Terjerat Cinta Si Culun

Terjerat Cinta Si Culun
Bertemu mantan suami.


__ADS_3

Ariana nampak keberatan, saat mendengar apa yang dikatakan pria itu, hingga membuatnya berniat untuk menolak.


"Tapi Alex, akukan yang mengajakmu?"


Senyuman kecil membingkai diwajah Alex, saat mendengar apa yang dikatakan oleh wanita hamil itu.


"Seandainya kita bertemu dilain waktu, baru Nona yang akan mentraktir."


Ariana tersenyum kecil, saat mendengar apa yang dikatakan Alex.


"Baiklah, ayoo!!" Ajaknya. Dan saat melangkah Ariana tersandung sebuah lubang kecil didepannya, hingga membuat wanita itu hampir saja itu terjatuh, dan untung saja Alex segera memegang tangannya.


"Hati-hati, Nona?" Ucapnya, memperingatkan.


"Maafkan aku, dan ayo kita kerestorant diujung sana." Ajaknya, dengan menunjukan sebuah restorant kecil.


"Baiklah, ayoo!!" Jawab Alex, dengan melangkh beriringan bersama Ariana.


Alex, dan Ariana tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang sedari tadi menatap mereka, dari dalam mobil.


Raut wajahnya begitu memerah, saat melihat pemandangan itu.


Dan sekali lagi dia menilai mantan istrinya itu, dengan pikiran negatif.


"Dasar kau wanita murahan, Ariana!! ternyata selama ini, kau bukan hanya menjalin hubungan dengan Piter saja, tapi kau menjalin hubungan dengan laki-laki yang sudah menyelematkanmu!" Gumamnya, dengan kepalan yang terlihat membungkus, hingga urat-urat pada lehernya terlihat nyata.


"Apakah kita akan langsung, berangkat Tuan?" Tanya Adam yang menyadari, apa yang sedari tadi begitu menyita perhatian Tuanmudanya.


Hembusan napas terdengar berat, berusaha meredam emosi yang bergejolak dalam dada. Dan tak bisa dipungkiri, rasa cemburu begitu menyelimuti diri, seoarang Zain Pratama saat ini.


"Ikuti mereka, Adam!!"


"Baik Tuan?" Jawab Adam, dengan melajukan mobil dengan pelan, mengikuti Alex, dan Ariana yang berjalan kaki.


****

__ADS_1


Kedua sahabat yang baru saling mengenal itu, tengah menghabiskan makan siangnya disebuah restorant, yang terbilang sederhana.


Menikmati menu makanan yang disajikan restorant kecil itu, dan saling bertukar pikiran.


"Apa?? jadi sekarang Nona sedang mengandung?" Tanya Alex yang begitu terkejut, saat Ariana mengatakan dia tengah hamil saat ini.


Menganguk pelan, seraya menundukkan kepalanya karena memikirkan anaknya yang akan lahir, tanpa seorang ayah. Ariana tak sanggup lagi membendung kesedihannya, hingga airamata lolos begitu saja dengan sendirinya.


"Iya Alex. Dan aku difitna." Dengan memaksa diri untuk tersenyum, seraya mengusap airmata yang mengalir.


Alex menyandarkan pundaknya pada sandaran kursi, dan dia nampak begitu iba, dengan keadaan Ariana, yang diceraikan disaat dia sedang hamil.


"Aku sangat yakin, ada orang yang tidak suka dengan kebersamaan anda, dan Tuan. Dan mungkinkah, dia orang yang sama yang sudah berusaha membunuh anda, saat dipuncak itu?"


Ariana nampak nenimang, dengan apa yang dikatakan Alex barusan. Dan memorynya memutar kembali tentang Clara, yang mengaku telah mendorongnya hingga dia jatuh kejurang, saat mereka berlibur kevila.


"Bagaimana aku bisa membuktikannya, bukankah saudara angkatku itu sangatlah licik? lagi pula, Zain sama sekali tidak mau mendengar penjelasanku. Dan aku rasa, semuanya sama saja." Bathinnya.


"Nona, anda baik-baik saja?"


Melihat raut wajah Ariana yang nampak sendu, membuat Alex yakin kalau Ariana menyimpan banyak luka dihatinya.


"Ini pertemuan kita yang kedua kali Nona, dan walaupun belum terlalu mengenal anda, tapi aku sangat yakin, kalau anda bukan wanita seperti itu. Dan aku sangat yakin, suatu saat suami anda akan mengetahui kebenarannya, dan pasti dia akan sangat menyesal karena tidak mempercayai anda."


"Semogaa saja Alex, karena jujur aku begitu mencintai ayah dari anakku ini,"


Keduanya kemudian melanjutkan perbincangan mereka, Ariana terus saja tertawa, saat Alex menceritakan sesuatu yang lucu, dan itu membuat dia dapat melupakan kesedihannya sesaat. Dan hal itu, tidak luput dari pandangan seseorang, yang tengah menatap mereka dari dalam mobil. Sebab biar sudah berstatus mantan istrinya, tak bisa dipungkiri Zain masih begitu mencintai wanita itu. Apalagi melihat Ariana tertawa lepas bersama laki-laki lain, ada rasa tidak rella dalam diri pengusaha yang memiliki tatapan tajam itu.


Terus menatap pemandangan itu, yang membuatnya semakin meradang. Dan tentu saja, dia tengah menahan api cemburu. saat ini.


"Apakah dia masih tinggal, bersama Rani?" Tanya Zain tiba-tiba, pada sekretarisnya.


"Iya Tuan. Dan berita yang saya dengar, Nona Rani sendirilah yang meminta Nona Ariana tinggal bersamanya."


Melemparkan kembali tatapannya kearah restorant, dimana Ariana, dan Alex tengah menikmati menu makan siang mereka. Dan setelah menunggu hampir satu jam didalam mobil, akhirnya Alex, dan Arianapun keluar dari restorant itu.

__ADS_1


"Terima kasih Alex, karena sudah mentraktirku. Dan jika kita bertemu lagi. Akulah yang akan mentraktirmu." Pinta Ariana, saat mereka sudah berada didepan restorant itu.


"Tentu Nona, lain waktu anda yang harus mentraktir saya, kalau saya datang kekota ini lagi." Jawab Alex, dengan senyum kecilnya pada Ariana.


Melihat keduanya sudah berada didepan restorant, Zain segera keluar dari mobil mewahnya, menghampiri Ariana, dan juga Alex yang tengah berbincang.


Adam begitu terkejut, saat Zain keluar dari mobil. Dan diapun seketika khawatir, dengan sikap Tuanmudanya yang gampang emosi.


"Tuan..., Tuan..." Panggilnya, tapi tidak dihiraukan oleh lelaki tampan itu.


"Jadi laki-laki ini, adalah mangsamu selanjutnya. Dan apakah kalian berdua, sudah melakukan hubungan suami istri juga Ariana?" Tanya Zain, dengan senyuman mencemooh.


Ariana, dan Alex begitu kaget, dengan kedatangan pengusaha itu. Apalagi Ariana, yang tidak menyangkah dapat bertemu dengan mantan suaminya.


"Sayang.." Gumamnya, berbisik.


Senyuman sinis membingaki diwajahnya, saat melihat ekspresi terkejut dari mantan istrinya, Ariana.


"Kamu tidak perlu terkejut dengan kedatanganku, Ariana?! dan apakah kalian berdua akan langsung kehotel, untuk melakukan hal itu?"


Ariana hanya mengeleng-gelengkan kepala, dengan airmata yang sudah membasahi kedua pipinya, saat mendengar perkataan Zain, yang begitu merendakan dirinya.


Melihat Ariana menangis karena perkataan mantan suaminya, yang sangat jauh dari kenyataan, membuat Alex begitu kesal pada pengusaha itu.


"Kenapa anda bicara seperti itu, Tuan? Nona Ariana tidak serendah yang anda kira!"


Tawa kecil keluar dari mulutnya, saat mendengarkan apa yang dikatakan Alex tentang Ariana.


"Bagimu dia adalah wanita terhormat, tapi diriku, dia hanya seorang wanita murahan. Dan aku yakin, mungkin sekarang dia sedang kebingungan, memikirkan siapa ayah dari bayi yang dia kandung saat ini."


Ariana tak sanggup lagi membendung amarahnya, saat mendengar ucapan Zain, yang sedari tadi begitu merendahkan harga dirinya.


"Cukup Zain...!! cu..kup!! kau sudah sangat keterlaluan?! kalau memang aku melakukan hal itu, memang apa hakmu, kau itu hanya mantan suamiku, hanya mantan suamiku, dan bukan siapa-siapaku lagi, dan aku sangat membenciimu..?" Seru Ariana dengan teriakan, dan linangan airmata.


Zain begitu kaget, saat mendapati keberanian Ariana yang berani meneriakinya. Karena selama bersama Ariana, wanita itu sangat tunduk padanya.

__ADS_1


"Kamu bahkan sangat berani denganku , sekarang. Ingat Ariana, aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang. Dan kau bilang tadi sangat membenciku?! asal kau tau Ariana, aku bahkan jauh lebih membencimu saat ini, dan dimataku kau tidak lebih dari seorang wanita murahan sekarang." Ucapnya, dengan raut wajah yang begitu memerah.


__ADS_2