Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Teman Lama Bertemu


__ADS_3

Aku menghela napasku karena aku masih ingat dengan teman idiotku yang masih tersesat..


"Liana apa kau ada peta di sini"


"Apakah kau berniat mencari mereka sendirian"


Aku mengangguk.. "Kau jaga mereka berdua biarkan aku saja yang mencari mereka"


"Tapi.."


"Tenang saja, kau bisa serahkan ini kepadaku karena aku sudah terbiasa dengan keidiotan mereka berdua"


Liana mengangguk dan mengambil sebuah peta dari kantong penyimpanan miliknya..


"Tolong berhati hati lah"


Aku mengambil peta yang diberikan Liana dan tersenyum..


"Aku akan menemukan mereka dengan cepat" Ucapku sambil melambai pergi..


...


[Iwan Pov]


Iwan berusaha untuk menemukan Rei dan Liana di tempat dimana dia terpisah..


Namun dia tidak menemukan mereka di sana..


Iwan dengan sedih duduk di pinggir jalan berharap bahwa Rei dan Liana kembali..


Iwan yang sedang duduk itu tiba tiba ada seseorang gadis datang mendekatinya..


"Ini beberapa koin emas.. aku harap ini bisa membantu untuk membeli makan"


Iwan dengan bingung dengan gadis ini yang tiba tiba memberinya koin emas..


Lalu dia melihat dirinya yang duduk di pinggir jalan seketika itu dia sadar akan posisinya..


"Tunggu aku bukan pengemis"


"Tidak usah malu untuk menerimanya"


"Tidak kau salah aku memang bukan pengemis"


"Tidak usah malu, tolong terima saja"


Iwan memandangi gadis tersebut yang terlihat tulus memberikannya koin emas ini..


Dia lalu memegang tangan gadis tersebut dengan erat lalu meletakkan koin emas tersebut kembali ke gadis tersebut..


"Aku bukan pengemis.. aku cuma menunggu temanku di sini" Ucap Iwan dengan memandanginya dengan wajah serius miliknya.


Gadis tersebut memandangi pemuda tersebut dan sepertinya dia memang salah..


Wajah gadis tersebut langsung memerah..


"Maafkan aku" Ucapnya gadis tersebut sambil menunduk..


"Ya tidak apa apa"


Iwan tersenyum membalas gadis tersebut..


"Charllotte, sedang apa kau ?" Seorang laki laki datang mendekati gadis tersebut dan seketika itu dia melihat kearah Iwan..


"Ah"


"Ah"


Mereka berdua saling terkejut..


...


[Rian Pov]


Rian benar benar tidak tahu jalan ke arah mana menuju pasar kenyamanan jadi dia bertanya dengan pejalan kaki..


Pejalan kaki memberitahukan dia arah dimana pasar kenyamanan dengan detail..


Rian hanya mengangguk mengerti walaupun sebenarnya dia masih bingung apakah jalan yang dia lalui sekarang ini apakah jalan yang benar..


Rian terus berjalan dan seseorang dari belakangnya memegangi bahunya..


"Rian ?"


Rian berpaling dengan kaget dan melihat wajah yang begitu familiar..


Rian hampir menangis terharu dengan orang yang dia temui..

__ADS_1


"Rachel"


Rachel bingung kenapa Rian bisa berada di sini..


Mengingat bahwa dia bertemu dengan dia beberapa bulan lalu di Klienstar untuk perjalanan bisnis dan dia tidak mengingat untuk berpamitan pergi karena dia tidak tinggal lama di Kleinstar..


"Kenapa kau ada di sini ?" Tanya Rachel dengan penasaran..


"Ceritanya cukup panjang.."


Lalu Rian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Rachel..


"Begitu rupanya"


"Lalu kau Rachel kenapa ada di sini ?"


"Apakah kau lupa ? bukankah aku pernah memberitahumu" Ucap Rachel dengan heran..


Rian memiringkan kepalanya dengan bingung dan mencoba mengingat apa yang dikatakan Rachel..


Sebenarnya Rachel memang pernah memberitahukan kepada mereka namun karena idiotnya Rian yang tidak memperhatikan jadi dia tidak tahu akan hal itu..


Rachel menghela napasnya..


"Aku seorang pedagang di ibukota Gainestar dan perjalananku Kleinstar terkait dengan bisnis bersama pedagang di sana"


"Ah.. itu menjelaskan.. tunggu jangan jangan rombongan yang banyak itu hasil daganganmu semua"


"Tidak semua sih karena di sana juga ada kereta untuk penumpang.. tapi yah sebagian besar memang barang dagang"


"Jadi kau orang kaya ternyata"


"Ermm.. aku pikir begitu" Jawab Rachel dengan tidak nyaman ketika disebut orang kaya..


"Yah kau begitu hebat"


"Lalu kau mau kemana sekarang.."


"Bisakah kau mengantarku ke pasar kenyamanan karena sepertinya aku terpisah dengan Rei dan Iwan"


"Oh kebetulan aku sedang mencari adikku di pasar kenyamanan"


"Oh sungguh kebetulan"


Setelah itu mereka berdua berjalan dan akhirnya bertemu dengan adiknya Rachel..


Rachel memperhatikan dia sedang bersama seseorang dan sedang berdebat sesuatu..


"Charllotte, sedang apa kau ?"


Lalu mata Rachel jatuh ke pemuda itu dan ternyata..


"Ah"


"Ah"


Itu adalah Iwan..


Iwan melihat kearah belakang Rachel dan itu adalah Rian..


Iwan dengan kesal mendekati Rian..


"Kampret kau menyusahkan saja lihat karenamu aku juga tersesat" Ucap Iwan dengan mengguncang tubuh Rian dengan keras..


"Tersesat itu karena kebodohanmu sendiri"


"Yang tersesat pertama adalah yang paling bodoh"


"Hah aku tidak tersesat cuman tidak tahu arahnya saja"


Begitulah Rian dan Iwan bertemu satu sama lain langsung berdebat keras akan hal itu..


Rachel dan Charlotte yang melihat hal itu menjadi bingung..


Sungguh orang idiot sama idiot bertemu sulit untuk dimengerti..


...


[Rei Pov]


Aku mencari Rian dan Iwan di tempat pasar kenyamanan..


Untungnya peta yang diberikan oleh Liana cukup detail jadi ini tidak terlalu menyulitkan bagi diriku yang pro ini..


Saat aku mencari di pasar kenyamanan aku mendengar keributan yang sangat keras..


Aku mendengar suara itu dan merasa sangat familiar dengan suara ini..

__ADS_1


Aku mencari sumber suara tersebut dan aku melihat Rian dan Iwan berdebat dengan idiot di pinggir jalan..


Bahkan ada beberapa orang pejalan kaki yang melirik mereka dengan heran..


Aku tahu jika aku berjalan mendekati mereka maka aku akan mendapati rasa maluku masuk ke dalam diriku..


Saat melihat Rian dan Iwan tatapanku juga jatuh kepada laki laki di sana dan itu adalah orang yang aku kenal yaitu Rachel..


Dan juga aku melihat gadis cantik yang berada di samping Rachel..


Rambutnya pirang panjang lurus hingga ke bahu dengan sebuah bando kecil dengan hiasan bintang di rambutnya.. matanya biru muda layaknya danau biru yang begitu indah.. bibirnya yang mungil dan berwarna pink tersebut memberikan kesan wajah imut yang sempurna..


Aku hanya dapat bertanya siapa dia ?..


Aku berjalan secara perlahan mendekati mereka..


Saat aku sudah berada di dekat mereka berdua aku langsung memukul mereka dengan pelan dari samping..


"Aw"


"Aw"


Mereka berdua menjerit kesakitan..


Mereka berdua ingin marah namun saat mereka tahu itu adalah aku mereka menjadi senang..


"Rei..lihat aku menemukan Rian, untung dia bertemu denganku jadi dia tidak tersesat" Ucap Iwan dengan bahagia.


"Tunggu dulu kenapa kau mengambil air dingin sedangkan aku mendapatkan air panas di sini" Balas Rian dengan pribahasa aneh miliknya.. seperti biasa..


Aku langsung mengabaikan apa yang mereka lakukan dan berjalan menghampiri Rachel..


"Rachel senang dapat melihatmu"


"Rei maaf saat itu aku tidak memberikan ucapan perpisahan saat meninggalkan Kleinstar"


"Ya tidak apa apa"


Aku melirik dengan gadis cantik yang ada di sampingnya..


"Ah ini adikku Charlotte"


"Aku Rei salam kenal"


"Saya Charllotte"


"Bagaimana jika kita ke cafe terlebih dahulu untuk istirahat karena sepertinya kau sedang kelelahan" Rachel menyarankan setelah melihat betapa banyaknya keringat yang ada padaku..


Sebenarnya aku sudah lelah saat aku mengantarkan anak kecil tersebut ke gereja dan ditambah harus mencari teman idiotku ini.. jadi tidak dapat terelakan bahwa diriku sekarang ini sangat lelah..


"Ini terjadi karena teman idiotku" Balasku dengan kesal..


Rachel hanya tertawa mendengarku berkata seperti itu..


"Mari ikuti aku"


Lalu aku mengikuti Rachel menuju cafe dan aku dengan teliti memperhatikan Rian dan Iwan karena aku tidak ingin mereka tersesat lagi..


Bersambung...


Ruang Curhat Heroine..


"Apakah kita telah dilupakan di sini" (Kina)


"Sepertinya begitu" (Lisa)


"Jangan berpikir negatif karena kita inikan Heroine di sini" (Yuina)


"Tapi bukankah aneh kenapa kita Heroine tidak sering muncul di setiap chapter" (Kina)


"Kau benar Kina.. tentu author bisa mengganti kita dengan yang baru" (Lisa)


"Aku yakin author punya rencananya sendiri" (Yuina)


"Aku pikir kita harus mencari pekerjaan sampingan di novel sebelah" (Kina)


"Novel sebelah mana" (Lisa)


"Itu Novel "Fake World Online" (Kina)


"Apakah seru ?" (Lisa)


"Itu seru" (Kina)


"Ayo pindah" (Lisa)


"Eh ??" (Yuina)

__ADS_1


Silahkan cek ya :'v


Promosi secara tidak langsung :'v


__ADS_2