
Feng Lin menghadap kearah orang yang duduk layaknya raja yang paling berkuasa..
Dia begitu sombong dan terlihat kuat..
Namun itu dulu...
Ketika Feng Lin menunjukkan kekuatannya dia hanya bisa duduk tertatih ketakutan..
Feng Lin ingin tertawa melihat dirinya yang ketakutan..
Hanya sebagian kecil kekuatan yang dia tunjukkan dapat membuat orang ini takut..
Lalu apa yang akan terjadi jika Feng Lin mengeluarkan seluruh kekuatannya ?
"Tenanglah nak aku hanya ingin bertanya sesuatu saja"
Feng Lin memberikan senyuman kecil miliknya dengan matanya yang begitu sipit kearahnya..
"aku ingin tahu apakah kalian yang membuat ini"
Feng Lin menunjukkan sebuah pil di tangannya.
Orang itu menganggukkan kepalanya dan menatap kearah gadis tersebut..
"Dia yang membuatnya.. aku tidak tahu bagaimana caranya" Ucap pemuda itu menatap gadis yang ada disampingnya.
Feng Lin mengarahkan pandangannya kepada gadis tersebut.
Gadis tersebut merasakan kegelisahan di hatinya..
"Bagaimana kau tahu cara membuatnya ?"
Gadis itu ingin mengatakan sesuatu namun dia tidak bisa mengeluarkan suaranya..
Bukan dia tidak bisa..
Namun sesuatu mencegah dia untuk membicarakan rahasianya.
Feng Lin menyadari sesuatu dan mengeluarkan sebuah pil dari cincin penyimpanannya..
Itu adalah sebuah pil berwarna putih bersih berukuran kelereng.
"Makan ini.. Ini akan menghilang Pil Penjerat Rahasia"
Gadis itu mengambil pil begitu pelan dari tangan Feng Lin..
Rasa takut masih ada di hatinya namun dia tidak bisa melarikan diri..
Jika dia kabur maka dia akan di bunuh Feng Lin..
Jika dia mengungkapkan rahasia dia juga akan mati...
Jadi dia tidak punya banyak pilihan.
Gadis itu menguatkan tekadnya dan menelan pil yang diberikan Feng Lin..
Gadis itu merasakan tubuhnya telah menjadi ringan dan nyaman..
"Sekarang bicaralah"
Gadis itu menatap kearah Feng Lin dan mengatakan semuanya..
Dia adalah seseorang yang berasal dari benua iblis..
Dia merupakan Ras setengah manusia dan iblis yang dibenci oleh ras iblis dan juga dibenci oleh ras manusia hingga kebenciannya menumpuk membuatnya ingin menghancurkan dunia..
Ketika itu dia bertemu dengan seseorang berjubah putih dan hitam selaras membentuk pola lingkaran di pakaiannya.
Orang itu memberikan kertas berupa resep untuk membuat pil itu..
"Orang itu.." Ucap Feng Lin dengan pelan.
Gadis itu terdiam ketika melihat Feng Lin merenungkan sesuatu..
"Ah lanjutkan ceritamu" Sambung Feng Lin dengan tersenyum.
__ADS_1
Dia memberikan Pil yang satunya untuk menyembunyikan tanduk iblisnya dan satunya untuk menjaga rahasianya..
Itulah kenapa orang tidak menyadari bahwa dia bukanlah ras setengah manusia dan setengah iblis..
...
"Apakah kau punya petunjuk lebih tentang orang yang memberikan resep pil itu" Tanya Feng Lin dengan penasaran.
"Sayang sekali saya tidak mengetahui orang itu lebih banyak.. cuman satu hal yang saya tahu ketika saya bertanya tentang alasan dia memberikan saya pil ini dia hanya menjawab Aku benci kebosanan""
"Setelah mengatakan itu dia langsung menghilang"
Feng Lin memegangi dagunya dengan tatapan yang begitu resah sebelum dia menghela napasnya dengan panjang.
Ketika itu cahaya yang begitu terang muncul di langit-langit dalam kerajaan..
Cahaya itu bisa dilihat oleh Feng Lin menjadi sesuatu yang dahsyat bahkan serangan itu membuat monster yang ada disekitarnya berubah menjadi abu sebelum menghilang di udara hampa..
Feng Lin telah melindungi dirinya dengan Aura Kultivasi namun anehnya dia tidak merasakan sesuatu yang berasal dari cahaya menyilaukan itu
Melihat hal itu dia yakin bahwa serangan ini bukan untuk manusia tapi hanya untuk monster..
"Aku akan mencari orang itu lebih lanjut di benua iblis.. terima kasih informasinya"
Feng Lin dengan cepat terbang menggunakan pedangnya..
Setelah dia pergi akhirnya mereka berdua dapat lega..
"Sepertinya ini adalah akhirnya.. setelah mengumpulkan seluruh kekuatan haha.. sungguh lucu.." Ucap Leon yang tertawa dengan sedih..
Melihat ke awan yang perlahan menunjukkan kecerahan miliknya secara sempurna di langit yang begitu biru..
"Maafkan aku Serlia.." Ucap Leon menatap sedih kearah Serlia..
"Kenapa ?"
"Kekalahan kita seperti ini sungguh tidak keren" Balas Leon dengan menundukkan kepalanya.
"Bukan itu.. tapi.. apakah kau tidak mau bertanya tentang diriku.. yang berasal dari benua iblis ?" Ucap Serlia dengan gelisah.
"Tapi kau melakukan ini demi aku.. bukankah.. kau kecewa karena aku setengah iblis dan manusia"
"Sejak awal aku tidak memiliki pandangan seperti itu.. aku hanya murni jatuh cinta pada pandangan pertama.. hanya itu.."
"..."
"Menguasai dunia demi seorang gadis sepertimu tidak buruk juga" Ucap Leon dengan senyum yang dia lontarkan kepada Serlia.
Serlia tidak bisa mengungkapkan apa yang ada di hatinya saat ini..
Namun dia sangat yakin bahwa ini adalah sebuah perasaan baru..
Dikucilkan ditempat dimana dia berada..
Dibenci oleh iblis dan manusia..
Kenapa dia harus lahir berbeda.. ?
Semua itu membuatnya memandangi dunia pantas untuk dihancurkan..
Tapi.. saat ini..
Dia tidak memiliki perasaan seperti itu..
...
...
...
Feng Lin mendarat dengan pelan ketika melihat segerombolan manusia sedang mengelilingi satu orang yang terkapar di tandu penyelamatan..
Tatapan Feng Lin jatuh kepada seseorang..
Yaitu Drian..
__ADS_1
"--Jika ada masterku mungkin akan berbeda"
"Dimana dia sekarang ?"
"Apakah ada yang mencariku ?"
Feng Lin turun di dekat Drian dan memasukan kembali pedang terbang miliknya di cincin penyimpanan.
"Master"
Drian dengan cepat menangkup kedua tangannya dan menunduk untuk menghormati kedatangan Feng Lin.
"Apakah anda bisa menyelamatkan Yuina ?" Tanya Rei.
Feng Lin menatap pemuda dengan tatapan mata yang begitu tajam rambut berwarna hitam dan berpakaian penyihir yang dimana ada penutup kepala dibelakangnya.
Feng Lin mengalihkan tatapan kepada Yuina yang dia sebutkan dimana seorang gadis berambut silver cantik sedang terbaring lemah.
Sekali tatap Feng Lin tahu apa yang terjadi..
"Apakah kau sudah melakukan akupuntur untuk menutup daerah inti mananya"
"Saya melakukannya"
"Hebat.. muridku begitu jenius" Ucap Feng Lin dengan senang mengusap rambut Drian..
Feng Lin kemudian mendekati Yuina dan memeriksa keadaannya dengan memeriksa denyut nadinya..
Feng Lin mengeluarkan kerutan di dahinya..
Menyadari hal itu Rei bertanya dengan pelan. "Apakah Yuina bisa diselamatkan tuan"
"Ini sulit.. kondisinya terlalu parah dari yang aku kira.. aku tidak terlalu tahu tentang inti mana karena aku bukan berasal dari dunia ini.. tapi yang aku tahu kondisi ini lebih parah.. seperti inti kultivasi yang aku tahu itu hampir sama dengan inti mana di dunia ini.. tapi melihat keadaan ini sangat sulit untuk disembuhkan"
"Itu.. apakah tidak ada cara lain"
Feng Lin mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya yang dimana itu adalah kelopak bunga yang sangat besar hingga seukuran manusia dewasa.
"Kelopak bunga ini adalah sesuatu dari duniaku.. mungkin ini tidak dapat menyembuhkannya tapi ini akan membantunya untuk memperlambat kerusakan inti mananya lebih parah"
"Berapa lama Yuina dapat bertahan.."
"Hmm.. aku pikir 6-8 bulan waktu yang aku perkirakan"
"Terima kasih atas bantuannya tuan.. jika ada sesuatu yang dapat saya lakukan untuk membalas tuan tolong katakan"
"Jika aku membutuhkan bantuanmu nanti akan akan aku pastikan untuk mencarimu"
Feng Lin dengan santai memberikan perkataan itu..
Lagipula kelopak bunga itu sudah tidak berarti lagi untuknya karena sisa - sisa dari inti sari bunga itu telah hilang untuk menyembuhkan dirinya di dunia kultivasi..
Saat ini yang tersisa hanyalah kelopak bunga yang memiliki sisa kecil untuk mempertahankan keadaan tubuh..
...
Bersambung..
Nah sudah kelihatan akhirnya bukan..
Kau tahu membuang Yuina begitu saja bukanlah hal mudah bagiku..
Memang sempat berpikiran untuk menghilangkan Yuina tapi dengan begitu kemungkinan besar Rei mengalami perubahan yang begitu drastis..
Karena ini bukanlah pertama bagi Rei..
Ah.. apakah ini spoiler ?
Like aja ya.. ceritanya akan makin panjang.. hahaha..
Mari kita kalahkan novel populer disini.. bukankah kalian setuju ? :)
"Makanya update cepat" -Pembaca
"Ah.. kalau itu aku gak bisa janji" :')
__ADS_1