
Setelah selesai memperkenalkan diri mereka..
Yuina, Lisa dan Kina memilih duduk di dekat tiga orang idiot..
Ups.. Maaf maksudnya bersama Rei, Iwan dan Rian..
Karena tempat duduk di sini bebas bisa kau pilih dimana saja dengan satu syarat di sana kosong dan kau lebih dahulu duduk di sana..
Karena kebetulan tempat duduk sebelah mereka bertiga kosong dan berada paling belakang (Karena mereka suka di belakang agar bisa ngobrol) jadi di sana cukup kosong untuk tempat duduk..
"Sungguh kebetulan kita satu kelas" Ucap Yuina saat menyapa mereka..
"Ah sungguh kebetulan tuan putri" Rei membalas sambil tersenyum kaku..
Karena dia yakin ini bukan sekedar kebetulan..
"Mari kita mulai pelajarannya anak - anak"
Pak Demark lalu menjelaskan pelajaran seperti biasanya..
"Hei.. apakah kalian mau makan siang bersama kami nanti" Yuina berbicara dengan pelan..
Rei melihat kearah Rian dan Iwan yang menggeleng kepala mereka dengan cepat..
Sepertinya jawabannya tidak..
"Maaf tuan putri.."
Saat Rei ingin menolak tiba tiba wajahnya berubah menjadi wajah memelas yang sangat imut seperti kucing yang tidak ingin ditinggalkan pemiliknya..
"Ah tentu saja boleh.."
Rei tiba tiba mengganti jawabannya dengan cepat.. Rei tidak sadar bahwa dia sudah menyetujuinya..
Gadis imut dan cantik itu mengerikan...
Rei berbalik dan melihat Rian dan Iwan sudah memiliki mata mati..
..........
.....
..
Waktu makan siang tiba dan mereka berjalan ke kantin..
Semua tatapan orang yang ada terus melihat kearah Yuina, Lisa dan Kina..
Terutama laki laki..
Karena mereka sangat kagum akan kecantikan yang dimiliki mereka..
"Dia tuan putri kan"
"Walaupun mataku buta aku masih bisa mengenalinya kau tahu"
"Eh..?"
"Sungguh cantik.."
"Mereka berdua siapa"
"Mereka pelayannya kau tahu"
"Kecantikannya juga tidak kalah dengan tuan putri"
"Hei siapa laki laki yang bersama mereka"
"Sungguh sangat beruntung mereka diajak makan bersama di kantin"
Itulah kenyataan..
Banyak orang yang sedang menggosip mereka lewat..
Namun kenyataannya Rian dan Iwan tidak terlihat senang akan hal ini.. karena Lisa dan Kina yang mereka bicarakan adalah iblis yang tersembunyi..
...
"Tuan putri apa yang anda inginkan, biar saya yang memesan" Tanya Lisa dengan pelan.
"Biarkan aku saja yang memesan karena aku ingin melihat menunya sendiri"
"Tapi--"
"Aku bisa sendiri, kalian hanya perlu menunggu disini" Yuina berkata sambil tersenyum.
__ADS_1
Lisa dan Kina hanya bisa mengangguk mengerti akan perintah yang diberikan..
Karena mereka tidak bisa menentang apa yang telah diinginkannya..
Saat aku berbalik melihat kearah Rian dan Iwan.. mereka sudah duduk di meja makan..
Sialan aku kalah cepat..
"Aku mau pesan yang seperti biasa, makanan yang di rekomendasikan dan tentunya itu harus enak" Ucap Rian memerintah layaknya raja..
"Hhmm.. aku tidak tahu apa nama menunya jadi ya seperti biasa" Sambung Iwan dengan bodoh..
Aku hanya bisa menatap mereka dengan dingin karena telah menyuruhku..
Namun mengingat hal yang terjadi pada Rian.. Mungkin..
Aku juga bisa bertemu dengan gadis imut..
Yah.. walaupun aku yakin itu tidak pasti terjadi.. Tapi kita masih bisa berharapkan..
Saat aku memesan makanan Yuina sangat lama untuk melihat makanan yang tersedia di sana..
Jujur selama aku makan di dunia ini.. nama menu makanannya saja tidak aku tahu.. jadi terkadang aku cuma bisa memesan makanan yang direkomendasikan saja..
"Bibi.. aku pesan yang direkomendasikan hari ini untuk porsi tiga orang"
Bibi langsung mengangguk dan langsung menyiapkan makanan..
Sambil menunggu bibi aku melihat sekeliling.. kali aja ada yang bisa kita tolong.. ahem.. aku bermaksud baik di sini..
Aku menghela napas..
Sepertinya tidak ada..
Saat aku berbalik dan tiba tiba Yuina menatapku dengan tajam..
"Apa yang kau cari disekitar"
"Tidak.. bukan apa apa"
Yuina masih menatapku dengan tidak percaya dengan apa yang aku katakan..
Sedangkan aku cuma bisa tersenyum kecut akan hal itu.
Aku mengambil makanan tersebut dan aku meletaknya dua di tanganku dan untuk satunya aku letakkan sedikit ke atas di lenganku.. walaupun agak kesulitan namun sepertinya ini cukup mudah.. aku seperti seorang pelayan nasi padang dimana dia membawa banyak piring di lengannya.
Namun saat aku melihat Yuina.. dia memiliki sebuah nampan untuk membawa makanan..
Sepertinya disini tidak memiliki kesataraan gender..
...
Lima menit sebelumnya..
Rian dan Iwan yang duduk di temani oleh gadis cantik di depannya membuat mereka senang..Itu jika gadis normal..
Namun ini berbeda..
"Hei.. kenapa kalian terlihat takut dengan kami berdua" Kina menyuarakan ketidaksenangannya.
Rian dan Iwan tidak berani untuk menatap mata mereka..
Karena mereka berdua masih ingat dengan kengerian mereka..
"Aku tidak takut" Jawab Rian dengan gagah.
"Benar untuk apa aku harus takut saat bersama dua bidadari cantik disini" Sambung Iwan dengan tergesa.
"Kalian berdua berkata begitu namun mata kalian tidak berkata seperti itu" Balas Kina dengan tidak senang.
Lisa menyadari bahwa dia memang agak keterlaluan saat di ruangan raja dimana dia mengira bahwa mereka sedang membahayakan nyawa raja.. Namun malah sebaliknya.. mereka malah membantu untuk menyembuhkannya..
"Saat itu aku minta maaf karena bersikap berlebihan terhadap kalian"
Lisa menunduk untuk meminta maaf..
Mendengar permintaan maaf yang tulus itu Rian dan Iwan merasa sedikit tenang dan lega..
"Hmpph.. itu salah kalian sendiri yang bersikap semaunya saja"
Kina juga menyadari akan kesalahannya namun dia tidak mau untuk jujur..
"Kina.."
Lisa berkata dengan marah terhadap Kina..
__ADS_1
Kina sedikit takut karena jika kakaknya marah mungkin dia akan dihukum dengan mengerikan..
"Aku minta maaf atas waktu sebelumnya"
Kina ikut untuk meminta maaf juga..
"Sungguh kami tidak memikirkan itu sama sekali" Jawab Rian..
"Benar.. itu kami anggap angin berlalu saja.. bahkan aku hampir lupa akan hal itu..haha" Sambung Iwan.
Mereka berdua tertawa kecil..
Kebohongan mereka sangat sempurna walaupun itu sedikit berbeda dari apa yang di hati mereka..
Jujur mereka masih takut akan hal itu..
Namun mengingat mereka memang tidak bermaksud buruk untuk melakukan hal tersebut..
Mereka hanya bisa memaafkan hal tersebut dan melupakannya saja..
...
Aku kembali membawakan makanan namun suasana sedikit berbeda dari sebelumnya..
Atau cuma perasaanku saja..
Setelah itu kami menyantap makanan bersama sama..
"Hei setelah selesai pelajaran nanti, aku mau membuat sebuah klub dengan kalian"
"Klub ?"
"Benar Klub yang nantinya kita akan membuat sebuah perencanaan ke depan tentang apa yang terjadi.. mungkin bisa disebut pelatihan"
Aku mengingat perang yang dibicarakan Yuina sebelumnya jadi aku mengangguk mengerti dengan apa yang dia pikirkan..
Lagipula seorang pahlawan memerlukan sebuah persiapan untuk berperang.. tunggu pahlawan ?.. apa aku mulai menganggap diriku seperti itu ?
"Aku setuju saja, lagipula tidak ada yang bisa kami lakukan juga saat selesai pelajaran" Balas Rian dengan mengangguk setuju..
"Benar.. bahkan saking gabutnya nanti mungkin kami akan mengerjai Rei nantinya" Sambung Iwan..
Aku menatap kearah mereka..
"Itu cuma bercanda oke" Kata Iwan dengan takut.
Mereka masih ingat tentang kejadian spidol waktu itu..
"Sudah di putuskan kalau begitu nanti aku meminta ijin guru"
.....
..
.
Waktu berlalu dengan cepat dan klub sudah di buat waktu itu juga.. beserta ruangan klub..
Sungguh pengaruh tuan putri tidak ada yang bisa mengalahkannya..
Kami bertiga tidak bisa menahan diri untuk tidak kagum dengan apa yang kami lihat.. bahkan ruangan ini saja sungguh berkelas dengan sofa empuk dan ada sebuah meja di sana..
Bahkan disana ada tempat untuk membuat kopi dan teh..
Mungkin ini seperti tempat ruang osis yang ada di sekolahku.. namun ini lebih berkelas..
"Ruangan ini sungguh besar untuk hanya sebuah Klub.. bahkan disana ada ruang gudang" Ucapku dengan kagum..
"Lihat disini juga ada sofa" Rian langsung menyerang sofa tersebut..
"Woah letak jendela yang sangat bagus bisa langsung melihat pemandangan yang indah" Iwan langsung berjalan ke jendela.. "Cih pemandangan yang indah langsung hancur"
Aku dan Rian langsung penasaran kenapa Iwan berkata seperti itu jadi kami juga mendekati jendela dan melihat.. di sana ada banyak sepasang kekasih duduk di bangku taman..
Karena tempat ini berada di lantai dua Akademi jadi jendela tersebut mengarah ke tempat taman yang ada di akademi..
Namun di sana diisi dengan para bucin semua..
Hati jomblo kami langsung tersakiti..
Yuina, Lisa dan Kina yang melihat kami cuma bisa tertawa akan tingkah kami seperti anak kecil..
"Mari kita langsung saja membahas bagaimana metode latihan kita" Ucap Yuina dengan tersenyum..
Bersambung...
__ADS_1