Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Pertarungan Sengit Manusia vs Vampire


__ADS_3

[Class Knight,Guardian, Assassin, Archer berhasil digabungkan]


[Class Mage untuk saat ini tidak memungkinkan untuk penggabungan]


[Waktu tersisa 04:59 menit]


Tanpa membuang waktu lagi. Aku langsunh berlari dengan cepat menuju kearahnya.


Kecepatanku menjadi semakin meningkat ketika penggabungan ini.


Menggunakan skill dari Assassin dan Knight membuatku dapat melancarkan serangan dengan Aura pedang untuk meningkatkan daya serang belatiku.


Orang itu mundur dengan cara menghindari terus menerus dari serangan milikku dengan kekuatan yang berasal dari sayapnya.


Kakinya tidak menyentuh tanah yang dimana dia dapat menghindari seranganku dengan leluasa ketika dia berada di udara.


Aku menghilangkan diriku dengan Skill [Stealth] yang dimana itu membuatku tidak terlihat..


Memanfaatkan kemampuan [Stealth] aku melemparkan belatiku dengan kecepatan penuh yang dimana ini merupakan Skill berasal dari Class Archer..


Belati yang aku menghilang di udara karena masih dalam keadaan [Stealth].


Aku tersenyum karena pemikiran cerdas dari serangan ini..


Namun ketika aku mengharapkan dirinya untuk terkena serangan itu.. ternyata harapanku gagal.


Dia berhasil menghindari itu dengan kekuatan dari mata merahnya itu.


Apa dia keturunan uchiha ?


Dia melihat kearahku yang masih menggunakan skill [Stealth].


[Waktu penggabungan skill tersisa 02:39]


Tch..


Waktuku tidak banyak..


Aku melemparkan pisau keatas langit dengan sekuat tenaga yang aku bisa.


Aku keluar dari keadaan [Stealth] dan langsung menyergap kearahnya..


[Taunt]


Skill yang membuat musuh tidak dapat berpaling dari penggunanya.. yaitu salah satu Skill dari Class Guardian.


Pria itu tidak bisa mengalihkan pandangannya dariku.


Aku langsung menyerangnya dengan mengeluarkan teknik Aura dari Class Knight yang dimana Aura yang muncul adalah berwarna hitam pekat menyelimuti diriku.


Aku melakukan Skill perpindahan [Blink] dari Class Assassinku kearah belakangnya.


Dirinya yang masih terikat dengan skill Taunt tidak bisa menggerakkan tubuhnya dengan benar.


Melancarkan serangan secepat yang aku bisa..


Dia sempat beraksi untuk menghindarinya namun terlambat.. Pisauku telah menyayat punggung.


Skill [Taunt] dariku tidak dapat bertahan lama untuknya.


Dia mengepakkan sayapnya untuk melarikan dari jarak serangku..


Namun itu juga telah terlambat...


Karena pisau yang aku lemparkan ke atas telah jatuh dan mengenai sayapnya...


Pisau yang aku lemparkan lumayan berat yang dimana aku memanfaatkan kekuatan gravitasi untuk serangan tersebut.


Sayapnya terluka cukup parah hingga pisau menusuk begitu dalam di sayapnya hingga satu sayapnya hampir terputus dari punggungnya.


Aku mendorong dirinya ke tanah dan menahannya dengan tubuhku.


Aku menodongkan pisauku kearah lehernya.


"Menyerahlah"


Aku cukup kelelahan dalam pertarungan yang begitu intens ini..


Bahkan aku tidak dapat mengatur napasku dengan benar..


Aku sangat bersyukur jika lemparan pisau dari atas mengenai dirinya..


Jika tidak aku yang sepertinya tamat..

__ADS_1


Dia perlahan menutup matanya dan kembali melihat kearahku.


"Aku kalah.. tapi juga menang"


Aku mengerutkan keningku dengan dalam mendengar perkataannya.


Ketika aku menyadari bahwa Melidia muncul dengan keadaan yang begitu mengerikan dengan darah di bagian kepalanya mengalir kearah bawah tubuhnya.


Keadaan musuhnya tidak jauh berbeda darinya namun sepertinya lawannya terlalu tangguh hingga dia masih dapat mepertahankan kekuatannya untuk mencengkram leher Melidia yang telah berubah.


Sekarang lawannya telah menyodorkan pisau kearah lehernya..


Melidia perlahan berubah ke bentuk asalnya..


"Jangan bergerak"


Aku tidak sadar akan Melidia karena terlalu fokus dengan pertarunganku.


Namun kondisi kami saat ini sama.


"Bukankah aku juga bisa mengatakan hal yang sama padamu" Ucapku kepadanya dengan tersenyum.


Orang yang mengancam Melidia kini menjadi ragu-ragu dan akhirnya menatap kearah orang yang aku tahan.


Sepertinya dia sedang menunggu keputusan temannya ini..


"Bawalah dia dan jangan pedulikan aku.." Ucapnya dengan keras kepada temannya.


Aku menyodorkan pisau lebih dekat menuju lehernya hingga hampir menyentuh kulitnya.


"Tidak bisakah kalian menyerah saja ?"


"Menyerah pada manusia.. tidak akan"


"Kenapa kau bersikeras untuk membunuh manusia ?"


"Kau tidak tahu berapa banyak manusia yang melakukan kejahatan kepada ras binatang dan ras kami.. kau pasti tidak tahu apa-apa karena tidak pernah melihatnya"


"Manusia ada yang jahat tapi ada juga yang baik.. kau terlalu banyak melihat sisi manusia yang buruk membuat pola pikirmu rusak"


"..."


"Apakah kau tidak pernah melihat hal itu ? sisi manusia yang baik ?"


...


Aku yakin dia pernah namun sesuatu pasti pernah terjadi kepada mereka..


Ini hanya tebakan tapi dia masih bisa diyakinkan dengan kata-kata.


Walaupun menceramahi seseorang bukan keahlianku.. tapi ini lebih baik daripada bertarung..


"Aku punya saran.. bagaimana jika kau ikut dengan Melidia menuju ibukota Klienstar yaitu kerajaan Huinester.. dengan begitu kau dapat memastikan apakah manusia masih layak untuk hidup atau harus dimusnahkan ?"


Orang yang aku tahan melihatku dengan bingung dengan usulanku.


"Apakah kau pernah ke sana ? aku yakin kau tidak pernah.. melihat dari reaksimu.. tapi jujur tempatnya lumayan jauh dari sini tapi aku yakin tempatnya sangat bagus bahkan perbudakan tidak ada di sana"


Dia masih menatapku dengan ragu-ragu..


"Jika aku salah maka kau bisa memenggal kepalaku tanpa perlu ragu"


Dia menutup matanya secara perlahan dan akhirnya membuka matanya kembali..


Sepertinya dia sudah memutuskannya..


"Lepaskan dia Ben"


Temannya yang memegang Melidia bernama Ben.


"Tapi--"


"Lepaskan saja"


Ben yang mendengar perkataannya perlahan menurut untuk melepaskannya.


Aku juga melepaskan pisau dari lehernya..


Aku berdiri dengan badan yang terasa sakit di sekujur tubuhku.


Pertarungan itu menguras energi dan ototku menjadi tegang.. Sial aku perlu balsem sepertinya untuk menyembuhkan ototku yang tegang..


Aku mengulurkan tanganku kepadanya untuk membantunya bangkit.

__ADS_1


Dia menatap tanganku dengan lama dan akhirnya memutuskan untuk menerima bantuanku.


"Namaku Rei"


"Nikky"


Nikky melepaskan genggaman lengannya dariku dan melihat tubuhnya sendiri.


Mencari sesuatu di saku celananya dan meminum sebuah cairan merah dari dalam botol kecil.


Perlahan tubuhnya yang dipenuhi dengan luka menghilang. Bahkan sayapnya yang terluka kembali dengan baik.


"Vampire memiliki regenerasi lebih cepat dari manusia"


Dia menjawab kebingunganku ketika aku menatap heran kearahnya.


Aku melihat kearah Melidia dan mengambil sebuah potion yang aku beli dari kantong penyimpanan milikku.


Potion adalah cairan berwarna merah yang memiliki fungsi untuk menyembuhkan.. Karena ini dunia fantasy rpg maka potion adalah barang yang harus disimpan untuk keadaan darurat.


Aku memberikan kepada Melidia dan dia menerimanya tanpa ragu..


"Terima kasih Rei"


Perlahan tubuh Melidia menjadi pulih. Walaupun kecepatannya terbilang lambat dari Nikky yang mempunyai ras vampire.


"Untuk sekarang aku akan mencoba untuk melihat manusia dari sisi yang berbeda.. jadi aku akan pegang janjimu"


Nikky melihat kearahku dengan tatapan yang tajam..


Tanpa sadar aku memegang leherku sendiri.. Aku sedikit menyesal mengatakan untuk memberikan leherku sebagai perjanjian.


"Kau bisa yakin akan hal itu"


Lalu dia mengangguk mengerti dan berpaling dariku.


"Aku harus pergi untuk menghentikan yang lain agar tidak menyerang kedua temanmu"


Aku hampir lupa dengan dua orang idiot itu..


"Aku juga minta maaf kepada tuan putri akan apa yang terjadi"


Nikky dengan cepat menghilang dari pandanganku ketika dia mengepakkan sayapnya.


"Aku juga meminta maaf" Ucap Ben dengan canggung setelah itu dia juga ikut menyusul Nikky.


...


"Hari yang berat" Ucapku dengan menghela napas.


"Maafkan aku"


"Tidak perlu meminta maaf karena ini bukan salahmu"


Melidia dengan canggung melihat kearahku..


"Anu.. pakaianku banyak sobek akibat perubahan [Beast] jadi.. aku ingin mengganti pakaianku"


Aku baru menyadari bahwa dia menutupi dirinya dengan malu-malu dengan kedua tangannya.


"Maaf!"


Aku berpaling dengan cepat ke belakang..


Lalu aku kepikiran tentang apa yang dikatakan Nikky.


Nikky bilang dia akan menghentikan temannya untuk menyerang kedua temanku..


Apakah sesuatu terjadi pada mereka ?


Bersambung...


Wadaw..


Entah lama banget update hingga lupa dengan apa yang terjadi pada dua orang idiot itu..


Jujur aku hampir lupa karena cerita masa lalu Nikky..


Sebenarnya aku mau membuat cerita Nikky pendek tapi aku mau buat ceritanya sedikit berkesan jadinya agak panjang.. maafkan aku..


Tapi tenang sekarang udah kembali dengan mereka yang idiot.. jadi yah gitu..


Silahkan dinikmati lagi kisah idiot mereka :v

__ADS_1


Likenya jangan lupa ditinggalkan :'v


__ADS_2