
"Bolehkah aku mendengarnya lebih lanjut"
Mendengar aku berkata begitu Melidia tidak punya pilihan selain mengatakannya..
Dia menceritakan tentang hutan berkabut yang semakin menghilang..
Alasannya masih belum ditemukan untuk hal tersebut namun ahli sihir kerajaan berpendapat bahwa tanah area tersebut telah menyerap kabut tersebut mengingat kabut telah ada sejak 1000 tahun lamanya jadi masuk akal jika akan hilang seiring waktu..
Ada juga berpendapat seseorang telah melakukan sesuatu untuk menghilangkan hutan berkabut..
Ada juga berpendapat bahwa item artefak yang menjaga hutan kabut mulai melemah..
Ada juga berpendapat bahwa tanaman penyembuh segala penyakit telah hilang mengakibatkan kabut melemah..
"Tunggu tanaman penyembuh hilang ?"
Aku secara reflek bertanya tentang hal itu karena tanaman inilah yang sedang aku cari..
"Itu hanya pendapat yang masih belum memiliki bukti yang kuat.. boleh aku lanjutkan ceritaku ?"
"Maaf silahkan lanjutkan"
Melidia kembali melanjutkan ceritanya yang dimana sebelum hilangnya kabut raja yaitu ayahnya ingin memperoleh sekutu yang dapat dipercaya untuk membantu mereka untuk melindungi hutan berkabut yang mulai hilang..
Karena jika hutan berkabut hilang maka kesempatan ras iblis untuk menyerang akan membesar..
Awalnya cuman satu jalan menuju ras benua iblis adalah memutari benua berbagai ras yang dimana terletak di ujung peta yang dilewati oleh sungai besar yang dimana perbatasan ini telah dilindungi benteng besar..
123 itu nomor yang menandakan tempat kerajaan.. lalu yang bergaris hitam ditepian adalah hutan berkabut.. lalu sungai besar yang dilalui lautan itu adalah sungai yang menjadi pembatas yang dilindungi benteng agar ras iblis tidak bisa melewati sungai tersebut.. namun diujung sungai yang dimana hutan berkabut itu memiliki ujung yang mengecil namun karena ada hutan berkabut melindungi jalur tersebut..
*Note Author*Maaf jika gambar kurang jelas yang pasti gambar kasarnya kayak gitu.. sebenarnya skala petanya itu aslinya besar jadi jangan permasalahkan ukuran peta dari gambar ini dulu ya.. :')
Melidia menjelaskan jika hutan berkabut yang melindungi mereka menghilang dari perbatasan akan membuat ras iblis menyerang mereka..
Melihat sifat iblis jaman dulu yang suka dengan peperangan pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini..
"Tunggu kau berkata akan mencari sekutu ? siapa sebenarnya dirimu ?"
Aku bertanya dengan bingung karena kejadian ini dia mengetahui begitu jelas bahkan mengetahui pendapat ahli sihir kerajaan..
"Biarkan aku memperkenalkan diriku sekali lagi.. Namaku Melidia Fransies Derliane.. Tuan Putri dari kerajaan Derliane"
"Tuan putri.. kenapa kita bisa bertemu tuan putri dari kerajaan berbagai ras" Ucapku dengan terkejut..
"Nasib Rei begitu baik sampai bertemu tuan putri baru lagi" Sambung Rian dengan menghela napas kesal.
"Sepertinya heroine yang berhubungan tuan putri pasti di gaet oleh Rei" Ucap Iwan dengan menghela napasnya juga
"Kenapa kalian begitu kesal tentang itu"
Aku kembali menatap Melidia dengan heran..
Tentu saja kenapa seorang tuan putri bisa tertangkap bandit.. itu menjadi pertanyaan yang ingin aku ajukan tapi melihat Melidia sepertinya akan menjelaskannya sekarang..
__ADS_1
Melidia menceritakan bahwa sebagian dari rakyat mereka yang dimana itu adalah Ras berbagai ras begitu membenci manusia karena dimasa lalu manusia pernah menjadikan mereka budak..
Tentu mereka tidak setuju dengan usulan raja yang ingin menjalin hubungan aliansi dengan manusia..
Oleh karena itu tuan putri ini pergi dengan diam-diam bersama orang yang dia percayai untuk menuju kerajaan manusia..
Namun rencananya itu diketahui oleh seseorang yang menentang rencana raja..
Oleh karena itu dia kabur dari kereta kuda yang mengantarkannya dengan mengorbankan orang-orangnya..
Melidia menangis ketika dia mengingat orang yang dia percayai mati untuk menyelamatkan dirinya..
Dia kabur dari kejaran orang itu hingga akhirnya dia tanpa sengaja bertemu dengan bandit itu..
Dia sengaja ditangkap agar pengejar ini berpikir bahwa nasib sang putri sudah tamat karena telah ditangkap sekelompok bandit..
Dan tidak lama setelah itu kami datang..
"Aku tidak menyangka tuan putri mengalami hal berat seperti itu"
"Hiks.. dasar mereka itu.. padahal raja mereka baik untuk meminta bantuan untuk keamanan rakyatnya sendiri tapi malah diperlakukan seperti ini"
Mereka berdua tanpa sadar ikut menangis mendengar cerita dari Melidia..
Sekarang aku tahu kenapa semua ini saling berkaitan..
"Aku turun prihatin tentang ceritamu tapi kami masih mencari tanaman penyembuh itu terlebih dahulu"
"Itu cuman cerita legenda.. lagipula tidak ada yang pernah melihatnya"
Aku hanya perlu mencari tanaman ini dengan cepat dan lalu menyembuhkan Yuina..
Tidak perlu berusaha untuk bersimpati dengan mereka..
Itu yang ingin aku lakukan tapi..
Melihat wajah kedua temanku.. aku tahu ini akan mengarah kemana..
"Rei.. bagaimana kita nanti bantu mereka" Ucap Rian kepadaku dengan mengenggam erat tangannya.
"Pahlawan ada karena untuk menyelamatkan semua orang bukan ?" Iwan yang berada disamping Rian memberikan kata-kata yang bagus..
Tapi sayangnya kita bukanlah pahlawan..
"Kita tidur terlebih dahulu.. aku sedikit lelah" Ucapku mengakhiri percakapan ini..
"Yah kau benar" Ucap Rian dengan mengangguk..
"Kalau begitu biarkan saya menjaga malam ini dan kalian bertiga dapat istirahat" Ucap Melidia kepadaku dengan tersenyum.
"Tidak perlu.. sebelum aku berkeliling aku telah memeriksa sekitar bahwa tempat ini aman dari monster" Ucapku dengan cepat
"Tapi--"
"Aku juga telah memasang beberapa jebakan tali disekitar untuk memberitahu jika ada penyusup" Sambungku sebelum Melidia menyelesaikan kata-katanya.
__ADS_1
"Kalau begitu saya akan tidur"
Melidia akhirnya menyerah setelah aku memberitahunya hal itu dan berjalan menuju tenda miliknya..
Karena kami bertiga laki-laki jadi tentu dia membutuh tempat sendiri..
Setelah Melidia masuk ke dalam tendanya Rian melihat kearahku..
"Rei aku akan menjaga malam ini.. tetap saja malam ini aku takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi"
"Aku juga akan menemanimu.. lengah sedikit akan membuatmu mati.. entah event apa yang akan terjadi di dunia lain"
"Terserah kalian berdua.."
...
...
...
Aku bangun dipagi hari yang cerah..
Matahari bersinar dengan terang walaupun mataharinya ada dua tapi kehangatannya membuatku merasa segar..
Aku melihat di depan tendaku terlihat dua orang idiot ketiduran dengan selimut yang ada di tubuh mereka berdua..
Berjaga malam sepertinya membuat mereka kelelahan.. atau mereka tidak berjaga malam tadi dan langsung tidur ?
Aku melihat Melidia sedang memasak sesuatu di tungku yang berisikan daging dan beberapa sayuran..
"Selamat pagi"
Melidia menyapaku dengan senyum miliknya..
Aku mendekatinya dan melihat jelas apa yang dia masak..
"Heh.. tuan putri juga pandai memasak ternyata"
"Walaupun tuan putri juga harus bisa memasak.. karena di masa depan dia harus jadi istri"
"Istri kah.."
"Apakah perkataanku salah ?"
"Tidak.. itu sangat mengagumkan aku pikir"
"Ah terima kasih"
Wajah Melidia menjadi memerah setelah dia berkata seperti itu..
Aku sedikit penasaran dengan Yuina.. apakah dia juga bisa memasak ?.. apapun dimasak Yuina kayaknya aku bakal bisa makan semuanya..
Bersambung...
Like ya jangan lupa..
__ADS_1
Ruang curhatnya lagi gak ada karena gak punya topik.. mereka bertiga selalu kesal dengan candaanku.. bukankah candaan gadis berbatang itu lucu ?