aku untuk berpindah mobil bersama Alvaro sedangkan dia akan mengelabui anak buah ayah Alvaro yang terus mengejar mereka tanpa henti.


"Alvaro bersiaplah kau tahu apa yang harus kau lakukan dari sini bukan?" Ucap kak Veri menatap Alvaro dengan serius.


Aku merasa disini hanya akulah yang paling bodoh dan tidak mengetahui apapun dari semua rencana mereka namun aku hanya bisa mengikutinya saja. Hingga tiba-tiba mobil berhenti dan Alvaro langsung menarikku membawa aku keluar dari sana, dan membawa aku masuk ke dalam sebuah gudang untuk bersembunyi kemudian mobil itu kembali melaju dengan cepat.


"E..ehh..Alvaro mau kemana meraka kenapa mereka pergi" ucapku dengan kebingungan,


"Diam Talita kita harus bersembunyi di sini dan membiarkan kakakku dan Audy memancing mereka pergi, ayo masuk sudah ada Argo di dalam sana yang akan membawa kita pergi dari tempat ini" ucap Alvaro kepadaku.


Aku langsung mengangguk patuh dan segera masuk ke dalam dan rupanya apanyang di katakan oleh Alvaro memang besar di dalam gudang yang besar itu ada Argo yang duduk bersandar di samping mobilnya dan dia segera membukakan pintu untuk aku dan Alvaro.


"Lama tidak bertemu Talita" ucap Argo tersenyum padaku.


Dan entah kenapa aku merasa senyuman itu pernah aku lihat sebelumnya dan sangat pamiliar sekali di mataku.

__ADS_1


Aku langsung masuk ke dalam karena Alvaro sudah menarikku, hingga kami pergi meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru dan aku mencemaskan Audy yang masih dalam pengejaran oleh anak buah ayahnya Alvaro yang sangat banyak itu.


"Alvaro bagaimana dengan keadaan Audy sekarang, apa dia akan baik-baik saja?" Tanyaku mencemaskannya,


"Kau bisa mempercayai kakakku, dia tidak akan membiarkan orang yang dia cintai terluka sedikitpun, begitu juga denganku" ujar Alvaro sambil menggenggam tanganku lagi dan lagi.


Aku hanya bisa menghembuskan nafas yang berat, kali ini genggaman tangan dari Alvaro juga tidak bisa mengobati rasa cemasku dan ibu terus saja menghubungiku hingga tiba-tiba saja terselip sebuah pesan dari Audy.


"Audy... Dia mengirimi aku pesan" ucapku sambil segera membuka pesan itu,


"Hati-hati Talita mereka mengetahui rencana kita kau juga sedang di ikuti oleh anak buah ayah Alvaro, perkiraan kita meleset" isi pesan singkat dari Audy.


Dan disaat aku baru saja selesai membaca pesan itu tiba-tiba saja dia mobil hitam langsung menghadang mobilku tepat di depan sebuah jembatan.


"Cekiitttt...." Suara rem yang di injak dengan kuat oleh Argo.


"Talita tetap lah tinggal di dalam atau jika kau melihat aku terdesak kaburlah secepatnya dari sini jangan biarkan mereka menangkapmu, apa kau mengerti!" Ucap Alvaro sambil menggenggam kedua tanganku dengan erat, lalu dia mengecup keningku sesaat.


"Aku mencintaimu Talita" kata terakhir dari Alvaro kemudian dia langsung keluar dengan Argo dan melawan para bodyguard ayahnya sendiri.


Aku tahu mereka akan kalah dan aku tidak tahu harus berbuat apa saat itu aku hanya langsung menerima panggilan dari ibuku dan ibu terus bertanya-tanya kepadaku dan mengkhawatirkan aku.


"Talita dimana kau sekarang cepat katakan pada ibu, cepat Talita!" Bentak ibuku sangat marah,


"Hiks...hiks...hiks...aku dalam bahaya saat ini Bu, tolong aku... Aku butuh bantuanmu" ucapku sambil menangis terisak.


Dan beberapa bodyguard itu sudah mendobrak pintu taxi hingga aku langsung keluar dan berusaha kabur dari mereka, aku melihat bagaimana Alvaro bertarung melawan mereka hingga dia babak belur begitu pulang dengan Argo yang terkulai lemah di tengah jalan.

__ADS_1


Aku sangat sakit melihat keadaan mereka yang seperti itu di tambah suara Fasya dari sebrang telpon yang terus menghubungiku dan berteriak keras kepadaku hingga salah satu bodyguard itu mengambil ponsel dari tanganku dengan cepat.


"Talita.... Jawab kami dimana kau, Talita!" Teriak Fasya yang terdengar olehku,


"Aku di tengah-tengah jembatan tinggi aku dalam bahaya aku mungkin akan mati, maafkan aku Fasya tolong jaga ibuku" ucapku sambil akhirnya ponselku di rampas oleh mereka dan mereka membanting ponselku dengan keras hingga rusak parah.


"Aaahhh ...ponselku" teriakku kaget.


Saat itu aku tengah berlari dari kejaran bodyguard tersebut aku sudah berusaha melarikan diri sekuat tenagaku meski aku berkali-kali terjatuh sambil menangis tanpa henti dengan mengenakan gaun pengantin yang sangat cantik itu hingga akhirnya aku tetap tertangkap karena jumlah mereka yang sangat banyak.


"Tidak....lepaskan! Lepaskan aku!" Bentakku berteriak dan berontak berusaha melepaskan diri.


Mereka menyeretku dan membawa aku kembali ke jembatan itu lalu mendorongku hingga aku jatuh dan berkumpul bersama dengan Alvaro juga Argo yang ada disana.


"Talita kenapa kau kembali, kau bodoh Talita!" Ucap Alvaro kepadaku,


"Alvaro aku memang bodoh....hiks...hiks...aku seharusnya tidak melakukan ini, hiks...hiks...kau terluka karena aku dan Argo juga" ucapku sambil terus menangis tiada henti.


Sedangkan ayah Alvaro bertepuk tangan dengan ria dan dia menatapku dengan tajam.


"Prok....prok....prok...." Suara tepukan tangan ayah Alvaro yang sangat kejam dan tidak memiliki hati nurani sedikitpun.


"Bagus....bagus sekali, ini adalah drama yang sangat mengesankan, anak yang tidak berguna dan wanita yang sialan, kalian sama-sama membuat Bisnisku hancur, untuk itu Alvaro kau harus menanggung hukuman yang berat atas kesalahan besarmu saat ini, bawa wanita itu ke pinggi jembatan!" Ucap ayah Alvaro memberikan perintah.


Hingga dia anak buahnya langsung menarikku dan membawa aku ke pinggir jembatan hingga membuat aku sangat takut dan panik karena melihat jembatan itu yang sangat tinggi dan di bawahnya air yang begitu deras.


"Lepska.... Aku mohon lepaskan aku" ucapku berusaha berontak namun mereka terlalu kuat untukku.

__ADS_1


__ADS_2