Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Tiga Orang Idiot Masih Tampan


__ADS_3

Aku tersenyum bahagia di belakang mereka berdua.


Aku tahu ini akan terjadi dan ini cukup melegakan..


Jika mereka bersikap idiot dengan wajah yang tidak sesuai dengan tampang mereka jujur itu bisa membuatku gila.


"Apa maksud tetua ini hanya sementara" Ucap Rian dengan mengguncang lengan tetua dengan keras.


"Itu cuman bohongan kan.. soalnya ini sudah seperti menyatu dengan wajah saya sendiri" Sambung Iwan dengan memegang kulit wajahnya.


"Itu hanyalah cairan yang membuat sebuah riasan menyatu dengan kulit.. jika kalian terkena air maka wajah kalian akan hilang" Jelas Tetua kepada mereka.


"Jadi maksud tetua jika wajah kami terkena air maka wajah tampan kami akan hilang" Tanya Rian dengan cepat.


"Iya begitu" Jawab Tetua dengan mengedipkan matanya.


"Kalau begitu aku tidak akan pernah membasuh wajahku dengan air" Ucap Rian dengan penuh tekad.


"Aku tidak akan pernah mandi juga" Sambung Iwan yang ada disampingnya.


Mereka berdua mengepal tangan mereka dengan penuh tekad membara.


"Kalian tidak perlu segitunya.. itu hanya untuk mengelabui unicorn untuk mengantarkan kalian" Ucap Tetua dengan khawatir akan tujuan mereka.


"Pokoknya wajah ini akan aku simpan selamanya" Rian membalas dengan semangat.


"Sampai mati" Sambung Iwan.


Sudah selesai..


Mereka berdua telah menjauh dari jalan yang lurus dan ini akan sangat sulit untuk menyadarkan mereka.


"Tetua kami akan berangkat.. sudah banyak waktu terbuang di sini" Aku sudah tidak tahan dengan ini dan langsung menyela


"Baik.. aku tidak akan menahan kalian lagi"


Kami bertiga berjalan menuju kereta kuda unicorn kami dan ternyata sudah banyak orang yang menunggu untuk mengantarkan kami pergi.


Ini terlalu berlebihan hanya untuk mengantarkan kami.


"Halo kalian gadis-gadis"


"Senang berkenalan dengan kalian"


Kedua teman idiotku sudah berjalan paling depan untuk memanfaatkan wajah tampan mereka saat ini.


Gadis-gadis tersipu malu ketika mereka berbicara dengannya.


Seandainya itu wajahnya mereka yang dahulu maka reaksi mereka tidak akan seperti itu.


Sialan entah kenapa aku jadi kesal.


"Anu tuan Rei"


Seseorang tiba-tiba memanggilku dan aku melihat kearahnya.


Seorang gadis manis imut datang mendekat kearahku.


"Ini ada bekal untuk perjalanan tuan"


"Terima kasih"


Wajah gadis itu tersipu memerah dan pergi dengan cepat.


Reaksi itu membuatku berpikir jadi tampan juga tidak terlalu buruk.


Tunggu..


Pikiran sesat ini mulai menghasut ku.


Ketika aku menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan pikiran sesat ini seseorang datang dengan nafas yang begitu berat.


Ketika aku melihat orang itu adalah Felisha.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kau juga ikut untuk mengantar kami"


"Ini bukan berarti aku in--" Dia perlahan mengangkat kepalanya dan melihat kearah wajahku.


"Kau siapa!!"


Aku tahu dia pasti akan terkejut dengan wajahku ini.


"Ini cuman riasan"


"Oh perbuatan dari tiga bersaudara itu"


Felisha mengetahui hal itu hanya sepersekian detik tanpa harus aku jelaskan dan wajahnya juga kembali seperti biasa.


"Aku tahu ini bukan urusanku tapi aku harap kalian bertiga bisa sampai dengan selamat" Ucapnya dengan wajah tersenyum.


"Terimakasih"


Aku hanya tersenyum melihat dia mengatakan sesuatu yang sederhana.


Felisha hanya mengucapkan sepatah kata itu dan tidak ada hal lain lagi yang ingin dia ucapkan.


Aku berjalan menuju kusir kuda dan melihat kedua temanku masih saja menggoda gadis-gadis.


"Cepatlah atau aku tinggal!"


"Tunggu njir.. ini kesempatan yang jarang terjadi" Ucap Rian dengan wajah tersenyum yang masih menempel.


"Rei gak bisa lihat temannya senang" Sambung Iwan yang masih menatap ramah kearah gadis-gadis.


Aku menunggu mereka masuk ke dalam kereta kuda dengan masih melambaikan tangan mereka ke kerumunan orang.


Ketika mereka sudah masuk ke dalam aku langsung memecat tali kuda dengan tiba-tiba dan membuat kuda langsung bergerak dengan cepat.


Kedua temanku yang baru masuk belum sempat untuk duduk akhirnya terjungkir balik di dalam.


"Rei kampret"


"Memang gak punya akhlak"


Semua orang bersorak-sorai ketika kami pergi.


...


Felisha hanya berdiri dengan diam di sana masih memandangi sosok Rei yang semakin menjauh.


(Sialan.. wajah tampan seperti itu sungguh tidak adil)


Felisha menyembunyikan bunyi detak jantung dengan berat ketika dia berada di dekat Rei.


Itu sudah cukup sulit baginya untuk bersikap biasa kepadanya.


...


...


...


Aku melihat peta yang dimana telah ditandai oleh tetua Elf sebagai penunjuk jalan yang harus kami ambil.


Jalan yang kami lalui cukup sulit dengan banyaknya akar tumbuhan yang tinggi.


Namun dengan kereta kuda yang diberikan oleh Tetua Elf ini cukup kuat hingga getaran dari ban tidak terasa.


Kuda Unicorn yang menarik kereta kami memiliki kemampuan lari yang begitu cepat namun..


Kuda Unicorn ini sesekali melihat kearahku dan berakhir memiliki wajah mesum ketika menatapku.


*Hihiii


Suara kuda itu terdengar bahagia ketika melihat wajahku. Jujur aku menjadi takut akan hal itu..


Namun kelebihan dari Unicorn ini setiap kali aku memecut tali mereka berlari semakin kencang lebih cepat dari kuda biasanya.

__ADS_1


Ini cukup membantu untuk mempercepat perjalanan namun tetap saja ini menjadi perjalanan yang mengerikan setiap kali mereka melihat wajahku.


...


...


...


Gali..


Gali..


Gali..


Setiap detik waktu berlalu namun tidak ada cahaya matahari yang bisa digunakan sebagai penunjuk waktu.


Gelap..


Hanya sinar cahaya dari obor dan kristal api yang menjadi penerangan di tempat ini.


Setiap orang dari ras iblis berada di sini..


Ras iblis memiliki ciri-ciri dua tanduk di kepala, kulit berwarna merah dan mata yang tajam.


Sisanya kurang lebih mirip seperti manusia pada umumnya.


Seorang gadis dengan rambut hitam memiliki tanduk di kepalanya dan memiliki armor di sekujur tubuhnya dan dia memiliki dua pedang di pinggangnya.


"Kalian cepatlah bekerja.. jika kalian cepat maka kalian bisa melihat permukaan sebentar lagi"


Dia memotivasi semua orang yang ada di sana dengan suara yang begitu keras dan bersemangat.


Semua orang dapat mendengarnya namun tidak ada satupun dari mereka mendapatkan sebagian kecil dari semangatnya.


Mereka kelelahan..


Lapar..


Ngantuk..


Lelah..


Mereka hanya terus menggali dan menggali tanah yang akan menjadi jalan mereka keluar.


Jalan menuju kemerdekaan..


Jalan menuju kesejahteraan..


Gadis itu mengawasi seluruh orang di sana dengan santai. Sebagai seorang pengawas dia hanya perlu duduk santai sambil memakan cemilan miliknya.


...


...


Bersambung..


Sepertinya Rian dan Iwan serius tidak akan mandi demi wajah tampan mereka tidak hilang.


Apa yang harus aku lakukan jika itu terjadi..


Nanti judul novel ini akan benar-benar berubah menjadi [Tiga orang idiot yang tidak mandi di dunia lain]


"Lah kirain bakal jadi tiga orang tampan pergi ke dunia lain" Rian


"Aku juga mikir gitu" Iwan


"Kayak gak tau author aja kalian" Rei


Atau tiga orang idiot yang jarang update ?


"Kayaknya aku setuju yang terakhir" Rian


""Sama""

__ADS_1


:')


__ADS_2