
Aku gagal dan kembali kehilangan jejak pria misterius itu, aku pun hanya bisa menggerutu kesal sambil berjalan kembali masuk ke apartemenku dengan lesu.
"Aaahhh...sayang sekali padahal hanya sedikit lagi, aku bisa melihat wajahnya, tapi jika dilihat dari bentuk tubuhnya dan cara dia berjalan kenapa aku merasa bahwa dia tidak asing bagiku yah?" Gerutuku memikirkan.
Tiba-tiba saja aku teringat dengan orang lama yang pernah mengikutiku saat aku pertama kali masuk ke SMA tersebut.
"Aahhh....iya pakaiannya itu sama persis dengan pria yang menguntitku sebelumnya dan hoodie.....itu juga sama dengan pria yang pernah memberikan obat mag kepadaku saat di dalam bus, aaahhh itu benar itu pasti dia, tapi apa mereka benar-benar orang yang sama?" Ucapku kembali ingat namun masih merasa ragu.
Aku ingat dengan pria yang bersamaku di bus tapi itu sudah sangat lama sekali dan aku juga merasa sedikit ragu jika mereka benar orang yang sama, karena ini sudah berlalu begitu lama, ku pikir untuk apa juga orang tersebut terus memperhatikan aku dari kejauhan.
Aku hanya takut dia juga bukan orang baik nantinya, aku takut jika dia ingin berbuat jahat juga kepadaku, aku pusing terus memikirkan tentang orang misterius tersebut.
Hingga aku lebih memilih untuk mengisi formulir pendaftaran ke universitas selagi menunggu hari kelulusanku aku hanya menghabiskan waktu bersama Audy, kita pergi jalan-jalan dan berlibur bersama hanya berdua saja, aku juga tidak lupa untuk pergi ke pantai bersama Audy.
Beberapa hari telah berlalu dengan cepat dan ini sudah hari ke tiga aku liburan dengan Audy, untuk hari ini kami berdua memutuskan untuk pergi ke pantai yang berbeda dan Audy justru malah mengajakku ke pantai yang pernah aku datangi bersama Alvaro untuk terakhir kalinya.
"Audy apa ini pantai yang kau bilang sangat indah dan selalu kau dambakan untuk bisa datang kesini denganku?" Tanyaku pada Audy saat kami baru saja sampai di hotel yang menghadap ke pantai secara langsung,
"Yap, benar sekali ini yang aku inginkan sedari dulu, aku selalu ingin membawamu kemari Talita karena aku tahu kamu tidak pernah pergi ke pantai bukan makanya aku membawamu kemari bagaimana apa kamu suka?" Ucap Audy begitu antusias.
Ini hanya beberapa bulan setelah terakhir kali aku duduk di tepi pantai bersama Alvaro dan menatap ke atas langit, rasanya aku masih mengingat semua kenangan kami berdua dengan jelas di memori otakku. Meski sudah berlalu cukup lama aku masih tidak bisa melupakannya, dan tanpa aku sadari semenjak ujian terakhir aku memang tidak pernah bertemu atau berkomunikasi lagi dengan Alvaro.
Aku merasa sedih dan hampa sampai Audy langsung merangkulku dan berusaha menghiburku.
"Talita ayolah ini sudah berapa lama apa kau masih belum bisa melupakan Alvaro?" Ucap Audy bertanya,
"Ahaha....tidak siapa bilang aku tidak bisa melupakannya aku hanya terharu melihat pemandangan yang begitu indah, ayo kita berenang ke pantai" ucapku langsung mengalihkan pembicaraan.
Aku tidak mau terus terperangkap dalam perasaan sedih seperti ini, aku tidak tahu Alvaro akan melanjutkan sekolahnya kemana dan akan menjadi apa dia suatu saat nanti, untuk saat ini aku hanya ingin bersenang-senang dan melupakan semua tentangnya.
"Oke, Talita lupakan masalah pria itu, kamu harus bersenang-senang hari ini" ucapku menyemangati diriku sendiri.
Aku sudah berganti pakaian memakai pakaian renang begitu pula dengan Audy dan kami berdua segera pergi ke pantai dengan memakai kacamata hitam lalu membawa sebuah kain untuk kami gunakan berjemur nanti.
Aku sangat menikmati pantai yang indah ini dan bisa berjemur disana sangat menyenangkan, aku terus merebahkan tubuhku dibawah sinar matahari yang tidak terlalu terik aku membiarkan tubuhku menjadi kecoklatan karena panasnya sinar matahari di pantai.
"Talita ini sangat menenangkan apa kau mau menggunakan krim milikku ini rasanya enak loh" ucap Audy sambil memberikan sebuah krim tabir surya kepadaku.
Aku mengambilnya dan kemudian langsung mencobanya saat itu juga, lalu setelah selesai menggunakannya aku berniat untuk segera berenang ke pantai dan Audy mengikutiku saat aku berlari karena bercanda dengan Audy, kakiku tidak sengaja menyandung kaki seorang pria yang juga tengah berjemur di pantai tersebut.
"Eehh...brukk...aduhh" ucapku tersungkur pada pasir pantai yang panas,
Audy kaget melihatku jatuh tersungkur dan segera berlari ke arahku lalu membantuku untuk bangkit.
"Talita apa kamu baik-baik saja?" Tanya Audy mencemaskanku.
Aku mengangguk mengatakan bahwa aku tidak terluka, tapi seseorang bangkit berdiri di samping Audy dan dia adalah pria yang kakinya aku sandung barusan, karena merasa tidak enak aku langsung meminta maaf kepadanya namun dia justru malah terlihat mengkhawatirkanku.
"Ehh....maaf maaf aku tadi tidak sengaja menyandung kakimu" ucapku meminta maaf,
"Tidak masalah bagaimana denganmu apa kau baik-baik saja?" Tanya darinya sambil memperhatikan lututku.
__ADS_1
"Aku baik-baik tidak perlu mencemaskanku, kalo begitu aku pergi maaf yah" ucapku berniat untuk pergi.
Tapi pria itu malah menahan lenganku dan membuat aku juga Audy merasa kaget dibuatnya, ku pikir dia akan berbuat jahat padaku namun ternyata dia mengenalku.
"Bukankah kau gadis yang di taman hiburan beberapa tahun lalu yah?" Tanya pria itu kepadaku.
Aku mengerutkan kedua alisku bersamaan dan saling tatap bersama Audy karena aku merasa heran dan tidak mengerti dengan apa yang diucapkan pria itu terhadapku, sampai akhirnya aku mengingat sesuatu tentang dia.
"Aaahhh ..kau...ternyata kau pria tampan yang menolongku waktu itu yah" ucapku dengan membelalakkan mata dan merasa tidak menyangka bisa bertemu dengannya lagi.
Aku menutup mulutku yang terbuka lebar dan Audy bertanya kepadaku karena dia mungkin merasa heran kenapa aku mengenali pria asing tersebut. Aku justru malah keceplosan mengatakan pria itu tampan, sungguh mulutku ini memang tidak bisa di jaga dengan baik.
"Talita kau mengenalnya?" Tanya Audy padaku,
"Iya dia pria yang menolongku saat aku mabuk karena naik bianglala bersamamu saat di taman hiburan waktu itu, apa kau ingat?" Balasku menjawab Audy.
Audy nampaknya tidak ingat dan dia hanya tahu bahwa saat itu aku tersesat padahal aku pingsan dan justru malah dirawat oleh pria asing yang tampan dan pria itu adalah pria yang kini berada di hadapanku, dia masih belum berubah dan masih terlihat tampan juga gagah sama seperti tiga tahun yang lalu.
Aku langsung merasa gugup dan bingung harus berkata apa kepada pria itu tapi tiba-tiba saja pria itu mengajakku untuk bergabung dengannya.
"Baguslah jika kau tidak benar-benar melupakanku karena aku sendiri juga masih mengingatmu, kau disini sedang berlibur ya" ucapku dan langsung ku balas dengan anggukan.
"Kalau begitu kenapa tidak bergabung denganku juga aku juga berlibur dengan adikku" ucap pria tersebut menawarkan.
Aku tadinya ingin menolak tawaran dari pria itu meski aku mengenalnya namun itu hanya satu kali dan bahkan dulu dia sangat jutek kepadaku aku juga masih belum tahu namanya sampai saat ini, hanya mengenal wajahnya saja tidak bisa diartikan bahwa aku mengenalnya dengan baik bukan, makanya aku berniat untuk menolaknya tapi Audy justru malam menerima ajakan dari pria itu begitu saja.
"Aahh..maaf kak sepertinya...." Ucapku tidak sampai karena Audy tiba-tiba saja menyerobot ucapanku.
"Ohh ..tentu saja kamu akan bergabung dimana kau menginap?" Tanya Audy secara gamblang membuatku kaget dan membelalakkan mataku seketika.
"Ahaha....Audy kau lupa yah, kita kan ada acara penting. Maaf ya kita bergabungnya lain kali saja, ayo Audy kita sudah terlambat...ahaha ayo ayo Audy" ucapku sambil menarik lengan Audy dengan sekuat tenagaku,
"Eh...eh...eh..Talita tunggu lepaskan aku aku belum selesai berbicara dengan si tampan itu, Talita..." Berontak Audy kepadaku.
Dan aku terus menariknya terus hingga menjauh dari pria tersebut barulah aku melepaskan lengan Audy setelah dia bersikap lebih tenang lagi.
"Aaahhh....Talita kenapa kau malah menyeretku sih, dia kan tampan sayang sekali jika diabaikan seperti tadi kau ini" ucap Audy protes padaku.
Aku langsung menepuk jidatku pelan karena tidak habis pikir dengan kelakuan Audy dia terlihat tomboi tapi matanya itu masih tetap jelalatan dengan pria tampan.
"Ya ampun Audy bisa-bisa kau masih melihat wajah pria itu padahal kita sama sekali belum mengenalnya dengan baik, bagaimana jika ternyata dia orang jahat lalu dia berbuat yang tidak-tidak terhadapmu, nah bagaiman?, Audy jangan melihat seseorang dari wajahnya kau tidak akan pernah tahu bagaimana sikap aslinya" ucapku menasehati Audy,
"Tetap saja pria setampan dia tidak akan mungkin orang jahat lagi pula kan kau sendiri yang bilang bahwa dia adalah pria yang pernah menyelamatkan kamu saat di taman hiburan itu artinya dia pria baik" ucap Audy yang memang ada benarnya.
Aku pun menyerah karena tidak bisa melawan atau berdebat terlalu lama lagi dengan seorang Audy, aku hanya bisa mengalah darinya dan aku lebih memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat.
"Ya sudahlah terserah kau saja, jika kau mau kembali menemui pria tadi silahkan saja aku mau istirahat di hotel" ucapku sambil pergi menuju hotel tempat kami menginap.
Ku pikir Audy akan pergi dengan pria itu namun ternyata dia menyusulku dan mengikutiku untuk masuk ke dalam hotel lagi.
"Aishh...Talita tunggu aku...aku mau ikut bersamamu saja" teriak Audy sambil menyusulku dan kami pergi bersama pada akhirnya.
__ADS_1
Sesampainya di hotel aku segera bergegas membersihkan diri dan kami bersiap untuk makan siang sayangnya tidak ada apapun disana dan kami juga malas untuk pergi ke restoran, aku pun memutuskan agar kita membeli menu masakan laut sendiri.
Saat itu aku ingin mengajak Audy untuk pergi membeli makanan bersama tapi sayangnya Audy masih mandi di dalam dan aku berpamitan untuk pergi sendiri.
"Audy aku akan keluar mencari makanan dulu, kau mau titip apa?" Teriakku bertanya,
"Aku apa saja samakan denganmu, dan jangan lama lama ya Talita aku sudah lapar" balas Audy dengan teriakannya yang menggelegar,
"Oke, aku pergi yah baik-baik kau di sini" ucapku membalasnya lalu aku segera pergi untuk berbelanja.
Saat aku baru saja keluar pria yang aku temui di tepi pantai tadi juga keluar dari pintu yang tepat berhadapan dengan kamar hotelku sehingga aku kaget saat mengetahuinya sudah berada di belakangku dan berdiri tegak dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Aaarkhhh ...astaga...kau?, Kenapa kau ada disini?" Ucapku kaget dan tersentak ke belakang,
"Heh aku ini manusia bukan hantu, kenapa kau harus sekaget itu saat melihatku dasar cewek aneh!" Ucapnya mengataiku seenaknya.
Tadi saja dia bersikap baik dan terlihat bersahaja bahkan mau mengajakku untuk bergabung denganya tapi kenapa sekarang dia seperti itu kepadaku aku tidak terima karena dia mengataiku cewek aneh dan aku langsung berlari menyusulnya dari belakang namun dia tiba-tiba saja berhenti sehingga aku menubruk punggungnya.
"Duk....aduhhh...hey kenapa kau berhenti tiba-tiba" ucapku kesal,
"Kenapa kau harus berlari di belakangku, jalanan masih besar berjalanlah di sampingku" ucapku sambil menarik lenganku.
Aku kini berjalan beriringan dengan pria tersebut dan dia menggandeng tanganku aku masih merasa heran dan tidak mengerti dengan sikap pria tersebut, bahkan aku tidak mengenali siapa namanya itu.
Aku berusaha berontak dan ingin melepaskan lenganku yang digenggam olehnya, tapi dia memegang lenganku dengan kuat hingga aku lebih mirip seperti anak kecil yang dipaksa untuk pergi dengan ayahnya.
"Aaa ...lepaskan tanganku atau aku akan menggigit mu" ucapku mengancam,
Dia hanya tertawa mungkin karena dia pikir aku hanya mengancamnya dan main main dengan ucapanku, aku pung mengangkat tangannya dan langsung menggigit lengannya itu sekuat tenaga hingga dia langsung melepaskan pegangannya dari tanganku dan dia memegangi tangannya yang aku gigit hingga meninggalkan sebuah bekas gigitan.
Aku langsung berlari di saat dia melihat lukanya.
"Bleee...rasakan itu, siapa suruh kau bermain-main denganku" ucapku sambil mengelabuinya dan menjulurkan lidahku keluar sambil berlari menjauh darinya.
Aku berlari dengan sekuat tenagaku untuk menghindari pria sialan itu, aku tidak menyangka dia bisa tinggal di depan kamar hotel yang aku tinggali dengan Audy, jika Audy mengetahuinya dia pasti akan mengajak pria itu benar-benar bergabung dengan kami.
Setelah aku rasa pria itu tidak mengejarku aku pun baru bisa tenang dan segera pergi ke tempat dimana banyak penjual yang menjajakan makanan laut di dekat pantai, nampak semua makanan disana enak-enak dan itu hampir membuatku ngiler saat melihatnya.
Rasanya aku ingin memborong semua makanan yang ada disana namun ketika mengingat uangku hanya sedikit aku tidak bisa melakukan apa yang aku inginkan dan hanya memilih beberapa makanan laut yang harganya murah dan ada diskon di toko yang menjualnya. Aku terus berjalan jalan mencari makanan lain yang tengah promo atau memasang diskon.
Hingga aku melihat sebuah toko yang begitu ramai pembeli dan hebatnya disana juga tengah mengadakan promo besar-besaran karena sepertinya itu adalah kios yang baru saja buka, aku langsung bergabung dengan kerumunan itu dan penuh semangat untuk berburu promo dan diskon besar-besaran disana.
Namun sialnya saat aku hendak mengantri pelayan toko itu menghampiriku dan mengatakan bahwa ini adalah toko khusus untuk pasangan, aku benci ketika mendengar kalimat itu.
"Maaf nona dimana pasangan anda, toko ini hanya menyediakan promo dan diskon untuk pasangan yang paling romantis, lalu dimana pasangan anda?" Tanya pelayan tersebut,
Aku kelimpungan karena aku pikir itu hanya toko biasa hingga ketika aku mulai mengamati ke sekeliling pengunjung yang datang ke sana ternyata memang semua yang mengantri berjumlah dua orang dan mereka berpasangan satu sama lain.
Aku menjadi malu dan mulai mengatakan yang sebenarnya kepada pelayan itu.
"Eu...anu...itu...aku hanya kesini...sen...." Ucapku tertahan karena seseorang tiba-tiba saja datang menghampiriku dan mengaku sebagai pasanganku.
__ADS_1
"Aku disini, aku pasangannya" ucap Alvaro yang entah datang dari mana.
Aku membelalakkan mataku kaget dan lututku terasa sangat lemas ketika melihat dia setelah sekian lama telah kehilangan kontak dengannya.