
Aku menelpon Alvaro dan dia langsung mengangkatnya dengan cepat, aku begitu senang saat bisa mendengar suara Alvaro dari sebrang sana meskipun nada bicaranya begitu datar dan dingin.
"Ahh...Alvaro untunglah kamu menjawab telponku, tolong aku Alvaro..." Ucapku segera meminta tolong,
"Ada apa?" Jawab Alvaro dingin,
"Alvaro apa kau masih berada di Villa kak Bara?, Aku tau tadi kau sempat datang ke sana tolong aku Alvaro, aku tersesat aku tidak tau sekarang di mana tolong datang ke sini sebelum malam" ucapku meminta tolong dengan cepat,
"Hah...kau tersesat?, Hahaha....jangan bercanda Talita aku tau kau sudah berpacaran dengan si Bara sialan itu kan, kalian juga liburan bersama ke Villa keluarganya untuk apa kau meminta bantuan padaku?" Jawab Alvaro begitu sinis.
Aku bingung harus bagaimana lagi memberitahu pada Alvaro bahwa aku saat itu sungguh tersesat dan kini hari sudah mulai gelap, di tambah Audy yang berada di sampingku terus mendesakku dengan memberikan kode lewat ekspresi wajahnya.
Aku pun terus berusaha untuk berbicara dan meyakinkan Alvaro lagi untuk ke sekian kalinya dan berharap dia bisa mempercayai ucapanku.
"Alvaro aku sungguh tersesat dan sekarang sudah hampir gelap, kalau kau tidak kemari menemukanku aku mungkin akan mati ketakutan dan jika aku tidak selamat semua ini tanggung jawabmu karena kau tidak mempercayai ucapanku" ujar ku meyakinkan dia.
Audy menunjukkan kedua jempol lengannya dengan tersenyum kepadaku karena dia merasa senang dengan apa yang aku ucapkan pada Alvaro, lalu tiba tiba saja Audy merampas ponsel dari tanganku dan dia berteriak seperti ketakutan sampai akhirnya menutup telpon tersebut.
"Arkhhh...." Teriak Audy dengan ekspresi wajah yang membingungkan.
Aku kaget dan tidak mengerti dengan apa yang sudah Audy lakukan dan aku langsung menanyakannya kepada dia dengan nada yang agak membentak.
"Audy apa yang kau lakukan, kenapa kau menutup panggilannya seperti itu, Alvaro pasti akan mencemaskanku" bentakku dan aku baru sadar dengan apa yang dilakukan oleh Audy sebenarnya.
__ADS_1
"Ahhh....Audy apa jangan jangan kau melakukannya agar Alvaro bergegas mencari kita ya?" Tanyaku memastikan.
Audy pun mengangguk sambil tersenyum licik dan aku terperang masih merasa tidak menyangka ternyata Audy bisa memiliki ide sekonyol namun mungkin dengan idenya tersebut itu akan membuat aku dan dia diselamatkan lebih cepat.
"Ahaha...Audy kau sangat cerdas" ujarku sambil memeluknya dengan erat dan merasa bahagia.
"Aaaa... Talita lepaskan tanganmu dari tubuhku, aishh aku akan mati kehilangan nafas jika seerat ini" teriak Audy sambil menepuk lenganku dengan keras beberapa kali.
Aku pun segera melepaskan pelukan pada Audy dan tersenyum merasa senang dengan ide yang Audy lakukan barusan.
Kami berdua pun bisa sedikit merasa senang dan tenang karena Alvaro sudah mengirimiku pesan bahwa dia akan segera bergegas mencari keberadaanku sesuai dengan lokasi dari ponselku.
"Talita aku akan mencarimu tetaplah berada di posisimu saat ini dan aku akan segera tiba" isi pesan terakhir dari Alvaro.
Waktu terus berlalu dan kini matahari sudah hampir tenggelam seluruhnya, aku sangat takut berada di luar rumah saat hari sudah gelap seperti ini begitu pula dengan Audy, kami berdua saling berpegangan tangan satu sama lain karena merasa ketakutan dan saling menguatkan diri.
Aku kembali memeriksa ponselku dan mencoba untuk menghubungi Alvaro namun sayangnya batrai ponselku tidak kuat dan malah mati sebelum aku sempat melakukan panggilan telpon pada Alvaro, saat itu aku mulai kembali merasa parno dan ketakutan.
Suara derik hewan seperti jangkrik dan kodok terdengar begitu nyaring di telinga kami, aku tidak bisa merasa tenang apalagi ketika melihat ke segala arah yang begitu gelap gulita, di mana tidak ada satu peneranganpun yang ada di sana, saat itu aku sangat berharap Alvaro datang menyelamatkanku karena hanya dia yang bisa aku andalkan saat ini.
"Talita kamu terasa sangat dingin, apa kamu baik baik saja?" Tanya Audy dengan suara yang mencemaskanku.
Aku memang tidak tahan dengan dingin sedangkan saat ini, aku hanya mengenakan pakaian seadanya celana pendek selutut dan kaus di atas sikut, aku sangat kedinginan namun tak bisa membuka koperku di saat seperti ini, sebab tidak ada sedikitpun penerangan yang bisa kami gunakan saat itu.
__ADS_1
Perlahan lahan aku mulai merasakan rasa dingin yang menusuk begitu tajam ke dalam tubuhku sampai rasanya merobek tulangku dengan halus dan menyakitkan, aku berusaha menghangatkan diri dengan memeluk diriku sendiri seerat yang aku bisa, sakit sangat dinginnya aku bahkan tidak bisa fokus saat itu dan tidak memahami apa yang dikatakan oleh Audy kepadaku.
Saat itu aku hanya bisa melihat wajah Audy yang begitu panik dan dia sibuk menggosok lengan juga kakiku agar aku tetap memiliki suhu tubuh yang normal.
"Talita aku mohon bertahanlah aku akan membuatmu tetap hangat, tolong jangan seperti ini Talita hiks...hiks..." Ucap Audy yang sangat mengkhawatirkannya.
Audy sangat tidak tega melihat kondisi Talita yang sudah menggigil dan suhu badannya yang semakin dingin bahkan lebih terasa seperti baru keluar dari kulkas atau lemari pendingin lainnya, Audy sudah frustasi dan sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk menjaga suhu tubuh Talita agar tetap hangat.
Namun sayangnya karena suasana di sana jauh lebih dingin semua usaha yang dilakukan oleh Audy rasanya tidak memiliki efek samping apapun untuk Talita sehingga dia langsung memeluk Talita dengan erat sambil terus menggosok tubuh Talita sekuat tenaga berharap Talita bisa tetap bertahan lebih lama.
"Talita aku mohon tetaplah hangat aku sudah memelukmu dengan erat kau harus bertahan, aku yakin Alvaro akan segera menjemput kita...hiks..hiks...Talita...." Ucap Audy yang sudah tak karuan.
Perasaan Audy sudah campur aduk tak karuan dia menangis terisak tanpa henti karena tidak bisa melakukan apapun untuk menjaga dan melindungiku di saat seperti ini, aku sebenarnya ingin berbicara dan menenangkan Audy yang tengah menangis histeris sambil memelukku dengan erat.
Tapi sayangnya tenaga di dalam diriku sudah hampir habis bahkan rasanya aku hampir kehilangan kesadaran di dalam diriku, mataku mulai tak bisa melihat dengan jelas dan perlahan sedikit kabur hingga dari setengah kesadaran itu remang remang aku melihat cahayang yang cukup besar sampai rasanya menyilaukan mataku.
Dan seseorang menghampiriku lalu mulai mengangkat tubuhku, aku tidak bisa melakukan apapun karena telah kehilangan seluhur kesadaranku saat itu.
Bahkan aku tidak bisa mengenali siapa sebenarnya orang yang menggendongku saat itu, semuanya langsung berubah gelap dan aku tidak tahu apa yang terjadi setelahnya, hanya saja setelah seseorang itu menggendongku, rasa hangat menerpa tubuhku sehingga membuatku lebih nyaman dan tenang.
Kehangat itu sangat aku nikmati dan baru pertama kalinya aku rasakan.
Di sisi lain Audy sangat senang ketika melihat Alvaro tiba dengan beberapa anak buahnya termasuk Argo yang memapah dia segera masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Audy masih saja mengkhawatirkan Talita meski mereka sudah berada di dalam mobil dengan aman, dia bahkan tidak bisa berhenti menangis sambil terus mengusap air mata yang terus jatuh membasahi sekujur wajahnya.