
Aku memberikan sebuah senyuman licik yang aku miliki..
"Aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi"
Aku mengabaikan suara Rian yang sedang berbicara di sampingku..
"Mari dekatkan diri kalian kepadaku karena aku akan memberikan sebuah rencana kepada kalian" Ucapku kepada seluruh pasukan yang ada untuk membantu.
Mereka semua menurutiku dengan patuh datang dengan bergerombol kearahku..
Karena tidak memiliki banyak waktu jadi aku mengatakan semua rencana yang ada di kepalaku dengan cepat..
"Aku tidak mengerti.."
Aku mengabaikan suara Rian yang idiot ini yang masih belum paham dengan apa yang aku katakan..
"Jadi pada akhirnya kami hanya berjuang lalu lari mundur.. lalu maju lagi dan mundur ?" Tanya seseorang yang akhirnya mengerti..
"Itu khusus yang memiliki Class pertarung jarak dekat" Balasku dengan singkat.
"Aku mengerti"
"Lalu untuk penyerang jauh aku berharap tinggi kepada kalian" Ucapku kepada master panah dan master mage
Aku menatap seorang master panah dengan beberapa orang yang dia miliki sebagai anak. buah..
Selain panah aku juga menunjukkan minat kepada master mage yang juga sama memiliki anak buah..
"Aku mengerti.. kau bisa mengandalkan kami" Ucap Master panah.
"Kami hanya perlu melontarkan mantra simpel seperti air.. itu adalah hal yang mudah dan juga lebih irit akan penggunaan mana"
Aku yang memiliki Class mage paham akan hal itu.. oleh karena itu aku menyarankan itu untuk rencana ini..
Lagipula mantra itu tidak terlalu boros akan mana..
"Lalu apa yang kau katakan sebelumnya tentang senjata rahasia ?" Tanya master panah kepadaku.
Aku tersenyum akan hal itu..
Lalu aku menatap kearah Rian yang ada di sampingku dengan masih keadaan bingung..
"Apa ?"
"Aku memiliki firasat buruk.. apa yang ada dipikiran Rei" Ucap Iwan yang ada disampingnya Rian.
...
...
...
"Aku telah mempersiapkan tempat duduk terbaik yang mulia" Ucap seorang pelayan dengan menunduk..
"Hmph.."
Raja tersebut dengan begitu sombong duduk ditumpukan monster yang telah terbentuk menjadi panggung dengan punggung mereka yang begitu besar..
Raja tersebut adalah Leon
Dengan gayanya yang penuh arogan duduk menatap ke depan yang dimana itu adalah ibukota kerajaan yang akan diserangnya..
Hal ini adalah sesuatu yang telah lama direncanakan olehnya dan mimpi ini akhirnya terwujud..
Dia menatap kearah gadis yang telah membantunya mewujudkan mimpinya ini..
"Kemarilah Serlia"
Serlia mendekatinya dengan duduk dipangkuan miliknya dengan senang hati..
Itu adalah sesuatu yang sudah sering mereka lakukan..
Mereka berdua memiliki tujuan yang sama dan itulah membuat mereka berdua menjadi pasangan yang serasi..
"Kita akan melihat pemandangan yang bagus di sini.. bagaimana menurutmu ?"
"Pemandangan di sini cukup indah"
Serlia dan Leon menatap kearah dimana manusia sedang mengatur posisi mereka untuk bertahan..
Itu membuat Leon tertawa kecil melihat hal itu..
__ADS_1
"Apakah ada sesuatu yang salah ?" Tanya Serlia yang bingung.
"Lihat mereka.. mereka begitu kecil dengan monster yang ada namun mereka masih berusaha keras.. bukankah mereka tidak tahu bahwa mereka melakukan hal yang sia-sia"
Serlia baru menyadari hal itu dan juga ikut tertawa dengan senang..
"Sungguh bodoh"
"Haha.. mereka memang bodoh.. tapi aku harap mereka bisa sedikit menghibur"
"Aku tidak sabar melihat itu"
Ketika mereka saling mentertawakan kebodohan yang dilakukan mereka dengan tawa yang begitu bahagia..
Ketika mereka sedang tertawa suara mereka dihentikan oleh monster Orc yang besar..
"Semua monster sudah keluar dari persembunyian.. apa yang harus dilakukan"
"Bunuh semua orang yang ada di sana."
Monster tersebut tersebut tersenyum dengan ganas..
Itu adalah perintah yang telah lama dia tunggu..
"Baik tuan"
Suara monster dengan ganas meraung yang menandakan semua telah bersiap melakukan serangan..
Wolf..
Orc..
Chimera..
Goblin..
Skeleton..
Harpies.. (Monster Setengah manusia setengah burung)
Griffin.. (Singa bersayap)
Dan ada dua puluh jenis monster lainnya yang tidak bisa disebutkan di sini..
Semuanya bergerak secara bersamaan dengan suara auman dari Monster Wolf yang begitu keras sebagai penanda bahwa sudah dimulai..
Gerakan yang dibuat oleh monster itu membuat tanah bergetar dengan begitu hebat..
Getaran tersebut sampai menuju dimana Iwan, Rian dan Rei berdiri..
Mereka bertiga menegukkan air liur mereka dengan sangat mengerikan..
Rian mengangkat pedang miliknya yang dimana itu adalah pedang pemberian Hiura yang tidak pernah dia gunakan karena tidak ada waktu yang tepat untuk menggunakannya..
Lalu Iwan mengangkat perisai miliknya yang begitu besar dengan berat sambil memegangi sebuah pedang ditangan kanannya..
Rei sudah bersiap dengan senjata yang akan dia gunakan yaitu sebuah tongkat sihir di tangan kanannya dan belati di tangan kirinya..
...
"Apakah menurutmu rencana ini akan berhasil" Tanya Rian yang begitu khawatir..
"Tenang.. aku akan menjadi ahli strategi kita.. bukankah kita sudah sering memainkannya di game RPG android ?" Jawabku dengan percaya diri.
"Itu berbeda oi"
"Lagipula dengan bantuan bahan herbal milikmu aku menjadi sangat yakin untuk berhasil"
"Apakah itu benar ?"
"Yap.. untungnya kau banyak persediaan akan hal itu"
"Sebenarnya Rian membuat itu sebagai pr--" Belum sempat Iwan menyelesaikan apa yang dia bicarakan.
Rian dengan cepat menyelanya..
"Sebagai hal dararut seperti ini alasan aku membuatnya haha.."
Aku sangat yakin bahwa Iwan akan mengatakan untuk prank..
Tapi aku akan mengabaikan itu untuk kali ini..
__ADS_1
Aku harap ini akan berhasil..
Beberapa juga aku lihat dari segi kondisi dan jumlah dari banyaknya prajurit yang ada di sini sangat berbanding terbalik dengan banyaknya jumlah monster..
Namun aku sangat berharap bahwa ini akan berhasil..
"Apakah kalian sudah melakukan apa yang aku perintahkan" Ucapku kepada pasukan barisan belakang yang terdiri dari Archer dan Mage.
"Sudah semua"
"Semua menyerang dalam aba - abaku"
Monster berjalan menuju kami dengan jarak 200 meter..
100 meter..
50 meter..
25 meter..
"Serang!!"
Semua panah dan sihir air menyerang secara bersamaan menuju semua monster yang ada..
Semua monster terkena serangan tersebut namun itu tidak terlalu fatal..
Namun ini cukup..
"Barisan depan.. angkat senjata kalian.."
Aku melihat beberapa monster terlihat gelisah satu sama lain setelah terkena sihir dan panah yang terkena badan mereka..
Ketika itu perlahan mereka mulai merasakan panas yang begitu mengerikan dan mengeliat seperti ulat..
"GRRRRARARARRARRATA"
Mereka memiliki teriakan yang amat mengerikan...
"Barisan depan Serang!!!!!"
Suara yang aku miliki aku kerah dengan begitu keras hingga urat yang ada di leherku muncul..
Suara yang aku berikan membuat para pasukan begitu cepat masuk ke perkumpulan monster dengan ganas menebas semua monster yang sedang kepanasan..
Apa yang terkena ke tubuh para monster adalah jamu Rian yang dia buat begitu panas dan pedas dengan campuran yang tidak aku ketahui..
Aku memberikannya kepada para mage untuk disatukan dengan sihir air mereka dan para Archer untuk melumuri panah mereka dengan air jamu ini..
Aku tidak menyangka ini akan begitu efektif untuk taktik perang..
"Rian terima kasih"
"Eh untuk apa ?"
Tunggu dia buat ini untuk mem-prank diriku..
"Aku akan memukulmu nanti"
"Eh itu untuk apa lagi ?"
Aku melihat kearah monster yang ada di depanku dan bersiap dengan cepat..
"Aku akan mengambil alih perhatian mereka.. tolong jangan bercanda di saat seperti ini" Ucap Iwan yang dengan sigap maju untuk melindungi kami..
"Oke serahkan serangan kepadaku" Balas Rian dengan percaya diri..
Aku juga tidak mau kalah dan telah bersiap dengan berbagai sihir yang ada..
Aku memberikan sebuah senyuman..
"Sepertinya ini akan menjadi mudah" Ucapku dengan percaya diri..
Bersambung..
Hoho..
Ini belum berakhir..
Jangan senang dulu...
Kalau mau lanjut like dulu oke..
__ADS_1
Wkwk :'3
Itu aja.. moga aja pertarungannya bagus nantinya.. ;)