Terjerat Cinta Si Culun

Terjerat Cinta Si Culun
Kesedihan.


__ADS_3

Ariana tak sanggup lagi membendung kemarahannyaa, sebab perkataan Zain sudah sangat keterlaluan. Apalagi pria itu, bukan siapa-siapa untuknya.


Hingga tanpa dia sadari tamparan itu melayang begitu saja, pada pipi lelaki tampan itu.


"PLAKK' Hingga membuat wajah tampan itu, seketika berpaling karena tamparan yang cukup keras.


Adam, dan Alex begitu terkejut, melihat keberanian Ariana, yang berani menampar seorang Zain Pratama.


Tatapannya begitu tajam menatap mantan istrinya, saat melihat keberanian Ariana yang sudah berani menampar dirinya, didepan banyak orang.


"Kau sudah sangat berani padaku, Ariana?!! apakah kau sadar, dengan apa yang kau lakukan..?!!" Ucapnya, dengan sedikit berteriak.


Tidak ada rasa takut sedikitpun saat ini pada diri Ariana, karena sudah berani menampar Zain. Apalagi dia sangat mengetahui, bagaimana sikap pria itu, yang gampang marah.


"Aku sangat berani padamu, karena kau sudah sangat keterlaluan. Dan aku sangat sadar, dengan apa yang aku lakukan, yaitu aku baru saja menampar seorang pria brengsek sepertimu. Selama ini aku sudah sangat sabar dengan sikapmu, Zain? saat masih berstatus suamiku, kau diam-diam menjalin hubungan dengan Kakakku Clara. Dan bahkan aku pernah melihat kalian berdua berciuman, malam itu. Dan itu, membuatku muak!"


Zain begitu terkejut, saat mendengar apa yang dikatakan Ariana barusan. Kalau Ariana pernah melihat dia, berciuman dengan saudara angkatnya.


Senyuman sinis membingkai diwajahnya, saat melihat ekspresi terkejut mantan suaminya.


"Kau kaget? yaa, dan saat aku menanyakan kau darimana, kau malah membohongiku, kalau kau baru saja dari ruang kerja, untuk membahas masakah proyek, bersama Adam. Dan malam itu, saat aku sudah tertidur, kau diam-diam bertemu dengan Kakakku ditaman, dan aku memergoki kalian berdua berpelukan. Jadi apa bedanya dirimu, denganku?? kau itu sama saja, denganku. Bahkan jauh lebih buruk. Jadi kalau aku mau menjalin hubungan dengan siapapun, itu bukan urusanmu, karena kau hanya mantan suamiku, hanya mantan suamiku. Kau laki-laki itu. brengsek Zain?? egois, dan pria yang tega menyangkal dara dagingnya sendiri. Dan aku juga sudah cukup lelah Zain... lelah... dengan semua ini."


Raut wajah Zain semakin memerah, saat mendengar perkataan Ariana seolah menuduhnya berselingkuh. Walaupun apa yang dikatakan Ariana, semuanya adalah benar, tapi dia sama sekali tidak pernah menghianati pernikahan mereka.


Mencengkram tangan Ariana dengan sangat kuat, hingga membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Lepaskan tanganku, Zain?? lepaskan..!!" Pinta Ariana, dengan berusaha melepaskan genggaman tangan Zain.


"Ingat Ariana, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan hidupumu tenang," Ucapnya, dengan sorot mata membunuh.


"Dan aku sama sekali, tidak perduli." Jawabnya, dengan menghempaskan genggaman tangan Zain.


"Ayo Alex, kita pergi. Aku bosan melihat, laki-laki pengecut ini." Ajaknya dengan senyuman sinis menatap Zain, dan berlalu begitu saja bersama laki-laki muda itu.

__ADS_1


Adam mengusap kasar wajahnya, dia tidak menyangkah perpisahan Tuanmudanya, dan mantan istrinya, akan berakhir dengan permusuhan. Adam mengedarkann pandangannya, dan seketika dia menundukkan sedikit wajahnya, saat melihat tatapan orang-orang, yang ternyata sedari tadi menonton pertunjukan pertengkaran mantan suami istri itu.


"Tuan, ayo kita pergi. Disini, banyak orang." Ajaknya, pada pengusaha tampan itu.


Zain nampak tidak memperdulikan, lelaki tampan itu terus menatap Ariana, yang telah berlalu pergi bersama Adam.


Berbagai rasa menyelimutinya. Cemburu, dan kebencian yang semakin menjadi, pada Ariana.


"Ayo Tuan, kita pulang!" Ajak Adam sekali lagi, saat melihat Tuanmudanya masih berdiam ditempat.


Tanpa menjawab apa yang dikatakan Adam, Zain kembali berlalu menuju kendaraan roda empatnya, yang terparkir dibahu jalan, tanpa memperdulikan tatapan prang-orang, yang tidak berhenti berkomat-kamit, sambil menatap padanya.


Kendaraan melaju ditengah keramaian, lalulintas kota Jakarta. Hembusan napasnya terasa berat, memikirkan apa yang baru saja terjadi. Menyandarkan pundaknya pada sandaran kursi penumpang, dengan raut wajah lelahnya. Tangannya perlahan menurunkan sedikit kaca jendela mobil, sejenak melihat keindahan kota, sekedar mengusir kesedihan yang melanda.


"Aku akui apa yang kau katakan itu benar, aku pernah melakukan hal itu dengannya. Tapi asal kau tau Ariana, aku sangat mencintaimu, dan sama sekali tidak berselingkuh dengan Clara. Tapi inikah balasan yang kau berikan padaku, Ariana?? kau bahkan tega, menghianatiku dengan berselingkuh dengan rekan bisnisku, sendiri. " Larut dalam lamunan sesaat, menikmati pemandangan kota itu. Seketika senyuman sinis membingkai diwajahnya, saat mengingat semua yang sudah terjadi.


"Kau sudah mempermainkan cinta seorang Zain, dan kau lihat saja, aku tidak akan membiarkan kau hidup tenang." Bathinya, dengan kepalan tangan yang sangat membungkus.


"Adam.." Panggilnya, tiba-tiba.


"Apakah benar, wanita itu tinggal bersama Rani?"


"Benar, Tuan?"


Menyandarkan pundaknya pada sandaran kursi, dengan senyuman sinis diwajahnya.


"Kau dengar tadi, apa yang dia katakan? kalau dia berselingkuh dibelakangku. Dan kau lihat saja Adam, aku tidak akan pernah membiarkannya dia hidup tenang dikota ini."


"Dan apa yang harus, saya lakukan Tuan?"


"Kau atur pertemuanku, dengan Rani. Sebab ada hal penting, yang perlu aku bicarakan dengannya."


Sekilas tatapan matanya menatap Zain, dari kaca spion mobil. Dengan hembusan napas, yang terdengar berat.

__ADS_1


"Baik Tuan, saya akan mengatur pertemuan anda, dengan Nona Rani." Jawabnya, dengan terus melajukan kendaraan roda empat itu.


Adam melajukan kendaraan rodaempat itu, dan dalam dirinya timbul tanda tanya, untuk apa Tuanmudanya ingin bertemu dengan sahabatnya itu. Dan dia meyakini, pasti ada sesuatu yang yang penting, dan ini pasti ada kaitannya dengan mantan istrinya, Ariana.


"Apa yang dia rencanakan? apakah ini ada kaitannya, dengan Nona Ariana? semoga kau tidak melakukan hal buruk pada Nona, Tuan? karena kau akan menyesal nantinya." Bathin Adam, dan berbabgai pikiran buruk dalam dirinya.


****


Ariana, dan Alex kini tengah berada ditaman, yang terletak ditengah kota Jakarta. Wanita berambut hitam itu, tak henti-hentinya menangis, saat mengingat kembali perkataan suaminya, yang begitu menyakitkan hatinya.


"Ingat Nona, anda sedang mengandung, kasian bayi dalam perut anda." Ucap Alex, memperingatkan.


"Pergilah Alex, aku sendiri. Biarkan aku, sendirinya," Jawabnya, dengan mengusap airmata yang tak berhenti mengalir.


"Tidak Nona. Aku tidak akan mmbiarkan anda sendiri, aku akan menemani anda disini."


Ariana mengusap airmatanya, berusaha meredam tangisnya, dengan tatapan mata menatap pria yang duduk disampingnya.


"Alex.." Panggilnya, pelan.


"Ada apa, Nona?"


"Apakah kau juga berpikir seperti dirinya, yang menganggapku wanita murahan?"


Tawa kecil membingkai diwajah lelaki muda itu, saat mendengarkan ucapan Ariana.


"Nona.., Nona..., Aku tidak pernah berpikir anda wanita seburuk itu. Aku sudah bilang, walaupun kita baru bertemu dua kali, tapi aku yakin, bahkan sangat yakin, kalau anda bukan wanita seperti yang dikatakan Tuanmuda tadi."


Ariana memaksakan diri untuk tersenyum, saat mendengarkan apa yang dikatakan Alex, padanya.


Tatapannya melempar jauh kedepan, dengan tatapan penuh kehampaan.


"Kau tau Alex, aku begitu mencitainya. Sampai saat inipun, sangat sulit bagiku untuk membunuh perasaan itu. Aku berusaha untuk tetap menghargainya, karena bagaiamanapun dia adalah ayah, dari anak yang kukandung. Walaupun dia tidak mengakui, dara dagingnya sendiri. Tapi kenapa dia tega mengataiku wanita murahan, dia tidak mengakui anak ini saja, sudah cukup membuatku sangat terpukul," Ucap Ariana, dengan linangan airmata yang kembali mengalir.

__ADS_1


Alex memaksakan diri untuk tersenyum, saat mendengar keluh kesah Ariana, yang membuatnya begitu iba dengan wanita itu.


"Aku tau apa yang anda rasakan saat ini, Nona? karena sangat tidak mudah bagi anda, untuk melewatinya. Tapi aku yakin, anda pasti bisa melewatinya, sebab anda adalah wanita yang kuat. dan lakukan ini, demi janin dalam kandungan anda."


__ADS_2