
Hari itu aku sungguh bersenang senang dengan Audy hingga lupa waktu, dan setelah puas bermain aku membantu Audy untuk mengemas barang barangnya lalu aku dan Audy pergi ke rumahku dan berpamitan pada kedua orangtuanya.
Aku memang mengajak Audy untuk menginap agar nanti bisa langsung berangkat tanpa harus saling menunggu satu sama lain, dan untunglah kedua orangtua Audy mengijinkannya aku pun sangat senang.
Saat malam tiba aku sungguh tidak bisa tidur memikirkan bagaimana perjalanan besok dan terus membayangkan keseruan yang akan terjadi besok.
"Talita ayo tidur kenapa kamu masih duduk di sana?" Tanya Audy mengajakku untuk istirahat,
"Audy aku tidak bisa tertidur, aku sangat tidak sabar menyambut hari esok meskipun aku agak cemas" jawabku dengan jujur.
Audy bangkit dari tempat tidur dan datang menghampiriku dia duduk tepat di sebelahku.
"Memangnya apa lagi yang kamu khawatirkan?" Tanya Audy sambil menatapku penasaran,
"Aku hanya kepikiran dengan Alvaro, semenjak libur semester aku tidak pernah melihat atau berhubungan dengan dia lagi, apa dia besok akan hadir juga?" Ucapku
mengutarakan kekhawatiran dalam diriku,
"Aishh....Talita kamu itu terlalu banyak berpikir, mau dia datang atau pun tidak apa urusannya denganmu?" Jawab Audy balik bertanya.
Sekilas apa yang dikatakan oleh Audy memang ada benarnya tapi aku sendiri juga bingung mengapa aku merasa cemas dan tidak enak hati ketika mengingat Alvaro, seperti ada hal yang mengganjal di lubuk hatiku tentang dia.
Aku diam termenung dan memikirkan semuanya sampai suara Audy mulai menyadarkanku.
"Lita.... Talitaaa kenapa kau malah termenung, ayo sudah cepat tidur kalau tidak bagaimana besok bisa bersenang senang" ucap Audy sambil menarikku ke dalam ranjang.
Kami tidur dengan lelap dan aku bangun terlambat karena semalam sulit tertidur, untunglah Audy sudah bangun lebih dulu dan sudah membereskan semua perlengkapan, saat aku bangun aku langsung di suruh Audy untuk membersihkan diri dan bersiap, aku pun segera menurutinya hingga tak lama kak Bara datang menjemput.
Aku sedikit gugup ketika bertemu kak Bara dan bingung harus menyapanya seperti apa ketika di hadapan Audy, sedang Audy bukannya menutupi kegugupanku dia justru malah menggodaku dengan menyenggol lenganku.
__ADS_1
"Cie....Talita cepat kau sambut pangeranmu itu aaaa aku sepertinya akan jadi nyamuk selama perjalanan" ucap Audy dengan senyum menggoda,
"Ishh ...Audy diam kau ini selalu saja membuatku sulit bersikap" jawabku dengan salah tingkah.
Kak Bara datang dan membantuku memasukkan semua barang ke dalam bagasi mobilnya lalu kami masuk ke dalam mobil dan kak Bara menghentikanku saat aku hendak duduk di kursi belakang bersama Audy.
"Eh...Talita kamu duduk di depan aku kan bukan supirmu dan Audy" ucap kak Bara yang membuatku bingung,
"Sudahlah Talita kak Bara benar kalian kan pasangan sudah sewajarnya duduk bersama di depan, anggap saja aku tidak ada oke" ucap Audy sambil memberikan kode oke dengan jarinya,
"Baiklah, maaf yah Audy aku tidak bermaksud" ucapku merasa tidak enak dengan Audy.
Aku berpindah duduk ke kursi depan bersampingan dengan kak Bara, nampak wajah kak Bara berubah ceria dan senyum lebar terukir dengan jelas di wajahnya.
"Kak..apa kamu harus se senang itu hanya karena aku duduk di sebelahmu?" Tanyaku karena merasa kak Bara terlalu berlebihan,
Aku refleks langsung menatap ke arah Audy dan Audy hanya menanggapi tatapanku dengan menaikkan kedua alisnya sedangkan aku hanya bisa kembali.duduk dengan lesu dan menatap ke depan dengan lurus.
"Sepertinya aku salah bertanya kali ini, aahhh lebih baik aku diam saja" gumamku dalam hati.
Perjalanan cukup lama karena jarak dari desa Simorangkir menuju Villa di luar kota cukup jauh, untuk sampai ke Villa itu kita bahkan melewati sebuah perkebunan teh yang terhampar luas dan asri, udara di sana begitu segar dan sejuk aku merasa sangat fresh ketika menghirup udaranya.
"Wahhh....kebun teh di sini luas sekali, udaranya juga sangat sejuk ini benar benar tempat wisata yang bagus untuk mendinginkan pikiran, iya kan Talita" ucap Audy sambil memandangi kebun teh yang kita lewati,
"Eummm...kamu benar ini luar biasa" jawabku menanggapi.
"Apa kamu mau berhenti sejenak di sini untuk melihat langsung kebun teh nya?" Tanya kak Bara menawarkan,
"Ahh...tidak perlu kak, sebaiknya kita terus melaju agar lebih cepat sampai ke tempat tujuan benarkan Audy, kamu juga pasti sudah lelah iya kan" ucapku memberikan kode pada Audy,
__ADS_1
"Ya..aku ikut terserahmu saja" jawab Audy yang benar benar tidak bisa diajak kompromi dengan isyarat.
Aku bukan tidak ingin tapi pasti akan sangat canggung jika berhenti dulu di sana, lagi pula teman teman yang lain sudah menunggu kedatanganku dan kak Bara tidak mungkin aku harus membuat mereka menunggu.
Sejak perjalanan melewati kebun teh tidak ada lagi percakapan diantara kak Bara aku dan Audy yang sudah tertidur dengan pulas, aku bahkan tidak mengerti bagaimana Audy bisa tertidur dalam suasana yang begitu canggung antara aku dan kak Bara, padahal sejak Mala dia yang pertama tidur dengan lelap tapi sekarang bahkan masih bisa sempat sempatnya tertidur lagi dan mengabaikanku.
"Ya ampun aku ingin segera sampai dan bertemu banyak orang, suasana canggung dan hening begini lebih menyeramkan untukku" gumamku dalam hati,
Selang beberapa saat akhirnya sebuah villa mewah dengan banyak tumbuhan indah di halamannya mulai terlihat, mobil yang aku tumpangi semakin melaju lebih dekat dan masuk ke dalam Villa tersebut, ku lihat di garasi sudah banyak kendaraan teman teman yang lain.
Aku segera membangunkan Audy dan menariknya agar cepat keluar dari mobil, dia tidak bisa membiarkanku menyapa teman teman kak Bara seorang diri, karena aku pasti akan mati kutu jika itu terjadi.
"Heyy...Audy...bangun.... Audy, cepat bangun kita sudah sampai kau ini tidur sepanjang jalan tapi masih sulit dibangunkan bagaimana sih" ucapku membangunkannya sambil menggerutu kesal.
"Hoammm...iya iya ini sudah bangun kok, cepat kamu keluar lebih dulu aku akan menyusul" jawab Audy yang baru tersadar dari mimpi panjangnya.
Aku merasa mulai lega dan keluar dari mobil juga membantu kak Bara menurunkan semua barang barang saat aku dan Audy selesai mengeluarkan semua barang aku lihat teman teman yang lain sudah berkumpul menyambut kedatanganku dan kak Bara nampak ada kak Nandito juga kak Vera di sana.
"Bara akhirnya kamu datang juga aku pikir kamu tidak jadi hadir" ucap kak Vera sambil berlari dan menggelayuti tangan kak Bara dengan manja,
Audy yang melihat itu dia langsung melepaskan tangan kak Vera yang memegangi tangan kak Bara dengan paksa.
"Eh eh...eh...tolong jaga jarak yah kak Vera sekarang kak Bara sudah punya pacar jadi tolong jaga sikapnya" ucap Audy dengan sinisnya.
Aku merasa sedikit malu dan tidak enak karena belum apa apa Audy sudah mau membongkar masalah hubunganku, aku sungguh bingung dan takut tapi mau bagaimana pun Audy tetap membongkarnya demi membelaku.
Kak Vera menyenggol Audy dengan kuat dan dia langsung membentak Audy begitu saja sambil mendorongnya menjauh dari kak Bara.
"Minggir kau!, Siapa yang berani merebut Bara dariku, Bara tolong jelaskan kalau ucapan dia itu bohong kan?" Ucap kak Vera seperti tidak terima,
__ADS_1