
Kehidupan sehari-hari Jack selalu diawali dengan bangun pagi dan secangkir kopi yang telah dibuat sebelumnya. Tentu kopi itu sudah dingin karena dibuat ketika waktu malam. Namun Jack tidak terlalu peduli dengan hal itu. Dingin atau hangat rasa kopi tetaplah kopi.
Mata Jack melihat kearah celah jendela yang dimana cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela kamarnya membuat dirinya sadar betapa terangnya cahaya matahari.
Jack duduk di kamarnya dan meraih topengnya yang tidak jauh dari tempatnya tidur. Dia memasangnya dan semua kembali normal dengan apa yang dia lihat.
"Sudah aku duga sinar matahari tidak terlalu cocok untukku"
Matanya begitu sensitif untuk cahaya matahari sehingga semua yang dia lihat terlihat berkilau sehingga topeng yang dia gunakan membantu untuk meredupkan cahaya matahari yang datang.
"Jack boleh aku masuk ?"
Jack menoleh kearah suara yang dimana pemuda tampan telah masuk ke dalam kamarnya.
"Setidaknya kau mengatakan itu selagi diluar bukan setelah masuk"
Frey tersenyum dengan santai menanggapi kata-kata Jack.
"Apakah kita akan pergi hari ini ?"
"Ya.. lagipula aku tidak bisa membiarkan mereka melakukan sesuatu dibelakang"
Mereka yang dimaksud Jack adalah salah satu orang yang dia maafkan oleh Jack. Sangat langka untuk seseorang yang menjalankan hidup dengan selalu membunuh dan tiba-tiba memaafkan seseorang yang melakukan kejahatan.
Jack sendiri merasa ada yang salah dengan dirinya ketika memilih keputusan tersebut. Namun dia merasa bahwa mereka itu bukanlah orang jahat sebenarnya. Melainkan salah satu korban..
Ini masih menjadi misteri tersendiri.
"Memang sangat disayangkan kita berada di sini hanya sebentar namun aku sudah merasa puas" Ucap Frey dengan nada yang senang dan juga sedih.
"Yah aku melihat itu"
"Apa maksudmu ?"
"Tidak ada"
__ADS_1
Jack tersenyum dibalik topengnya dan hanya melontarkan kata-kata ambigunya. Dia tahu dari wajah Frey bahwa dia sangat bahagia setelah bersama gadis bernama Heni tersebut.. gadis itu sangat berlawanan dari Frey namun Jack tahu bahwa entah bagaimana mereka berdua saling melengkapi satu sama lain.
"Kalau begitu mari kita berangkat.. sebelum matahari tepat diatas kepala kita"
Jack bangkit dan berjalan keluar dan melihat bahwa beberapa orang telah berdiri di depan pintunya.
Beberapa dari mereka merupakan orang-orang dari desa pembunuh yang sama dengan Jack.
Jack memandang mereka dengan heran dan membuatnya tidak tahan untuk tidak bertanya "Apa yang kalian lakukan di sini ?"
"Kami di sini ingin meminta maaf untuk perilaku kami yang buruk sebelumnya"
Jack mengangkat alisnya dan teringat dengan orang yang ada di depan dia. Mereka semua adalah orang yang menentangnya dalam membuat parit pada sekitar tembok benteng.
"Iya aku tidak memikirkan hal tersebut jadi kalian tidak perlu khawatir"
Mereka semua tersenyum dan menatap kearah Jack dengan tatapan yang baru.
"Kami akan bekerja keras untuk melindungi tempat baru kita"
Mereka semua menundukkan kepala mereka dan pamit untuk pergi. Jack masih kebingungan dan menggaruk kepalanya.
"Yah itu cukup mengejutkan melihat hal ini di pagi hari" Ucap Frey dengan tertawa.
...
"Kalian mau pergi kemana ?"
Setelah Jack dan Frey mengalami pertemuan dengan orang-orang dari desanya sekarang mereka berdua bertemu dengan dua saudara kembar dari desa mata-mata.
"Kami akan kembali untuk menyelesaikan tugas yang belum kami selesaikan" Jawab Jack dengan tenang.
"Maksudmu menjaga dua orang yang kalian maafkan ?"
"Benar"
__ADS_1
"Tuan putri telah memberikan perintah tersebut pada orang lain.. untuk saat ini tugas kalian adalah tetap berada di sini hingga pertandingan besar antara kerajaan besar dilaksanakan"
"Hah!? Maksudnya ?"
"Kalian akan menjadi peserta yang dipilih oleh tuan putri sendiri"
Jack dan Frey saling memandang satu sama lain dan kembali menatap mereka berdua.
"Kami pembunuh bayaran bukanlah seseorang yang bisa melakukan pertandingan aman" Bantah Jack dengan cepat.
"Benar.. kami adalah orang yang bergerak dalam bayangan bukan orang yang menjadi cahaya untuk seseorang" Sambung Frey dengan baik.
"Kalian serius berkata seperti itu sekarang ?" Ucap hena dengan tidak percaya dengan apa yang dia dengar. "Lagipula siapa lagi orang yang kuat selain kalian berdua ?"
"Hah!?"
"Bukankah kalian telah menunjukkan kekuatan kalian ketika penyerbuan monster waktu itu ?" Sambung Hena dengan wajahnya yang tersenyum. "Bukankah hal wajar jika tuan putri memilih orang yang terbaik ?"
"Ya kau tidak salah tapi.."
"Sebaiknya kalian jangan banyak alasan dan tidak bisakah kalian ikut bersama kami menemui tuan putri" Ucap Heni dengan kesabarannya yang kecil memaksa mereka untuk berhenti beralasan.
Jack dan Frey tidak bisa memikirkan kata-kata yang bisa mengelak dari apa yang mereka katakan.
Sehingga pilihan satu-satunya adalah memohon kepada tuan putri untuk mempertimbangkan keputusannya.
BERSAMBUNG...
Udah berapa abad author terlupakan dengan novel yang satu ini..
Walaupun ide alur dalam menulis novel ini masih ada dalam benak author namun mengungkapkannya menjadi sebuah cerita yang baik masih sangatlah kurang.
Hingga tanpa sadar perlahan terlupakan..
Semoga aja sih author dapat menamatkan cerita ini walaupun membutuhkan waktu yang lama..
__ADS_1
Maafkan author..