Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Boleh Aku Pukul Mereka


__ADS_3

Aku telah memakai pakaian jubah penyihir dan tongkat sihir yang diberikan tuan putri kepadaku dan entah kenapa ini sangat cocok denganku terutama jubah yang aku kenakan memiliki sebuah penudung kepala yang entah kenapa jika aku menutup diriku dengan penudung kepala ini membuatku merasa seperti seorang Assassin..


Ini sungguh keren aku pikir..


Dan untuk kedua temanku..


Mereka terlihat senang dengan armor, pedang dan tameng yang mereka pakai..


"Bagaimana armor dan pedangku" Ucap Rian dengan bangga sambil memegang sarung pedangnya yang dia letakkan di belakang punggungnya.. seolah memperagakan gaya kirito..


"Tidak tidak ini lebih keren" Ucap Iwan yang tidak mau kalah juga dia menunjukkan tamengnya dan pedangnya..


"Terserahlah" Ucapku dengan kesal kepada mereka berdua..


Hari ini adalah hari yang telah aku tunggu..


Dimana ini adalah hari yang dimana peristiwa besar yang sering dilakukan oleh pemeran utama dalam novel isekai..


Yaitu melakukan misi petualang..


Akhirnya setelah puluhan chapter akhirnya kami akan melakukannya..


"Akhirnya kita bisa melakukan misi petualang"


"Woah jantung terus berdegup kencang"


Itulah yang dikatakan kedua temanku saat melihat papan misi yang ada di guild petualang..


"Karena kita masih rank F mungkin kita bisa menerima misi berburu monster kelinci ini"


Rian menunjuk kertas yang ada di sana dimana itu adalah tugas Rank F..


"Mari kita ambil ini saja" Kata Iwan dengan setuju..


Aku mengangguk setuju dan Rian langsung mengambil kertas tersebut..


Kami berjalan menuju resepsionis dimana Kirana hari ini adalah waktu kerja miliknya..


Kirana hanya menghela napas dan seperti mempersiapkan diri dengan kedatangan kami..


Aku yang melihat itu cuma bisa tersenyum kecut..


"Miss Kirana.. kami akan mengambil misi ini"


Rian memberi kertas misi tersebut kepada Kirana dengan penuh gaya..


"Oke permintaan misi diterima.. kalau begitu berjuanglah"


"Terima kasih Miss Kirana akan kata katanya" Ucap Rian dengan gentleman..


"Tidak perlu khawatir Miss Kirana kami akan melakukan ini dengan cepat" Sambung Iwan dengan senyum percaya dirinya..


"Kami akan kembali lagi dengan kelinci yang banyak"


"Tolong jangan kembali dengan cepat" Kirana bergumam dengan pelan..


Aku yang mendengar hal itu hanya bisa malu terhadap sikap temanku..


"Mari Rei kita berangkat dan mengukir jalan ninja kita" Ucap Rian memegang bahuku sambil menunjuk ke langit..


"Bukan jalan ninja.. itu kata kata naruto.. yang benar ada jalan pahlawan" Sambung Iwan..


"Oh maafkan aku"


Rian dan Iwan berjalan begitu tegak dengan membusungkan dada mereka seperti ayam..


Aku yang mengikuti mereka di belakang hanya bisa menundukkan kepalaku terhadap tatapan semua orang..


Kenapa aku memiliki teman idiot seperti mereka..


.........


.....


..


Kami telah keluar dari gerbang kerajaan dan sedang dalam perjalanan menuju tempat monster sering berkeliaran..


Karena kami telah mendapatkan pelajaran dari Akademi Petualang..


Jadi kami telah tahu dimana monster kelinci ini sering muncul..


Yaitu di dekat padang wortel dimana petani menanamnya..


Kelinci jenis monster ini menjadi hama bagi para petani wortel..


Karena kecepatan mereka dan keganasan mereka wortel sering kali di curi..


Bahkan para petani sering terluka akibat monster ini..

__ADS_1


"Inikah tempatnya"


Kami melihat monster kelinci tersebut dengan enak memakan wortel yang mereka curi..


"Hmm mari kita lakukan dengan cepat"


Mereka berdua mendekati sekumpulan kelinci monster tersebut.. namun insting kelinci tersebut begitu cepat..


Mereka langsung melarikan diri..


"Oi sini kalian"


Rian mengejar mereka dengan memegang pedangnya..


"Rian kau kejar mereka... aku akan berjaga disini untuk menahan mereka untuk tidak lari"


Rian mengangguk mengejar mereka seperti yang diperintahkan dan Iwan telah menunggu disana..


Namun kelinci tersebut begitu gesit jadi mereka melewati Iwan dengan begitu mudah dan serangan yang dituju kepada mereka tidak ada yang kena..


"Kenapa monster ini susah sekali"


"Bukankah jika ini novel isekai fantasi ini akan sangat mudah"


"Sialan latihan yang selama ini kita jalani bukan untuk berburu kelinci"


"Sialan.."


Aku melihat mereka hanya bisa tersenyum kecut..


"Tentu saja mereka akan lari jika merasa terancam" Ucapku dengan memegang kepalaku..


"Kau punya ide ?" Tanya Rian..


"Kau harus menggunakan kepalamu" Jawabku dengan tersenyum..


"Apakah dengan kepala bisa membunuh mereka" Sambung Iwan dengan bodoh..


"Aku yakin bukan itu maksudku.." Ucapku dengan dingin..


Lalu aku memberitahu mereka untuk membuat sebuah lubang berisi jebakan untuk kelinci tersebut..


"Sama seperti yang aku pikirkan" Ucap Rian seolah olah dia yang memiliki ide tersebut..


"Aku juga memikirkan ide ini sebelumnya" Sambung Iwan juga dengan bangga..


Aku hanya melihat mereka dengan dingin..


Karena ini adalah taman wortel jadi cukup ada alasan kenapa ada cangkul di sini..


Kami bertiga menggali terus hingga lubangnya cukup besar..


"Bukankah ini terlalu besar"


Aku melihat lubang yang telah kami buat dan itu sungguh besar.. mengingat kami cuma terus menggali tanpa memperhatikan ukuran yang harus ditentukan..


"Hei kenapa kita menggali jika kita bisa sihir"


Rian berkata sesuatu yang pintar..


"Aku baru ingat"


Mereka berdua menatap kearahku..


Yah mengingat dunia yang dulu dimana sihir tidak ada jadi aku lupa bahwa di sini bisa menggunakan sihir tanah untuk membuat lubang..


"Jangan membuang mana dengan percuma"


Aku mengelak dengan alasan tersebut..


Itu memang benar mengingat kapasitas manaku yang sedikit karena masih memiliki level 0..


"Bubur sudah jadi nasi.. ya sudah lah" Ucap Rian dengan sedih..


Setelah itu kami meletakkan sebuah kayu dengan membuatnya tajam diujungnya dengan begitu jika ada hewan yang masuk.. maka mereka langsung bisa mati..


Tidak lupa juga kami membuat sebuah penutup lubang dari ranting ranting kecil dan menaburinya dengan daun daun kering..


Ah hampir lupa.. lalu kami meletakkan sebuah wortel kesukaan mereka diatasnya dengan begitu mereka bisa terjebak di lubang yang kami buat..


Tara..


Lubang jebakan sudah siap..


Entah kenapa narasi ini seperti sebuah Resep Makanan -_-


"Mari kita tunggu" Ucapku..


..........

__ADS_1


.....


..


Beberapa menit lamanya kami bersembunyi di balik semak semak untuk menunggu kelinci memakan umpan.. namun entah kenapa kelinci sudah terlalu kenyang memakan wortel yang telah di curi..


Jadi saat ini mereka sedang tertidur pulas..


"Lama sekali mereka memakan umpan miliki kita"


"Ah vangke.."


"Kalian berdua tunggu dan bersabarlah"


Sialan ini tidak berguna..


Jebakan yang kami buat..


Tunggu..


Kenapa kami harus menunggu kelinci tersebut bangun..


Bukankah ini adalah kesempatan untuk membunuh mereka selagi tidur..


Sepertinya virus dua orang idiot ini menulariku..


Sialan..


"Mari kita bunuh saja" Ucapku kepada mereka berdua..


"Apa yang kau katakan yang sudah begitu jelas.. bukankah kita sekarang menunggu mereka bangun dan terjebak di lubang yang kita buat" Jawab Rian dengan heran..


"Apakah kau jadi idiot Rei karena kelamaan menunggu" Sambung Iwan..


Aku benar ingin memukul mereka sekarang..


Bolehkah aku memukul mereka ?


"Mereka sedang tidur" Ucapku lagi


"Ya kami tahu.. kami juga punya mata" Balas Rian dengan tidak senang..


Sebuah urat muncul di dahiku..


"Bukankah ini kesempatan kita untuk membunuh mereka ketika mereka sedang tidur"


...


Seketika itu suasana langsung hening beberapa detik..


"Ide yang bagus.. aku juga sudah mulai memikirkan hal tersebut"


"Aku juga"


Bolehkah aku memukul mereka..


...


Lalu kami keluar dari semak semak dan berjalan secara perlahan..


Perlahan namun pasti.. kami mendekati mereka..


Kami mengangguk bersamaan bersiap untuk membunuh mereka..


Namun..


*Roarrrr....


Suara auman datang dari dalam hutan..


Auman itu sangatlah besar hingga membuat pepohonan yang ada ikut bergoyang dengan anginnya..


Sontak kelinci tersebut bangun dan berlari...


"Sialan.."


Sekarang apa lagi...


Bersambung...


Apa yang akan menunggu mereka di sana...


Apakah kalian mulai penasaran...haha..


Jika kalian tertawa di episode ini maka tolong berikan like kalian ya..


Jujur aku sendiri yang membuat episode ini ngakak sendiri..


Aku harap Rei baik baik saja dengan teman idiot dia :v

__ADS_1


Berikan komen juga jika kalian tertawa.. :3


__ADS_2