Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain

Tiga Orang Idiot Pergi Ke Dunia Lain
Selamat Tinggal..


__ADS_3

Aku berlari dengan cepat menuju tempat Yuina.


Sesampainya disana aku melihat Yuina sedang terbaring lemah di tandu yang dikelilingi oleh support penyembuh dari gereja.


Aku bergegas mendekatinya Yuina dengan panik ketika melihat kondisi Yuina..


"Yuina!"


Aku melihat kulit Yuina semakin memudar..


Rona wajahnya meredup seakan lampu yang telah hilang dari daya listriknya.


Aku memegang lengannya dan merasakan dingin..


"Apa yang terjadi kepada Yuina.. kenapa kalian tidak bisa menyembuhkannya!" Aku berkata dengan suara yang keras kepada penyembuh dari gereja.


Semua orang terdiam dengan apa yang aku katakan.


Aku mendengar deru napas Yuina perlahan menghilang.


"Bukankah ini adalah keahlianmu.. tolong jawab aku!!" Ucapku lagi dengan kesal.


"T-tuan.. ini terjadi karena inti dari penyimpanan mana milik Yuina telah hancur yang disebabkan penggunaan mana hingga habis melewati batas" Ucap seorang pendeta dengan nada takut. "Ini merupakan hal tabu bagi seorang penyihir menggunakan mana mereka yang telah habis untuk digunakan secara terus menerus untuk sihir" Jelasnya lagi dengan mata penuh penyesalan.


"Jangan bercanda.. bukankah masih ada cara untuk menyelamatkannya"


"Beberapa orang yang beruntung terkadang masih bisa diselamatkan namun tidak bisa menggunakan sihir lagi.. dan.. untuk yang tidak beruntung.. akan mati" Jelas pendeta tersebut.


Yuina membuka matanya secara perlahan dan menatap kearahku. "Hei.. Rei.. tidak perlu khawatir.. aku hanya perlu istirahat sebentar.."


Yuina mengeluarkan suara miliknya dengan begitu kesusahan.. tangannya yang aku pegang juga semakin dingin.. wajahnya semakin memucat.. napasnya perlahan meredup..


"Yuina.. kau pasti baik - baik saja kan ?"


Yuina memberikan senyuman miliknya kepadaku sebelum dia menutup matanya..


"Ya.. aku baik - baik saja" Ucap Yuina dengan suara yang begitu pelan..


Walaupun Yuina berkata seperti itu namun keadaannya tidak terlihat demikian..


Aku menjadi panik akan hal itu dan menatap kearah semua orang. "Siapa saja tolong selamatkan Yuina"


Mataku semakin pedih dan tidak dapat menahan air mataku untuk tidak jatuh.


Dadaku menjadi begitu sesak dan suaraku perlahan serak dengan kesedihanku.


Ketika tangannya aku pegang menjadi begitu lemas tanpa ada sedikitpun kekuatan di sana..


"YUINA MASIH BISA DISELAMATKAN BUKAN ?"


Semua Support dan Healer hanya bisa diam dan memiliki wajah yang begitu gelap terpasang.


"TOLONG JAWAB"


Aku menjadi putus asa..


Apakah ini adalah akhirnya..


Sial..


Ini adalah salahku..


Kenapa aku tidak memikirkan hal ini...


Aku harusnya tahu..


"Rei.. aku pikir aku bisa menyelamatkan Yuina.. tapi.. itu hanya memperlambat kematiannya saja tapi tidak bisa menyembuhkannya.."


Suara itu datang dari Drian yang mendekati kearahku.


"Benarkah"


"Selama masih ada jejak nafas dan detak jantung"


"Tolong lakukanlah"


"Akan aku coba"


Drian mengeluarkan sesuatu dari ruang penyimpanan miliknya.

__ADS_1


Tapi bukan dari kantong penyimpanan tapi dari sebuah cincin.


Aku melihat Drian mengeluarkan kotak kecil yang berisikan berbagai jarum..


Jarum emas dan perak.


Panjang dan bentuk mereka terlihat berbeda..


Drian dengan cepat melepaskan jirah yang melindung Yuina dan juga secara perlahan melepaskan pakaian Yuina hingga yang tersisa hanyalah pakaian dalamnya.


Aku menatap semua orang dengan tajam..


Mereka memahami arti dari tatapanku dan berbalik untuk tidak melihat..


Aku melihat kearah Drian yang begitu fokus melihat seluruh tubuh Yuina.


Tatapan mata Drian bukanlah seseorang yang mencari keuntungan untuk melihat tubuh Yuina.


Setelah mengamati semuanya Drian perlahan mengambil jarum.


Tangan Drian begitu mahir ketika menancapkannya ke tubuh Yuina..


Drian sepertinya tahu akan ilmu akupuntur..


Selang 10 menit berlalu begitu cepat dan warna kulit Yuina perlahan kembali namun suara napas masih lemah.. bahkan denyut nadi dari tangannya saja hampir tidak terasa..


"Ini akan memperlambat kematiannya"


"Tidak adakah cara untuk menyelamatkannya"


"Inti mana miliknya telah hancur dan itu adalah hal yang sulit untuk disembuhkan aku hanya bisa menutup beberapa titik penting agar tidak merusak ke seluruh bagian tubuhnya"


"Berapa lama keadaan ini berlangsung ?"


"Satu bulan.."


"Jangan bercanda"


Tanpa sadar aku berteriak kepada Drian..


Satu bulan ? Apakah itu cukup untuk mencari cara agar dapar menyembuhkan Yuina ?.


"Master ? Dimana dia sekarang ?"


...


...


...


Terlihat seseorang terbang di langit menggunakan pedang terbang.


Pedang terbang ini dibuat dengan cara khusus yang dimana pedang ini dipergunakan para kultivator menjadi alat transportasi.


Orang yang menggunakan ini adalah Feng Lin..


Master Drian.


Feng Lin telah menyapu banyak monster ketika dalam perjalanan menuju ibukota Klienstar..


Feng Lin telah berkeliling beberapa kerajaan disekitar untuk menyelidiki sebuah pil yang jatuh dari monster yang dia lawan ketika menyelamatkan Drian di desa..


Pil ini adalah milik dari dunia kultivasi yang dimana memiliki fungsi untuk meningkatkan kekuatan secara signifikan namun efek dari pil ini belumlah sempurna jadi jika orang yang memakan ini akan memendekkan nyawa sang pengguna.


Siapa yang membuat ini...


Feng Lin ingin menyelidiki ini dan berharap apakah ada kemungkinan bahwa dunia kultivasi terhubung di dunia ini dan dimanakah tempat itu ?


Untuk mengetahui itu dia harus menyelidiki siapa sang pembuat pil ini..


Itulah yang ingin dia selidiki..


Tapi dia masih belum menemukan orang yang dapat dia tanyakan..


Jadi dia hanya bisa mengikuti jalan para monster ini dan berharap bisa bertemu dengannya..


"Kenapa banyak sekali monster hari ini.."


Sepanjang jalan Feng Lin melihat monster berjalan mengarah ke ibukota kerajaan..

__ADS_1


Feng Lin tidak hanya diam dan melihat namun dia juga ikut sesekali membunuh monster dengan pisau terbang yang dia kendalikan..


Dengan teknik angin dia dapat mengendalikan pisau seperti bagian tubuhnya sendiri..


"Pekerjaan seperti ini tidak cocok lagi untuk orang tua ini.."


Usia Feng Lin telah melewati kepala tiga sekarang..


Walaupun Feng Lin terlihat masih kuat dan begitu sehat itu dikarenakan teknik Kultivasinya membantunya dalam berumur panjang.


Namun tetap yang namanya umur pasti akan membuat orang tidak sekuat waktu mudanya.


"Akhirnya sampai ibukota kerajaan"


Feng Lin akhirnya senang melihat benteng kerajaan dari kejauhan..


Feng Lin merenggangkan pinggangnya dan suara tulak terdengar..


"Aww pinggangku"


Feng Lin memang udah tua jadi dia sering kali sakit dibagian pinggangnya ketika mengendarai pedang terbang..


Feng Lin mengerutkan matanya yang sudah sipit untuk melihat kearah orang yang sedang duduk dengan nyaman ditumpukan monster yang tersusun seperti singgasana baginya..


Orang itu sepertinya mengendalikan monster ini semua..


Seorang perempuan juga terlihat berada di sampingnya dengan mesra duduk di pangkuannya.


Feng Lin mendekati kearah mereka dengan cepat hingga akhirnya dia muncul tepat di depan mereka..


"Siapa kau !"


Orang itu terkejut dengan kedatangan Feng Lin yang telah muncul di depannya..


"Aku ingin bertanya sesuatu ten--"


Belum sempat Feng Lin menyelesaikan perkataannya satu Monster Orc Merah besar penuh dengan armor di tubuhnya datang mendekatinya.


Monster Orc ini menerjang kearah Feng Lin dengan mengayunkan senjata kayu yang dikelilingi oleh duri besi..


Feng Lin mengangkat tangannya dengan santai dan mengendalikan pisau terbang dan memutuskan leher Orc dengan mudah..


"Bisakah orang tua ini menyelesaikan perkataannya terlebih dahulu"


Feng Lin terdengar sedih ketika dia berkata seperti itu.. karena dia yang sudah tua ini selalu saja diabaikan oleh kaum muda..


"Aku ingin bertanya--"


Feng Lin melanjutkan perkataannya dan ingin bertanya namun monster datang dengan cepat mengelilinginya..


Monster tersebut muncul dengan berbagai bentuk dan terlihat begitu kuat..


Aura mendominasi mereka muncul seketika itu..


Perlahan Monster ini bergerak menuju kearahnya dengan cakaran.. pukulan.. gigitan.. kearahnya..


Feng Lin marah...


Seketika itu semua gerakan monster melambat dimatanya dan sekali lagi dia mengangkat tangannya dengan santai mengendalikan pisau terbang untuk membunuh semua monster..


Lalu Feng Lin juga mengambil gerakan cepat menuju orang yang duduk di singgasana ketika dia masuk ke dalam kondisi dimana waktu melambat baginya..


Ketika waktu kembali normal..


Orang yang duduk singgsana itu langsung terkejut..


"Bisakah orang tua ini berbicara terlebih dahulu" Ucap Feng Lin dengan matanya yang begitu sipit menatap tajam kearahnya.


Itu adalah kekuatan Feng Lin..


Master Drian..


Bersambung.


Catatan..


Jika kalian ingat di bagian cerita Kiana dan Demark di sana terlihat jelas bahwa menghabiskan seluruh mana akan berakibat fatal pada tubuh.. Demark adalah kejadian langka dimana dia masih bisa selamat namun tidak bisa menggunakan sihir..


Jika kalian lupa silahkan lihat aja sendiri di sana ya.. oke itu aja..

__ADS_1


Tolong jangan lupa tinggalkan like ya :)


__ADS_2