Terjerat Cinta Si Culun

Terjerat Cinta Si Culun
Menemukan Ariana.


__ADS_3

Terdengar suara ketukan pintu, yang mengalihkan tatapan Zain seketika. Pintu terbuka, dan menampilkan Adam sekretarisnya, yang memasuki ruang kerjanya.


"Ada apa, Adam? Tanya Zain, dengan menatap intens sekrearisnya itu.


Mengehembuskan napas dalam, seraya berjalan menghampiri meja kerja Tuanmudanya.


"Katakan padaku, sepertinya ada sesuatu yang penting." Bertanya sekali lagi, saat sekretarisnya tak kunjung menjawab pertanyaannya.


"Maaf Tuan, saya baru mendapat telepone dari Admaja Group, kalau mereka ingin menjalin kerja dengan kita. Dan anaknya Rian Admaja, ingin bertemu dengan anda." Menjawab, dengan nada yang terdengar berat.


Menyandakan pundaknya pada sandaran kursi kebesarannya, dengan senyuman sinis diwajah tampannya. Dan dalam dirinya sedikit terkejut, saat mendengar keberanian Rian yang ingin bertemu dengannya.


"Apa kau yakin, anak ingusan itu ingin bertemu denganku?" Bertanya, untuk memastikan apa yang dia dengar tidaklah salah.


"Iya Tuan. Sekretarisnya baru saja, menghubungi saya."


Menghembuskan napas dalam, yang terasa sesak didadanya, saat mendengar keberanian Rian yang ingin bertemu dengannya. Memorinya memutar kembali bagaimana kedekatan Ariana, dan pengusaha muda itu, membuat rasa cemburu timbul seketika dalam diri Zain.


"Baiklah. Kau hubungi sekretarisnya, kalau jam sepuluh kita kita bisa bertemu denganya."


"Baik, Tuan?" Jawab Adam, dengan melangkahkan kaki meninggalkan ruang kerja itu.


Bergumam sendiri, dan larut dalam pemikirannya.


"Aku sangat yakin, ini hanya alasannya saja agar bisa bertemu denganku. Dan aku sangat penasaran, dengan itu." Dengan seringai, disudut bibirnya.


****


RESTORANT XXX


Saling menatap, dan terlihat santai. Walaupun dalam diri mereka, punya rasa saling tidak suka pada diri masing-masing.


Rian hanya tersenyum, dan dia tahu Zain merupakan suami, dari wanita yang dia suka. Dan diapun tahu, pengusaha tampan itu tengah menahan rasa kesal pada dirinya.


"Bagaimana Tuan, Zain? kapan kita akan memulai kerjasamanya." Dengan senyuman menatap Zain, yang tengah menatapnya dengan tatapan tidak suka.


Menghembuskan napas dalam, berusaha menahan emosi dalam dirinya. Menegakkan kembali duduknya, menatap tajam Rian dengan senyuman sinisnya.


"Aku tidak yakin kalau anak ingusan sepertimu, bisa menangani proyek sebesar ini. Karena aku mau melakukan kerja sama yang dapat menguntungkan perusahaanku, bukannya merugikan."

__ADS_1


Tawa kecil membingkai diwajah pria blasterant Korea itu, saat mendengar apa yang dikatakan Zain padanya.


"Aku memang baru didunia bisnis, Tuan Zain? tapi aku yakin, mampu menangani proyek besar ini. Begitupun dengan cinta. Walaupun aku tau dia bersuami, tapi aku tulus mencintainya. Dan jika anda memberikan dia padaku, aku mampu menjaganya dengan baik, dan tentu tidak akan pernah menyakiti perasaanya."


Amarah Zain seketika membuncah, saat mendengar keberanian Rian yang mengatakan hal itu padanya. Dengan kasar, dia meraih kra baju pria tampan itu, dan menatapnya dengan tatapan kebencian.


"Jangan pernah bermain-main denganku, Tuan Rian? dan sampai kapanpun, aku tidak akan membiarkan siapapun memilikinya."


Tawa kecil membingkai diwajahnya, saat mendengar apa yang diakatakan Zain padanya, dan dalam diri Rian tidak ada rasa takut sedikitpun pada pengusaha itu.


"Kalau memang anda mencintainya, tidak mungkin anda akan selalu membuatnya menangis, dan membiarkan wanita lain hadir dalam kehidupan anda, Tuan Zain? dan aku tau, Ariana tengah hilang dihutan. Bahkan anda sebagai suaminya, tidak mampu menjaganya dengan baik."


Raut wajah Zain terlihat semakin memerah, dan dia sangat kaget saat mendengar apa yang dikatakan Rian padanya. Dan dia tidak menyangkah, pengusaha muda itu, tau banyak tentang kehidupan pribadinya.


"Aku tidak punya waktu berdebat denganmu. Ayo Adam, kita pergi dari sini."Ucapnya dengan melangkah keluar, tapi langkah kaki itu terhenti, saat Rian kembali berbicara.


"Lepaskan dia, karena aku yakin, aku bisa membuatnya bahagia. Sebab aku sangat mencintai istri anda, Tuan?"


Kemarahan semakin terlihat jelas diwajah tampan itu, saat mendengar apa yang dikatakan Rian padanya.


"Dan itu tidak akan, pernah terjadi." Jawabnya tegas, dengan berlalu dari ruangan itu.


****


"Sebenarnya siapa dirimu, Nona? seandainya aku tau siapa anda, aku pasti akan menghubungi keluargamu."


Jack yang merupakan sahabat dari Zain, terlihat melangkahkan kakinya bersama sahabat baiknya Lili, yang merupakan seorang Dokter yang menangani Ariana.


"Apakah pasien yang kau tangani itu, belum juga sadar dari komanya, Lili?" Tanya Jack, saat mereka melewati lorong menghampiri ruangan Ariana.


"Belum, dia belum sadarkan diri sampai sekarang juga Jack. Maka dari itu, aku meminta kau yang menanganinya."


Pintu ruangan, dimana Ariana dirawat terbuka. Hingga mengalihkan tatapan Alex, yang sedang menjaga Ariana.


"Permisi Tuan Alex, ini kenalkan ini Dokter Jack, dia sahabat saya. Dan dia akan memerika pasien ini."


"Ohh tentu Dokter, silahkan?" Dengan bangun dari duduknya, memberi ruang bagi Jack untuk memeriksa Ariana.


Jack menghampiri tubuh yang terbaring lemah ditas bed hospital tersebut, dan dia begitu terkejut saat melihat yang terbaring diatas ranjang itu, adalah Ariana.

__ADS_1


"Nona Ariana..?"


Lili, dan Alex yang berada diruangan itu saling menatap, saat melihat kalau ternyata Jack mengenal pasien wanita yang mereka tidak kenali ini.


"Apakah kau mengenalnya, Jack?" Tatapan penasaran, menatap sahabatnya itu.


"Apakah anda mengenalnya, Dokter Jack?" Tanya Alex, pula.


"Aku sangat mengenalnya. Dia istri dari sahabatku, Zain. Dan bagaiman bisa dia berada disini?" Tatapan penasaran, menatap Alex, dan juga Lili.


"Saya menemukan dia dikaki bukit, ditengah hutan. Dan dalam keadaan tidak sadar." Jawab Alex, menjawab rasa penasaran Jack.


Jack hanya diam, dan dia larut dengan apa yang dia pikirkan.


"Apakah Zain, mengetahuinya? dan bagaimana bisa dia bisa terjatuh." Bathin Jack, dengan berbagai pertanyaan dalam dirinya.


"Terima kasih Tuan Alex, karena anda sudah menolongnya. Dan saya akan segera menghubungi suaminya."


"Sama-sama Dokter Jack, dan saya sangat senang Nona ini, bisa bertemu dengan keluarganya kembali."


Jack keluar dari ruangan dimana Ariana dirawat, dan memutuskan menghubungi sahabatnya Zain.


Profil.


Zain Pratama, sesuai karakternya yang dingin, dan arogant.



Ariana Mahesa.




Rian Admaja. Baik, dan murah hati. Dan seorang pengusaha muda.



Clara. Yang memiliki karakter sombong.

__ADS_1



__ADS_2