
Aku menonton latihan basket yang akan segera di mulai, di sampingku juga ada kak Nandito juga kak Vera yang turut menyaksikan permainan basket, pelatih sibuk berteriak memberikan instruksi kepada anak anak dan aku sangat kagum melihat keahlian kak Bara yang tidak kalah hebat dengan Alvaro meskipun aku tau cara Alvaro bermain basket tak ada bandingannya dengan anak anak tim basket lain termasuk dengan kak Bara sendiri.
Aku sangat antusias sampai berdiri dan berteriak heboh melihat kak Bara yang melempar bola basket masuk tepat ke dalam ring dengan poin ganda, begitu pula dengan kak Vera yang berjingkrak kegirangan, saat tengah asik melihat permainan basket tak sengaja aku lihat kak Vera yang memegang sepanduk dukungan untuk kak Bara dengan tulisan SEMANGAT MY LOVE BARA aku mendadak lesu dan tak bersemangat lagi menyaksikan latihan basket sampai aku yang melamun tak melihat bola menyasar dan hampir mengenai kepalaku.
"TALITA..... AWAS!!!" teriak kak Nandito dan tim basket lainnya,
Aku berbalik dan melihat bola basket sudah sangat dekat dengan wajahku hingga sulit untukku menghindar.
"Arkhhhh...." Teriakku kencang sambil menutupi wajah dengan kedua lenganku,
Bara dan Alvaro yang melihat Talita dalam bahaya mereka berlari untuk menyelamatkannya secepat mungkin, Alvaro dengan gesit menahan bola tersebut dengan tangannya sehingga bola itu tak sampai mengenai Talita namun tangannya menjadi sedikit merah dan lebab saking kencangnya menahan benturan dari bola tersebut tak terbayang jika sampai bola itu mengenai kepala Talita entah apa yang akan terjadi, sedangkan di sisi lain kak Bara justru menjadikan tubuhnya sebagai tameng dia berdiri dan merentangkan badannya tepat di depan Talita sementara di belakangnya sudah ada Alvaro yang menahan bola dengan mengorbankan tangannya.
Hal itu menjadika Talita berpikir kalau kak Bara yang telah menyelamatkan dia.
"Brukk..." Suara bola basket menghantam tangan Alvaro cukup keras,
Aku menutup mata dengan rapat sampai ketika aku membuka mata sudah ada kak Bara di hadapanku dia berdiri di hadapanku dan seakan menjadi tameng untuk melindungiku dari bola basket tadi, sehingga aku pikir kak Bara lah yang menyelamatkanku, nafasku menderu dan kakiku lemas kak Bara memapahku ke pinggir lapangan dan mendudukanku di kursi, ku lihat Alvaro yang berjalan menghampiriku sambil memegangi sebelah tangannya, aku menatap dia dengan heran.
"Talita apa kau baik baik saja?" Tanya kak Bara yang memalingkan pandanganku dari Alvaro,
"A..aku baik baik saja kak, bagaimana denganmu, apa bolanya mengenaimu?" jawabku dan bertanya balik, karena aku juga mencemaskan nya,
"Aku baik baik saja, kau tidak perlu mencemaskanku" jawab kak Bara,
__ADS_1
"Kak terimakasih sudah menyelamatkanmu" ucapku sambil tersenyum,
Di sisi lain Alvaro yang hendak menghampiri Talita karena dia masih merasa cemas dengan keadaannya mendengar ucapan itu dari Talita yang mengira Bara menyelamatkannya dia segera pergi meninggalkan lapangan begitu juga dengan tim basket yang beristirahat dahulu setelah kejadian tersebut.
"Talita sebenarnya...." Ucap kak Bara terhenti karena dia ditarik dengan paksa oleh kak Nandito begitu saja,
Merek berbisik bicara berdua di pojokan sedikit jauh dari tempatku duduk.
"Bara ini kesempatanmu untuk mengambil hati Talita, karena dia sendiri yang mengira kamu yang menolongnya maka jangan biarkan sampai dia tau jika Alvaro orang sebenarnya" bisik kak Nandito pada kak Bara,
"Tapi bagaimana jika nanti Talita tau aku membohonginya?" Tanya kak Bara merasa cemas,
"Dia akan memaafkanmu jika dia sudah mencintaimu nanti" balas Nandito dan menepuk pundak Bara untuk meyakinkannya.
"Kak tadi kamu mau bicara apa?" Tanyaku penasaran,
"Ah tidak ada aku masih harus berkumpul dengan yang lain sebaiknya kamu kembali ke kelas sudah waktunya pulang" jawab kak Bara yang membuatku semakin penasaran.
Namun karena aku mempercayainya aku tidak memikirkan semua itu terlalu jauh dan segera kembali ke kelas saat ku lihat lagi Alvaro sudah tak ada padahal setahuku tadi jelas sekali aku lihat Alvaro hendak berjalan menghampiriku dengan wajah yang cemas namun tiba tiba saja menghilang dari pandanganku.
"Apa tadi aku salah lihat yah?" Gumamku keheranan.
Aku pun segera pergi ke kelas dan saat aku lihat tas Alvaro sudah tidak ada di atas mejanya aku rasa dia sudah pulang lebih dulu aku pun memutuskan untuk pulang sampai saat di parkiran aku melihat Alvaro menaiki motornya aku berniat berlari mengejarnya tapi tanganku tertahan oleh kak Bara dan dia mengajakku untuk mengantar pulang, aku pun mengangguk karena melihat Alvaro juga sudah pergi jauh.
__ADS_1
Semenjak kejadian itu Aku menjadi jauh lebih dekat dengan kak Bara bahkan saat pulang sekolah hari itu kak Bara juga mengantarkan aku menuju tempat kerja dan dia menjemput ku saat pulang bekerja, saat pulang kerja aku juga sempat makan bersama dan banyak mengobrol satu sama lain dengan kak Bara, aku merasa senang karena bisa semakin dekat dengan orang yang aku cintai, namun terkadang ada yang berbeda dengan hatiku yang justru merasa ada yang beda saat dekat dengan kak Bara, hatiku tidak se gembira sebelumnya.
*****
Semenjak kejadian di lapangan, Alvaro seakan menghilang di telan bumi dia tidak bertemu dengan Alvaro lagi padahal tak dapat dipungkiri saat melihat Alvaro menghampirinya, Talita sangat berharap Alvaro mengkhawatirkan dia atau sekedar menanyakan keadaannya namun justru Alvaro entah pergi ke mana.
Hari perlombaan pun tiba, aku sudah bersiap siap pergi ke perlombaan itu dan aku juga sudah memiliki janji untuk pergi bersama kak Bara, entah kenapa sepanjang perjalanan aku merasa ada yang aneh dalam diriku sendiri.
"Kenapa aku merasa tidak senang padahal aku berada sangat dekat dengan orang yang kusukai" gumam ku merasa heran dengan diri sendiri,
Aku malah memikirkan semuanya dan berusaha menghempaskan semua pemikiran yang menggangu otakku.
Hingga setibanya di aula perlombaan dari jauh aku melihat Alvaro dan aku berlari menghampirinya berniat untuk menyapa dia dan menanyakan kabarnya karena kemarin aku tidak bertemu lagi dengannya saat kembali ke dalam kelas.
"All... Alvarooo..." Teriakku memanggilnya,
Aku jelas melihat Alvaro melihat ke arahku tapi dia justru malah memalingkan wajah begitu saja seakan tidak mau melihat wajahku dia pergi meninggalkanku aku pun berhenti mengejarnya dan perasaanku entah kenapa terasa sakit mendapatkan perlakuan seperti itu dari Alvaro.
"Kenapa aku merasa sakit bukankah seharusnya aku senang dia sekarang tidak mau dekat dekat denganku lagi, sekarang aku tidak perlu berdebat lagi dengannya" ucapku berbicara sendiri.
"Tapi kenapa dia tiba tiba seperti menjauh dariku, aneh" gumamku lagi yang masih merasa heran.
Aku melamun memikirkan semuanya sampai kak Bara memanggil ku dan mengajakku untuk ke pinggir lapangan, aku segera duduk di kursi khusus untuk penonton VIP dan aku bisa mendapatkan kursi paling depan juga berkat kartu yang diberikan kak Bara sebelumnya.
__ADS_1