
Aku berusaha mencari keberadaan Audy namun melihat villa tersebut yang cukup luas aku sepertinya tidak akan bisa menemukan sosok Audy seorang diri di tambah badanku yang masih terasa sangat lemas sehingga aku hanya bisa bertanya ke pada Alvaro saja, aku pergi menghampirinya ke dapur.
Sedangkan di sisi lain Audy yang barus saja terbangun dari tidurnya dia merasa jauh lebih baik karena sudah beristirahat yang cukup semalaman.
"Huaaaa.....tidur yang sangat nyenyak rasanya sekarang badanku terasa lebih vit" ucap Audy sambil bangkit terduduk.
Saat wajahnya berpaling melihat ke arah sofa Audy sangat kaget karena melihat ada seorang pria yang tertidur di sana dengan wajah tertutup selimut.
"Astaga, siapa pria itu kenapa bisa ada di dalam kamar ini?" Gerutu Audy dengan heran dan takut.
Audy langsung segera turun dari ranjang dan dia segera menghampiri pria tersebut secara perlahan lahan, dia berjalan mendekati sofa tersebut, sedikit demi sedikit dan Audy mulai mengambil salah satu minyak wangi miliknya sebagai senjata dan untuk berjaga jaga jika seandainya pria itu berbuat jahat dengannya.
"Aku harus langsung menyemprotnya jika pria itu macam macam, iya aku harus mendahuluinya" ucap Audy bersiap siap,
Audy kembali berjalan dan memegang minyak wanginya itu dengan erat, dia pelan pelan mulai mengulurkan lengannya dengan tangan yang gemetar ketakutan berniat untuk menarik selimut yang menutupi wajah pria misterius tersebut.
"Tenang ...tenang...., tenang Audy..." Ucap Audy berusaha menenangkan dirinya meski terus merasa was was.
Saat Audy tengah berusaha menggapai selimut yang menutupi wajah pria tersebut tiba tiba saja pria itu bangkit lebih dulu sambil mengangkat selimutnya tersebut secara tiba tiba sampai membuat Audy kaget dan jatuh terpeleset ke belakang.
"Arkhhhh......brukk" Teriak Audy kaget sambil jatuh ke belakang,
Argo yang saat itu baru saja bangun tidur dan tidak mengetahui apapun dia hanya menatap dengan mata yang terbuka lebar dan terasa linglung sendiri sampai saat dia melihat Audy jatuh terpeleset ke belakang dia langsung tertawa dengan puas dan lebar.
"Ahahaha... Sedang apa kau tiduran di lantai haha konyol sekali" ucap Argo tertawa puas,
__ADS_1
"Hah, Argo?. Ternyata itu kau aishhh dasar kau yah membuatku takut saja" bentak Audy dengan kesal dan segera bangkit berdiri sambil memegangi bok*ngnya yang terasa sakit.
Argo tidak tahan melihatnya dan dia tidak bisa berhenti tertawa sedari tadi, karena menurutnya kejadian tadi sangatlah lucu sampai mengocok perutnya itu.
Sedangkan Audy mulai merasa kesal sebab Argo tidak mau berhenti menertawakannya padahal ini sudah berlalu cukup lama, namun dia tetap tertawa terbahak bahak sampai akhirnya Audy membentaknya dengan keras.
"Aishhhh....ARGOO, BERHENTI MENERTAWAKANKU!" bentak Audy sangat keras dengan mata melotot dan kedua lengan di pinggang.
Argo sampai kaget saat mendengar bentakkan dari Audy yang hampir membuat gendang telinganya meledak.
"Heh, apa mulutmu itu terbuat dari pengeras suara kenapa suaramu keras sekali sih, sial" gerutu Argo kesal sambil mengusap telinganya yang terasa sakit,
"Biarkan saja bahkan harusnya kau menerima balasan seperti ini, bukkk" ucap Audy dan tiba tiba saja menonjok perut Argo cukup keras hingga dia meringis kesakitan,
"Aahhh....hey apa apaan kau ini" ucap Argo sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena baru saja di pukul oleh Audy.
"Heh, minggir kau untuk apa menghalangiku aku mau membersihkan diri, tidak mungkin kan kau mau ikut juga" bentak Audy dengan beraninya,
"A..apa?, Haha jangan mimpi kau siapa juga yang mau mengikutimu masuk ke dalam, aku hanya akan melarang kau karena ini adalah kamarku dan semua yang ada di sini milikku kau tidak di ijinkan untuk memakai apapun yang ada di sini, pergi kau keluar" ucap Argo mengusir Audy.
Audy yang masih belum sadar dan dia masih merasa bahwa kamar tersebut adalah kamar tamu dia langsung saja membalas membentak Argo dengan lebih keras dan balik mengusirnya.
"Hah, kau pikir aku bodoh, ini kamar tamu yang kau tunjukkan padaku untuk apa juga aku pergi harusnya kau yang pergi dari sini, dasar tidak tahu malu sudah tidur di kamar ini diam diam sekarang malah mau mengusirku" ucap Audy tanpa tahu apapun.
Argo tersenyum sinis dengan kesal dan dia merotasikan matanya sekejap sampai membuat Audy menatapnya heran dengan kedua alis yang dinaikkan bersamaan.
__ADS_1
"Apa maksud tatapan tadi?" Tanya Audy dengan kesal,
"Kau lihat baik baik kamar ini, ada banyak fotoku dan Alvaro apa kau masih berpikir ini adalah kamar tamu ha, bahkan di lemari itu banyak pakaianku masih bisa kau berkata ini kamar tamu iya?" Balas Argo dengan sinis.
Audy membuka matanya lebar dan dia langsung menatap ke sekeliling ruangan kamar tersebut yang memang ternyata di sana terdapat banyak foto Alvaro dan Argo yang terpajang di dinding sama seperti apa yang Argo katakan, melihat semua itu Audy seakan masih belum bisa mempercayainya.
Dia langsung berlari menuju lemari besar di sana dan segera memeriksa barang barang yang ada di dalamnya lagi lagi semua itu adalah milik Argo dan kini Audy benar benar merasa malu hingga dia tidak sanggup untuk menatap wajah Argo lagi.
"Aishhh kenapa bisa begini, perasaan tadi malam aku tidak melihat apapun di kamar ini ahhh bo*oh sekali" gumam Audy merasa kebingungan sendiri.
Cukup lama Audy berdiri di depan lemari yang baru saja selesai dia periksa sampai Argo mulai berbicara lagi padanya lebih dulu.
"Bagaiman, apa kau sudah sadar sekarang siapa sebenarnya yang tidur di kamar siapa ha?" Ucap Argo membuat Audy semakin merasa malu.
Audy mulai membalikkan badan dan memasang wajah yang canggung dengan senyum sedikit berharap Argo tidak memarahinya lagi dan bisa melupakan semua yang pernah dia ucapkan sebelumnya.
"Ehehe, aahh...iya aku kira ini ruang tamu, habisnya salah kau sendiri sih malah meninggalkanku begitu saja tadi malam makanya aku salah masuk kamar" ucap Audy beralasan karena tidak mau di salahkan,
"Heh, apa kau hilang ingatan atau menjadi bo*oh karena tidur seperti b*bi semalam?, Bagaimana bisa kau malah menyalahkanku di saat kau sendiri yang tidak mau untuk aku antarkan semalam dasar" ujar Argo mengungkapkan semuanya.
Audy benar benar di buat malu dengan kelakuannya sendiri namun walau begitu tetap saja dia tidak mau merasa salah apalagi mengakui kesalahannya secara langsung di depan Argo, gengsinya yang sangat tinggi membuat Audy sungguh tidak bisa melakukan hal itu dan dia malah memilih untuk tetap bertentangan dengan Argo meski harus menjadi perdebatan diantara mereka.
"Eu..eu...itu....aahhh intinya tetap saja salah kau, seharusnya meski aku menolak kau harus tahu itu hanya amarah sesaat dan kau harusnya tetap mengantarkan aku atau kalo tidak kau tidak usah mengataiku seperti tadi, itu membuatku kesal" balas Audy sambil mengerucutkan mulutnya kesal.
"Terserah apa kata kau, sekarang keluar dari kamarku, kamar tamu ada di sebrang kamar ini, tidak mungkin kau akan salah masuk kamar lagi kan" bentak Argo sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
__ADS_1
Audy sangat kesal dan nafasnya sudah tidak teratur dia langsung saja keluar dari sana dengan perasaan dongkol dan sangat kesal sambil membawa koper miliknya dan dia membanting pintu kamar Argo sangat keras sampai aku dan Alvaro yang tengah berada di dapur bisa mendengarnya.