
Tatapan matanya seketika menatap intens kedepan, dan setelah meyakini itu mantan kekasihnya, diapun meminta Adam untuk menghentikan laju mobilnya.
"Hentikan, mobilnya Adam?!'
"Baik Tuan?" Dengan langsung menepikan, kendaraan roda empat itu.
Membuka pintu mobil, dan mendapati penampilan mantan kekasihnya tampak begitu kusut.
"Clara..?!"
Berbalik keasal suara, dan seketika senyuman mengembang diwajah cantik itu, saat melihat keberadaan zain.
"Zain..?!" Dengan langsung memeluk pria itu, dan menangis tersedu-sedu.
Dia menghianatiku Zain?! dia menghianatiku?!" Ucapnya menangis, dengan terus mendekap tubuh laki-laki tampan itu.
Hanya menghembuskan napas kasar, saat mendengar keluhan wanita yang pernah dicintainya itu.
"Ayo masuklah, aku akan mengantarmu pulang,"
"Baiklah.." Dengan berlalu kedalam mobil.
Membela jalan ditengah keheningan malam, Clara terus menggandeng mantan kekasiihnya, seraya menyandarkan kepalanya pada pundak laki-laki tampan itu. Suasana tampak hening, dan tatapan Adam sekilas menatap pasangan mantan kekasih itu, dan dalam dirinya timbul rasa penasaran tentang keduanya.
'(Apakah Tuan Zain, akan kembali pada Nona Clara? dan menceraikan Nona Ariana, karena yang aku tau, pasangan mantan kekasih ini, begitu saling mencintai.)" Bathinnya, yang begitu diliputi tanda tanya.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, tibalah mereka dikediaman David Mahesa.
Pasangan suami istri James, dan Kate yang tengah berada didepan, begitu terkejut saat mendapati sebuah mobil mewah masuk kedalam halaman rumah mereka, dan sangat mengetahui kalau itu milik menantunya.
"Bukankah itu mobil, milik Zain, Papa?!"
"Ia itu mobilnya Zain, dan mungkin saja dia dan Ariana datang uttuk menjenguk kita." Jawab David, dengan rona bahagia diwajahnya.
Saat mobil berhenti, Zain mendapati Clara sudah tertidur dipundaknya. Lelaki dingin itu hanya menghembuskan napas yang begitu berat, dan memutuskan untuk menggendong gadis itu kedalam rumah.
__ADS_1
David begitu terkejut saat mendapati yang keluar dari mobil adalah Zain bersama anak perempuannya Clara, bukan bersama Ariana istrinya.
"Dia kenapa, Zain?!" Tanya Kate, yang terlihat begitu khawatir.
"Dia hanya tertidur, tadi kami menemukan dia dijalanan, dan sepertinya Nona Clara sedang mabuk." Timpal Adam, yang menjawab rasa penasaran Tuanmudanya.
"Anak Ini?! masih saja sering mabuk-mabukan." Ucapnya, dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.
"Papa...?!" Dengan sekilas, menatap suaminya yang tengah terlihat kesal.
Ayo Nak Zain, bawah saja dia kekamarnya.
David terus menatap kepergian Zain yang tengah menggendong putrinya, dengan tatapan yang terlihat begitu khawatir.
"Aku yang sudah memaksakan Ariana, agar menikah dengan Zain. Dan semoga saja, aku tidak menyesalinya. Karena bagaimanapun juga, dia adalah putriku juga. Walaupun bukan putri kandungku." Gumamnya, dengan wajah sendu.
****
"Baringkan saja dia, disini Nak Zain?!" TItah Diana, saat mereka sudah berada didalam kamar anak perempuannya.
Zain membaringkan Clara diranjang kingsize miliknya, dan tatapan matanya tak sengaja menangkap sebuah bingkai kecil, yang berisi gambar kemesraan dia, dan Clara yang diletakkan ditas meja kamar, dan dia tidak menyangkah Clara masih menyimpan photo kenangan mereka.
"Mama yakin dia masih mencintamu, buktinya dia masih menyimpan photo kenangan kalian berdua. Dan Mama yakin, kau juga pasti masih mencintainya Kan?"
Menghembuskan napas dalam, saat mendengar apa yang dikatakan oleh wanita yang sekarang sudah berstatus Ibu mertuanya itu.
"Baiklah Nak Zain, dan hati-hati dijalan." Jawabnya, tersenyum.
Tidak menjawab, dan segera menapaki kaki menuju lantai bawah.
"Apakah kita akan segera, pulang Tuan?!" Tanya Adam, saat mendapati keberadaan Tuanmudanya.
"Iya, karena masih banyak kerjaan yang harus kerjakan."
"Nak Zain?" Panggil David, tiba-tiba.
__ADS_1
"Ada apa Paa?!"
"Aku harap kau tidak mengecewakan aku, karena bagaimanapun Ariana adalah putriku juga."
Hanya terdiam saat mendengar apa yang oleh ayah mertuanya itu, dan dia bingung harus mengatakan apa, karena hal ini begitu mengusik pikirannya.
"Aku harus segera pulang, karena masih banyak kerjaan yang harus aku kerjakan." Jawabnya, dengan berlalu begitu saja tanpa menjawab pertanyaan ayah mertuanya.
Terlihat raut wajah yang begitu kecewa, saat mendapati jawaban dari menantunya itu. Melihat kebersamaan Zain, dan anak perempuannya tadi begitu mengusik pikirannya, apalagi merekapun tahu, kalau dulu Zain, dan putrinya begitu saling mencintai.
****
Mobil terus melaju ditengah keramain kota Jakarta. Mengingat pertemuannya, dan Clara tadi begitu mengusik pikiran lelaki tampan itu, apalagi saat ini dia mengetahui hubungan Clara, dan kekasihnya Jason telah berakhir.
"Anda baik-baik saj, Tuan?" Tanya Adam, yang memecahkan lamunan pengusaha tampan itu.
Menatap Adam dari kaca spion mobil, seraya tersenyum.
"Aku baik-baik saja Adam, dan kau tidak perlu mengkhawatirkanku."
****
KEDIAMAN THOMSON.
Melepaskan helaian benang yang membalut tubuhnya, dan berjalan kedalam bathube, guna menyegarkan diri. Tatapannya nanar, menatap langit-langit kamar mandi. Mengingat kejadian dimana dia mendapat hinaan, dan tamparan dari Celine membuat airmatanya menetes.
"Apakah aku begitu terhina, dan apakah anak angkat seperti aku tindak pantas untuk mendapatkan kebahagian," Gumamnya dengan pandangan menerawang, dengan senyuman kecil dibalik kegundahan yang tengah dia rasakan.
Zain melamgkahkan kaki diikuti oleh sekretarirnya, Adam. Saat tiba didalam, lelaki tampan itu mendapati keberadaan menjumpai keberadaan Ani, sang kepala pelayan.
"Malam Tuan?"
"Malam, dimana Nona Araa?" Bertanya, karena tidak mendapati keberadaan istrinya.
"Nona Araa, sedang berada dikamar."
__ADS_1
"Apakah, semuanya baik-baik saja hari ini?"
Ani hanya terdiam, dan memorinya memutar kembali kejadian tadi pagi, dimana Celine menampar istri dari Tuanmudanya. Tapi Ariana justru melarangnya, untuk memberitahukan kejadian tadi pagi, pada suaminya.