Terjerat Cinta Si Culun

Terjerat Cinta Si Culun
Mengetahui.


__ADS_3

Pagi telah menyambut kota Jakarta, dan seperti biasa Ariana sibuk dengan pekerjaannya, sebagai seorang pelayan resotorant.


Melayani para pelanggan, dan memutuskan melupakan apa yang telah terjadi, dan kembali memaafkan suaminya.


"Ini jusnya, Tuan?" Ucap Araa, dengan meletakan sebuah jus lemon, pada meja nomor 11.


"Terima kasih, Nona?"


Saat tengah sibuk melayani para pelanggan, Araa dikejutkan dengan kedatangan sahabatnya.


"Araa, ada yang ingin menemuimu,"


"Siapa?" Bertanya, dengan nada penasaran.


"Tuh, orangnya?" Jawabnya, dengan menunjukkan jarinya pada seorang pria paruhbaya, yang tak lain adalah David, ayahnya.


Seketika senyuman mengembang diwajahnya, saat melihat keberadaan Papanya, David.


"Kau tolong antaran ini, dimeja nomor 1. Aku akan menemuinya, sekarang."


"Baiklah, berikan padaku." Jawab Kilye, dengan meraih nampan dari tangan Ariana.


"Paa..?" Sapa Araa, dengan langsung memeluk Ayahnya, saat sudah berada didekat pria paruhbaya itu.


Aku merundukanmu, Paa? sangat merindukanmu." Dengan meluapkan semua kerinduannya, saat dalam pelukan David.


Membalas rangkulan putri angkatnya, seraya mengecup singkat kepala Araa.


"Papa juga merindukanmu, Araa?"


Setelah saling melepas rundu, kini mereka tengah berbincang-bincang, seraya menikmati minuman dingin, ditengah panasnya kota Jakarta.


"Araa..?" Panggil David tiba-tiba, dengan pandangan yang begitu serius.

__ADS_1


"Ada apa, Paa?" Jawabnya dengan meneguk segelas minuman dingin, guna menyegarkan tenggorokannya.


"Apakah Clara, sedang berada dirumahmu?" Dengan tatapan, yang begitu serius.


Raut wajah Ariana seketika berubah pucat, saat mendapati pertanyaan itu.


"I..iya, Paa?"


"Bagaimana hubunganmu, dengan suamimu Zain? karena yang seperti yang kita tau, kalau Kakakmu Clara, pernah menjalin hubungan dengan suamimu, dan.." Tanya ayah David, yang tidak lagi melanjutkan lagi pertanyaannya.


Menghembuskan napas kasar, dan Araa sangat tau apa yang akan dikatakan oleh Ayahnya David, dan dia memutuskan untuk menutupi polemik rumahtangganya bersama, Zain.


"Kak Clara tidak seperti itu, Papa? dia sama sekali tidak pernah menggoda, suamiku. Jadi Papa jangan berburuk sangka padanya, dan tidak perlu khawatir."


"Kau sedang tidak berbohong pada Papa kan, Araa?"


Araa memaksakan diri untuk tersenyum, saat mendapati pertanyaan itu.


"Tentu, Paa? buat apa aku berbohong." Jawabnya, mencoba untuk meyakinkan David.


"Selamat siang, Tuan? bolehkah aku tau, anda siapa dari Ariana?" Bertanya, dengann senyuman kecil diwajahnya.


Melihat keberadaan Keberadaan Rian, Araa segera memperkenalkan Rian pada ayahnya, David.


"Papa? kenalkan dia Tuan Rian, Bos tempat aku bekerja."


Beranjak dari duduknya, seraya mengulurkan tangannya pada laki-laki tampan itu.


"Saya David, Papa dari Araa."


"Senang berkenalan dengan anda, Tuan? kenalkan saya Rian. Rian Admaja." Dengan membalas uluran tangan, ayah David.


Kedua alisnya menyurut seketika, saat mendengar marga Admaja.

__ADS_1


"apakah anda anak dari pengusaha kaya, Cristian Admaja?"


Tersenyum kecil, saat mendapati pertanyaan itu.


"Iya Tuan. Saya anak dari Cristian Admaja."


"Papa, Tuan, bisakah kalian mengobrol? aku mau kekamar mandi sebentar." Seru Ariana, yang menyela pembicaraan, kedua laki-laki beda usia itu.


"Baiklah, Papa akan menunggumu."


David terus menatap putrinya yang telah berlalu pergi, hingga membuat Rian berasumsi kalau, pria paruhbaya itu begitu menyayangi Ariana.


"Anda sepertinya sangat menyayangi, putri anda Tuan?"


"Tersenyum, menatap Daren.


"Aku begitu menyayanginya, dia selalu menuriti apa keinginanku. Walaupun dia bukan anak kandungku, tapi aku begitu mencintai, dan juga sangat menyayanginya, seperti putri kandungku sendiri. Dan dia rella menikah dengan pria sama sekali tidak dicintainya, hanya untuk membuatku bahagia."


Rian begitu terkejut, saat mengetahui kenyataan kalau Ariana ternyata suda bersuami. Karena selama ini diam-diam, Rian menyimpan perasaan pada siculun itu.


"Apaa? jadi Ariana adalah anak angkat, dan ternyata dia sudah menikah?" Bathin Rian.


"Boleh aku tau, siapa nama suaminya, Om?" Bertanya, dengan terlihat semakin penasaran.


"Apakah Araa, tidak menceritakan siapa suaminya?"


"Iya, Tuan. Saya memang mengetahui Ariana sudah menikah. Tapi saya tidak mengetahui, siapa suaminya."


Tersenyum kecil, mendengar jawaban Rian.


"Suaminya adalah seorang pengusaha, bernama Zain Pratama, dan Om rasa pasti kamu sangat mengenalnya."


Menghembuskan napas kasar, dan dia begitu terkejut saat mengetahui kalau suami dari wanita yang dikaguminya adalah seorang pengusaha sukses, dan tersirat rasa kecewa yang teramat sangat, tapi Rian berusaha untuk menutupinya.

__ADS_1


"Tentu saja saya sangat mengenalnya. Karena dia adalah pengusaha yang sangat sukses, dalam dunia bisnis."


__ADS_2