Terjerat Cinta Si Culun

Terjerat Cinta Si Culun
Perpisahan yang menyakitkan.


__ADS_3

Clara membingkai senyuman sinis diwajahnya, saat mendengar apa yang dikatakan Ariana.


" Kau sangat pandai bersilat lidah Ariana! apakah bukti yang kami lihat ini kurang cukup, kalau kau, dan Tuan Piter sudah berselingkuh. Dan kalian baru saja, melakukan hal itu. Buktinya sekarang, kau hanya memakai bra saja."


Ariana hanya bisa menangis, saat mendengar apa yang dikatakan Clara padanya. Dan tidak bisa, berbuat apa-apa lagi.


"Adam.."


"Ada apa, Tuan?"


"Ayo kita pergi dari sini, dan segera siapkan surat cerainya." Seru Zain, dengan berlalu dari kamar hotel itu.


Mendengar apa yang dikatakan suaminya, membuat Ariana begitu terkejut.


"Cerai..? tidak," Dengan langsung beranjak dari ranjang, dan mengejar suaminya, setelah membalut tubuhnya dengan sebuah selimut.


Dan saat sudah mendekat Ariana segera bersimpuh, dengan memeluk kedua kaki Zain.


"Jangan ceraikan aku Sayang.., aku mohon. Aku tidak mau berpisah darimu, aku tidak mau. Aku mohon, percayalah padaku, percayalah. Aku sama sekali tidak melakukan hal itu, aku sama sekali tidak berselingkuh, dengan rekan bisnismu. Percayalah padaku, Sayang..? aku mohon, dan beri aku kesempatan, untuk membuktikannya." Ucapnya, dengan deraian airamata.


Tak mampu menoleh sedikitpun menatap istrinya, yang tengah memeluk kedua kakinya. Sakit hati yang teramat sangat, dan kebencian menjadi satu dalam dirinya. Tatapan matanyapun berkaca-kaca, sebab dia begitu mencintai Ariana.


"Aku sangat hancur saat ini, Ariana? bukan kau sendiri yang merasakan sakit, tapi aku juga. Aku juga Ariana!! dan maaf, pernikahan kita tidak bisa dilanjutkan lagi. Dan lepaskan kakiku, Ariana!!"


"Tidak Sayang..." Jawab Ariana dengan menggeleng pelan, karena enggan melepaskan kedua kaki suaminya.


"Lepaskan..!!" Ucap Zain, dan melepaskan dengan paksa pelukan Ariana pada kakinya, dan berlalu pergi begitu saja.


"Sayang..., Sayang...., aku mohon percayalah padaku, percayalah padaku.." Teriak Ariana memanggil suaminya, tapi laki-laki itu tidak menghiraukan, dan tetap berlalu pergi.


Ariana menangis, dan terus menangis. Dia tidak menyangkah, pernikahannya akan berakhir seperti ini.


"Aku mencintaimu Zain, aku sangat mencintaimu suamiku," Ucapnya, dan tak lama diapun pingsan.


****


RUMAH SAKIT.


Matanya perlahan terbuka. Dan saat tatapannya sudah benar-benar sempurna, dia sedikt kaget mendapati tangannya terpasang selang infus, dan juga nampak Bella, Rian, dan Rani yang tengah menemaninya.


"Bella.." Gumamnya, dengan deraian airamata yang kembali mengalir.


"Tenanglah, dan aku sudah tau apa yang menimpamu."


"Aku dijebak Bella, aku dijebak. Ada yang menginginkan, aku berpisah dengannya,"

__ADS_1


"Kau tidak perlu bersedih Ariana, masih ada kami yang akan selalu bersamamu," Celah Rani, yang iba dengan keadaan istri sahabatnya itu.


Ariana kembali menumpakan tangisnya, saat mengingat Zain akan menceraikan dirinya.


"Dia akan menceraikan aku, Nona Rani? dia akan menceraikan aku. Dia sama sekali tidak percaya padaku, dan tidak memberi aku kesempatan untuk membuktikan, kalau aku tidak berselingkuh."


Saat mendengar apa yang dikatakan Ariana, membuat Rani semakin iba dengan keadaan wanita itu. Menghampiri Ariana, dan membawanya kedalam pelukan.


"Aku akan mencoba membujuknya, untuk membatalkan niatnya menceraikanmu."


"Kau tenanglah, dan tidak perlu bersedih. Dan aku akan mencoba, untuk berbicara dengannya juga." Celah Rian.


Mendengar apa yang dikatakan mereka, membuat Ariana berusaha menenangkan dirinya. Dan dia sangat berharap agar suaminya, dapat membatalkan keinginannya untuk berpisah.


Saat tengah larut dalam lamunan masing-masing, terdengar suara pintu terbuka. Dan menampilkan sosok Zain Pratama yang tengah berjalan memasuki ruangan, bersama Adam sekretarisnya.


"Sayang.." Panggil Ariana, dengan tatapan mata sudah berkaca-kaca.


Senyuman sinis membingkai diwajahnya, menatap Ariana dengan tatapan tidak suka.


"Adam.."


Adam yang sudah tau tujuan mereka datang kerumahsakit, segera menghampiri Ariana yang tengah duduk, diatas bed hospital.


"Ini Nona, tanda tangan disini," Seru Adam, dengan nada yang terdengar berat, dengan jari menunjuk dimana Ariana harus membubuhi tanda tangannya.


"Jangan banyak bertanya. Cukup tanda tangan disitu saja, dan mulai hari ini, kau resmi berstatus mantan istriku." Jawabnya, tegas.


Seketika Ariana langsung menangis, saat mendengar yang dikatakan Zain padanya.


"Tidak sayang.., aku tidak mau bercerai. Aku tidak mau, berpisah darimu,"


"Zain, aku mohon pertimbangkan kembali keputusanmu. Ariana sedang mengandung, anak kalian." Seru Rani, pada sahabatnya itu.


"Iya Tuan Zain. Aku mohon pertimbangkan kembali keputusanmu, sahabatku sama sekali tidak berselingkuh. Aku yang saksinya, dan dia sudah dijebak."


Zain begitu kaget saat mendengarkan, kalau Ariana sedang mengandung. Tapi pria itu tetap berusaha tenang, dan memantapkan hatinya, untuk tetap menceraikan Ariana. Dan dalam dirinya timbul keraguan, apakah itu betul-betul dara dagingnya.


"Temanmu, sudah berselingkuh Bella, dan siapa ayah bayi itu, Ariana?!"


Mereka yang berada didalam ruangan itu, begitu terkejut dengan pertanyaan yang keluar dari bibir pengusaha tampan itu.


"Apa maksudmu, Sayang? tentu saja ini anakmu. Jadi aku mohon, tolong batalkan keinginanmu untuk bercerai, setidaknya lakukan ini demi anak kita." Tatapan penuh harap, dengan menggenggam jemari Zain, agar pria itu luluh.


Melepaskan perlahan genggaman tangan Ariana, dengan senyuman sinis diwajahnya.

__ADS_1


"Aku tidak yakin, itu adalah anakku. Bisa saja itu anak pria lain, atau Piter."


Ariana semakin menumpakan tangisannya, saat mendengar apa yang dikatakan oleh pengusaha tampan itu. Dia tidak menyangkah, Zain akan berpikir rendah tentang dirinya.


"Ini anakmu Sayang,.., ini anakmu," Ucapnya, dengan terus mengeluarkan airmata.


Rian tak sanggup lagi membendung amarahnya, melihat tangisan Ariana, membuatnya begitu iba dengan keadaan wanita itu. Apalagi dengan tegas, Zain meragukan janin yang dikandung Ariananya.


"Dasar kau laki-laki brengsek Zain!! kau manusia yang tidak punya hati, dengan teganya kau menyangkal dara dagingmu sendiri," Dengan ingin memberi pukulan pada pria itu, tapi dengan cepat Bella mencekal tangan sepupunya.


"Aku mohon Rian, jangan membuat masalah semakin bertambah rumit,"


Zain membingkai senyuman mencemooh, saat melihat apa yang akan dilakukan Rian padanya.


"Kau tidak perlu khawatir Rian, setelah aku menceraikannya, kau bisa mendapatkannya."


"Kau sudah sangat keterlaluan Zain! dan kau akan sangat menyesal suatu hari nanti, dengan apa yang kau lakukan pada Ariana hari ini." Dengan raut wajah, yang begitu memerah.


Zain nampak tidak perduli, dengan apa yang dikatakan Rian tadi. Pria itu sudah dibutakan oleh kemarahannya. kembali mengalihkan tatapan pada Ariana, dan meminta wanita itu untuk menandatangani surat cerai.


"Cepat tanda tangan disini, karena aku tidak punya waktu berlama-lama, ditempat ini,"


"Aku tidak mau Sayang, aku tidak mau berpisah denganmu,"


"Zain, aku mohon tolong pertimbangkan lagi. Apa yang dikatakan Rian tadi sangatlah benar, kau akan menyesal suatu hari nanti," Ucap Rani, membujuk sahabatnya.


"Maaf Rani, tapi aku sudah tetap pada keputusanku."


"Sayang..., aku mohon.." Pinta Ariana, dengan menatap penuh harap pada Suaminya.


"Tanda tangan surat itu, sekarang juga Ariana!!" Titah Rian, dengan nada tegas.


"Tidak Tuan Rian, aku tidak mau, aku tidak mau.." Dengan menggelengkan kepalanya, dan airmata yang terus mengalir.


Rian menghembuskan napas, berusaha meredam emosi dalam dirinya.


"Aku tau, apa yang kau rasakan. Tapi apakah kau mau, hidup bersama dengan laki-laki, yang sama sekali tidak mempercayaimu. Dan bahkan..' Dengan menjeda, kalimatnya sejenak.


Bahkan dia tidak mengakui dara dagingnya, sendiri. Cepat tanda tangan surat itu, dan kau tidak perlu khawatir, masih ada kami yang selalu bersamamu."


Ariana semakin menangis, saat mendengar apa yang dikatakan Rian padanya.


"Cepat tanda surat ini, karena aku tidak punya banyak waktu," Ucap Zain, sekali lagi.


"Ariana.." Panggil Rani, pelan.

__ADS_1


Mendongakkan kepalanya, menatap Rani, Rian, dan Bella yang menganggukan kepala padanya.


Dengan berat hati, dan airmata yang terus mengalir, Ariana menandatangini surat cerai itu, yang berarti dia dan Zain sudah berstatus mantan suami istri.


__ADS_2