
Aku tidak memiliki selera untuk mengikuti jam pelajaran..
Saat dia menjelaskan pelajaran sihir atau ilmu pedang membuatku tidak berkonsentrasi karena otot yang ada selalu ikut bergerak.
Ugh!! Aku cuma bisa mengambil buku dan mendirikannya di meja agar aku tidak bisa melihat sesuatu yang ada di depanku.
*Hoam..
Aku menguap..
"Aku akan tidur sebentar jika sudah selesai tolong bangunkan aku" Ucapku kepada mereka berdua.
Mereka berdua mengangguk sambil memberikan jempol mereka.
Namun entah kenapa mereka memberikan senyum dengan aneh..
....
"Hei apakah tidak apa apa jika dia tidur" Ucap Drian yang berada disamping Rian.
"Nah ini sudah jadi kebiasaannya lagipula kita akan saling meminjam catatan jika selesai" Balas Rian dengan cepat.
"Dulu kami juga seperti jika salah satu dari kami tidur kami akan saling bergantian meminjamkan catatan" Sambung Iwan.
"Aku pikir kalian sangat dekat"
"Sudah kami katakan kami bukan gay" Jawab Rian dengan nada tidak senang.
"Ya bukan itu maksudku.. Mungkin seperti berteman dengan seseorang yang saling membantu satu sama lain berbagi susah dan senang itu sangatlah langka menemukan orang seperti itu.. Sepertinya aku iri dengan Rei memiliki teman seperti kalian"
"Apa yang kau bicarakan bukankah kita sudah teman" Balas Rian dengan heran. "Lagipula bukankah teman memang seperti itu"
"Ya aku pikir tidak semua seperti itu kalian tahu banyak sekali orang berteman hanya demi keuntungan dirinya sendiri.."
..
"Hei yang disana.. Apa yang kalian ributkan" Pak Demark marah sambil menunjuk ke arah Rian dan kawan kawan..
"Kami cuma membahas pelajaran pak" Jawab Rian dengan cepat.
"Lalu kenapa yang satunya itu"
Bapak Demark melihat Kearah Rei.. Untungnya Rei sudah meletakkan buku sebagai perisai untuk tidak terlihat tidur.
"Ah dia mencatat pelajaran karena dia tertinggal"
"Tolong jangan ribut lagi saat jam pelajaran dan kurangi pembicaraannya"
Mereka mengangguk dengan cepat..
Lalu mereka berhenti bicara dan fokus untuk mengikuti pembelajaran..
Walaupun mereka tidak bisa menangkap apapun dari yang di bicarakan.
Namun mereka tetap mencatatnya.
........
.....
...
Jam Istirahat.
Rian dan Iwan saling menatap satu sama lain.. lalu mereka mengangguk..
Rian dan Iwan mengambil sebuah spidol.
"Aku akan coret bagian sana lalu kau coret bagian sini.." Ucap Rian sambil menunjuk tempat yang harus Iwan coret.
"Apakah tidak apa apa melakukan hal ini saat dia tidur" Ucap Drian dengan khawatir.
"Tidak apa apa" Jawab Rian dengan senang.
Lalu Drian sepertinya ingin menarik perkataan bahwa dia iri dengan Rei memiliki teman seperti mereka berdua..
Akhirnya dia mengerti apa yang dirasakan Rei..
"Mari kita pergi ke kantin" Ucap Rian dengan bahagia.
"Apakah kita tidak membangunkannya ?" Tanya Drian.
"Sstt.. biar saja dia tidur" Balas Rian.
"Hehe..." Iwan hanya bisa tertawa saat melihat karya seninya.
Drian cuma bisa tersenyum kecut sambil meninggalkan Rei..
...
"Tuan putri apakah ini memang diperlukan" Ucap Kina dengan khawatir.
"Kita tidak bisa datang kesini tanpa pengawal" Sambung Lisa.
"Apa yang perlu dikhawatirkan jika ada kalian berdua bukankah itu sudah cukup"
Yuina berjalan masuk ke dalam Akademi petualang karena dia sangat penasaran bagaimana orang yang berasal dari dunia lain ini dan ingin mengundang mereka datang untuk makan malam di istana.
__ADS_1
"Tuan Putri" Hormat sang penjaga gerbang saat dia melihat tuan putri. "Apakah saya perlu memanggil kepala sekolah untuk menyambut kedatangan anda"
"Tidak perlu kami datang kesini cuma ingin bertemu seseorang jadi tidak usah membuat ketibutan yang tidak perlu"
Penjaga gerbang mengangguk mengerti dan membiarkan mereka lewat.
Mereka datang ke kelas murid tahun ajaran baru Akademi Petualang.
"Tuan putri sepertinya mereka sekarang berada di kantin.. karena jam pelajaran sudah berakhir" Ucap Lisa saat melihat ruangan kosong.
"Tunggu disana ada seseorang" Ucap Yuina saat dia memperhatikan tempat duduk paling belakang.
Dia hampir saja tidak melihatnya karena buku yang dia dirikan.
Mereka mendekatinya dan mereka berusaha untuk menahan diri untuk tertawa..
"hmpphhha.. dia adalah salah satu orang yang berasal dari dunia lain" Lisa berusaha untuk tidak tertawa..
Kina hanya mengangguk karena jika dia bicara mungkin dia akan tertawa lepas..
Yuina juga ingin tertawa namun dia menahannya hingga dibatas manusia normal..
"Sepertinya dia sedang dikerjai oleh temannya" Ucap Yuina yang melihat wajah Rei yang memiliki sebuah coretan diwajahnya..
Harus Yuina akui coretan yang ada di wajahnya sungguh berseni dimana kacamata dan sebuah kumis memiliki sebuah kimestri yang tidak dapat terpisahkan yang menjadi sebuah karya yang layak untuk di pajang di wajah miliknya.
"Sepertinya dia sedang tidur" Ucap Kina setelah dia menenangkan dirinya dari tawa.
"Apakah saya harus membangunkannya" Sambung Lisa.
"Tidak perlu biarkan dia tidur.. Kalian berdua cepat pergi untuk mencari temannya dan bilang kepada mereka untuk datang ke istana untuk makan malam nantinya"
"Tuan putri apakah anda berencana tinggal disini bersama pria ini" Ucap Lisa dengan khawatir.
"Apa boleh buatkan kakiku sakit karena berjalan" Ucapnya sambil menggembungkan pipinya.
"Bukankah sudah kami katakan bahwa kita harus datang kesini bersama kereta kuda" Balas Kina dengan tidak senang.
"Kereta kuda hanya akan menarik perhatian yang tidak perlu"
Yuina tidak terlalu suka untuk menjadi pusat perhatian apalagi menggunakan kereta kuda yang memiliki desain kerajaan yang akan sangat menarik perhatian.. karena itu dia datang hanya dengan berjalan kaki.
"Cepatlah kalian beritahukan mereka dan biarkan aku beristirahat disini"
""Baik tuan putri"" Jawab mereka bersama.
...
Yuina melihat pria ini cukup tertidur pulas sampai dia tidak menyadari kalau temannya mencoret wajahnya.
Dan entah kenapa Yuina juga terbawa aura tidur pulasnya..
....
...
"Tidak"
Kina dan Lisa melihat sekeliling di tempat kantin karena begitu ramai dengan orang mereka cukup kesulitan mencari mereka.
Saat beberapa waktu..
"Hei itu mereka" Tunjuk Kina saat dia melihat tempat duduk mereka makan.
"Ya aku melihatnya" Jawab Lisa.
...
"Hei aku mau ke toilet sebentar" Ucap Iwan langsung pergi dari tempat dia duduk.
"Oh oke" Balas Rian yang masih menikmati makanan miliknya.
...
Saat Lisa dan Kina ingin mendekat salah satu dari mereka pergi.
"Aku akan mengikuti yang satunya"
Lisa berpisah dari Kina dan mengikut Iwan..
Lisa pergi mengikut Iwan dan saat di persimpangan Iwan sudah berdiri disana dan menatap tajam kearahnya.
Lisa sungguh kaget dengan perubahan yang ada karena sepertinya pria yang ada di depannya sudah menyadari bahwa Lisa telah mengikutinya.
...
Rian dengan santai menyantap makanan miliknya karena dia sangat penasaran dengan semua masakan yang ada di dunia ini.
"Hei apakah kau yakin bisa menghabiskan ini semua" Ucap Drian yang khawatir saat melihat meja penuh dengan makanan.
"Aku cukup yakin dengan kemampuan makanku" Balas Rian dengan bangga.
Drian hanya bisa tersenyum kecut..
Saat Rian sedang makan seseorang gadis cantik berpakaian maid datang mendekati meja..
Rambutnya yang pendek berwarna merah dengan sebuah pita kecil berwarna biru mengikat rambutnya dan pakaian yang dia kenakan adalah baju maid.. Wajahnya yang terlihat imut namun juga cantik sungguh sangat cocok dengan pakaian itu.. Rian tersedak karena terkejut akan kecantikannya.
__ADS_1
"Air.."
Drian memberikan air dengan panik..
Saat Rian minum akhirnya dia dapat bernapas lega..
"Tuan bolehkah saya minta waktu kalian"
Seseorang Maid bicara kepada Rian..
Rian menjadi kegirangan karena seorang Maid sedang bicara dengannya.
"Iya mau bicara apa" Balas Rian dengan suara gentleman miliknya.
"Saya ingin mengundang tuan untuk makan malam nantinya ke istana karena tuan putri ingin berbicara sesuatu yang penting"
"Tuan putri ?" tanya Rian dengan bingung.
"Ya Tuan Putri Yuina Kleinstar"
"Yuina Kleinstar" Ucap Drian dengan terkejut.
Rian tidak tahu tuan putri yang dimaksudkan oleh karena itu dia hanya bisa memiringkan kepalanya karena tidak tahu..
"Oh Tuan Drian lama tidak berjumpa" Ucap Kina saat menyadari Drian ada di dekat Rian.
"Oh kau ingat denganku"
"Siapa yang tidak ingat dengan tuan" Jawab Kina dengan tersenyum.
Lalu Kina kembali melihat kearah Rian. "Kalau begitu hanya itu yang ingin saya katakan"
"Hei kenapa kau tidak duduk dan makan bersama kami" Rian menyarankan.
"Maaf tuan saya harus kembali ke tempat tuan putri segera"
Kina pergi meninggalkan Rian dan Drian..
Rian hanya dapat menyaksikan Kina pergi dengan sedih.
...
"Hei bukankah Iwan terlalu lama" Ucap Drian memecahkan keheningan.
"Mungkin muatannya miliknya terlalu besar" Jawab Rian dengan santai.
"Tunggu apakah Iwan tahu dimana toilet"
Menyadari hal penting mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepala mereka atas kebodohan mereka..
...
"Hei apakah kau juga mencari toliet" Ucap Iwan dengan malu.
"Ya aku juga" Balas Lisa dengan spontan..
Lisa hanya bisa tersenyum kecut saat dia memikirkan apa yang dia pikirkan..
Setelah itu Lisa mengantar dimana toilet berada.. karena ini bukanlah pertama kalinya dia disini jadi dia cukup hafal dalam hal ini..
Karena jika seorang Assassin tidak bisa menghafal tempat yang pernah dia kunjungi maka dia bukanlah seorang Assassin.
"Ah terima kasih telah menunjukkan jalan"
"Ya tidak apa apa"
"Oh ya pakaian yang kau kenakan.. Apakah kau seorang Maid"
"Aku hampir lupa.. Tuan putri ingin kau datang ke istana untuk makan malam karena ada yang ingin dia bicarakan dengan kalian"
"Maksudmu kami bertiga"
Lisa mengangguk.
"Cuma itu yang ingin saya sampai"
"Ah terima kasih" Ucap Iwan dengan terburu..
Iwan melihat dia pergi dengan sedih..
Penampilannya sungguh cantik dengan rambut panjang miliknya yang berwarna pirang dengan sebuah pita berwarna merah yang dia gunakan untuk mengikat rambutnya dengan gaya side pony tail..
Iwan langsung tidak bisa melepaskan pandangannnya darinya hingga dia menghilang dari pandangannya..
"Ah..!? Aku lupa menanyakan namanya" Ucap Iwan dengan sedih..
"Btw.. jalan menuju ke kantin kemana ya ?"
...
Aku bangun dari tidurku.. lalu merenggangkan tubuhku..
Aku mengucek mataku dan melihat semua orang sudah hilang..
"Sialan mereka tidak membangunkanku"
Lalu aku menoleh kesamping dan aku terkejut ada seseorang gadis berambut silver sedang tidur...
__ADS_1
Bersambung..