Terjerat Cinta Si Culun

Terjerat Cinta Si Culun
Merindukan.


__ADS_3

Setelah menandatangani surat cerai, Ariana segera menyodorkan pada suaminya. Airmata matanya kembali tumpa, saat memberikan map merah itu. Dan yang dilakukan Zain hanya diam, dan bersikap tidak perduli.


"Ini Sayang, aku sudah menandatanginya. Dan semoga saja, kau selalu bahagia,"


Zain hanya diam, dan tidak memperdulikan apa yang dikatakan wanita yang baru saja, bestatus mantan istrinya itu.


Meraih map merah dari tangan Ariana, dengan raut wajah dinginya. Lelaki tampan itu, nampak sudah dibutakan oleh kebenciannya yang teramat sangat pada Ariana.


"Ayo Adam, kita pulang sekarang. Karena buat apa aku berlama-lama ditempat ini, toh!! dia bukan siapa-siapaku lagi." Serunya, dengan berlalu begitu saja.


Ariana kembali meneteskan airamatanya, saat mendengar apa yang dikatakan pengusaha tampan itu.


Adam masih berpijak pada tempatnya, dan sekreris itu nampak begitu iba pada Ariana.


'Maafkan aku Nona, aku sungguh tidak berdaya. Tapi aku sangat yakin, dan percaya, kalau anda tidak mungkin akan melakukan hal serendah itu.


Bella.." Panggilnya, tiba-tiba.


"Ada apa, Adam?"


"Aku titip Nona Ariana, jaga dia. Apalagi sekarang, dia sedang mengandung."


"Tentu Adam, aku pasti akan menjaganya," Dengan senyuman kecil, diwajahnya.


Airmata semakin deras mengalir dari kedua pipi Ariana, saat mendengar apa yang dikatakan Adam. Sebab selama menjadi istri dari seorang Zain Pratama, sekretris itu begitu baik padanya.


"Nona jaga diri anda, dan anda harus kuat. JIka anda memang tidak melakukan hal itu, suatu saat kebenaran pasti akan terbongkar. Dan Tuan pasti, akan sangat menyesalinya dengan yang dia lakukan hari ini. Tapi saat ini, Tuan sudah dibutakan oleh kemarahannya, jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Jaga diri anda Nona, dan semuanya aku pergi dulu." Pamit Adam, dengan melangkah cepat keluar dari ruangan itu.


Ariana semakin menangis, dan menangis setelah perginya Adam. semua yang berada didalam ruangan itu, nampak iba dengan apa yang baru saja menimpa Ariana.


Bella menghampiri sahabatnya, dan membenamkan dalam pelukannnya, guna menenangkan dari kesedihannya.


"Aku tau, apa yang kau rasakan saat ini. Tapi bagaimanapun, kau harus kuat demi anakmu," Seru Bella, dengan airamta yang ikut menaglir.


"Iya Ariana. Kau harus kuat, ingat kau masih punya kami yang akan selalu bersamamu." Timpal Rani, pula.


Clara yang sedari tadi bersembunyi dibalik pintu, nampak begitu bahagia. Saat mengetahui Ariana, dan Zain sudah resmi bercerai, sesuai dengan apa yang dia harapkan selama ini.

__ADS_1


"Sekarang tidak ada lagi yang menghalangi jalanku, untuk kembali mendapatkan Zain. Anak pungut itu, sekarang bukan penghalang bagiku lagi. Dan sekarang yang perlu aku lakukan, adalah merayunya." Guamamnya, dengan seringai diwajahnya.


****


KEDIAMAN PITER.


Pria itu terus memandang wajahnya dengan intens, dan tangannya menyentuh beberapa luka, yang masih nampak perih akibat pukulan dari rekan bisnisnya itu. Sesekali dia meringis, saat tangannya menyentuh lukanya, yang ada beberapa diwajahnya.


Saat sedang fokus dengan luka-luka pada wajahnya, tiba-tiba saja senyuman kecil membingkai diwajah piter, saat mengingat kembali akan sosok Clara. Gairah muncul dalam dirinya, mengingat kembali tubuh molek wanita itu, dan bagaimana lihainya Clara dalam hal bercinta. Dan dia ingin menikmati, tubuh wanita itu lagi.


"Sudah banyak wanita yang tidur denganku, tapi mereka tidak sehebat Clara. Wanita itu sangat lihai dalam membuat seorang pria, tidak berdaya diatas ranjang. Dan aku ingin melakukan hal itu, dengannya lagi. Dan mulai saat ini, aku akan menjadikannya sebagai budak napsuku. Sekalipun nanti, dia sudah mendapatkan Zain kembali. Dan jika dia berani menolak, aku akan membongkar semua kebusukannya pada Zain Pratama." Tatapannya beralih, pada sebuah alat rekaman yang dia letakkan diatas meja. Seketika pengusaha itu tertawa lebar, dengan seringai diwajahnya.


Tapi aku sangat yakin, tidak mungkin dia menolakku, karena aku punya rekaman video panas kami. itulah akibatnya, jika berurusan dengan seorang Piter. Dan mulai sekarang, kau berada dibawah kendaliku, Clara!! Gumamnya, dengan senyuman sinis diwajahnya.


****


KLUP MALAM


Menghabiskan waktunya disebuah tempat tiburan malam, dan terus meneguk minuman beralkohol, itulah yang terlihat saat ini, pada diri seorang Zain Pratama.


"Kau sudah berhasil membuat aku, jatuhcinta padamu Ariana..!! kau berhasil membuatku terluka. Aku sangat mencintaimu, tapi juga sangat membencimu. Kau tau! dihatiku ini, hanya ada namamu. Tapi kenapa? tapi kenapa, kau menghianatiku dengan laki-laki lain, Ariana..?" Dengan terus meneguk, minuman beralkohol itu.


Saat meluapkan keluhkesahnya, , seorang wanita penghibur datang menghampirinya, dengan senyuman yang begitu menggoda.


"Apakah aku boleh, menemanimu Tuan?"


"Maaf, aku sedang ingin sendiri,"


Tidak menghiraukan apa yang dikatakan Zain Pratama, dengan tidak tau malunya, dia itu duduk disamping pengusaha tampan itu, dengan busana seksinya.


"Jangan minum terlalu banyak Tuan, karena itu tidak baik untuk kesehatanmu. Kalau kau mau, kita bisa bersenang-senang dikamarku."


Larut dalam lamunannya sesaat, dan mengingat penghianatan Ariana, membuat dia menyetujui keinginan wanita penghibur itu.


"Baiklah, ayoo!" Dengan melangkah bersama wanita yang dketahui bernama Lili, menuju lantai 2.


****

__ADS_1


Matahari telah bersinar secara sempurna memancarkan cahanya, setelah gelapnya malam tergantikan oleh sang surya.


Kedua mata yang sedari tadi menutup dengan sempurna, perlahan terbuka, saat cahaya matahari sedikit memberikan sinarnya, pada wajah tampan itu.


Dengan rasa kantuk yang masih mendera, dia perlahan bangun dari tidurnya, dan mendapati seorang wanita tidur disampingnya.


Ada rasa penyesalan dalam diri seorang Zain, saat melakukan hal itu bukan dengan wanita yang dia cintai. Tapi mengingat apa yang dilakukan Ariana dengan laki-laki lain, membuatnya berusaha menghalaukan perasaan sesalnya itu.


Menuliskan sebuah cekndengan angkah yang fantastis, dan berlalu dari kamar itu.


Dengan langkah gontai, Zain menuruni anak tangga tempat hiburan malam. Dan penampilan yang biasa terlihat rapi, yang sangat melekat dalam dirinya, sangat bertolak belakang saat ini. Penampilannya terlihat kacau, dengan dasi yang menggelantung tak tentu arah.


Menghampiri mobil mewahnya yang terparkir didepan klup, seraya membuaka pintunya.


Zain menyandarkan pundaknya pada sandaran kursi kemudi, dengan pandangan menerawang. Terlihat jelas kegundahan pada raut wajah lelaki itu, akan masalah yang tengah menimpanya saat ini.


"Saat berpisah dengan Clara, aku masih bisa mengontrol diriku. Tapi dengan Ariana, aku begitu kacau. Sebesar itukah cintaku, padamu Ariana? tapi kenapa kau tega, menghianatiku. Kau tau, aku begitu menderita. Menderita karena, aku sangat merindukanmu. Tapi aku juga SANGAT, SANGAT membencimu." Gumamnya. Larut dalam lamunannya sesaat, dan ketika sudah merasa suasana hatinya jauh lebih tenang, Zain memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.


Mobil melaju ditengah keramain lalulintas, dipagi hari. Lampu merah pada persimpangan jalan, membuat mau tidak mau lelaki tampan itu, menghentikan lajuan kendaraanya.


Dan mereka sama-sama tidak menyadari, kalau kendaraan yang mereka naiki bersebelahan.


Saat Rani melemparkan pandangannya kearah sebelah, secara tidak sengaja dia mendapati sosok Zain, dengan penampilan yang terlihat sangat jauh berbeda dari biasanya.


"Darimana dia pagi-pagi begini, bukankah jam begini sudah seharusnya dia berada dikantor? dan dia seperto orang yang baru bangun tidur." Bathinnya, dengan berbagai tanda tanya dalam dirinya.


"Apa yang kau lihat, Nona Rani?" Tanya Ariana, tiba-tiba.


"Tidak, aku tidak melihat apa-apa." Jawabnya dengan langsung menutup full kaca jendela mobil, agar Ariana tidak melihat keberadaan mantan suaminya.


Saat lampu merah telah tergantikan dengan hijau, Rani segera meminta sopir pribadinya untuk melajukan kendaraan roda empat itu, agar Ariana tidak melihat keberadaan Zain yang akan membuatnya kembali menangis.


NB.


Ariana memutuskan tinggal bersama Rani, karena Rani sendiri yang memintanya. Sebab Rani hanya tinggal seorang diri, diapartemen mewahnya.


Dan Rani adalah orang yang akan mengantarkan Ariana, pada sebuah kesuksesan.

__ADS_1


__ADS_2