Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Tiga Orang Idiot Bersatu


__ADS_3

Aku menemukan diriku telah berada di tanah dengan keadaan yang terluka..


Badanku terasa sangat sakit akan serangan tersebut..


Aku berdiri dengan pelan dari tempatku dan merasakan dunia berputar dengan pelan dipandanganku..


Aku menggelengkan kepalaku dan mencoba untuk fokus.


Aku menatap kearah monster tersebut yang menyeringai dari tempat dia berdiri..


Aku mengangkat tongkat sihirku yang ada di tangan kiriku..


"Change class Mage"


Ketika aku mengganti classku aku mengangkat sihirku dan mencoba membuat tanah yang dia pijak berubah menjadi pasir.


Pasir tersebut dengan cepat menghisap monster tersebut ke dalam.


Ketika aku sedang senang melihat pemandangan itu tiba-tiba dia mengangkat tangannya ke atas dan memberika debuah pukulan ke bawah dan membuat semua pasir yang ada di bawah kakinya hancur dengan dahsyat karena hentakan tangannya.


Angin berhembus dengan kuat akibat pukulan tersebut dan membuat pasir yang ada mengenai mataku..


Aku mengangkat tanganku untuk melindungi wajahku dan tanpa aku sadari monster tersebut telah menghilang dari hadapanku..


Ketika aku berbalik ke samping..


Dia sudah ada disana menungguku..


Aku memejamkan mataku dan membangun dinding dari tanah untuk melindungiku..


Namun anehnya pukulan tersebut tidak pernah muncul.


Aku membuka mataku dan melihat monster tersebut telah menjauh beberapa meter dari tempatku berdiri..


Aku melihat sihir es yang begitu tajam muncul dari tempatnya berdiri sebelumnya.


Sihir ini..


"Yo.. kau baik - baik saja ?"


Aku melihat suara tersebut dan melihat seorang pemuda tampan berambut pirang memegangi tongkat sihirnya.


Pemuda ini adalah orang yang telah menantangku ketika di akademi petualang melawan akademi pahlawan.


"Terima kasih..."


Aku ingin menyebutkan namanya namun aku lupa dengan namanya.. tunggu.. apakah dia pernah menyebutkan namanya sebelumnya ?


"Acer Vintage" Ucapnya.


"Terima kasih bantuannya Acer"


Sepertinya dia tahu apa yang ada dipikiranku dan menyebutkan namanya.


Aku melihat monster tersebut masih berdiri dengan kuat dan tidak terlihat terluka sama sekali..


"Tch ini akan sulit"


Acer mendecak lidahnya dengan keras dan mengangkat tongkat sihirnya.


"Aku akan menahannya.. kau siapkan mantra sihir yang kuat" Ucapku dengan percaya diri.


"Tunggu apa kau yakin ?"


Aku mengangguk dengan cepat dan menatap kearah monster tersebut..


"Change Class Guardian"


[Change Class Berhasil]


Aku merasakan yang tubuhku menjadi kuat..


Karena perburuan monster yang ada membuat level dari semua Classku meningkat dengan signifikan.


Aku sangat yakin bisa menahannya.


Aku mengeluarkan sebuah tameng dari kantong penyimpanan dan memakainya di lengan kiriku..


"Fierce Defense"


Ini adalah skill yang dikhususkan untuk menahan serangan menggunakan temang..


Monster tersebut melancarkan serangan yang begitu kuat kearahku.


Serangan monster tersebut telah aku tahan dengan susah payah hingga membuat tanganku memerah.


Acer tidak membiarkan kesempatan ini terbuang dengan sia - sia dan melancarkan sihir es yang begitu kuat yang berbentuk seperti panah besar di langit.

__ADS_1


"Ice Arrow"


Serangan sihir tersebut mengenai tepat monster tersebut.


Aku kagum bahwa serangannya tidak melenceng kearahku.


Kepulan debu terjadi akibat serangan tersebut dan menutup pandanganku.


Tidak lama debu tersebut perlahan menghilang dan menampilkan monster tersebut yang terluka dibagian lengannya karena menahan serangan sihir tersebut.


Namun itu masih belum cukup untuk menumbangkannya.


"INI BELUM BERAKHIR"


Monster tersebut menginjakkan kakinya dengan dalam di tanah terlihat melakukan ancang-ancang.


Ketika itu gerakannya menjadi cepat dan langsung muncul kearah belakang dimana itu adalah tempat Acer berdiri.


Sial.


Aku mengganti Classku dengan Assassin untuk bergerak cepat namun terlambat.


"Kau salah paham bahwa aku tidak akan mengira ini"


Sebuah lingkaran sihir muncul di dekat tanah dan sebuah sihir es muncul tepat dibawah monster tersebut.


Sihir es tersebut begitu kuat hingga menembus tubuh monster.


Monster tersebut terkejut dengan hal itu dan secara perlahan dia menghembuskan nafas terakhirnya..


"Itu.. sesuatu yang tidak terduga"


"Aku telah mengerahkan banyak mana untuk menguatkan serangan sihir satu ini"


Aku melihat kearah Acer yang mengeluarkan nafas leganya.


Namun aku menyadari..


"Sihir itu.. mirip seperti Yuina"


Hanya Yuina yang sering membuat sihir jebakan seperti ini dan itu aku sangat yakin karena aku pernah latih tanding dengannya.


"Itu.. yah kau benar aku terlalu terobsesi dengannya hingga meniru teknik sihirnya" Ucapnya dengan sedih. "Kau tahu.. aku telah mengejarnya cukup lama dan mengetahui bahwa dia memilihmu itu cukup mengejutkan bagiku" Sambungnya dengan menatapku dengan kesal.


Itu menjelaskan mengapa dia mengajakku bertarung.


"Yah terserah kau menyebutnya apa.. tapi dari sudut pandangku.. Yuina terlihat sangat menyukaimu.. jadi aku akan menyerah" Balasnya dengan tersenyum kepadaku. "Tolong jaga Yuina dengan baik di masa depan"


"Aku--"


"Hei bisakah kalian membantu kami"


Ketika aku ingin menjawab suara Rian menyadarkanku..


Aku lupa bahwa kami masih bertarung melawan monster yang datang.


"Aku akan membantu temanku di sana.. jadi sampai jumpa.." Ucap Acer.


Ketika dia berucap seperti itu Acer telah pergi dengan cepat.


Aku berbalik kearah Rian dan Iwan..


Mereka masih berjuang melawan monster yang datang.


"Change Class Mage"


Ketika aku menjadi penyihir aku memasukkan tamengku kembali dikantong penyimpanan.


Aku mengeluarkan sihir tanah dengan cepat dan membuat mereka tidak bergerak.


"Fierce Falling Earth"


Tanah retak disekitar dan membuat monster jatuh ke dalam tanah dan membuat mereka terhimpit antara tanah.


"Cepat bunuh" Ucapku dengan cepat.


"Yah aku tahu" Balas Rian dengan tanggap.


Rian dengan cepat menebas monster tersebut dengan pedangnya..


Aku sangat kagum dengan pedangnya yang dapat menggabungkan Mana Mage dan Aura Knight di dalamnya untuk membuatnya begitu tajam.


Itu sangat cocok untuknya.


"Ada lagi datang" Ucap Iwan dengan cepat.


Aku melihat masih banyak monster yang berdatangan.

__ADS_1


Sial ini tidak ada habisnya.


Aku melihat orang disekitarku yang dimana mereka terlihat begitu kelelahan.


Ini akan menjadi akhir ketika semua orang tumbang.


Apa yang harus aku lakukan.


[Kondisi Darurat Membuat Skill Unique Aktif]


[Tiga Orang Idiot]


[Tahap Pertama]


[Kekuatan akan menjadi tiga kali lebih kuat]


[Ikatan kalian begitu kuat kalian bisa berbicara melalui pikiran]


[Melakukan sesuatu yang tidak biasa]


[Itulah Orang Idiot]


Suara sistem berdengung dengan keras di sekitarku..


Aku membaca pemberitahuan itu dan mengangkat mataku dengan kaget..


(Apa yang terjadi ?)


"Kenapa suaramu ada di kepalaku.. itu sedikit menakutkan" Balas Rian dengan takut.


(Hei itu bukan keinginanku.. Tunggu ? Apa katamu ?)


"Suaramu ada di kepalaku" Ucap Rian lagi.


Aku menjadi sangat yakin ini..


Ini adalah kekuatan itu..


Skill Unique yang tidak aku ketahui fungsinya ketika pertama kali mendaftar sebagai petualang.


Sekarang ini menjadi aktif.


Ini bagus.


(Rian, Iwan. Kita akan maju ke depan dan melawan pemimpin monster ini)


"Kau masih berbicara di kepalaku apa yang terjadi ?" Ucap Rian dengan kesal.


"Tidak bisakah kau berbicara dengan mulutmu saja.. ini rasanya aneh" Sambung Iwan juga.


Dua idiot ini..


"Kita akan maju ke depan dan kemungkinan besar pertarungan akan menjadi sengit.. jadi aku ingin kalian menerima arahanku.. aku harap kalian mengerti" Jelasku kepada mereka.


"Apakah kita bisa ?" Tanya Rian.


"Apakah kau takut ?" Tanya Iwan yang disampingnya.


"Hmph takut.. omong kosong" Jawab Rian dengan mendengus kesal.


"Ingat jika kita bisa mengalahkan pemimpin monster ini.. bukankah menurutmu kita akan menjadi pahlawan dan semua orang akan menatap kita dengan berbeda.. Ahem terutama gadis" Ucapku dengan tersenyum.


"Ayo kita maju.. tunggu apa lagi.." Rian langsung mengangkat senjatanya dengan semangat.


"Tunggu aku juga tidak mau kalah" Sambung Iwan dengan cepat.


Dua orang idiot ini menjadi bersemangat hanya dengan kata - kata itu..


Sungguh orang yang mudah untuk dimengerti..


...


Bersambung..


Wow..


Aku sendiri lupa loh bahwa ada skill unique tiga orang idiot ini..


Haha..


Dengan begini alurnya masih berjalan.. Wkwk..


Jangan lupa like :)


Juga Vote ya kalau bisa.. 10 poin juga gpp setidaknya ada yang ngisi aja biar gak kosong.. seperti hati saya :')


Jika menemukan typo atau kesalahan silahkan laporkan supaya cepat diperbaiki.. itu aja.. terima kasih ;)

__ADS_1


__ADS_2