
Mereka berdua saling menatap di atas panggung bersiap untuk bertarung.
"Jika kau tidak ingin mati lebih baik menyerah"
"Aku tidak akan menyerahkan gadis yang aku suka"
"Aku sudah berbaik hati menawarkan pilihan baik untukmu.." Ucapnya dengan mendengus kesal.
Mereka berdua bertukar percakapan seperti hal klise yang terjadi ketika bertarung.
"Clain! jangan kalah"
Sang gadis yang menjadi perebutan menyuarakan dukungannya kepada salah satu ras singa yang ada di sana.
Ras singa yang bernama Clain tersenyum kepadanya. "Jangan khawatir Riena.. aku pasti akan menang"
Orang yang bernama Clain ini jujur terlihat begitu lemah daripada orang yang ada di depannya.
Orang yang tidak mendapatkan dukungan menjadi sangat marah.
"Aku pasti akan membunuhmu!"
Clain yaitu orang yang mendapatkan dukungan tersenyum begitu lebar.
"Dalam mimpimu"
Clain langsung mengambil kuda - kuda untuk menyerangnya.
Gerakan luar biasa datang dari Clain dengan aura yang begitu kuat.
Cakaran datang menuju orang itu dengan begitu berat.
Namun orang itu bisa menghindarinya dengan mengelak sedikit namun serangan berlanjut dengan Clain yang menyimpan lengan kirinya untuk pukulan dari bawah.
Orang itu menahan dengan kasar namun tidak berhenti disitu. Clain menghantam kepalanya dengan kepala miliknya.
Rasa sakit datang dari tempurung kepalanya karena serangan yang tidak dia antisipasi.
Clain memiliki kepala yang begitu keras dan sepertinya itu adalah senjata rahasianya.
Clain mengambil kesempatan ini untuk menendang tulang kering kakinya dengan sekuat tenaga.
Rasa sakit datang membuatnya tidak dapat menopang tubuhnya.
Clain memberikan senyuman ketika musuhnya ada di bawahnya.
"Walaupun aku tidak kuat namun aku memiliki kecerdasan.. aku telah memikirkan berbagai strategi sebelum hari ini tiba" Ucap Clain dengan bangga.
Clain mengambil kepala orang itu dan menghantam keras kepalanya dengan lututnya yang begitu keras.
Orang itu pingsan dan kemenangan menjadi milik Clain.
Gadis yang menyemangatinya langsung memasuki arena dan memeluknya..
"Clain"
"Riena"
Mereka berdua berpelukan cukup lama.. seperti yang ada di adegan film romantis.
Aku yang ada di pinggir arena hanya bisa menghela napas dengan kesal.
Adegan indah ini begitu menyilaukan bahkan aku melihat beberapa bunga dilemparkan kepada mereka untuk perayaan..
"Apa.. sebentar saja ?" Rian mengeluh dengan ketidaksenangan karena pertarungan berlalu begitu cepat.
Jujur aku juga berpikir seperti itu.
"Itu pertarungan yang cukup bagus menurutku" Ucap Lily yang berada di samping Rian.
"Apakah ini karena kalian ras binatang jadi cara bertarung kalian jauh dari kata teknik ?" Tanya Rian dengan heran.
Lily mendengar hal itu merasakan sedikit kemarahan atas perkataan Rian.
Perkataan Rian cukup berbahaya karena itu berisi sarkasme..
__ADS_1
"Lalu kenapa kau tidak berdiri di arena dan bertarung ?"
"Aku tidak mempunyai alasan untuk bertarung.. lagipula tidak ada gadis yang bagus untuk dipertaruhkan"
"Bukankah di sana ada gadis ras monyet yang sama denganmu"
"Aku bukan monyet!" Ucap Rian dengan kesal.
"Ahem~"
Aku mengeluarkan batuk palsu untuk menghentikan pertengkaran mereka.
Mereka berdua melihat kearahku.
"Sudah waktunya kita pergi"
Mereka berdua masih saling menatap dengan marah dan pada akhirnya berhenti.. walaupun masih ada kekesalan di mata mereka berdua.
"Oh ada tuan putri di sini.. apakah tuan putri datang ke sini untuk mencari pasangan ?"
Suara itu datang dari pria bertelinga serigala dan berbadan yang begitu besar bertanya dengan keras hingga menarik perhatian semua orang kepada kami.
Melidia yang mendengar hal itu tersenyum dengan ramah kepadanya.
"Tidak, saya di sini hanya meliha--"
"Tuan putri saya tahu" Ucapnya sebelum Melidia menyelesaikan perkataannya.
Dia melihat kearah semua orang dan berkata dengan keras. "Tuan putri ingin melihat orang yang kuat hari ini untuk membuatnya menjadi pasangannya.. apakah ada yang berani.. tentu aku juga ikut karena kesempatan ini jarang terjadi" Ucapnya dengan tersenyum.
"Tunggu itu bukan yang ingin aku katakan" Ucap Melidia dengan panik.
Orang ini sengaja memancing publik untuk membuat Melidia kesulitan untuk menolaknya.
Ini akan sulit bagiku jika Melidia terjebak di sini untuk waktu yang lama.
Apalagi aku tidak tahu daerah sini.. jadi jika penunjuk jalan kami diambil..
Maka ini akan sulit.
"Siapa manusia ini ? apakah kau mempunyai hak untuk ikut campur di sini" Ucapnya dengan gaya yang begitu meremehkan.
Semua orang yang mendengar perkataannya memberikan tatapan tajam kepadaku.
Aku semakin tidak menyukai ini orang.
Rian mendekati kearahku dan berbisik. "Rei.. kalian berdua lari biarkan kami menangani di sini"
"Apa yang akan kau lakukan ?" Balasku dengan heran.
Rian tidak menjawab perkataanku dan malah memberikan kedipan satu matanya.
Dia pikir itu keren tapi entah kenapa kalau orang idiot yang pakai gaya itu terlihat semakin tidak menyakinkan.
Rian maju ke depan dengan tertawa begitu keras.
Itu berhasil menarik perhatian semua orang untuk melihatnya.
Beberapa orang melihatnya seperti orang gila namun dia tidak memperdulikannya.
Orang itu melihat kearah Rian dengan bingung dan bertanya "Apa kau merusak kepalamu atau semacamnya ?"
"Di sini juga ada orang yang membutuhkan pasangan.. tapi kenapa harus tuan putri terlebih dahulu ?" Ucap Rian dengan tersenyum.
Semua orang terdiam mendengarnya karena jika dilihat dari peraturannya itu harus dilakukan sesuai dengan urutan dari orang pertama kali mendaftarkan diri.
"Bro~ saat ini tidak ada orang yang melakukan persaingan untuk pasangan... bukankah begitu semuanya ?" Ucapnya mengalihkan pandangannya kearah semua orang.
Orang yang mendengarnya hanya bisa mengikuti alur orang ini dan mengangguk setuju.
"Semua orang dengarkan aku.. pasti kalian terkejut bahwa ada yang ikut mencari pasangan sebelum tuan putri.. itu adalah kapten penjaga yang selalu menjaga keamanan kita yaitu nyonya Lily!"
"Hah!?"
Lily yang mendengar hal itu terkejut ketika Rian menunjuk dirinya.
__ADS_1
"Lihat wajahnya yang cantik dan imut.. aku yakin semua orang ingin menjadi pasangannya.. iya kan ?"
"Aku cantik dan Imut!? apa yang kau katakan ?"
"Lihat wajahnya memerah dan bertingkah malu bukankah itu sangat menawan"
Lily yang mendengar Rian berkata seperti itu semakin memerah padam ketika dilihat semua orang.
"Kau benar.. itu imut"
"Aku tidak tahu sifat lain dari kapten"
"Ini sepertinya sisi koin yang tidak kita ketahui"
Semua orang menjadi bersemangat ketika kapten penjaga yang terkenal tegas dan kuat menjadi cantik dan imut ketika Rian memberikannya pujian.
"Nah bagaimana ? lagipula tuan putri sedang pergi ke kamar mandi jadi kenapa kita tidak melakukannya ?"
"Hah!? tuan putri telah pergi"
Ketika semua perhatian mereka teralihkan oleh Rian semua orang tidak menyadari bahwa Rei dan Melidia telah menghilang.
"Kau!! dasar brengse*" Ucap pria bertelinga serigala dengan marah.
Rian memberikan senyuman kepadanya karena rencananya berhasil.
"Nah bagaimana ?" Ucap Rian dengan tersenyum ramah dan menyipitkan matanya.
"Mau bagaimana lagi" Balasnya dengan lemah.
"Tapi kalian harus melawanku terlebih dahulu untuk merebutnya"
"Kau manusia tidak bisa ikut.., ini sudah menjadi aturannya"
"Hah ? siapa bilang aku manusia.. aku adalah ras monyet tanpa bulu.. aku adalah keturunan langka jadi wajar kau tidak tahu"
Semua orang tercengang melihat itu..
Dia bukan manusia ?
Tapi ras monyet..
"Dia manusia bukan ?"
"Tapi wajahnya agak mirip monyet jadi mungkin dia benar"
"Sepertinya iya dia ras monyet tanpa bulu"
(Aku sedikit kesal mereka menyebutku monyet tanpa ada yang menyangkalnya) Ucap Rian dalam hati dengan begitu sedih..
Iwan masih ada di sana dan kebingungan dengan apa yang terjadi..
(Rian sepertinya memang ingin mendapatkan Lily sebagai pasangannya.. aku sebagai teman harus mendukungnya)
"Rian adalah ras monyet.. aku sebagai temannya yakin akan hal itu.. dia bahkan makan satu tandan pisang setiap hari" Ucap Iwan dengan penuh percaya diri.
Rian yang mendengarnya menjadi terkejut..
(Sepertinya temanku juga mengira aku monyet) Rian ingin menangis mengeluarkan air mata batinnya..
Bersambung...
...
...
Selamat tahun baru semuanya.
Walaupun agak telat tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.. iya kan..
Hah~ tidak menyangka tahun 2020 berlalu begitu cepat dan chapter cerita tiga orang idiot ini masih angka puluhan.. padahal cerita orang-orang udah sampai ratusan :')
Tapi yah maafkan jika author ini memang nulisnya agak nyantuy daripada yang lain :')
Aku harap selama satu tahun kalian terhibur dengan cerita ini dan moga-moga semakin hari ceritanya semakin banyak pembacanya.. amin~
__ADS_1
Oke itu aja dan tidak lupa juga tekan tombol likenya ya. ;)