Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Beruntung atau Sial ?


__ADS_3

Suara mereka tidur yang berisik pasti membuat mereka marah.


Aku sangat yakin itu.. Karena aku juga jika tidur di dekat mereka pasti terganggu dengan suara ngorok mereka walaupun aku sekarang sudah terbiasa.


"Teman monster telah datang"


"Dia muncul darimana ?"


"Sialan ini buruk"


Aku mendapatkan reaksi yang menganehkan di wajah mereka semua yang berbanding terbalik dari apa yang aku harapkan.


"Tenanglah dia hanya sendiri.. tidak perlu panik" Ucap seorang gadis cantik dengan rambut hitamnya dan memiliki tanduk di kepalanya.


Tanduk ?


Aku menyadari bahwa mereka semua memiliki tanduk di kepala mereka.


Apakah ini ras yang hidup di hutan ini ?


"Mereka semua iblis" Ucap Matia yang tiba-tiba ada disampingku.


Kemunculan Matia membuat mereka terkejut dan semakin takut.


Karena gadis ini muncul menggunakan kekuatan kabut yang ada di hutan ini.


"Satu monster bertambah lagi!" Seru iblis itu dengan panik.


"Tenanglah mereka hanya berdua dan kita memiliki jumlah yang lebih banyak" Ucap gadis bertanduk itu menenangkan iblis lainnya.


"Hei.. Apakah kita harus bertarung ?"


Aku mempertanyakan hal itu kepada mereka semua.


Karena perkelahian ini bukan seperti melindungi hutan Elf dari orang jahat.


Mereka hanya iblis yang terlihat sedang ketakutan melihat kearah kami.


Walaupun wajahku tampan saat ini dan mereka menyebutku monster. Bukankah itu sedikit agak kasar ?


"Rei.. mungkin aku harus mengingatkanmu sebelumnya bahwa iblis adalah musuh semua ras termasuk manusia" Matia mengatakan hal tersebut dengan suara yang pelan dan jelas di dekatku. "Jadi apakah kau masih ingin membiarkan mereka pergi ?"


"Itu.."


Aku menjadi ragu untuk menjawab apa karena aku tahu jika ini adalah novel fantasy isekai pada umumnya iblis adalah musuh.


Namun apakah aku harus mengaitkan hal tersebut dengan novel. Karena aku tidak tahu iblis di dunia ini sekejam apa.


"Hei tunggu apa lagi.. kita serang mereka!"


Tanpa memberikan waktu untukku berpikir mereka langsung datang menyerang kearah kami.


Aku mengambil belatiku dengan cepat dan menangkis pedang yang datang menuju arahku.


Salah satu pedang datang dari depanku dan aku langsung menangkis pedang tersebut dengan menggerakkan langkah kaki ke samping dengan kecil dan memutar pergelangan tanganku untuk membuat serangan melesat ke samping yang dimana temannya ada di sana.


Orang tersebut menghentikan langkahnya dengan terburu dan menarik pedangnya ke belakang yang dimana mereka berdua saling tertabrak satu sama lain.


Ketika aku terlalu fokus salah satu belati terbang kearahku namun Matia dengan tanggap menghentikannya menggunakan kekuatan kabut sebagai perisai.


"Jangan khawatir.. aku akan menjaga punggungmu"


"Terima kasih"

__ADS_1


Aku langsung melesat ke depan dengan santai menerjang kearah mereka.


Aku tidak membunuh mereka melainkan hanya memberikan serangan yang cukup untuk menghentikan pergerakan mereka.


Ketika aku ingin menyerang lawan yang lainnya tiba-tiba gadis berambut hitam bertanduk ini menghentikan langkahku di depan.


"Lawanmu adalah aku"


Dia menyerukan dirinya di depanku seraya mengayunkan pedang besar yang melebihi besar tubuhnya.


Aku dengan cepat menggunakan skill [Blink]ku untuk menghindari serang tersebut.


Aku melihat tanah berbekas dengan besar di dekatnya.


Walaupun pedang itu lebih besar dari tubuhnya tapi dia dengan mudah mengayunkannya kearahku dengan begitu cepat.


Aku melihat kearah Matia untuk memastikan keadaannya dan terlihat dia baik-baik saja untuk saat ini.


"Kau melihat kemana ?"


Dia berlari dengan cepat kearahku hingga badanku dengan terkejut menghindari pedang yang dia ayunkan.


[Class Guardian]


Aku mengganti Classku dengan cepat untuk membuat diriku lebih kuat dan memiliki daya tahan yang lebih banyak.


Dia kembali mengayunkan pedangnya dari arah samping dengan kecepatan yang tidak masuk akal.


Aku langsung mengeluarkan sebuah tameng dari kantong penyimpananku.


[Shield]


Skill tameng diaktifkan untuk meningkatkan daya tahanku terhadap serangannya yang datang.


"Tidak mungkin!"


"Seperti yang diharapkan dari monster"


Aku menerima komentar yang sedikit menyakitkan darinya.


Walaupun aku memiliki kekuatan yang tidak masuk akal apakah pantas disebut monster ?


"Kita tidak memiliki alasan untuk saling bertarung" Ucapku berusaha untuk menghentikannya.


"Apa maksudmu kekuatanku tidak cukup untuk menandingimu!" Balasnya dengan marah.


"Bukan itu!"


Gadis ini tidak menangkap apa yang aku ingin sampaikan.


Gadis itu tiba-tiba mengerahkan seluruh kekuatannya hingga genggaman tangannya terlihat urat yang begitu besar ketika dia mengerahkan pedang besar tersebut kepadaku.


Aku tidak dapat menghindari serangan itu karena jangkauan pedang besar miliknya begitu besar.


Aku mengangkat tamengku sekali lagi dan tanpa aku sadari aku langsung terpental jauh dari tempat aku berdiri hingga terpaksa berhenti oleh pohon yang ada di belakangku.


Kekuatan itu tidak main-main.


Sepertinya dia memang ingin membunuhku.


Jika aku terus bertahan tanpa adanya perlawanan ini akan sangat buruk.


[Karena pengguna dalam bahaya maka sangat disarankan untuk penggabungan Class]

__ADS_1


[Saya sekedar mengingatkan karena pengguna adalah idiot dan pelupa]


Terimakasih komentarnya sistem.


Tentu aku masih ingat akan penggabungan class yang terjadi ketika melawan vampire.


System yang sering kali muncul ketika keadaan genting masih menjadi misteri bagiku. Bahkan dia selalu memberikan komentar yang menyakitkan setiap kali muncul.


Tapi mari kita pikirkan itu lain kali.


[Penggabungan Class]


[Class Knight, Guardian, Archer, Assasin berhasil digabungkan]


[Class Mage tidak memungkinkan untuk penggabungan saat ini]


[Waktu tersisa 4:58]


Aku hanya memiliki lima menit untuk mempertahankan kekuatan ini jadi aku harus cepat.


Aku mempercepat langkahku untuk mendekati gadis iblis itu hingga sampai tepat di depan wajahnya.


Dia membuka matanya dengan lebar karena terkejut akan kemunculanku di dekatnya.


Dia mengangkat pedang ke samping kiri ketika tanganku telah memegang belati yang telah siap untuk menyerangnya.


Namun aku langsung menghentikan momentum pergerakanku dengan cepat dan membatalkan serangan dari belatiku dan melancarkan serangan lain dari tamengku.


[Push Shield]


Ini adalah skill dari Class Guardian yang memiliki syarat harus menggunakan tameng untuk mengaktifkannya.


"Kya!"


Suara teriakan dari gadis itu adalah pertanda bahwa serangan itu berhasil.


*Boing


Entah kenapa aku merasa tamengku menghantam sesuatu yang lembut.


Apakah gadis itu memiliki skill untuk meredam serangan tameng milikku.


Gadis itu tiba-tiba melepaskan senjata yang besar itu dan mundur dengan cepat dari tempatku berdiri.


"Dasar monster mesum!"


"Hah!?"


Aku tidak tahu apa yang dia katakan namun ketika melihat reaksinya.


Dia menutup dadanya menggunakan kedua tangannya dengan wajah yang memerah cerah.


Aku kembali melihat kearah tamengku dan kembali melihat kearahnya.


"Apakah aku baru saja mengenai dadamu ?"


Wajahnya menjadi semakin merah ketika aku bertanya hal seperti itu kepadanya.


Aku sangat yakin ingin mendorongnya untuk jatuh menggunakan tamengku namun entah kenapa dia tidak jatuh akibat dadanya yang lembut.


Apakah aku sedang sial atau apakah aku sedang beruntung ?


Aku bingung menentukan yang mana.

__ADS_1


Bersambung..


Like dan komen dan subkerep oke :')


__ADS_2