
Suasana di dalam mobil pun telah berubah dan itu sangat menyenangkan hingga kami sampai di depan rumahku dan Alvaro segera pergi dari sana, aku juga segera masuk ke dalam rumah dan beristirahat.
Saat itu aku lupa tidak memeriksa ponselku karena sudah kehabisan daya batrai sejak lama sehingga aku hanya mengisi dayanya lalu segera beristirahat dengan segera, rasa lelah dan ngantuk sudah melanda tubuhku sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk aku tertidur dengan lelap secepatnya.
Waktu terus berlalu hari demi hari telah berganti setelah momen tersebut aku tidak pernah berhubungan lagi dengan Alvaro dia seperti menghilang di telan bumi entah ke mana dan tidak ada jejak sedikitpun.
Hanya ada kak Bara yang beberapa kali sering datang ke rumahku membawa beberapa hadiah dan makanan kesukaanku dia juga mengajakku berjalan jalan beberapa kali, dan aku juga bermain bersama Audy juga bertemu kedua orangtuaku.
Namun dari sekian banyaknya aktivitas yang aku lakukan entah kenapa aku kini merasa semuanya hampa, semua yang aku lakukan adalah kehampaan aku tidak merasa benar benar bahagia saat melakukan semua aktivitas itu.
Dan sebaliknya aku justru merasa bosan juga tidak bersemangat, rasanya ada hal yang hilang dari perasaanku dan aku terus memikirkan Alvaro, ini sudah selang beberapa hari bahkan lebih dari seminggu dia menghilang tanpa jejak, aku sudah mencoba menelponnya namun nomor itu ternyata sudah tidak aktif, sehingga aku tidak dapat menghubunginya lagi.
Aku juga sempat pergi bersama Audy ke tempat yang aku kira itu adalah rumah Alvaro yang selalu di tempati oleh Alvaro dan Argo namun sayangnya saat aku datang ke tempat itu, semuanya telah berubah bahkan sangat berubah dari terakhir kali aku datang ke tempat tersebut.
"Talita apa kamu tidak ngelantur, kamu yakin Alvaro akan tinggal di tempat seperti ini?" Tanya Audy meragukan aku,
"Aku yakin Audy, tidak mungkin aku lupa ini jelas rumah Alvaro dia itu kabur dari rumahnya dan hanya tinggal berdua di sini bersama Argo aku tahu jelas tentang itu, aku tidak mungkin lupa apalagi keliru" ucapku dengan penuh keyakinan,
"Tapi Talita tempat ini lebih mirip rumah hantu daripada rumah Alvaro" ungkap Audy yang membuatku lesu.
Apa yang dikatakan oleh Audy memang benar, kini rumah tempat kediaman Alvaro sebelumnya sudah sangat terbengkalai bahkan rumah itu justru sudah rusak parah dan seperti sudah tidak di tinggali selama bertahun tahun lamanya padahal sebelumnya aku masih sangat ingat mungkin hanya dua sampai tiga mingguan yang lalu saat aku pertama kali ke tempat itu untuk menyusul Alvaro agar dia datang ke acara lomba basket di sekolah.
Jika seandainya tempat itu sungguh pernah di tempati oleh seseorang tentu tidak akan serusah ini dan tidak akan sampai ada tumbuhan yang menutupinya dan membuat tempat ini sangat kacau juga berantakan.
Aku masih merasa bahwa aku tidak salah dan tempat ini masih membuat aku terbayangkan dengan sosok Alvaro yang pernah membawa aku masuk ke dalam rumah tersebut dan dia menggendongku ke dalam lalu mengobati luka di kakiku kala itu, aku pergi mendekati rumah itu dan terus memastikan semuanya sendiri meski pun Audy berteriak berusaha menghentikan aku.
__ADS_1
"Aku akan memastikan dan mendapatkan bukti bahwa ini sungguh rumah Alvaro yang pernah aku datangi sebelumnya" ucapku bertekad sangat kuat,
"Eh .....eh .....Talita, tunggu kau jangan ke sana sendirian itu bahaya, Talita...." Teriak Audy sambil berlari mengejar aku.
Saat di lihat dari dekat aku semakin yakin bahwa ada sesuatu yang janggal dengan tempat ini, memang di lihat dari sekitar tempat tersebut terlihat banyak sekali tanah dan kotoran hewan yang tidak tahu asalnya dari mana, lalu banyak juga tanaman tanaman terbengkalai di sana temboknya pun terlihat sangat rusak parah namun saat aku menyentuhnya aku sangat yakin bahwa tembuk itu sangat kokoh dan sepertinya di rusak belum lama ini.
Aku pun mengungkapkan semua kecurigaan itu kepada Audy karena aku sangat yakin semua ini hanyalah perbuatan seseorang, aku yakin ada yang dengan sengaja merusak tempat ini dan membuatnya seakan telah terbengkalai di makan usia.
"Audy lihat ini, cepat kemari..." Teriakku pada Audy.
Audy yang saat itu baru sampai dia segera menghampiri dengan nafas menderu dan aku langsung menarik lengannya lalu menempelkan lengannya pada tembok yang rusak itu agar dia bisa merasakannya secara langsung.
"Eh, Talita apa kamu berpikiran yang sama denganku?" Ucap Audy yang juga kaget saat mengetahuinya,
"Lihat itu juga, semuanya terlihat jelas bekas tempelan di lantai saja terlihat sangat baru aku yakin ada yang merusaknya dengan sengaja, jika memang rumah ini terbengkalai pasti tumbuhan itu akan tumbuh pada tanah yang di bangun oleh rumah ini dan teras rumah juga tidak ada seperti ini, dan lihat ke dalam sana semuanya masih cukup bersih, bukankah jika sudah di tinggalkan dalam waktu yang lama semuanya akan berdebu?" Ucapku mengatakan pada Audy,
"Kau benar, tapi jika ini memang rumah Alvaro dan semua ini dilakukan oleh seseorang lalu ke mana Alvaro sekarang?" Kata Audy dengan kebingungan.
Mataku langsung terbelalak karena aku langsung teringat dengan kejadian kejar kejaran di mana aku dan Alvaro pernah di hadang oleh beberapa orang tidak dikenal di jalanan, aku sungguh kaget dan mencurigai kejadian itu akan ada sangkut pautnya dengan menghilangnya Alvaro saat ini termasuk rusaknya rumah yang pernah dia tempati.
"Talita kenapa kau diam, apa kau tahu sesuatu?" Tanya Audy yang melihatku diam termenung dengan mata terbelalak sempurna,
Aku tidak bisa mengatakan semua kejadian itu pada Audy karena aku takut Audy akan terlibat alhasil aku menyembunyikan semuanya dan memendam semua itu seorang diri.
"Aahh...tidak ada, ayo kita pergi saja" ucapku pada Audy.
__ADS_1
Kami pun segera pergi dari tempat itu dan selama perjalanan aku semakin merasa cemas dengan keadaan Alvaro apalagi setelah mengetahui semuanya, dia pergi menghilang secara tiba tiba dan tidak ada satu petunjuk pun yang dia tinggalkan untukku.
Padahal aku kira sebelumnya dia menyukaiku, tapi rupanya aku saja yang terlalu berharap lebih dengannya, dan aku tahu aku salah jika berharap Alvaro menyukaiku karena aku masih menjadi kekasih kak Bara, aku berusaha kembali fokus dan menyembunyikan ke khawatiran ku kepada Alvaro karena saat itu masih ada Audy di sampingku.
Hingga aku sudah mengantarkan Audy pulang dan aku kembali ke rumah lalu melihat kak Bara yang sudah berdiri di depan rumahku dengan membawa sebuah buket bunga yang berukuran cukup besar.
"Talita kau baru pulang, ini untukmu aku sangat mencintaimu" ucap kak Bara sambil memberikan buket bunga itu kepadaku.
Aku tersenyum membalasnya dan menerima buket bunga itu namun aku tidak merasakan apapun sama sekali saat bersama dengan kak Bara.
"Talita apa kamu tidak enak badan, wajahmu terlihat lesu dan agak pucat" ucap kak Bara yang nampak mengkhawatirkan aku,
"Aku baik baik saja hanya kurang tidur beberapa hari belakangan ini, kak ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucapku pada kak Bara.
Saat itu aku berniat untuk mengakhiri hubunganku dengan kak Bara karena aku sadar aku hanya mengagumi dia bukan mencintainya, kak Bara tidak lebih sebagai idola untukku dia motivator yang baik untukku tapi aku tidak merasakan kebahagiaan yang sama ketika aku tengah bersama Alvaro, meski dia sangat menyebalkan namun dia berbeda.
Tapi di saat aku hendak mengutarakan kegundahan hatiku ini, kak Bara tiba tiba saja malah memelukku lebih dulu dan dia mengatakan kalimat yang membuatku tidak bisa memutuskan hubungan dengannya saat itu.
"Talita aku sangat menyayangimu, aku tahu kau pasti kesal karena aku yang tidak peka padamu sebelumnya, dan aku meminta maaf kepadamu atas kesalahanku yang membuatmu harus pulang sendiri di acara liburan kita beberapa minggu lalu, aku sungguh menyesal Talita dan tolong jangan tinggalkan aku, aku baru saja kehilangan ibuku aku tidak ingin kehilangan orang yang sangat aku cintai di hari yang sama" ucap kak Bara membuat mengurungkan niatku untuk memutuskan hubungan dengannya.
Saat itu aku juga sempat merasa bingung mengapa Kaka Bara seperti mengetahui bahwa aku akan memutuskan hubungan dengannya, tapi semua itu tidak penting sekarang Alvaro juga sudah pergi entah ke mana, aku juga tidak bisa menyakiti kak Bara tanpa alasan yang jelas.
"Aku tidak akan meninggalkanmu kak, aku juga menyayangimu" balasku padanya namun aku tidak membalas pelukannya.
Mungkin bibirku bisa berbohong tapi tidak dengan hati dan ragaku.
__ADS_1