Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Cerita Drian [Pertarungan Sengit]


__ADS_3

Drian sudah menduga akan hal ini..


Sudah terlambat baginya untuk kabur saat ini melihat situasi yang begitu membahayakan..


Drian melirik ke samping dimana Luna yang juga ikut terseret bersamanya di sini..


Drian mengangkat sedikit alisnya karena terkejut bahwa Luna tidak terlihat takut sama sekali tetapi malah dia tersenyum..


"Apa yang kau lihat" Ucapnya dengan galak menyadari tatapan Drian kepadanya..


"Kau tahu keadaan kita sekarang ini"


"Bahaya"


"Lalu kenapa kau tersenyum"


"Karena ini akan menjadi sebuah pertarungan yang akan hebat dimana namaku akan terukir dalam sejarah" Jawabnya dengan senyum bahagia.


Drian merasa kaget dengan ambisi bodoh miliknya..


Drian tidak mengatakan apa apa lagi dan berbalik menatap musuh yang ada di depannya..


"Lagipula manusia pada akhirnya akan mati dan tidak ada orang yang akan menangis jika aku mati" Sambung Luna dengan tatapan serius kearah monster yang ada di depannya.


Drian memejamkan matanya lalu dia tersenyum..


"Tapi sayangnya kita tidak akan mati di sini"


Luna mendengar sebuah balasan dari Drian membuatnya sedikit terkejut dan juga ikut tersenyum sambil memegang pedangnya dengan erat..


"Boleh juga kata katamu"


Seluruh monster membuat langkah pertama dalam penyerangan..


Jumlah mereka banyak jadi Drian dengan sigap mengangkat tangannya mempersiapkan kuda kuda pertarungannya..


"Apa kau akan menggunakan tangan kosong ?"


"Aku sedikit percaya diri akan hal itu"


Drian berlari maju terlebih dahulu dalam menyerang monster yang ada di depannya..


Pukulan yang dia kerahkan tidak hanya sekedar pukulan..


Itu memiliki energi dalam yang mengerikan..


Ketika monster tersebut menangkis pukulannya, anehnya pukulan tersebut menembus tangannya dan langsung masuk ke dalam jantungnya..


Drian menarik tangannya kembali dan mencipratkan darah dari tangannya..


"Aku pikir menggunakan pedang lebih baik"


Drian mengeluh karena tangannya merasakan sesuatu yang aneh ketika memukul monster itu..


Seperti hanya memukul sebuah tomat..


Orang berjubah itu membuka matanya dengan lebar karena kaget akan hal itu..


Dia tidak pernah mendengar ada orang yang bisa menembus pertahanan monsternya hanya dengan sebuah pukulan..


"Apa!?"


Luna juga menyuarakan kekagetannya karena hal itu..

__ADS_1


"Apa itu tadi.. neh apa itu ?"


"Nanti aku jelaskan"


Drian kembali lagi untuk menfokus dirinya lagi untuk melawan monster yang ada dan dia mengalahkan mereka dengan begitu mudah..


Namun ketika beberapa monster tiba tiba menghindari pukulannya dan bahkan mereka tidak mau menangkisnya dengan tangan mereka..


Drian tidak mengerti..


Ketika salah satu monster bergerak dan itu adalah merupakan monster yang dipanggil oleh orang berjubah itu..


Palunya yang begitu besar mengayun dengan cepat kearah Drian..


Drian tidak menyangka palu yang begitu besar dapat diayunkan begitu cepat..


Untungnya reflek Drian begitu cepat menghindari serangan yang datang kearahnya..


Monster yang lain disekitar juga tidak dapat mengabaikan kesempatan ini dan mulai bergerak..


Namun untungnya ada Luna disisinya untuk membantu mengalahkan monster yang ada disekitarnya dengan Aura hitam yang begitu kuat..


"Serahkan bagian belakang kepadaku"


Drian tersenyum mendengar jawaban Luna dan kembali menatap kearah monster yang ada di depannya..


Drian menggunakan teknik langkah kilat miliknya untuk mendekati monster tersebut dan ingin memukulnya menggunakan energi yin dan yang..


Ini adalah jenis serangan yang telah diajarkan oleh masternya kepada dirinya..


Pukulan itu masuk dengan hebat ke dalam daging monster tersebut..


Drian mengharapkan sesuatu yang terjadi seperti monster lainnya yang dimana mereka langsung tumbang..


Dia tersenyum dengan ganas dengan apa yang Drian lakukan kepadanya..


Tekanan begitu kuat datang kepada Drian dan membuat Drian mundur beberapa langkah..


Monster tersebut ternyum dengan memperlihatkan banyaknya taring di mulutnya..


Drian merasakan hawa mengerikan yang datang dari monster tersebut..


"Aku lupa memberitahukan kalian bahwa monster jenis ini masih masa tahap percobaan"


Suara itu datang dari orang yang berjubah itu..


Drian mendecak mulutnya dan mencekram erat tangannya..


Drian lalu menenangkan hatinya akan perasaan takutnya..


Drian memandang monster tersebut memulai pergerakan pertama kepadanya..


Drian menghindari serangan yang datang dari samping kanannya dengan meloncatinya dengan kuat hingga dapat mencapai wajah monster tersebut..


Drian berharap serangan dia berhasil namun tanpa diketahui monster itu dengan cepat menangkisnya dengan tangannya yang satunya..


Karena energi Yin dan Yang begitu kuat membuat tangan monster tersebut hancur..


Namun monster tersebut tidak terkejut akan hal itu dan membuat wajah seringai senyum..


Drian terkejut akan senyuman itu dan seketika itu juga dia tidak menyadari bahwa monster tersebut melepaskan palunya yang besar dan melancarkan serangan tangan kosong kearah Drian..


Drian terpental dengan keras hingga akhirnya membentur rumah di dekatnya..

__ADS_1


"Uhuk"


Drian memuntahkan beberapa darah dari mulutnya dan merasakan sakit ditubuhnya..


Itu adalah pukulan yang sangat kuat. jika orang normal terkena pukulan itu dapat dipastikan dia akan menemukan dirinya di dunia lain..


"Hei kau baik baik saja!" Teriak Luna dengan khawatir..


"Aku baik baik saja"


Drian menyalurkan energi Yin dan Yang di tubuhnya untuk mempercepat penyembuhan..


Walaupun ini masih kurang dengan efek para Priest namun setidaknya ini dapat membantu dalam keadaan darurat..


Drian berdiri dari tempatnya dan menyeka darah dari mulutnya..


Drian melihat pemandangan yang dia lihat dalam pandangan yang begitu luas dari tempatnya berdiri.


Monster dalam berbagai jenis sekarang berdatangan.. kini tidak hanya Orc saja namun monster dari berbagai jenis ada.. Goblin, Gophers (Tikus Tanah), Wolf three tail, Black Bear, Red Crow, ... semua menjadi lebih jelas..


Monster sekarang bertambah banyak mengepung tempat Drian dan Luna..


Drian melihat kearah Luna yang mana terlihat begitu sulit melawan monster yang datang..


Bahkan Aura hitam yang menyelubungi tubuhnya mulai berkurang..


Monster besar yang memegang palu datang tepat di depan Drian..


Tidak ada jalan kembali dari tempat ini..


Drian sudah meneguhkan tekadnya..


(Setidaknya Luna harus selamat dari sini)


Drian mengkhawatirkan Luna..


Walaupun mereka hanya bertemu satu hari..


Bahkan itu pun tidak dapat dihitung dengan jam..


Namun Drian merasakan sebuah keakraban yang aneh ketika dia bersamanya..


Drian menghirup napasnya dengan erat seakan ini merupakan napas terakhir yang dia hirup..


Monster yang ada di depannya kini tersenyum dengan mengerikan..


Walaupun tangannya telah tiada yang disebabkan oleh serangan Drian namun tidak ada keraguan sedikitpun bahwa dia akan melemah hanya karena kehilangan satu tangannya..


"Ini akan sulit"


Drian bergumam dengan sedih akan situasinya saat ini..


Bersambung...


Woah.. mantap kali lah..


Aku nulis bagian pertarungan sengit baru kali ini wkwk..


Kalau tiga orang idiot itu bukan apa apa.. :v


Jujur aku merasa kasihan melihat Drian di posisi ini..


Apakah menurut kalian dia akan selamat ?

__ADS_1


__ADS_2