Terbelenggu Dua Rasa

Terbelenggu Dua Rasa
Di periksa


__ADS_3

Dan seseorang menghampiriku lalu mulai mengangkat tubuhku, aku tidak bisa melakukan apapun karena telah kehilangan seluhur kesadaranku saat itu.


Bahkan aku tidak bisa mengenali siapa sebenarnya orang yang menggendongku saat itu, semuanya langsung berubah gelap dan aku tidak tahu apa yang terjadi setelahnya, hanya saja setelah seseorang itu menggendongku, rasa hangat menerpa tubuhku sehingga membuatku lebih nyaman dan tenang.


Kehangat itu sangat aku nikmati dan baru pertama kalinya aku rasakan.


Di sisi lain Audy sangat senang ketika melihat Alvaro tiba dengan beberapa anak buahnya termasuk Argo yang memapah dia segera masuk ke dalam mobil.


Audy masih saja mengkhawatirkan Talita meski mereka sudah berada di dalam mobil dengan aman, dia bahkan tidak bisa berhenti menangis sambil terus mengusap air mata yang terus jatuh membasahi seluruh wajahnya.


Argo yang mulai merasa risih karena Audy tidak mau berhenti menangis dia pun segera memperingati Audy agar tidak membuat Alvaro semakin panik dan marah karena jika itu terjadi bisa saja Audy ikut terkena semprotan amarah dari Alvaro yang sering membludak tak kenal kepada siapapun itu.


"Hiks...hiks...hiks, Talita bangun aku mohon cepatlah bangun kenapa kau seperti ini, maafkan aku Talita" ucap Audy yang terus menangis.


"Heh, sudah berhentilah menangis kau seperti itu juga tidak akan bisa merubah temanku, kau justru membuat Alvaro dan aku semakin panik, diamlah kita akan sampai di villa Alvaro sebentar lagi" ujar Argo yang membuat Audy langsung terdiam.


"I...iya aku tahu" balas Audy yang masih berusaha menahan tangisannya.


Audy mendengarkan ucapan dari Argo karena dia mengerti apa yang dikatakan oleh Argo memang ada benarnya, dan seharusnya dia bisa bersikap lebih tenang agar bisa membantu Talita dan memberika solusi terbaik dalam masalah ini.


Meski pun dia masih terisak dan merasa sangat cemas namun kini Audy sudah lebih tenang dari sebelumnya dan dia mengikuti Alvaro yang segera membawa Talita masuk ke dalam kamarnya, Argo juga sudah menelpon dokter pribadi keluarga Alvaro untuk datang ke tempat itu.


Beberapa saat kemudian akhirnya dokter yang mereka tunggu tunggu tiba juga, Alvaro langsung menyuruh dokter tersebut memeriksanya dan bahkan membentak sang dokter sampai mengeluarkan ancaman.


"Dok cepat periksa dia dan pastikan kau merawatnya dengan baik, jika terjadi sesuatu padanya kau akan aku pecat!" Ancam Alvaro dengan sorot mata yang tajam.


Dokter itu sampai bergidik ngeri mendengar ancaman dari Alvaro dan itu membuat sang dokter memeriksa Talita dengan perlahan serta sangat hati hati karena dia masih takut dengan ancaman yang di berikan putra majikannya tersebut.

__ADS_1


Setelah dokter selesai memeriksa dan baru saja keluar dari kamar, Alvaro dan Audy adalah orang yang paling panik dan paling mencemaskan keadaan Talita, mereka langsung bangkit dan menghampiri dokter dengan segera lalu melontarkan pertanyaan yang sama secara bersamaan, sampai membuat Argo terperangah karena merasa heran.


"Dok bagaimana keadaannya?" Tanya Audy dan Alvaro secara bersamaan.


Bukan hanya Argo yang terperangah karena mereka berdua yang berbicara sangat kompak namun dokter juga sampai menahan tawa saat mendengarnya.


"Tenang saja tuan muda, nona teman kalian baik baik saja walaupun dia sempat terkena serangan hipotermia namun kalian membawanya ke mari teman waktu sehingga serangan itu tidak parah dan dapat segera di tekan, kini hanya perlu menjaga suhu badannya agar tetap hangat" ujar dokter menjelaskan.


Audy dan Alvaro akhirnya bisa bernafas lega setelah mengkhawatirkan keadaan Talita sedari tadi, setelah selesai memeriksa dan mengobati Talita dokter pun langsung berpamitan pergi karena masih banyak pekerjaan yang harus beliau kerjakan tentunya.


Dan setelah kepergian sang dokter Alvaro menyuruh Argo untuk mengantarkan Audy menuju kamar tamu sebab saat itu sudah larut malah dan Alvaro paham Audy juga pasti butuh istirahat karena dia juga sama tersesat dengan Talita.


"Audy aku tahu kau juga pasti lelah sebaiknya kau istirahat saja biar aku yang menjaga Talita" ucap Alvaro menyuruh Audy untuk istirahat,


"Tidak aku ingin menjaga Talita di sini dan biarkan aku tidur bersamanya saja" balas Audy yang menolak,


Sedangkan Alvaro hanya merasa kasihan pada Audy sebab dia juga sama sama tersesat dan membutuhkan istirahat yang sama dengan Talita, sehingga Alvaro terus memaksa Audy agar beristirahat karena itu semua juga demi kebaikan Audy juga.


"Heh, jangan keras kepala kau, aku memintamu pergi beristirahat juga demi dirimu sendiri, apa kau tidak kasihan melihat sahabatmu terkulai lemas tak berdaya seperti ini ha?, Kalau kau keras kepala seperti itu lalu kau ikut sakit, lalu siapa yang akan merawat dan menjaga sahabatmu itu, tidak mungkin aku kan, aku ini kan pria jelas tidak akan bisa merawat dia sepenuhnya" ucap Alvaro menjelaskan kepada Audy.


Cukup lama Audy terdiam karena dia memikirkan apa yang diucapkan oleh Alvaro, sampai akhirnya hatinya luluh juga.


"Baiklah aku akan istirahat, tapi awas saja kalau kau berani melakukan hal macam macam dengan sahabatku, aku akan mencekik lehermu itu!" Bentak Audy memperingati Alvaro dengan tatapan mata yang tajam dan sinis,


"Aishh, kau tidak mempercayaiku, benar benar tidak tahu terimakasih. Sudah sana ikuti Argo dia akan menunjukkan kamar untukmu" balas Alvaro menyuruh Audy agar segera pergi.


Alvaro sangat kesal karena bisa bisanya Audy mencurigai dia seperti itu padahal dia hanya ingin menjaga Talita tidak lebih dari itu dan menyuruh Audy pergi juga demi Talita, tadinya Alvaro ingin marah dan membentak Audy lebih keras agar memberinya sebuah peringatan juga namun mengingat Audy adalah sahabat yang sangat dekat dengan Talita, Alvaro pun berusaha menahan emosi di dalam dirinya.

__ADS_1


Dan dia memilih untuk segera menjauhkan Audy dari hadapan dirinya, Argo juga sadar bahwa Alvaro tengah menahan emosi sehingga dengan cepat Argo menarik lengan Audy dan membawanya keluar dari kamar tersebut.


"Sudah aku ikut aku saja" ucap Argo sambil menarik lengan Audy dengan paksa.


Jelas Audy tidak terima dengan perlakuan tersebut dan saat keluar dari kamar Audy langsung menghempaskan lengan Argo yang menggenggam lengannya tadi.


"Eughh, lepaskan tanganku. Dengar yah kau tidak perlu menarikku seperti tadi karena aku bisa pergi sendiri!" Bentak Audy merasa kesal,


"Ya sudah, pergi saja sana" ucap Argo dengan wajah datarnya.


Audy membelalakkan matanya sempurna dia pikir Argo tidak akan menjawabnya seperti itu karena Alvaro sudah menyuruh dia untuk mengantarnya ke kamar tapi nyatanya dugaannya salah Argo benar benar pergi meninggalkan dia dan Audy tidak bisa tetap diam saat melihat Argo perlahan semakin menjauh dari tempat itu.


"Aishh....benar benar pria itu!" Gerutu Audy kesal.


Audy yang memiliki gengsi sangat tinggi jelas dia tidak mungkin mengejar Argo dan memintanya untuk kembali lalu mengantarkan dia menuju kamar tamu, alhasil Audy pergi sendiri mencari letak kamar tamu di villa tersebut yang cukup luas.


Saat berjalan Audy melihat sebuah kamar yang tak jauh dari letak kamar Alvaro sebelumnya di mana Talita berada, karena kamar itu terlihat sederhana Audy pikir itu kamar tamu untuknya dan dia langsung masuk ke dalam kamar tersebut tanpa rasa ragu sedikitpun.


"Ahh ini pasti kamarnya, pintunya saja tidak di kunci" ucap Audy semakin yakin.


Dia masuk ke dalam dan segera membersihkan diri lalu bersiap untuk tidur, karena tubuhnya sudah sangat lelah seharian ini berjalan dan melewati serangkaian peristiwa yang menguras energi serta pikirannya, Audy pun bisa tertidur dengan nyenyak secepatnya.


Dia sudah tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi Talita sebab Talita sudah mendapatkan pertolongan yang tepat dari seorang dokter, dia tertidur dengan nyaman di tempat itu sampai tak lama Argo datang dan dia masuk ke kamar yang sama.


Saat masuk ke dalam kamar Argo sangat kaget ketika melihat Audy tengah berbaring di ranjang miliknya dengan begitu nyaman.


"Ehh, apa apaan ini kenapa dia malah tidur di kamarku, aishhh" gerutu Argo merasa kesal.

__ADS_1


__ADS_2